MAHASISWA BIDIKMISI DENGAN IP 3,97

Bidikmisi adalah program bantuan biaya pendidikan yang diberikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun  2010  kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai namun kurang mampu secara ekonomi. Program ini mempunyai misi untuk menghidupkan harapan bagi masyarakat kurang mampu dan mempunyai potensi akademik yang memadai untuk dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Hingga 2013 Universitas Negeri Yogyakarta memiliki 3250 mahasiswa bidikmisi. Salah satunya adalah Arif Nur Fitriyanti.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY tersebut masuk UNY melalui jalur undangan bidikmisi tahun 2012. Ibunya, Sumartinah berkisah bahwa selama menempuh pendidikan di SMA Arif Nur Fitriyanti selalu mendapat ranking teratas karena ketekunannya dalam belajar. Ayahnya, Sumaryono, seorang pekerja di pabrik arang menambahkan bahwa sejak SD hingga SMP juga selalu mendapatkan peringkat pertama, walaupun harus ditempuh dengan bersepeda menempuh jarak yang lumayan.

Gadis yang biasa dipanggil Pipit tersebut mengatakan bahwa untuk dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri jalur undangan, sekolahnya menerapkan sistem ranking di mana peringkat ke-1 hingga ke-20 dapat mengikuti seleksi. “Sebenarnya pada saat itu saya telah diterima di STIS Jakarta,” kata Pipit “namun setelah berkonsultasi dengan guru BK, STIS  tidak saya jalani dan memilih di UNY.” Alumni SMAN 2 Wates tersebut khawatir bila sekolahnya dimasukkan dalam daftar blacklist jika dia tidak menjalani jalur undangan tersebut, karena pengumuman jalur undangan dan STIS nyaris bersamaan.

Pilihan warga Dusun V Pleret, Panjatan, Kulonprogo ke UNY tersebut memang tidak keliru. Pipit berhasil menorehkan indeks prestasi yang luar biasa selama menempuh kuliah di FMIPA yaitu 3,97. Bagaimana dia mempertahankan prestasinya itu, gadis kelahiran Kulonprogo 8 April 1994 tersebut mengaku bahwa dia belajar setiap jam 3 dinihari atau setelah tadarus Al Qur’an sehabis shalat mahgrib. Hasilnya, semua mata kuliah yang ditempuh Pipit mendapat nilai A, hanya 2 mata kuliah yang mendapat nilai A- yaitu Komputer dan Teknologi Informasi serta Geometri Bidang.

Sumaryono dan Sumartinah sangat bersyukur atas prestasi yang diraih anak kedua dari 4 bersaudara tersebut. Padahal dulu saat Pipit akan lulus dari SMA, mereka cukup gelisah untuk mendapatkan biaya kuliah. Namun pasangan suami istri ini tetap bersikukuh akan membiayai putrinya dengan cara apapun. Untunglah pemerintah memberi perhatian dengan memberikan beasiswa bidikmisi sehingga siswa yang pandai namun dari keluarga kurang mampu juga dapat menempuh bangku kuliah. (dedy)

Label Berita: