DISKUSI KKP (KAJIAN KRITIS PENDIDIKAN)

Berita FSP FIP - Mon, 2017-05-22 16:05

Dalam era global saat ini, perubahan mental dan sikap begitu dahsyat, terutama pada remaja, seperti kita ketahui bahwa remaja merupakan tonggak penopang suatu negara. Sedangkan pada 2016 jumlah lulusan SMA sederajat yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sebanyak 60%, dengan jumlah yang demikian ini seharusnya diimbangi  dengan kualitas lulusan perguruan tinggi yang lebih baik, maka dari itu dalam rangka menciptakan mahasiswa yang memiliki kualitas yang lebih baik tidak cukup hanya dengan pendidikan formal dari kampus, salah satunya dengan membangun budaya diskusi sebagai wadah bertukar pikiran.

Hari Pendidikan Nasional pada dasarnya ada dan diperingati agar kita sebagai mahasiswa mengingat hakikat dan pentingnya pendidikan, dengan diselenggarakannya Kajian Kritis Pendidikan (KKP) kita akan kembali melihat makna-makna pendidikan itu mewujudkan watak guru bangsa pada kehidupan sehari-hari sebagai orang yang berpendidikan. Budaya diskusi adalah budaya yang sudah melekat kental dengan jurusan filsafat dan sosiologi pendidikan sendiri, maka dari itu di momen besar hari pendidikan nasional kajian kritis pendidikan merupakan kegiatan keilmuan yang tepat dalam mengembangkan kepekaan dan kesadaran tentang pentingnya hari pendidikan dan implementasinya dalam membentuk watak guru bangsa.

Aktivitas KKP ini merupakan usaha sadar dalam memperingati hari pendidikan nasional dengan tema yang diangkat yakni "Refleksi Pendidikan Nasional: mewujudkan manusia yang berwatak guru bangsa", dalam kegiatan bertajub diskusi ini HIMA KP FIP UNY mengundang berbagai elemen dari internal dan eksternal kampus dengan tujuan menumbuhkan wawasan kritis seputar isu-isu pendidikan dewasa ini, karena dengan banyaknya varian elemen yang diundang diharapkan para peserta diskusi semakin terbuka dalam menyikapi masalah-masalah pendidikan yang kita hadapi.

Tidak hanya mengkaji isu-isu pendidikan, diskusi yang memperingati hari pendidikan nasional ini juga membahas bagaimana membentuk guru bangsa, karena dalam praktiknya masih banyak pendidik yang kurang memiliki jiwa guru, yang mereka mengajar karena sebuah tuntutan pekerjaan, bukan kesadaran mereka sebagai guru yang menuntun mereka mendidik. Selama berjalannya diskusi, pastilah terjadi perselisihan, maka penyelenggara mengundang dosen yang ahli di bidang kebijakan pendidikan sebagai penengah. KKP ini diselenggrakan pada hari Jumat 12 Mei 2017 di Aula Abdullah Sigit FIP UNY yang diikuti elemen-elemen kampus UNY, dengan acara yang dibuka oleh Kajur FSP FIP UNY Bapak Dr. Arif Rohman, M.Si. (pan/a)

Categories: Berita Lain

Yogyakarta International Conference on Educational Management/Administration and Pedagogy 2017

Berita FIP - Mon, 2017-05-22 13:21

Sabtu (13/5) Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan berkerjasama dengan Program Pascasarjana menggelar acara YICEMAP (Yogyakarta International Conference on Educational Management/Administration and Pedagogy) yang diadakan di Eastparc Hotel, Yogyakarta. Konferensi dibuka oleh Rektor UNY Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. Hadir sebagai Keynote Speaker yaitu Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Intan Ahmad, Ph.D.

Dalam pemaparannya, Intan Ahmad mengatakan bahwa hingga kini kebijakan pemerintah juga terus didorong agar berpihak pada pengembangan kualitas pendidikan di tanah air. Walaupun begitu setiap ada kebijakan diluncurkan, selalu terjadi pro dan kontra dalam pengaplikasiannya, sehingga semua pihak diharapkan mencari solusi bersama bagi kemajuan dan mutu pendidikan dengan terus melakukan kajian manajemen yang komperehensif.

Manajemen Pendidikan bukan saja menyangkut soal anggaran yang harus dituntut naik, namun bagaimana mengelola SDM bermutu agar berdaya saing juga penting. Karena itu Kemenristekdikti mengajak sivitas kampus agar terus berinovasi dan mencari solusi bersama, tutup Intan. Kegiatan ini diikuti sekitar 115 peserta, 94 diantaranya sebagai presenter dan 21 sebagai peserta.

Konferensi ini menghadirkan pula pakar pendidikan dari berbagai negara antara lain Dr. Athena Vongalis-Macrow, dari Tertiary Education Quality Standards Agency, Australia of the Republic of Indonesia, Associate Prof. Dr. Nopraenue S. Dhirathiti, dari Mahidol University, Thailand, Associate Prof. Dr. Muhammad Faizal Bin A. Ghani dari University of Malaya, Malaysia, Jeanie Cook, M.A. TESOL, English Language Fellow Program, Funded through the US Department of State, dan Prof. Dr. Sugiyono dari Universitas Negeri Yogyakarta. (ags/ant)

Categories: Berita Lain

Seminar Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 HIMA DIKSI 2017

Berita AKUN FE - Mon, 2017-05-22 12:15

Pada tanggal 15 April 2017 berlangsungnya acara Seminar Nasional dengan tema “Optimalisasi Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Menuju Tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 2030”. Acara berlangsung lancer dihadiri peserta dengan berbagai kriteia  Bapak/Ibu guru dari SD, SMP dan SMA yang berasal dari Yogyakarta dan bahkan luar daerah Yogyakarta.. Selain itu dihadiri juga oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sendiri dari berbagai fakultas dan mahasiswa dari berbagai universitas, diantaranya ada mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Universitas PGRI Semarang, dan Universitas lainnya.

Acara pembukaan dimulai pukul 08.00 WIB dengan soft opening yaitu penari dari UNY sendiri yang menampilkan sebuah tarian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara di moderator oleh ibu  Dr. Denies Priantinah, SE., M.Si. Ak., CA. yang merupakan dosen pendidikan akuntansi. Untuk sesi pertama dari pembicara pertama yaitu Prof. Dr. H. Arief Rachman. M.Pd., menyampaikan materi mengenai “Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi menuju tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 2030”. Pembicara kedua yaitu, Dr. Ir. M Rudy Salahuddin, Mem menyampaikan materi mengenai “Optimalisasi Pendidikan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Menuju Tercapainya Sustainable Development Goals (Sdgs) 2030”.  Pembicara ketiga Dr. Sugiharsono M,Si. menyampaikan materi mengenai “Pendidikan Ekonomi yang Bermoral Dalam Rangka Membangun Ekonomi Nasional”.

Selama berlangsungnya acara peserta sangat antusias dalam memperhatikan setiap materi yang disampaikan, dan terjalin diskusi komunikasi yang interaktif antara peserta dan pembicara. Karena pembicara mampu meningkatkan ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan dengan kemampuan masing-masing pembicara yang dirasa sangat handal. Mengingat pentingnya akan “Optimalisasi Pendidikan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Menuju TercapainyaSustainable Development Goals (SDGs) 2030sehingga peserta juga merasa membutuhkan ilmu tersebut. Acara berakhir pada pukul 12.45 WIB ditutup dengan pemberian doorprice kepada masing-masing peserta yang aktif dalam seminar nasional. (rini/febriana)

Categories: Berita Lain

Mahasiswa Teknik Elektronika Raih Juara 1 Dalam Lomba Essai Tingkat Nasional “Educreation” 2017

Berita ELKA FT - Sun, 2017-05-21 22:32

Lomba Essai Mahasiswa Bidang Pendidikan “EDUCREATION” 2017 yang diselenggarakan oleh BEM KM Universitas Negeri Yogyakarta merupakan Kompetisi Essai Tingkat Nasional bidang pendidikan yang bertemakan “Pendidikan sebagai Sarana Meningkatkan Kreatifitas dan Kualitas Bangsa dalam Menghadapi Persaingan Global”. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa Sarjana maupun Diploma dari seluruh Indonesia untuk bersaing memaparkan gagasan inovatif untuk Pendidikan Indonesia lebih maju lagi. Dari 102 Naskah Essai yang terdaftar, terpilihlah 15 naskah terbaik yang akan dipaparkan dihadapan dewan juri. Salah satu Mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika (JPTEI) Program Studi Teknik Elektronika (TE) angkatan 2016 adalah Amalia Rohmah.
Ide yang cemerlang berhasil masuk 15 besar dan berkesempatan memaparkan gagasannya dihadapan dewan juri yang berlangsung pada tanggal 20-21 Mei 2017 di Gedung Cine Club FBS UNY. Setelah memaparkan gagasannya melawan para finalis lainnya, Amalia Rohmah berhasil meraih Juara 1 dengan gagasannya berupa VISION : Pengembangan Media Pembelajaran Sensor Dan Actuator Berbasis Internet Of Things (Iot) dengan Graphical User Interface (Gui) By Using Android Operating System guna Meningkatkan Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Program Keahlian Teknik Otomasi Industri. Kategori kejuaraan terbagi menjadi juara 1, 2, 3, Gagasan Terbaik, dan Penyaji Terbaik. Juara 2 di raih oleh Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), juara 3 diraih oleh mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Kemudian Gagasan Terbaik diraih oleh Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Penyaji Terbaik diraih Oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). (aml)

Tags: Pendidikan
Categories: Berita Lain

Mahasiswa PIPS FIS UNY Juara 2 LKTI tingkat Nasional Di Universitas Brawijaya Malang

Berita IPS FIS - Sun, 2017-05-21 20:19
Gambar: Isi: 

Mahasiswa Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta berhasil membuat aplikasi Android berbasis API (Application Programming Interface) atas nama Imam Fauzi dan sukses meraih “Juara 2” dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional yang diadakan  oleh Universitas Brawijaya di Malang pada tanggal 11 Mei 2017.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berpengaruh disegala bidang kehidupan manusia termasuk tata nilai kehidupan maupun cara hidup dan penghidupannya. Perkembangan dan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak positif maupun negatif.

Indonesia adalah "raksasa teknologi digital Asia yang sedang tertidur". Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna smartphone Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika (Kementerian Kominfo Republik Indonesia, 2015).

Pada kesempatan presentasi di Universitas Brawijaya, Malang, Imam menekankan pada strategi marketing yang dilakukan menggunakan aplikasi Android pada smartphone/Android Mobile. dengan judul karya yang dibawakan Teknologi Marketing Berbasis API (Application Programming Interface) melalui Android Mobile. Aplikasi yang dibuat mencangkup beberapa informasi seperti introduction, spesifikasi, petunjuk, analisis, creator, dan other. Penggunaan aplikasi ini dapat digunakan untuk strategi promosi suatu produk yang menarik dan mudah diakses sehingga konsumen mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Aplikasi ini dapat diisi berbagai varian model seperti picture, video, notification, dll. 

Dalam hal ini, pengalaman menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, karena lawan-lawan yang hadir dalam kompetisi ini sangatlah berat diambil dari Finalis Proposal Terbaik yakni dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan tim Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).  

Berkat kerja keras, kerja sama tim, dan dukungan dari pihak-pihak terkait, delegasi satu-satunya dari UNY mampu menyabet juara 2 dalam perlombaan kali ini. Sementara juara ke-1 diraih tim UGM dan juara ketiga diraih oleh tim dari UB.

Categories: Berita Lain

Mahasiswa PIPS FIS UNY Juara 1 LITM Cabang Industri Kreatif dan Kerajinan Disdikpora Yogyakarta

Berita IPS FIS - Sun, 2017-05-21 20:09
Gambar: Isi: 

    Mahasiswa Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta atas nama Imam Fauzi berhasil meraih “Juara 1” dalam Lomba Inovasi dan Teknologi Mahasiswa cabang Industri Kreatif dan Kerajinan yang diadakan  Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017 dan mendapat dana pembinaan sebesar Rp.5.000.000,00.
    Pelaksanaan seleksi berlangsung sejak tanggal 16 Maret 2017, Presentasi Finalis 5 Besar pada tanggal 8 April 2017 dan diumumkan menjadi Juara pada 29 April 2017 di gedung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga DIY, Jalan Cendana 9 Yogyakarta.
    Pada kesempatan ini Imam menekankan pada bagian marketing dan produk industri kreatif dengan judul karya yang dibawakan KNOPATRA : Teknologi Pengering Kerajian Bambu Tradisional Guna Mengoptimalkan Produktivitas Industri Kreatif di Dusun Brajan Yogyakarta.
    Saat ini Otonomi daerah harus dipahami sebagai peluang bagi Pemerintah Daerah untuk memberdayakan secara optimal potensi-potensi yang ada di daerah, termasuk potensi RIPTEKS (Riset, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni). Sesuai dengan visi pembangunan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, bahwa pada tahun 2025 Yogyakarta akan menjadi pusat peradaban, pendidikan, dan pariwisata terkemuka, maka perlu diupayakan langkah-langkah strategis agar potensi RIPTEKS yang ada dapat bermanfaat  bagi pembangunan daerah. Melalui pengoptimalan potensi industri kreatif yang dimiliki warga Yogyakarta maka tidak menutup kemungkinan tahun 2025 visi Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta akan terwujud. Kita sebagai mahasiswa Yogyakarta harus turut mendukung dan menyukseskannya.
    Oleh karena itu, kegiatan LITM (Lomba Inovasi dan Teknologi Mahasiswa) yang diadakan  Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta sangat baik untuk menggali potensi mahasiswa dan menumbuhkan kembali semangat mahasiswa yang inovatif untuk kerakyatan.

 

Categories: Berita Lain

Mahasiswa Pendidikan IPS FIS UNY menjadi Ketua Jejaring Muda Kewirausahan LITM Dikpora 2017

Berita IPS FIS - Sun, 2017-05-21 20:05
Gambar: Isi: 

    Ketika penganugrahan kejuaraan LITM (Lomba Inovasi Teknologi Mahasiswa) yang diadakan  Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017 Imam Fauzi dilantik menjadi Ketua Jejaring Muda Kewirausahan LITM Dikpora 2017 didampingi wakilnya Swakresna Edityomurti dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Sekretaris Dwi Nofiarini dari AKBID Ummi Khasanah. Untuk membangun Indonesia agar menjadi negara yang lebih maju, ternyata dibutuhkan banyak wirausaha muda. Siapa sangka, ternyata wirausaha atau enterpreneur merupakan tulang punggung penting dalam pembangunan negara.
    Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus kota pendidikan akan menjadi pionir dalam mewujudkan jiwa wirausaha muda yang ulet, tekun, dan kreatif. Banyak mahasiswa sukses yang terlahir dari Yogyakarta. Mahasiswa sebagai generasi bangsa dimasa yang akan mendatang perlu berwirausaha muda yang berkontribusi dalam berbagai peluang usaha. Oleh karena itu Jejaring Muda Kewirausahan LITM DIKPORA akan menjadi wadah yang menghimpun dan mengelola informasi dan komunikasi terkait kewirausahaan dalam lingkup mahasiswa di Provinsi DIY. Jejaring Muda Kewirausahan dibawah naungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta.
  

 

Categories: Berita Lain