Administrasi Negara
A. Sejarah Singkat
Terbitnya surat Dirjen Dikti No.1499/D/T/1996 menetapkan bahwa IKIP Yogyakarta, Ujung Pandang, Malang, dan Padang diberi perluasan mandat kearah perubahan kelembagaan menjadi universitas. Sejak penetapan itu maka keempat IKIP tersebut mulai dan terus menyusun Rencana Pengembangan menjadi universitas. Selanjutnya, berdasarkan surat Dirjen Dikti No. 1259/D/T/97 tertanggal 29 Mei 1997 tentang perluasan mandat (wider mandate), ternyata program studi baru dalam rangka perluasan mandat dijajagi kemungkinannya untuk membuka program studi non kependidikan.
Untuk menindaklanjuti surat Dirjen Dikti tersebut dan mengingat daya dukung yang dimiliki, maka Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran yang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Negeri Yogyakarta memandang perlu mengusulkan untuk membuka program studi baru Non Kependidikan, yakni Ilmu Administrasi Negara. Hal tersebut didukung oleh Sumber Daya Manusia (dosen) yang dimiliki Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran.
Administrasi Negara merupakan suatu cabang ilmu yang cross disciplinary, ditujukan untuk menyelenggarakan the executive function. Kini, Administrasi Negara telah berkembang menjadi suatu profesi yang mengaplikasikan seni dan ilmu untuk memecahkan masalah-masalah publik, seperti menyediakan prasarana perekonomian, penyediaan pelayanan barang dan jasa kolektif, penyelesaian dan pengaturan konflik kepentingan dan pemeliharaan kompetisi pelaku pasar, menjaga kelestarian sumber daya alam, akses bagi individu yang lemah dan miskin.
Penyelenggaraan program studi Ilmu Administrasi Negara didasarkan atas kebutuhan masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi era globalisasi yang akan datang dan arus industrialisasi dan liberalisasi perdagangan akan bersifat global yang berarti akan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang bukan saja terampil tetapi juga produktif, kreatif, dan berwawasan luas dalam berbagai bidang.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga di bidang Administrasi Negara tersebut Universitas Negeri Yogyakarta memandang perlu untuk menyelenggarakan Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Penyelenggaraan jurusan ini oleh FISE Universitas Negeri Yogyakarta didukung oleh 17 orang sumberdaya akademik yang terdiri atas seorang Guru Besar, tujuh orang Magister Administrasi Negara, satu orang Magister Ilmu Politik, satu orang Magister Ilmu Komunikasi, dua orang Magister Pendidikan, dua orang Magister Manajemen, satu orang sarjana Ilmu Administrasi, dan dua orang sarjana Ilmu Administrasi Negara. Selain itu didukung oleh persiapan kurikulum, laboratorium, dan perpustakaan jurusan yang memadai.
Adapun tujuan penyelenggaraan Program Pendidikan Strata Satu (S1) Ilmu Administrasi Negara adalah menghasilkan sumberdaya manusia yang: a). mampu membaca/mengamati dan melakukan pendekatan dan penalaran terhadap permasalahan berdasarkan Ilmu Administrasi Negara, b). memiliki bekal dasar ilmu pengetahuan yang yang kuat untuk melakukan penelitian di bidang Ilmu Administrasi Negara, c). memiliki dasar pengetahuan umum dan pengetahuan profesi untuk memperluas wawasan.
Program Studi Ilmu Administrasi di wilayah DIY-Jawa Tengah khususnya dan di Indonesia pada umumnya cukup prospektif, baik dilihat dari segi input maupun pengguna lulusan (user). Masyarakat, baik sebagai input (lulusan SLTA) maupun sebagai pengguna sarjana Ilmu Administrasi Negara memberikan respon yang positif. Banyak lembaga/institusi baik pemerintah maupun swasta memerlukan lulusan jurusan Ilmu Administrasi Negara, seperti: Pemerintah Daerah, Lembaga Pendidikan, perusahaan swasta, dan sebagainya (pernyataan kesediaan pengguna lulusan terlampir). Sedangkan minat lulusan SLTA terhadap jurusan Ilmu Administrasi Negara cukup besar sementara daya tampung sangat terbatas.
Untuk mempersiapkan calon administrator negara dan para pegawai yang profesional, dengan mengacu pada surat Dirjen Dikti Nomor 1499/D/T/1996 dan Nomor 1259/D/T/1997, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta mengusulkan membuka program studi Ilmu Administrasi Negara. Salah satu bentuk persiapan tersebut adalah penyusunan Kurikulum. Dengan mengacu kedua surat tersebut, Kurikulum disusun secara fleksibel untuk membekali lulusannya bekerja sebagai aparatur pada lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.
Penyusunan kurikulum dilakukan dengan mencermati dan mengevaluasi berbagai kurikulum yang berlaku di Universitas Gadjah Mada, Unsoed, dan Universitas Negeri Surakarta. Di samping itu kurikulum yang diberlakukan pada Prodi Ilmu Administrasi Negara di FISE dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi di era global.
Sumber daya/tenaga pengajar yang mendukung proses pembelajaran pada Prodi Ilmu Administrasi Negara cukup memadai. Dari sejumlah 34 orang, yang memiliki kualifikasi pendidikan S2 dan S3 sejumlah 27 orang (79,4%) dan S1 sejumlah 7 orang (20,6%). Pembagian tugas mengajar para dosen disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing. Beban mengajar masing-masing dosen disesuaikan dengan peraturan akademis, sehingga ada perbandingan yang proporsional antara tugas mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Penyusunan mata kuliah per semester dirancang dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan setiap mata kuliah sehingga ada beberapa mata kuliah prasyarat. Selanjutnya untuk memenuhi kualitas pembelajaran, pada awal tahun akademik penerimaan mahasiswa sementara hanya 1 (satu) kelas dengan jumlah mahasiswa setiap angkatan 40 s.d. 50 orang. Adapun bidang konsentrasi yang disediakan ada satu pilihan, yaitu: Administrasi Negara.
Setelah dilakukan evaluasi terhadap kebutuhan dosen ahli, pada kenyataannya masih terdapat kekurangan 4 orang dosen ahli. Sebagai bentuk solusinya adalah menjalin kemitraan dengan Program Studi Administrasi Negara, Fisipol Universitas Gadjah Mada, sebagai fakultas rujukan.
Adapun hal yang menyangkut permasalahan pendanaan diperhitungkan berdasarkan cost and benefit dari tahun pertama sampai dengan tahun keempat. Prediksi mengenai jumlah mahasiswa tahun pertama 50 mahasiswa, tahun kedua 100 mahasiswa, tahun ketiga 150 mahasiswa, dan keempat 200 mahasiswa. Dengan demikian penerimaan yang berupa SPP, IKOMA, dll dibandingkan dengan beban biaya dan investasi memperoleh keuntungan.
Sebagai daya dukung proses pembelajaran, lembaga telah mempersiapkan fasilitas berupa: a). gedung yang memadai, b). ruang kelas yang representatif (tersedianya AC, white board, OHP, wireless dan juga dilengkapi dengan Laptop dan LCD), c). ruang dosen tersedia cukup memadai, dilengkapi dengan meja, kursi, filing cabinet, lap top/komputer. Di samping itu dilengkapi dengan fasilitas pendingin ruangan (AC) dan ketersediaan cahaya cukup baik.
Adapun fasilitas lain sebagai penunjang pengembangan proses pembelajaran, antara lain : a). Fasilitas Laboratorium dengan laboratorium komputernya yang cukup modern; jumlah komputer yang tersedia 45 unit, dengan prosesor Pentium 4 dan dilengkapi dengan berbagai program yang diinstal di dalamnya, b). Fasilitas Photo copy, c). Perpustakaan Jurusan/Program Studi, yang dilengkapi buku-buku teks dan referensi tentang manajemen dan administrasi yang cukup lengkap. Pengadaan buku-buku tersebut selalu mengikuti perkembangan yang terjadi. Sementara ini koleksi buku yang tersedia sejumlah 86 buku dan 15 jurnal.
B. Visi, Misi, Tujuan, Kompetensi Lulusan, dan Struktur Kurikulum Program Studi Ilmu Administrasi Negara
1. Visi
Menghasilkan tenaga ahli di bidang administrasi negara yang mampu berpikir kritis, analitis, responsif terhadap fenomena sosial, memiliki komitmen terhadap masalah publik, berkepribadian nasional, dan religius.
2. Misi
a. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka membentuk tenaga yang handal di bidang Ilmu Administrasi Negara.
b. Mengembangkan sistem pendidikan yang mampu membekali lulusan yang memiliki fleksibilitas, kearifan, kepribadian nasional, dan responsif terhadap setiap perkembangan ipteks.
c. Membangun budaya akademik yang mendorong ketajaman nurani lulusan.
d. Memantapkan sistem kelembagaan dan jejaring untuk menunjang fungsi Program Studi Ilmu Administrasi Negara.
3. Tujuan
a. Menghasilkan tenaga ahli yang profesional dalam bidang ilmu administrasi negara.
b. Menghasilkan tenaga ahli yang mampu berfikir, bersikap, dan bertindak sebagai ilmuwan di bidang Ilmu Administrasi Negara.
c. Menghasilkan lulusan yang mampu menemukan, memahami, menjelaskan, merumuskan, dan mengembangkan cara menyelesaikan masalah di bidang administrasi negara.
d. Menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti dan mengembangkan pengetahuan dan teknologi Ilmu Administrasi Negara.
C. Kompetensi Lulusan
Lulusan Program Studi Ilmu Administrasi Negara diharapkan:
a. Mampu menerapkan pengetahuan, nilai, dan ketrampilan teknologi yang dimiliki sesuai dengan bidang Ilmu Administrasi Negara dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada publik.
b. Menguasai dasar-dasar ilmiah sehingga mampu berfikir, bersikap, dan bertindak sebagai ilmuwan di bidang Ilmu Administrasi Negara.
c. Menguasai dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan secara metodologis di bidang Ilmu Administrasi Negara sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, merumuskan, dan mengembangkan cara menyelesaikan masalah yang ada sesuai dengan keahliannya.
d. Mampu mengikuti dan mengembangkan pengetahuan dan teknologi Ilmu Administrasi Negara.
D. Struktur Kurikulum
Sesuai dengan SK Mendiknas No 232/U/2000, Struktur Kurikulum Program Studi Ilmu Administrasi Negara adalah sebagai berikut:
a. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) 13 sks
b. Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) 29 sks
c. Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) 81 sks
d. Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB) 10 sks
e. Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) 11 sks
144 sks
Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada lampiran file berikut ini.
| Attachment | Size |
|---|---|
| SEBARAN MATA KULIAH, DESKRIPSI MK, STRUKTUR, PROFIL LULUSAN.doc | 286 KB |
