Mahasiswa UNY Kaji Implementasi SDG 4 melalui Wawancara dengan Siswa Atlet SMA BOPKRI 2 Yogyakarta

Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan observasi dan wawancara di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta untuk mengkaji implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang beranggotakan tujuh orang, dengan salah satu pelaksana wawancara, Nabila Rizki Pradipta, menggali informasi terkait dukungan sekolah terhadap siswa atlet dalam menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik.

Observasi dilakukan karena siswa atlet kerap menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara kegiatan belajar dan latihan olahraga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengidentifikasi praktik pendidikan yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, berkualitas, dan mampu mengakomodasi pengembangan potensi peserta didik secara optimal.

Hasil wawancara dengan Allan, siswa atlet cabang olahraga sepak bola SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, menunjukkan bahwa sekolah telah memberikan dukungan yang cukup baik bagi siswa yang aktif berprestasi di bidang olahraga. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kemudahan perizinan saat mengikuti kompetisi serta tersedianya kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan bakat siswa. “Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah mengatur waktu antara belajar, latihan, dan kegiatan organisasi. Namun, menurutnya, apabila waktu dapat dikelola dengan baik, seluruh aktivitas tersebut dapat berjalan secara seimbang,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kelas XI SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Bernadeta Yovina, S.Pd., menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen untuk mendukung perkembangan peserta didik baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan kegiatan siswa, pemberian dispensasi bagi peserta didik yang mengikuti kejuaraan, serta peningkatan sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran dan aktivitas olahraga. “Sekolah berupaya memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya tanpa mengesampingkan kualitas akademik,” jelas Bernadeta.

Berdasarkan hasil observasi, dukungan sekolah terbukti berperan penting dalam membantu siswa atlet menjaga keseimbangan antara pendidikan dan pencapaian prestasi olahraga. Praktik tersebut sejalan dengan tujuan SDG 4 yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata bagi seluruh peserta didik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNY turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian SDGs sekaligus memberikan gambaran mengenai praktik pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa atlet. Hasil observasi diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan dan strategi pendidikan yang lebih inklusif serta berkelanjutan di masa mendatang.

Penulis
Ardhika Rizqi
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus