KEGIATAN GATHERING TINGKATKAN KEAKRABAN MAHASISWA

Berita FIS - Tue, 2018-04-17 13:58

Ilmu yang tidak diamalkan bagai pohon tidak berbuah. Dalam rangka mengimplementasikan ilmu manajemen yang diperoleh di bangku kuliah,  Mahasiswa Ilmu Admnistrasi Negara FIS UNY kelas A angkatan 2017 menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang bertajuk “AN A Gathering” pada hari Senin, 16/4/2018 di Gor Karanggayam, Yogyakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa ilmu administrasi negara kelas A tersebut dibimbing oleh Lena Satlita M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah manajemen dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Ilmu Administrasi Negara kelas A 2017. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan sambutan kemudian dilanjutkan dengan acara inti, yaitu gathering.
Kegiatan gathering yang diselenggarakan berupa perlombaan badminton putra dan badminton putri dilanjutkan beberapa permainan tradisional seperti, makan kerupuk, balap kelereng, memasukkan pena dalam botol, dan balap terong. Selain untuk memenuhi tugas kuliah manajemen, AN A Gathering juga merupakan kegiatan yang bertujuan mempererat persaudaraan diantara mahasiswa yang pada semester genap ini sudah mulai memiliki kesibukan organisasi masing-masing. Hal ini menekankan bahwa kegiatan gathering sangat dibutuhkan untuk mempererat rasa kekeluargaan khususnya di kelas Administrasi Negara A 2017. “Selain beberapa perlombaan tersebut, panitia juga memanfaatkan waktu istirahat makan siang sebagai waktu keakraban. Seluruh peserta dan panitia  duduk melingkar ditengah-tengah lapangan dan makan bersama diselingi bincang-bincang ringan” jelas Sukron Ma’mun selaku ketua pantia kegiatan 
Acara yang dipersiapakan sejak 5 maret 2018 ini berjalan sesuai rencana hingga terpilihnya beberapa pemenang, antara lain lomba makan kerupuk yang dimenangkan oleh Marhamah, balap kelereng dimenangkan oleh Fauziah Ruchban, balap terong oleh Ibnu Wijayanto, memasukan pensil dalam botol oleh Iis Tyana dan badminton putri oleh Nova Malinda serta badminton putra oleh Anjasmara Aditya Putra.
“Kegiatan ini kami pilih sejak awal dengan konsep family gathering karena kami merasa perlu adanya penguatan dari  internal. Walaupun setiap hari bertemu saat jam kelas namun sulit sekali mengumpulkan teman-teman untuk bisa menghabiskan waktu bersama. Momen dapat kami gunakan untuk mewadahi teman-teman berekpresi, bermain, bercanda,  dan juga makan bersama. Alhamdulillah, semua peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, walaupun sebelumnya ada acara jurusan dari himasigara dua hari berturut-turut. Segenap tim panitia juga banyak belajar dari kegiatan ini,  tentang bagaimana membagi waktu, bersosialisasi, dan lobying ke pihak luar ketika acara berubah dari rencana sebelumnya. Saya sangat berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi di lain waktu.” ungkap Sukron 
Ketika rasa kekeluargaan sudah tertanam pada diri setiap mahasiswa maka proses belajar yang akan ditempuh di Universitas Negeri Yogyakarta ini akan berjalan lebih harmonis. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan beresensi gathering seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk membangun rasa kekeluargaan yang semakin baik. (Zakiah/Eko)
 

Categories: Berita Lain

DISKUSI ILMIAH SEBAGAI UPAYA PENGUATAN FUNGSI LABORATORIUM

Berita FIS - Tue, 2018-04-17 13:32

Upaya penguatan fungsi laboratorium di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) terus menerus dilakukan salah satunya dengan menyelenggarakan acara Diskusi Ilmiah dengan menghadirkan Els Bogaerts, Ph.D, dari Leiden University Belanda sebagai narasumber. Acara diskusi dilaksanakan pada hari Jumat, (13/4/2018) di Ruang Ki Hajar Dewantara FIS UNY. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Forum Koordinasi Laboratorium FIS UNY bersama dengan Laboratorium Jurusan Administrasi Negara, Laboratorium Jurusan Ilmu Komunikasi, dan Laboratorium Jurusan PendidikanSejarah. “Diskusi ini diharapkan dapat meneguhkan fungsi laboratorium sebagai academic sectors. Selain itu, dengan kegiatan ini dapat dibangun jaringan dengan pihak luar sehingga laboratorium dapat menjadi media income generating untuk mewujudkan kemandirian fakultas” jelas  Ketua Forum Koordinasi Laboratorium FIS UNY, Halili, S.Pd, M.A. 

Tema diskusi ilmiah kali ini adalah “Televisi dan Produksi Budaya Lokal”. Tema ini diambil karena televisi merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Hal ini menurut Els Bogaerts dikarenakan segala bentuk konten yang diproduksi oleh beberapa stasiun televisi menjadi penyumbang budaya yang sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat dan menjadi pengendali masyarakat. Tema tersebut  juga selaras dengan disertasi yang ditulis oleh Els Bogaerts mengenai perkembangan program televisi di Indonesia yang menggunakan produksi budaya lokal dalam kurun waktu 1988-2008. 

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Els Bogaerts, terdapat tiga pokok temuan penting televisi sebagai aktor produksi budaya lokal yaitu pihak-pihak yang merepresentasikan budaya tradisional, kontribusi media pada penampilan budaya, dan pihak-pihak yang memediasi program televisi. Diskusi ini berjalan menarik karena Els Bogaerts sendiri menampilkan beberapa konten iklan yang pernah disiarkan di televisi beberapa tahun yang lalu sehingga peserta bernostalgia dan terhibur dengan hal tersebut. Diskusi dihadiri oleh beberapa kalangan diantaranya mahasiswa, guru, pengamat, dan peneliti dari berbagai lembaga sekitar Yogyakarta. Diskusi kemudian ditutup dengan kesimpulan dan pemberian kenang-kenangan oleh Ketua Forum Koordinasi Laboratorium FIS UNY, Halili, S.Pd, M.A. (Hasna/Eko)
 

Categories: Berita Lain

MOST FAVORITE DESIGN DALAM BRIDGE DESIGN COMPETITION 2018, NANYANG TECHNOLOGICAL UNIVERSITY, SINGAPORE

Berita FT - Wed, 2018-04-11 08:15

Tim Bimasena dari Divisi Rancang Bangun (DRB) UKM Rekayasa Teknologi UNY berhasil meraih Juara The Most Favorite Design dalam ajang Bridge Design Competition di Nanyang Technological University, Singapura (10 – 11 Maret 2018). Pada kompetisi ini Tim Bimasena diketuai Sahril Afandi angkatan 2014 dan beranggotakan Ermalia Nur Hidayah angkatan 2015 dari Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan.

Sahril  menceritakan bahwa sistem perlombaan yang dianut pada kompetisi ini adalah peserta diharuskan untuk membuat sebuah jembatan yang merupakan solusi dari kasus yang diberikan. “Pada saat itu kasusnya adalah jembatan harus mampu dilewati oleh kapal yang memiliki tinggi 7 m dan panjang 10 m dan peserta diberikan 4 buah kayu balsa berukuran 36 feet dan 1 buah basewood berukuran 24 feet”, kenang Sahril.

“Setelah melalui pertimbangan yang cepat, akhirnya kami memutuskan untuk merancang sebuah jembatan dengan nama “Dragon FB” terinspirasi dari seekor capung yang memiliki sayap tipis namun mampu terbang sangat tinggi,” terang Sahril.

“Dengan mekanisme tersebut kami berharap jembatan yang ini mampu memiliki berat yang ringan namun memiliki kemampuan untuk menahan beban berat,” ujarnya. 

Rangkaian acara Bridge Design Competition sendiri dimulai dengan Technical Meeting dan langsung dilanjutkan dengan perakitan jembatan dengan waktu 5 jam. Hari kedua adalah presentasi dan pengujian karya, presentasi sendiri dilaksanakan selama 5 menit dengan sesi tanya jawab 2 menit.
 

Categories: Berita Lain