Sakit Tak Halangi Via Tempuh Ujian Skripsi

Berita FE - Wed, 2019-11-13 10:29

Via, panggilan akrab Oktaviani, divonis menderita kanker Kelenjar Getah Bening beberapa bulan lalu. Aktivitasnya sehari-hari kini makin berat. Bahkan, seringkali kesehariannya ditemani kursi roda. Namun, hal itu tidak membuat penerima manfaat Bidikmisi ini jatuh semangat dalam studi. Jumat (11/10) kemarin, gadis asal Gunungkidul ini berhasil menyelesaikan sidang ujian skripsinya di Program Studi Akuntansi FE UNY. Via mengambil judul "Pengaruh Leverage, Profitabilitas, dan Likuiditas terhadap Agresivitas Pajak pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Tahun 2016-2018".

Sesaat sebelum menempuh ujian, Via menerima santunan dari Kerohanian FE yang diketuai Isroah, M.Si. dan disaksikan kaprodi S1 Akuntansi Dr. Denies Priantinah. Isroah berharap, Via tetap semangat dan tidak gampang sedih karena dengan bersemangat akan membantu melawan rasa sakit. Via juga mendapat semangat dari sahabat-sahabatnya. Semoga setelah ini Via semakin sehat dan bisa berkarya. Jangan jadikan sakit menjadi kelemahan, namun jadikan sakit sebagai motivasi untuk sembuh pulih kembali. Semangat sehat, mbak! (fadhli)

Tags: ujian skripsiakuntansi
Categories: Berita Lain

MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH FIS UNY IKUTI PROGRAM PERMATA-SAKTI DI UNP

Berita FIS - Wed, 2019-11-13 08:37

Mahasiswa Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY), Pina Dhea Tafana (2017) dan Diana Ovani (2018), mengikuti program transfer kredit PERMATA-SAKTI (Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit Dengan Teknologi Informasi). Program ini dilakukan selama satu semester perkuliahan dengan setengah semester perkuliahan di kampus mitra yaitu Universitas Negeri Padang (UNP) dan perkuliahan selebihnya dilakukan dengan sistem daring. Program ini dilaksanakan pada bulan Agustus- Oktober 2019.

Pina menuturkan bahwa dalam kegiatan permata, mahasiswa melakukan kegiatan akademik maupun kegiatan organisasi kemahasiswaaan di UNP, mempelajari tarian adat Minangkabau, dan melakukan kunjungan wisata budaya ke beberapa tempat bersejarah di provinsi Sumatera Barat. “Setelah mengikuti program ini banyak manfaat positif yang diperoleh salah satunya adalah memperoleh wawasan tentang perkuliahan di universitas lain”jelasnya

Program ini, sebagaimana dijelaskan dalam Panduan Program Permata 2018, memiliki beberapa tujuan. Pertama, memmeningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas, perekat kebangsaan antar mahasiswa se-Indonesia, melalui pembelajaran antar budaya. Kedua,  mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan softskillmahasiswa yang memiliki karakter Pancasila agar siap bergaul secara kooperatif dan kompetitif dengan bangsa-bangsa lain di dunia demi martabat bangsa melalui pembelajaran terpadu. Ketiga, memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi lain melalui transfer kredit dan perolehan kredit. Keempat, meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan keunggulan komparatif masing-masing perguruan tinggi.

Perguruan   tinggi peserta program permata wajib   memenuhi   beberapa persyaratan. Pertama, Perguruan tinggi di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kedua, Perguruan   tinggi peserta   terakreditasi   oleh   BAN-PT   atau Lembaga    Akreditasi    Mandiri  (LAM)    sesuai    ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga, Program  studi   peserta  terakreditasi  oleh  BAN-PT  atau  LAM sesuai   ketentuan   perundang-undangan   yang   berlaku   dan berstatus aktif. (Eko)

Categories: Berita Lain

PENGUATAN TOLERANSI SEBAGAI BASIS KEBHINEKAAN DI TENGAH MARAKNYA AKSI INTOLERAN

Berita FIS - Wed, 2019-11-13 08:29

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum (Hima PKnH) mengadakan Seminar Kebangsaan pada hari Rabu (6/11/2019) dengan mengusung tema “Penguatan Toleransi Sebagai Basis Kebhinekaan di Tengah Maraknya   Aksi Intoleran”. Ketua Panitia seminar, Daffa Fakri Maulana, menjelaskan bahwa Seminar yang dilaksanakan di Ruang Video Conference Digital Library UNY tersebut dihadiri 250 peserta yang terdiri dari Mahasiswa PKnH, Dosen, Guru, Mahasiswa Pascasarjana, dan umum. Adapun narasumber seminar antara lain Dr. Donny Gahral Adian, M.Hum. (Dosen Filsafat Universitas Indonesia), Dr. Samsul Ma’arif (Dosen CRCS UGM), Jay Akhmad (Koordinator SekNas Jaringan Gusdurian) dan Halili, M.A (Dosen PKnH UNY, Direktur Riset Setara Institute) dengan moderator Annisa Istiqomah, S.Pd., M.Pd. (Dosen PKnH FIS UNY).

Dalam kesempatan tersebut, Donny Gahral Adian memaparkan tentang Etos Persatuan dalam Keragaman. Menurutnya, wujud persatuan dalam keberagaman bukanlah kenyataan yang baru di republik ini. Dalam catatan Clifford Geertz (1963), kenyataan itu dinamainya dengan sebuah alegori ibarat anggur tua dalam botol baru, yang kemudian diterjemahkan Yudi Latif (2014) sebagai gugusan masyarakat lama dalam negara baru.

Lebih lanjut Donny Gahral Adian memaparkan, formalisasi sikap dan etos persatuan dalam kehidupan yang majemuk  dipancangkan dalam sebuah forum besar bernama Kerapatan Besar Pemuda Indonesia (KBPI) II,  28 Oktober 1928, yang berhasil merumuskan apa yang kini kita kenal sebagai  Sumpah Pemuda.  Formalisasi itikad persatuan dalam keberagaman itulah yang menjadi perhatian utama Soekarno, yang ia tegaskan dalam pidatonya di hadapan para anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945, yang kelak kita kenal sebagai pidato kelahiran Pancasila.

Pada kesempatan yang sama, Halili menjelaskan bahwa Pancasila merupakan basis tak tergantikan untuk menghadapi tantangan kebangsaan. Salah satu tantangan kebangsaan kita hari ini adalah penebalan identitas keagamaan yang disertai dengan pengerasan resistensi atas identitas keagamaan liyan (the other). Situasi tersebut harus direspons dengan kerangka filosofis-konseptual yang tepat sekaligus kontekstual dan solutif.

Berkaitan dengan masalah kebangsaan tentang keberagaman, Jay Akhmad menawarkan beberapa solusi diantaranya memperkuat basis pemahaman dan praktik keberagaman dalam masyarakat, memasifkan kampanye keberagaman “Mainstreaming Toleransi” dan mendorong kebijakan pemerintah yang lebih inklusif. Ditambahkan oleh Halili bahwa imunitas sosial dan ketahanan sekolah/PT/Masyarakat merupakan dua agenda utama yang mesti dibangun sebagai fundamen bagi pluralisme kewargaan. Masyarakat warga yang memiliki imunitas sosial dari infiltrasi ideologi ekstrimisme dengan kekerasan akan lebih suportif terhadap agenda bersama bangsa Indonesia untuk membangun masyarakat politik yang majemuk, demi memperkuat kebinekaan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Sementara itu, Samsul Ma’arif dalam seminar tersebut memaparkan tentang intoleransi di Kampus. Ia menjelaskan bahwa kampus sebagai ruang inklusif. Adapun trilogi ranah inklusi meliputi Kebijakan (Regulasi, Kurikulum dan Pengajaran), Pelayanan (perizinan, fasilitasi/diskusi) dan Penerimaan (Asosiasi, kolaborasi, interaksi). (Eko)

Categories: Berita Lain

Lilis dkk. Raih Silver Medal di Malaysia

Berita FE - Tue, 2019-11-12 18:14

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta meraih prestasi dalam kompetisi "The 2019 Inventor's Hall of Fame, International Competition of Ideas, Inventions & Innovations" (i-Fame 2019) di Universiti Teknologi Mara, Malaysia, beberapa waktu lalu. Tim yang terdiri dari Rusita, mahasiswa prodi Kimia FMIPA (2017), Lilis Aryanti dari prodi Administrasi Perkantoran FE (2017), Intania Putri Yasmin Fajri dari prodi Kimia FMIPA (2017), Nuzulia Ra'hatul Jannah dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris FBS (2017), dan Watik Novianingsih dari prodi Pendidikan IPS FIS (2017) ini mendapatkan Silver Medal dalam bidang Scientific Technology Innovation Category Institution of Higher Learning.

Acara tersebut diikuti oleh sejumlah tim dari delapan negara yaitu Inggris, Thailand, India, Tiongkok, Hungaria, Indonesia, Malaysia, dan Turki. Karya Tulis Ilmiah dari tim UNY tersebut mengangkat judul "CLC KORBULA (Batako Ringan Bulu Ayam): Pemanfaatan Ilmiah Limbah Bulu Ayam Sebagai Agregat Halus Batako Ringan yang Lebih Ekonomis dan Mengurangi Limbah Bulu Ayam untuk Sustainable Community".

Tags: PRESTASIkemahasiswaan
Categories: Berita Lain

Lawatan SMA N 1 Simo Boyolali ke FE UNY

Berita FE - Tue, 2019-11-12 17:40

Kunjungan sekolah ke perguruan tinggi bukanlah hal baru. Hal ini umum dilakukan terutama bagi mereka yang lokasi sekolahnya cukup jauh dari perguruan tinggi. SMA N 1 Simo, Kabupaten Boyolali, berkunjung ke Fakultas Ekonomi (FE) UNY, Selasa (8/10). Sebanyak 98 siswa dari kelas XI IPS beserta sejumlah guru pendamping diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FE UNY, Prof. Sukirno, Ph.D.

Rombongan dari Boyolali tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Drs. Diasmoro Supadmo. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi seputar perkuliahan dan penerimaan mahasiswa baru. Para siswa antusias bertanya mengenai berbagai hal, terutama berkaitan dengan prosedur penerimaan mahasiswa baru dan prospek lulusan di dunia kerja. (fadhli)

Tags: kunjungankunjungan sekolahstudy banding
Categories: Berita Lain

FE UNY Borong Prestasi Ajang Office Day 2019

Berita FE - Tue, 2019-11-12 17:18

Beberapa mahasiswa jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY berhasil meraih prestasi tingkat nasional dalam rangkaian acara seminar dan Office Day Competition dengan tema "Explore Your Skill to Get Ready Dealing with Digital Era" yang dilaksanakan pada hari Sabtu - Minggu 5-6 Oktober 2019 di UNY. Kompetisi tersebut diikuti beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), UNY, Universitas Airlangga (UNAIR), dan UI.

Mahasiswa peraih prestasi dari jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY antara lain

1. Hanifah Abdillah, mahasiswa program studi (prodi) S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAdp) 2017 Juara 2 Public Speaking Indonesia dan Grooming

2. Nisa Rahmawati (prodi D3 Adp 2017) Juara Top Faster in English Correspondence

3. Fadia Haya Yusi Gitom (D3 Adp 2018) Juara Best Presentation Style in English Presentation Technique

4. Shinta Aprilia Megantari (S1 Padp 2018) Juara Best Attitude in 10 Fast Fingers Competition

Selamat dan sukses! (chs)

Tags: PRESTASIadministrasi perkantoran
Categories: Berita Lain

Andy Bawa UNY Juara 2 PIA 2019

Berita FE - Tue, 2019-11-12 17:11

Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) UNY berhasil memperoleh Juara 2 dalam Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) Nasional 2019 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Minggu (6/10) lalu. FE UNY yang diwakili tiga mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi, yakni Andy Dwiki Iranda, Ririn Susanti, dan Nurul Rusmavita menjadi Runner Up setelah bersaing bersama 19 tim lainnya pada babak semifinal ajang yang diadakan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Unsoed ini.

PIA 2019 merupakan ajang olimpiade akuntansi mahasiswa tingkat nasional yang mengasah kemampuan dan keterampilan dalam mengerjakan soal akuntansi. Andy menyampaikan, oilmpiade ini terdiri dari beberapa babak, dan di tiap babak masing-masing tim dituntut mampu bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan berbagai masalah-masalah berkaitan dengan ilmu akuntansi.

Tags: PRESTASIpendidikan akuntansi
Categories: Berita Lain

PELATIHAN DALAM RANGKA PEKAN LITERASI

Berita FIS - Tue, 2019-11-12 10:22

Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) gelar "Pekan Literasi" pada hari Rabu-Kamis (6-7/11/2019) di Area Digilib Perpustakaan FIS UNY. Bentuk kegiatan Pekan literasi ini berupa pelatihan yang terbuka untuk seluruh civitas akademika FIS UNY baik dosen maupun mahasiswa. Adapun materi pelatihan meliputi User Education (Pendidikan Pemakai), Penelusuran Jurnal Online (Akses e-resource dan evaluasi sumber informasi dan Penulisan (memparafrase tulisan dan membuat sitasi berbasis aplikasi).

Pada hari pertama pelatihan, Perdaning Widyati, S.Psi. yang merupakan salah satu narasumber menyampaikan beberapa hal yang perlu perhatikan dalam membuat tulisan diantaranya menentukan topik, menentukan sasaran pembaca dan publikasi yang ditargetkan, menentukan jenis dan format informasi yang diperlukan, mengidentifikasi sumber-sumber lain yang diperlukan.

“Dalam menentukan sebuah topik tulisan dapat mempertimbangkan beberapa hal misalnya aktual, langka, ada pencetusnya, menarik bagi penulis, dikuasai penulis, terbatas dan tidak kontroversial. Adapun topik dapat bersumber dari pengalaman pribadi, diskusi ilmiah, temuan, hasil pengamatan peristiwa dan lingkungan, hasil kajian pustaka, reaksi terhadap tulisan orang lain dan bidang spesialisasi” jelas staf perpustakaan FIS UNY tersebut.

Perdaning Widyati menambahkan, penulis juga perlu menentukan sasaran pembaca dan publikasi yang ditargetkan karena tiap jenis tulisan memiliki pembaca dan target publikasi yang berbeda-beda. Tulisan yang berupa artikel ilmiah populer dimuat di surat kabar dan majalah umum, disajikan dalam ceramah popular, teks memiliki fungsi informatif dan argumentatif, menggunakan bahasa komunikatif dan ragam bahasa semi baku. Sementara itu, artikel ilmiah di muat di jurnal ilmiah, disajikan dalam pertemuan ilmiah, teks memiliki fungsi informatif dan argumentatif, menggunakan bahasa komunikatif dan ragam bahasa baku.

Selain menentukan sasaran pembaca dan publikasi yang ditargetkan, penulis perlu menentukan jenis dan format informasi yang diperlukan baik dari sumber primer, sekunder dan tersier. Sumber primer merupakan sumber asli dan belum mengalami revisi (unedited information). Sumber sekunder yaitu informasi yang telah direvisi, ditambah, dikurangi, diinterpretasi dari sumber primer (second hand versions). Sumber tersier memuat informasi berupa saringan, rangkuman atau kumpulan dari sumber primer dan sekunder.

“Penulis juga dapat megidentifikasi sumber-sumber lain yang diperlukan baik informasi formal dan informal. Informasi formal biasanya dikeluarkan oleh institusi akademik atau organisasi profesional. Informasi formal ini meliputi publikasi pemerintah, dokumen sejarah, buku, jurnal ilmiah, informasi statistik dari perusahaan dan korporasi dan lain sebagainya. Sementara itu, informasi informal biasanya terkait dengan opini atau pandangan pribadi yang berpeluang besar menjadi bias. Dengan demikian penulis harus cermat dalam mencari sumber informasi” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Harini Desi Utami, S.Sos,  memaparkan tentang berbagai jenis referensi yang bisa diakses oleh mahasiswa di perpustakaan UNY seperti buku, jurnal online, foto, CD, e-book. Ia juga berdiskusi dan meminta masukan dari mahasiswa terkait dengan koleksi yang terdapat di perpustakaan UNY. Sementara itu, Wahyudiati, S.Sos.MA yang juga merupakan narasumber pelatihan mengupas tentang penulusuran sumber-sumber referensi online. Ia menjelaskan bahwa sumber referensi memegang peranan penting dalam penulisan diantaranya sebagai sumber inspirasi atau ide dalam menulis, sebagai pendukung ide atau gagasan, sebagai ide pembanding, dan sebagai dasar dalam proses penulisan. “Dalam menelusuri sumber-sumber referensi online, penulis dapat menerapkan beberapa strategi yaitu memilih jenis search engine, subject directories meta search engine; menggunakan And, Or dan Not; melakukan blok istilah tertentu; menggunakan tanda tertentu (+, “..”) dan menggunakan fasilitas pencarian spesifik” imbuhnya (Eko)

Categories: Berita Lain

KOMIK GENDER BERBASIS APLIKASI ANDROID

Berita FIS - Tue, 2019-11-12 10:17

Salah satu tantangan sosial di era revolusi industri 4.0 adalah berkaitan dengan kesetaraan untuk semua, tidak terkecuali memunculkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di semua bidang. Dewasa ini posisi dan peran perempuan secara sosial masih dipandang sebelah mata. Beberapa data mengungkapkan bahwa dalam hal pekerjaan, dominasi laki-laki masih begitu besar. Permasalahan tersebut salah satunya disebabkan kurangnya kesadaran gender sejak dini. Beragam cara telah dilakukan, tetapi peningkatan kesadaran gender belum maksimal.

Melihat permasalahan tersebut, dua mahasiswa Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Uiversitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) yaitu Khairunnisak dan Riselda Jandi Gunawan merancang aplikasi online berupa komik gender untuk siswa SMA. Menurut penuturan Khairunnisak, pembuatan komik ini dilatarbelakangi karena kegelisahan mereka melihat peserta didik yang belum memahami konsep kesetaraan gender dengan baik. “Selain itu, peserta didik banyak menggunakan smartphone dalam pembelajaran, sehingga terbesit ide kenapa tidak mencoba mengedukasi siswa tentang gender dengan menggunakan aplikasi online” jelas mahasiswa yang akrab disapa Nisa tersebut

Riselda Jandi Gunawan menambahkan, online saja tidak cukup, perlu cara yang menarik untuk mengajarkan kesetaraan gender, dan komik dirasa paling tepat untuk mensosialisasikan kesetaraan gender karena komik memiliki banyak keunggulan. “Selain bergambar, komik juga ringan untuk dibaca sehingga harapannya dapat meningkatkan kesadaran akan gender” imbuh mahasiswa yang sering dipanggil Elda tersebut.

Ide tentang komik gender berbasis aplikasi android ini dipresentasikan dalam lomba paper dan debat di Olimpiade Nasional Sosiologi Antropologi Indonesia di Universitas Hamzanwadi, Selong, Nusa Tenggara Barat baru baru ini. Melalui karya tersebut, Nisa dan Elda berhasil meraih juara 2 dan mendapatkan apresiasi dari peserta lainnya.

“Lomba Paper dan Debat yang diikuti 12 tim finalis terbagi dalam dua babak. Pada babak pertama, setiap tim mempresentasikan papernya dan dipilih empat tim untuk mengikuti babak debat. Pada babak debat tiap tim bertemu dengan tim lainnya dengan sistem gugur” tutur Nisa.

Bagi Nisa dan Elda pencapaian ini merupakan buah dari proses belajar di Pendidikan Sosiologi FIS UNY yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan idenya seluas mungkin. (Eko)

Categories: Berita Lain

TIM UNY RAIH BEST ORAL PRESENTER DALAM CSDR DI FILIPINA

Berita FIS - Tue, 2019-11-12 10:15

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berpartisipasi dalam Climate Smart and Disaster Resilience (CSDR) ASEAN International Conference di Intramuros, Manila, Philippines” pada tahun 2019 ini. Ada dua tim dari UNY yang mengikuti ajang ini. Tim pertama yaitu mahasiswa Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, yaitu Maya Eka Septiana (2016) dan Muh Alfin Hanafi (2018) yang menulis paper tentang climate and disaster education. Tim lainnya adalah Fitrianto Hakim (Pendidikan Teknik Elektro, 2016) dan Maya Eka Septiana (Pendidikan Geografi, 2016) dengan paper tentang science, infrastructure, design, and assessment.

Dalam kesempatan tersebut mahasiswa Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial mendapatkan predikat sebagai Best Oral Presenter: Climate and Disaster Education Category dengan paper yang berjudul Disaster Education Based on Local Wisdom in Intervolcano Basin of Merapi-Merbabu Central Java.

Maya Eka Septiana menuturkan bahwa kedua tim dari UNY mendapatkan respon yang baik dari seluruh peserta dan pelaksana kegiatan CSDR karena kedua tim merupakan tim termuda dari seluruh peserta setiap negara ASEAN yang umumnya adalah peneliti professional dan mahasiswa yang sedang menjalankan Tugas Akhir.

Lebih lanjut Maya Eka Septiana menjelaskan bahwa kegiatan seminar internasional terbagi menjadi tiga sesi yaitu plenary session, workshop, dan parallel session. Plenary session merupakan kegiatan pemaparan dari peneliti delegasi negara-negara anggota ASEAN. Beberapa presenter antara lain Dr. Zainura Zainon Noor dari Deputy Director, Center for Sustainable Environment and Water Security, Universiti Teknologi Malaysia, Malaysia; Dr. Michael Angelo Promentilla dari Professor and Scientist, De La Salle University, Philippines; Dr. Andery Lim dari Scientist, Ministry of Energy, Manpower and Industry, Negara Brunei Darussalam, dan masih banyak lagi.

“Workshop dibagi menjadi empat tema yaitu food security, water security, infrastructure, dan technology. Workshop merupakan kegiatan untuk memfasilitasi peserta dalam kelompok kecil untuk berdiskusi mengenai empat tema di atas. Sesi ini membahas urgensi dan solusi dari berbagai permasalahan yang terkait dengan iklim dan bencana yang ditinjau dari empat tema tersebut” tuturnya

Mahasiswa Pendidikan Geografi tersebut menambahkan, tiga tema utama dalam parallel session yaitu climate and disaster education; human security and capacity development; dan science, infrastructure, design, and assessment. Adapun tim UNY mengikuti presentasi dalam tema climate and disaster education. (Eko)

Categories: Berita Lain

MAHASISWA FIS JUARA 3 LOMBA ESAI NASIONAL PEKAN RAYA PENDIDIKAN 2019

Berita FIS - Tue, 2019-11-12 10:09

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi 2017 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY), Khairunnisak, berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai Nasional Pekan Raya Pendidikan 2019 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas Tanjungpura baru-baru ini. Acara ini diikuti oleh beberapa universitas ternama seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tanjungpura dan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial.

“Lomba ini sukses menarik minat mahasiswa, ada perasaan kaget ketika saya berhasil mendapat juara ketiga dalam kompetisi ini karena semua peserta memiliki gagasan yang sangat menarik dan unik.  Semoga kedepannya delegasi FIS UNY bisa menjadi Juara 1 dalam kompetisi ini” jelas Khairunnisak

Mahasiswa yang akab disapa Nisa tersebut menambahkan, Lomba Esai Nasional Pekan Raya Pendidikan merupakan sebuah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh FKIP Tanjungpura. “Hal ini tentu akan menambah semangat mahasiswa se-Indonesia. Lomba ini merupakan bentuk kompetisi yang sportif dimana terdapat transparansi nilai setelah presentasi.  Jangan takut untuk mengambil suatu kesempatan ketika kita belum tahu seberapa besar peluang yang akan kita dapatkan. Teruslah berkarya dan ukir prestasi sebanyak yang kita bisa” tuturnya (Eko)

Categories: Berita Lain

SEMARAK GEOGRAFI XI: PENGEMBANGAN MANAJEMEN KEBENCANAAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Berita FIS - Tue, 2019-11-12 10:07

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) selenggarakan Semarak Geografi XI di FIS UNY belum lama ini. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam Semarak Geografi XI tersebut salah satunya adalah Seminar Nasional dengan tema “Pengembangan Manajemen Kebencanaan di Era Revolusi Industri 4.0”. Adapun narasumber seminar yaitu Dr. Surono D.E.A dan Dr. Hanik Humaida M.Sc dengan moderator Yonathan Yolius Anggara.

Pada kesempatan tersebut, Surono menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling banyak korban jiwa akibat bencana gunungapi. Selain itu, setiap musim hujan banyak kejadian gerakan tanah yang beresiko menyebabkan korban jiwa. Rata-rata, bencana yang paling banyak memakan korban adalah gempa bumi dan tsunami dengan persentase di Indonesia sebanyak 56.4% dan global sebanyak 58.99%. Hal ini disebabkan oleh kurangnya dukungan terhadap riset-riset yang mengkaji tentang mitigasi bencana sebab mitigasi bencana belum dipandang sebagai suatu investasi dan biaya riset tidak seimbang dengan biaya tanggap darurat dan kerugian bencana. Dalam mitigasi bencana, diperlukan monitoring dan penelitian tentang lingkungan rawan bencana, kemudian pemetaan kawasan rawan bencana, lalu pengurangan resiko bencana, dan pemantauan dan peringatan dini serta tanggap darurat” tuturnya

Lebih lanjut Surono memaparkan, masyarakat masih kurang memahami mitigasi bencana dan banyak masyarakat memilih tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) sebab KRB merupakan daerah yang subur, banyak air, dan mudah diolah menjadi ladang pertanian. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat mengenai pemahaman mitigasi bencana sangat perlu dilakukan. Pelatihan mengenai mitigasi bencana, bukan menjadi suatu himbauan saja ke masyarakat, melainkan sudah harus menjadi suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masyarakat.

“Dalam upaya mitigasi bencana dibutuhkan kerjasama secara Penta Helix dari pemerintah, swasta, media, komunitas, dan akademisi/peneliti. Pemerintah dan peneliti mengkaji dinamika geologis guna mengetahui ancaman bahaya dan memberikan peringatan dini, seluruh komponen penta helix melakukan pelatihan, pendidikan, dan penyebaran informasi mengenai ancaman bahaya, selanjutnya swasta membantu memberikan rekomendasi teknis mitigasi dan penataan ruang serta media memberikan infomasi mengenai ancaman dan mitigasi bencana” tuturnya

Pada kesempatan yang sama Dr. Dra. Hanik Humaida, M. SC. memaparkan bahwa Indonesia merupakan daerah yang memiliki banyak gunung berapi aktif. Beberapa daerah di seluruh wilayah Indonesia beberapa kali terjadi gunung meletus seperti letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, Tambora di Pulau Sumba, Agung di Bali, Kelud di Kediri, Krakatau di selat sunda, Sinabung di Sumatera Utara dan beberapa gunung yang aktif lainnya. Selain bencana gunung meletus terdapat bencana lain juga seperti gerakan tanah (creep), gempa bumi akibat tubrukan lempeng tektonik, banjir, tsunami dan tanah longsor. “Oleh karena itu, perlu kita ketahui bahwa sadar akan bencana itu sangat penting. Persiapan sejak dini dengan bencana yang akan terjadi perlu dilakukan. Hal tersebut berkaitan erat dengan Mitigasi bencana yang meliputi Pra, Saat, dan Pasca”ungkapnya

Hanik Humaida menambahkan, tujuan mitigasi adalah mengurangi korban jiwa dan materiil pada saat terjadi bencana. Langkah yang harus dilakukan adalah 1) melakukan penelitian dan penyelidikan; 2) menganalisis bahaya; 3) membuat peta-peta rawan bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, tsunami, dll; 4) memberikan sosialisasi dan peringatan dini; 5) meningkatkan pengetahuan resiko bencana; 6) mengenali karakter bahayanya; 6) melakukan pemantauan bahaya. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) selama ini telah melakukan pemantauan terhadap bencana alam yang berpotensi dan juga memberikan informasi kepada masyarakat secepat dan tepat dengan menggunakan SOP dan kemudahan akses untuk mendapatkannya untuk mengurangi kerugian yang terjadi.

Setelah penyampaian materi dari narasumber, kegiatan Semarak Geografi XI dilanjutkan dengan Final Lomba National Geography Competition, Presentasi Poster dan Fotografi. Di penghujung acara diumumkan pemenang masing-masing lomba. (Eko)

Categories: Berita Lain

HIMA PPB FIP UNY SELENGGARAKAN SEMNAS KESEHATAN MENTAL

Berita BK FIP - Mon, 2019-11-11 11:17

Himpunan Mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (FIP UNY) pada Sabtu, 2 November 2019 menyelenggarakan Seminar Nasional di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Baru Universitas Negeri Yogyakarta. Dengan mengangkat tema “Kupas Tuntas Gangguan Mental dalam Rangka Mewujudkan Kesehatan Mental” dihadiri sekitar 252 peserta berasal dari berbagai mahasiswa Universitas di Yogyakarta dan kalangan umum. Seminar Nasional ini diselenggarakan pukul 09.00-12.00 WIB yang dibersamai oleh dr. Jiemi Ardian, SpKJ seorang Mental Health Professional dan Afina Syifa Biladina yang merupakan penyintas Bipolar Disorder.

 

Seminar Nasional ini diselenggarakan untuk pertama kalinya sebagai sarana informasi tentang pentingnya Kesehatan Mental, faktor maraknya isu yang berkembang di masyarakat tentang gangguan mental maka dirasa perlu adanya penyelenggaraan Seminar Nasional ini.

 

Tepat pukul 09.00 WIB acara dimulai dengan penampilan apik dari Gema Paranada BK dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan mempersembahkan sebuah lagu yang berjudul “Yo Prokonco”. Acara semnas secara resmi dibuka oleh Dekan FIP UNY Dr. Sujarwo, M.Pd dan  dihadiri oleh Ketua Jurusan PPB Fathur Rahman, M.Si. beserta dosen-dosen Jurusan PPB lainnya kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pembicara Afina Syifa Biladina dan dr. Jiemi Ardian, SpKJ.

 

Sebelum acara diakhiri, dalam seminar nasional ini juga diisi dengan penyerahan hadiah Lomba Poster tingkat Se-Pulau Jawa yang masih serangkaian dengan seminar nasional bertema “Kupas Tuntas Gangguan Mental dalam Rangka Mewujudkan Kesehatan Mental”. Juara I diraih oleh Athi Nur Auliati (Pendidikan Fisika UNY), Juara II diraih oleh Herdione Hellen Herdadian (SMA BOPKRI 2 Yogyakarta), dan Juara III diraih oleh Doni Firmansyah (Pendidikan Fisikan UNY)

 

Putri Milenia Gusdian, mahasiswa BK selaku ketua panitia dalam acara Seminar Nasional menungkapkan rasa bahagianya telah dapat menyelenggarakan kegiatan ini dengan lancar. “Diselenggarakannya seminar nasional ini sebagai sarana penyampaian informasi dan wawasan terkait kesehatan mental sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa isu ini masih sangat kurang disadari oleh masyarakat luas maka sangat dirasa perlu adanya kegiatan ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua komponen yang terlibat baik peserta, pembicara, maupun panitia yang telah mendukung terselenggaranya acara ini,”ungkapnya. (Dwiki/end)

Categories: Berita Lain

PENGUKUHAN GURU BESAR BIDANG ILMU BIMBINGAN DAN KONSELING

Berita BK FIP - Mon, 2019-11-11 11:09

Pendidikan karakter merupakan upaya mengajarkan mana yang benar dan salah serta menanamkan kebiasaan tentang kebaikan sehingga peserta didik memahami, merasakan dan melakukan kebaikan dalam kehidupannya. Karakter peserta didik yang diharapkan adalah peserta didik berkarakter saleh/salihah, Pancasilais, religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas. Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dalam pendidikan berfungsi memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik, tercapainya kemandirian dan pengendalian diri dalam kehidupannya serta perilaku yang sesuai norma yang diberlakukan. Layanan bimbingan dan konseling terintegrasi dalam program sekolah dan berbeda dengan pembelajaran bidang studi. Pendekatan, metode, teknik, materi layanan beorientasi kepada karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang bersifat psikologis,  positif, diberikan kepada semua peserta didik, tidak diskrimitatif. Bimbingan dan konseling secara praktis memiliki peran secara strategis untuk merencanakan, menyusun, mengimplementasikan dan mengevaluasi program peningkatan ranah afeksi peserta didik yang didalamnya memuat nilai-nilai karakter. Demikian diungkapkan Prof. Dr. Moh. Farozin, M.Pd. dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Bimbingan Konseling pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Pidato berjudul ‘Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Karakter Peserta Didik’ itu dibacakan dihadapan rapat terbuka Senat di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY, Sabtu (26/10). Moh. Farozin adalah guru besar UNY ke-144.

Pria kelahiran Kulon Progo, 23 November 1954 tersebut mengatakan layanan dasar sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai tahap dan tugas perkembangan peserta didik. “Layanan dasar bersifat pencegahan, pengembangan dan pemeliharaan perilaku sesuai dengan nilai­nilai luhur karakter saleh/salihah, pancasilais, dan nilai karakter religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas” katanya. Sedangkan layanan responsif sebagai upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi masalah dan memerlukan pertolongan dengan segera, agar peserta didik tidak mengalami hambatan dalam proses pencapaian tugas­tugas perkembangannya. Layanan responsif bersifat perbaikan perilaku peserta didik yang tidak sesuai dengan nilai­nilai karakter saleh/salihah, Pancasilais, nilai karakter religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

Menurut Doktor Bimbingan dan Konseling UPI Bandung tersebut, fungsi bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan meliputi pemahaman, fasilitasi, penyesuaian, penyaluran, adaptasi, pencegahan, perbaikan, pemeliharaan, pengembangan, dan advokasi serta bidang layanan bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir memberikan kontribusi dalam upaya tercapainya tujuan pendidikan karakter peserta didik. Strategi layanan bimbingan dan konseling dapat memperhatikan jumlah peserta didik yang dilayani, permasalahan dan cara berkomunikasi dalam pemberian layanan. Layanan bimbingan dan konseling memberikan kontribusi tercapainya tujuan  pendidikan karakter peserta didik sebagaimana  kebijakan Pemerintah tentang pendidikan karakter yang dituangkan dalam Permendikbud No. 20 /2018  tentang  Penguatan Pendidikan Karakter pada satuan pendidikan formal dan Perpres No. 87/2017 tentang  Penguatan Pendidikan Karakter.

Farozin menyimpulkan, bimbingan dan konseling dapat membantu tercapainya tujuan pendidikan karakter peserta didik apabila penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh tenaga profesional dalam bidang bimbingan dan konseling. (Dedy)

Categories: Berita Lain

GELAR SEMINAR NASIONAL PBSI USUNG TEMA BAHASA DAN SASTRA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA SIBER

Berita FBS - Fri, 2019-11-08 13:06

FBS-KARANGMALANG - Wakil Dekan 1, Dr. Maman Suryaman, M.Pd. membuka secara resmi kegiatan seminar nasional dalam rangka Bulan Bahasa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2019 yang merupakan salah satu program kerja HIMA Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia divisi pengembangan sumber daya mahasiswa. Kegiatan ini rutin diselenggarakan dua tahun sekali. Seminar nasional kali ini diselenggarakan di Digital Library UNY, Sabtu (26/10/19).

Diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi se-Yogyakarta dan juga masyarakat luas, seminar ini  menghadirkan pemateri Prof. Dr. Faruk Tripoli, S.U., Ivan Lanin, dan Brian Khrisna. Ketiga pembicara membahas topik Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Budaya Siber. Prof. Dr. Faruk Tripoli, S.U. sebagai pakar sastra, Ivan Lanin sebagai pakar Bahasa, dan Brian Khrisna salah satu praktisi siber.

“Adanya komposisi dari ketiga pemateri tersebut diharapkan dapat mengupas tuntas tema yang dibahas.”, ungkap Putri Prihartini selaku ketua panitia seminar nasional.

Putri menjelaskan bahwa seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk memeroleh perspektif  baru tentang budaya siber dan pengaruh-pengaruhnya. Selanjutnya, mahasiswa dan masyarakat luas dapat meningkatkan kualitas diri untuk mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi budaya siber dan perkembangannya yang sangat pesat, terutama dalam dunia bahasa dan sastra. “Para mahasiswa tidak sekedar belajar di dalam ruang kuliah. Mereka juga perlu terbuka terhadap pengetahuan baru melalui aktivitas akademik lain, seperti halnya seminar ini,” tambah Putri di sela-sela kegiatan seminar.

Seminar dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Faruk Tripoli, S.U. dan Ivan Lanin. Sementara itu, pada sesi kedua, seminar dirancang dalam format temu wicara bersama Brian Khrisna. Acara yang berlangsung seru ini juga dimeriahkan dengan musikalisasi puisi dari Mishbah.

“Kegiatan seminar nasional ini tentunya dapat menambah pengalaman luar biasa. Kami belajar kerja sama dalam kepanitiaan untuk mengonsep, mengelola, dan melaksanakan acara besar berskala nasional.”, ungkap ketua panitia Putri Prihatini. [almas]

 

Categories: Berita Lain

DEKAN FIK UNY SAMBUT SINERGI DENGAN KONI DIY

Berita FIK - Fri, 2019-11-08 10:21

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta senantiasa terbuka untuk selalu bermitra dengan berbagai institusi keolahragaan baik dalam maupun luar negeri, terutama dalam peningkatan prestasi dan potensi olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta. FIK juga siap apabila sumber daya manusia, sarana, dan prasarana yang ada dapat berkontribusi sebagai bentuk komitmen dan sinergi FIK terutama dengan Komite Olahraga Nasinal Indonesi (KONI). Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes. dalam sambutan penerimaan audiensi dengan KONI DIY pada Rabu, (6/11) yang bertempat di Ruang Rapat Pimpinan GPLA FIK.

Didampingi Wakil Dekan, Kajur, Sekjur dan Kepala Bagian Tata Usaha, Dekan FIK menyatakan akan menambah sarana prasarana lain di FIK UNY seperti wisma mahasiswa dan penambahan layanan Klinik Pratama yang akan dibangun awal tahun mendatang. Sebagai bentuk dari peningkatan pemeringkatan UNY, FIK juga siap untuk membina kerjasama yang dituangkan dalam implementasi kerjasama.

Pada kunjungan ke FIK UNY kemarin, Ketua Umum KONI DIY, Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes. menyatakan kunjungannya beserta jajaran KONI DIY dalam rangka ber-silaturahim dan merekatkan KONI DIY dan FIK UNY, selain itu juga membantu membina dan mengembangkan Olahraga Prestasi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Diharapkan ke depannya, KONI DIY dapat bermitra dengan FIK UNY khususnya dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Sumber Daya Manusia, juga sarana dan prasarana olahraga. Ketum KONI DIY yang didampingi oleh Wakil Ketua II, Sekretaris dan Wakil Sekretaris Umum, Bendahara beserta jajaran lainnya juga mengemukakan bahwa kedepannya Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 pada tahun 2021. Sebagai bentuk partisipasi dalam perhelatan ini, Stadion Atletik FIK UNY bukan tidak mungkin akan digunakan sebagai salah satu lapangan untuk berlatih bagi tim kelas dunia. (SP27)
 

Categories: Berita Lain

KMSI UNY GELAR KULIAH UMUM BERSAMA PENYAIR JOKO PINURBO

Berita FBS - Fri, 2019-11-08 09:31

FBS, KARANGMALANG- KMSI UNY bekerja sama dengan Ketua Jurusan PBSI menyelenggarakan kuliah umum dengan tema karya sastra Bahasa Indonesia dan sejarahnya. Selasa (05/11/2019). Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian “Bulan Bahasa KMSI UNY 2019.”

Kuliah umum ini menghadirkan Joko Pinurbo sebagai pemateri. “Fokus pembahasan kuliah umum kali ini mengerucut pada bidang yang digeluti Joko Pinurbo, yaitu karya puisi”, ungkap Nilna Sari Nur Azizah. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Sastra Indonesia angkatan 2017-2019 dan juga dibuka untuk umum.

Nilna mengatakan bahwa kuliah umum adalah satu usaha KMSI UNY untuk meningkatkan kecintaan masyarakat, terutama mahasiswa, terhadap Bahasa Indonesia. KMSI UNY mengemas dalam bentuk kuliah umum karena memiliki harapan agar dapat meningkatkan minat peserta terhadap literasi Indonesia. Bahasa Indonesia adalah Bahasa bangsa dan dari hal tersebut kita dapat mengolahnya menjadi suatu karya sehingga Bahasa Indonesia tidak dilupakan dan tetap memiliki eksistensi dalam negeri sendiri.

“Jalannya acara tersebut Alhamdulillah lancar dan peserta juga cukup antusias mengikuti kuliah umum bersama Joko Pinurbo. Bisa dikatakan sukses besar dalam menarik minat peserta untuk mengetahui bagaimana pengolahan Bahasa Indonesia menjadi sebuah karya puisi," paparnya.

Wadah kuliah umum penting diselenggarakan karena para mahasiswa adalah generasi muda calon penerus bangsa yang harus diberi pemahaman tentang pengolahan Bahasa Indonesia ke dalam bentuk karya sastra, salah satunya melalui puisi.

Kegiatan kuliah umum ini sendiri dihadiri langsung oleh beberapa dosen dari program studi Sastra Indonesia. [almas]

Categories: Berita Lain

LAGI, MAHASISWA FBS UNY JUARA BACA PUISI NASIONAL

Berita FBS - Fri, 2019-11-08 09:19

FBS, KARANGMALANG–Anisa Rahayu, Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih juara 2 lomba baca puisi tingkat nasional, pada ajang Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Siliwangi (UNSIL), Sabtu (26/10).

Perlombaan yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia ini, berhasil dimenangkan Anisa. “Alhamdulillah bisa mendapatkan peringkat dua cabang baca puisi,” ucap Anisa.

Dikatakan Anisa bahwa puisi yang dibacakan pada lomba ini berjudul Kepada Waktu karya Bode Riswandi. “Jadi pada perlombaan ini puisinya dibebaskan untuk memilih sendiri. Kalau saya memilih puisi ini karena bagus dan mengandung makna yang menantang untuk ditafsirkan,” ungkapnya.

“Puisi yang saya bacakan menceritakan keindahan bumi, sejarah kehidupan manusia, serta menggambarkan perubahan-perubahan di bumi menyambut globalisasi seiring berjalannya waktu,” imbuh Anisa yang antusias mengikuti lomba yang dihelat Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesi, FKIP Universitas Siliwangi.

Anisa menceritakan bagaimana ia berlatih dalam menghadapi lomba ini. “Saya berlatih puisi ini dalam waktu tujuh hari. Setiap malam saya berlatih di pelataran GK 4 yang banyak orang, tujuannya untuk mengontrol emosi sekaligus melatih keberanian dan kepercayaan diri,” ungkapnya.

“Tips dan trik untuk mengikuti lomba baca puisi adalah jangan hanya mengharapkan untuk menang. Tapi fokus terhadap bagaimana mengurangi kesalahan dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” lanjut Anisa.

Raihan ini bukan kali pertama Anisa mendapatkan juara pada lomba baca puisi. Pada tahun 2019 ia juga mendapatkan juara 1 pada kategori lomba baca puisi di ajang perlombaan Islamic Ramadhan Festival se-DIY yang diadakan oleh HASKA UNY.

Capaian yang diperoleh Anisa Rahayu menambah daftar perolehan juara baca puisi yang diraih mahasiswa FBS UNY. Sepekan sebelumnya, Eci Safitri (mahasiswa PBSI FBS UNY) berhasil meraih juara I dalam lomba baca puisi umum tingkat nasional Semarak Indonesia yang berlangsung di Universitas Negeri Semarang, pada Sabtu (19/10). [dhea]

Categories: Berita Lain

Mahasiswa FBS UNY Raih Juara 1 Lomba Baca Puisi Nasional

Berita FBS - Fri, 2019-11-08 08:54

FBS, KARANGMALANG–Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Bahasa dan Seni kembali meraih prestasi nasional, melalui Eci Safitri Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ia berhasil meraih juara I dalam lomba baca puisi umum tingkat nasional Semarak Indonesia yang berlangsung di Universitas Negeri Semarang, pada Sabtu (19/10).

Dalam lomba baca puisi Semarak Indonesia 2019 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Unnes, Eci Safitri berhasil mengalahkan 116 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi lain di Indonesia.

Eci berhasil memenangkan kejuaraan dengan membacakan dua puisi. Puisi pertama berjudul “Sebuah Jaket Berlumur Darah” karya Taufik Ismail tentang bentuk solidaritas mahasiswa terhadap korban demonstrasi tahun 1966 yang gugur tertembak. Kemudian puisi yang kedua berjudul “Lagu Seorang Gerilya” karya W.S. Rendra tentang pemuda yang berperang melawan penjajah demi tanah air dan kerinduan kepada seseorang.

“Saya tidak menyangka dan kaget bisa menjadi juara di lomba ini, saya juga merasa sangat senang bisa memenangkan lomba baca puisi. Selain itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tua, teman-teman, dan dosen yang selalu mendukung, mendoakan, serta membantu saya hingga bisa meraih juara dalam lomba baca puisi ini.” ungkapnya.

Capaian prestasi ini tidak mudah begitu saja ia dapatkan tanpa kegigihannya. Ia mempersiapkan lomba selama dua minggu untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Keakraban dengan dunia puisi mempunyai arti baginya sehingga ia memiliki kepuasan tersendiri bila membaca puisi. [nadia]

Categories: Berita Lain

Alih Kredit Mahasiswa PEP di KUIM Malaysia

Berita PEP PPS - Thu, 2019-11-07 14:09

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina yang berarti tuntutlah ilmu sejauh apapun ilmu itu berada

Ungkapan di atas seperti mewakili kegiatan Alih Kredit yang dilakukan program studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan Alih Kredit yang disleenggarakan program studi PEP dilatarbelakangi oleh rangkaian upaya UNY dalam mencapai World Class University (WCU), yaitu dengan melakukan kerjasama Perguruan Tinggi Luar Negeri (PT LN). Kegiatan Alih Kredit ini juga sesuai dengan visi dan misi UNY tahun 2045 untuk menjadi perguruan tinggi unggul di ASEAN.

Kegiatan Alih Kredit ini dilakukan PEP UNY bekerjasama dengan Kolej University of Islam Melaka (KUIM) sebagai universitas mitra dan diikuti oleh mahasiswa PEP angkatan 2018 sebanyak 32 mahasiswa. Mahasiswa menempuh alih kredit pada mata kuliah Penilaian Kelas yang sudah diselaraskan dengan mata kuliah linier di KUIM. Kegiatan Alih Kredit dilakukan dalam dua sistem perkuliahan, yaitu perkuliahan tatap muka yang dilakukan di KUIM dan perkuliahan dengan sistem online. Perkuliahan tatap muka berlangsung dari tanggal 14 sampai 25 Oktober 2019 di KUIM. Selanjutnya perkuliahan dengan sistem online diberikan oleh Ass. Prof. Ts. Dr. Asnul Dahar Minghat dan Prof. Dr. Badrun Kartowagiran selama 1 semester. Kegiatan Alih Kredit ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan pengalaman internasional kepada mahasiswa PEP UNY.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain

Pages