KERAJINAN LIMBAH TULANG AYAM

Ayam merupakan salah satu menu makanan favorit masyarakat Indonesia karena selain lezat daging ayam juga mengandung gizi yang tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan akan bahan daging ayam tersebut, tiap ada ribuan ekor ayam dipotong setiap hari untuk dikonsumsi. Di  Yogyakarta terdapat ratusan usaha kuliner yang menyajikan berbagai jenis olahan dari ayam. Usaha ini juga menyisakan masalah yaitu limbah tulang ayam.

Sisa limbah tulang ayam tersebut jika tidak diberikan kepada hewan piaraan, tulang tersebut hanya menjadi sampah yang butuh penanganan khusus karena aromanya akan mengundang lalat maupun hewan sejenisnya sehingga mengganggu estetika dan kebersihan lingkungan jika dibuang secara sembarangan. Oleh karena itu, perlu dicari solusi bagaimana cara memanfaatkan tulang ayam yang belum dimanfaatkan secara efektif menjadi berdaya guna dan bernilai ekonomis.

Dari hal tersebut sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mempunyai sebuah gagasan untuk mengubah tulang ayam tersebut menjadi berbagai macam kerajinan tangan dari limbah tulang ayam salah satunya lampu belajar. Endarwati Dewi, Emi Susanti, dan Nanda Septianingsih dari FIP serta Wahyu Ikhsannudin, dan Riki Joni dari FT UNY merintis kerajinan dari tulang ayam ini karena masih jarang ditemui di sekitar Yogyakarta. Karya ini diberi sebutan bones craft.

Menurut Endarwati Dewi, produk bones craft merupakan aneka kerajinan tangan yang memanfaatkan tulang ayam sebagai bahan bakunya. “Keunggulan dan keunikan yang dimiliki dari produk ini adalah dari sisi desain yang menarik, bentuknya khas, dan bernuansa alami” kata Dewi. “Nilai artistik dan natural dengan memanfaatkan limbah dari tulang ayam mampu memberikan nilai seni yang klasik.”

Emi Susanti menambahkan bahwa ciri khas lain dari produk bones craft berupa bentuk-bentuk tulang ayam yang menarik dan bercorak seni sehingga memiliki keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik konsumen, di mana para konsumen dapat memesan desain sesuai keinginan mereka. Bones craft merupakan produk inovatif yang ramah lingkungan dengan bahan baku berupa tulang ayam sangat murah dan mudah didapat, sehingga harga yang ditawarkan cukup terjangkau dan pangsa pasar mampu mencakup semua lapisan masyarakat.

Wahyu Ikhsannudin mengatakan bahwa alur produksi wirausaha bones craft diawali dengan persiapan bahan-bahan termasuk proses pengumpulan tulang-tulang ayam, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan tulang ayam tersebut dari sisa-sisa daging yang menempel. Pengeringanproduk memanfaatkan sinar matahari” kata Wahyu. “Tulang ayam dipotong sesuai bentuk yang diinginkan lalu dicat”.

Pengembangan desain berupa bentuk tulang-tulang ayam yang unik seperti pada bagian tulang rusuk dan tulang paha yang kemudian dirangkai sesuai pola dengan bentuk yang menarik sesuai dengan desain. Setelah itu dilakukan perangkaian kabel-kabel yang akan digunakandan dilanjutkan dengan pemasangan lampu kecil yang berwarna putih di ujungnya. Produk-produk yang akan dihasilkan dalam wirausaha bones craft di antaranya berupa produk lampu belajar. Namun, dalam pengembangan usaha akan dilakukan produksi jenis-jenis kerajinan lain seperti kap lampu dan figura foto. (dedy)