PROF. H. IMAM BARNADIB, M.A., Ph.D TUTUP USIA

UNY kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya,  Prof. H. Imam Barnadib, MA., Ph.D. Guru Besar Emeritus dan Mantan Rektor UNY-IKIP Yogyakarta tahun 1974-1979 tutup usia Kamis (26/8)  pukul 15.15 wib di rumah Sakit JIH Yogyakarta. Jenazah disemayamkan di Hall Rektorat UNY, Jumat, 27/8 pukul 13.30 sebelum diberangkatkan ke pemakaman.Hadir pada Upacara Penyemayaman Jenazah Guru Besar antara lain Bupati Sleman, H. Sri Purnomo, Rektor, para Pembantu Rektor, anggota senat, para purna karya, dosen, karyawan, mahasiswa, serta tamu undangan dan keluarga. Jenazah kemudian dimakamkan di makam UNY di dusun Soman, Salakan, Sleman, Yogyakarta.

Dalam riwayat pekerjaan/jabatan yang dibacakan oleh Dekan FIP Prof. Dr. Dardiri, alm. Prof. H. Imam Barnadib, MA., Ph.D antara lain beliau pernah menjabat sebagai PD II FIP UGM tahun 1962-1963, PR II IKIP Yogyakarta tahun 1964-1969, Rektor IKIP Yogyakarta tahun 1974-1979, Ketua Kopertis V DIY tahun 1979-1982, Rektor Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa tahun 1989-1992, dan pernah menjadi Ketua Komisi V Senat IKIP Yogyakarta.

Sedangkan penghargaan yang pernah diperoleh yaitu Satyalancana Karya Satya kelas 1 dari Presiden RI. 1984, Bintang  Grilya tahun 1965, Faunders Day Award (sebagai mahasiswa berprestasi) 1974 New York University, dan Medali Perjuangan angkatan 45 HUT RI ke-50 Dewan Harian Nasional angkatan 1945.

Rektor, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA, dalam sambutannya mengatakan UNY sangat kehilangan seorang tokoh besar, karena almarhum  adalah pimpinan, sesepuh, guru, dan kolega yang telah merintis, mengawal, menyertai, serta mendorong seluruh pimpinan dan keluarga besar UNY sehingga menjadi besar seperti sekarang. Apa yang dihasilkan UNY sekarang, semuanya  tidak terlepas kepemimpinan, sumbangan, partisipasi dan dukungan beliau yang tulus ikhlas. “Yang merasa kehilangan tentunya bukan hanya UNY, tapi juga dunia pendidikan dan masyarakat Indonesia, karena beliau adalah salah satu tokoh pendidikan di Indonesia”, lanjut Rektor.

Pada kesempatan itu Rektor juga menyampaikan rasa empati  kepada  putra ke-3 almarhum yaitu Ir Meiditomo Sutyarjoko, M.Sc. yang pada hari itu (Jumat) dijadwalkan menghadapi ujian terbuka untuk mempertahankan disertasinya di Universitas Indonesia (UI).  “Namun Allah menghendaki lain, beliau saat ini berada ditengah-tengah kita, melepas kepergian almarhum. Walau demikian,  saya yakin almarhum tetap memberikan inspirasi kepada anaknya untuk maju menghadapi ujian disertasinya”, ujar Rochmat. (witono/ls)