MENGAJAK SISWA DI AUSTRALIA BERKREASI MEMBUAT WAYANG KERTAS

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 09:38
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

Rabu (06/10/2021), puluhan siswa Bayside Christian College di Melbourne asyik mewarnai wayang dengan pensil warna dan crayon, lalu menggunting dan memasang stick pada badan dan tangan agar bisa dipegang dan dimainkan.
.
Kegiatan ini merupakan salah satu materi yang diberikan pada kegiatan Muhibah Art and Culture antara FBS UNY dengan sekolah di Melbourne Victoria Australia.
.
Sebelumnya telah dikirimkan modul dan gambar wayang dengan 4 pilihan karakter yang diambil dari cerita Ramayana, yakni Rahwana, Rama, Sinta, dan Hanuman. Siswa tinggal mencetak dan mengikuti prosedur yang telah dijelaskan dalam modul. Sekilas disampaikan juga kisah Ramayana agar para siswa mengenal salah satu dari 2 epos besar dalam cerita wayang di Jawa, selain epos Mahabarata.
.
Tutor pada sesi ini adalah Ibu Dwi Retno Sri Ambarwati, M.Sn. dan Ibu Arsianti Latifah, M.Sn. dari Prodi Pendidikan Seni Rupa, dibantu seorang mahasiswa prodi Pendidikan Kriya.
.
Waktunya sangat singkat, hanya 45 menit per sesi, dan segera harus pindah ke sesi praktik seni berikutnya. Meski begitu sebagian besar peserta bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan gembira.(drsa)

Categories: Berita Lain

Tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021 Merintis Sentra Industri Jagung dan Rumah Pintar di Gunungkidul

Berita FMIPA - Fri, 2021-10-08 09:37

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNY 2021 merintis Sentra Industri Jagung dan Rumah Pintar disalah satu desa di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian masyarakat melalui sebuah inovasi penunjang kesejahteraan dalam lingkup ekonomi dan juga pendidikan. Dalam pelaksanaannya tidak hanya dilakukan oleh tim sendiri, namun juga melibatkan berbagai mitra, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, Karang Taruna, serta volunteer-volunteer dari mahasiswa FMIPA UNY seperti Laskar Bersinar dan Relawan Belajar MIPA (RBM).
 Sejak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, banyak program baru bermunculan. Salah satunya adalah PHP2D yang berbasis pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa. Tak mau ketinggalan, BEM FMIPA UNY 2021 turut berpartisipasi di dalamnya dengan menjaring pengurus termasuk mahasiswa FMIPA UNY.
Yuliantika Puteri, humas tim PHP2D BEM FMIPA, mengatakan, tema besar yang diusung adalah "Pengadaan Sentra Industri Jagung Melalui Inovasi Ekonomi Kreatif dan Peningkatan Taraf Kesejahteraan Pendidikan di Kalurahan Sumbergiri (Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul)”. Sesuai dengan namanya, pengembangan desa yang dilakukan ini berfokus pada pemberdayaan komoditas jagung dan peningkatan taraf kesejahteraan pendidikan di Padukuhan Bendogede 1, Padukuhan Bendogede 2, dan Padukuhan Mendak, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.
“Menurut hasil survei awal tim menunjukkan bahwa panen utama diketiga dusun adalah jagung, yang harganya relatif murah apabila dijual secara langsung. Jagung tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam membuat bahan pangan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi, salah satunya adalah mie. Pengolahan jagung menjadi mie jagung diharapkan mampu mendongkrak nilai jual komoditas jagung ini. Bentuk pengembangan ini dilaksanakan melalui pengadaan alat, pelatihan pemanfaatan dan pengolahan mie jagung, serta pemasaran produk hasil pengolahannya”, lanjutnya.
Selain melimpahnya jagung di desa tersebut, etos kerja masyarakatnya pun tinggi dalam pengelolaan hasil pertanian. Bersamaan dengan hal itu, kurangnya pemahaman masyarakat desa tersebut menjadi persoalan dalam mengoptimalkan hasil taninya. Hal ini menjadi alasan besar usaha pengembangan komoditas jagung di sana.
Sebelum membuat mie jagung, jagung perlu digiling terlebih dahulu hingga menjadi tepung jagung. Selanjutnya, tepung jagung ini diproses bersama tepung terigu, garam, minyak, air, telur, dan bumbu-bumbu lain lalu dikukus untuk menghilangkan kadar airnya . Setelah dikukus, mie dipanggang dalam oven hingga terbentuklah mie jagung kering yang dapat dimasak secara instan bersama bumbu pelengkapnya.
Yuliantika juga menerangkan, Rumah Pintar merupakan salah satu kegiatan yang diinisiasi Tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021. Kegiatan ini bergerak untuk membantu dan memfasilitasi anak-anak sekolah jenjang TK-SMA sederajat di desa tersebut. Hal ini berupa konsultasi belajar terkait tugas dan materi pelajaran, atau sharing mengenai masa depan serta cita-cita. Selain itu, rumah pintar juga difasilitasi dengan pojok baca yang berisi buku-buku bacaan materi pelajaran, novel, dll. Selain dibersamai oleh tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021, Rumah Pintar juga didampingi oleh Tentor Relawan Belajar MIPA 2021, yang bekerja sama dengan Karang Taruna setiap padukuhan di Kalurahan Sumbergiri.
“Program Rumah Pintar yang rutin dilaksanakan tiap pekan ini dilatarbelakangi oleh keresahan masyarakat terutama pelajar, atas terbatasnya akses jaringan internet yang menyebabkan terganggunya pembelajaran daring di masa pandemi. Banyak dari siswa merasa tidak nyaman dan kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru, sehingga motivasi belajarnya menurun. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya pendampingan belajar dan sesi sharing di Rumah Pintar ini dapat meningkatkan taraf kesejahteraan pendidikan di ketiga dusun”, katanya. (Yulia/witono)

Categories: Berita Lain

MENGENALKAN MUSIK KLOTHEKAN PADA SISWA DI AUSTRALIA

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 09:36
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

Ember, gelas, galon air mineral, panci, bila dipukul menghasilkan bunyi yang berbeda-beda, dan saat dipadukan akan membentuk komposisi musik yang ritmis. Biasanya dimainkan oleh anak-anak, dan dikenal sebagai musik Klothekan.
.
Rabu (06/10/2021) puluhan siswa Bayside Christian Collage di Melbourne Victoria membawa peralatan tersebut dari rumah ke sekolah untuk mengikuti praktik Musik Klothekan dengan Tutor Ibu Drijastuti Jogjaningrum, S.Sn., M.A., dan Ibu Yunike Juniarti Fitria, S.Pd., M.A., Dosen Prodi Pendidikan Musik dibantu mahasiswa Jurdik Musik. Lagu yang dimainkan adalah tembang Jaranan, salah satu tembang Dolanan Anak-anak yang terkenal di kalangan masyarakat Jawa tempo dulu, yang dinyanyikan dengan merdu oleh Bu Driyas.
.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian praktik seni yang diselenggarakan dalam kegiatan Muhibah Art and Culture #2 antara FBS UNY-Melbourne Victoria Australia. Semua siswa mengikuti semua praktik secara berurutan sehingga semua bisa merasakan dan mendapatkan pengalaman berkreasi di semua bidang seni yang dipraktikkan.
.
Para siswa antusias mengikuti kegiatan yang sangat fun ini. (drsa)

Categories: Berita Lain

MENGAJAK SISWA SEKOLAH DI MELBOURNE MENARI JATHILAN

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 09:35
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

MENGAJAK SISWA SEKOLAH DI MELBOURNE MENARI JATHILAN
Dr. Kuswarsantyo, M.Hum (Doktor Jathilan), bersama Ibu Tresna Maya, M.Pd dosen Jurdik Tari dibantu seorang mahasiswa memberikan materi tari Tradisional Indonesia berupa Praktik Tari Jathilan pada kegiatan Muhibah Art and Culture#2 antara FBS UNY dan Sekolah di Melbourne, Victoria, Autralia. Ini kedua kalinya sekolah ini menyelenggarakan kegiatan yang sama, akan tetapi kali ini jumlah peserta jauh lebih banyak.
.
Lazimnya pemain Tari Jathilan menggunakan kuda kepang sebagai tunggangan, tapi di kegiatan ini kuda kepang bisa diganti dengan sapu, seperti yang dilakukan para peserta. Meski begitu mereka tetap antusias menirukan gerakan pak Kus yang atraktif seiring alunan musik yang rancak.
.
Rasanya waktu per sesi yang hanya 45 menit begitu singkat, dan harus pindah ke ruang praktik seni yang lain, tapi paling tidak peserta sudah bisa menghayati dan mengapresiasi seni budaya Indonesia. (drsa)

Categories: Berita Lain

PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNY MENGADAKAN SOSIALISASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI FPIPS UPI

Berita SOSIO FIS - Fri, 2021-10-08 08:13

Senin, 04 Oktober 2021 Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY telah melakukan kegiatan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) ke Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian implementasi dari program Center of Excellence (CoE) yang diemban oleh Prodi Sosiologi untuk sharing praktik baik tentang pelaksanaan kurikulum MBKM ke prodi lain di luar UNY, dimana UPI menjadi universitas kedua setelah UNNES. Dalam kegiatan sosialisasi MBKM ini, dihadiri 3 dosen tim Task Force CoE Prodi Pendidikan Sosiologi, dan 7 dosen dari Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI, yaitu Ibu Siti Komariah, M.Si.,Ph.D. (Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI); Ibu Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si.; Ibu Puspita Wulandari, M.Pd.; Ibu Dr. Wilodati, M.Si.; Ibu Sri Wahyuni, M.A.; dan Bapak Fajar Nugraha Asyahidda, M.Pd. Acara dibuka oleh Ibu Siti Komariah, M.Si.,Ph.D. selaku ketua prodi Pendidikan Sosiologi UPI sekaligus memberikan sambutan terkait kegiatan sosialisasi MBKM yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Sosiologi UNY.

Acara selanjutnya adalah acara inti yang dipandu oleh Bapak Grendi Hendrastomo, M.M.,M.A. sekaligus yang juga menyampaikan materi mengenai pengembangan kurikulum dan rintisan kerja sama yang telah dibangun. Dalam pemaparan materi ini, beliau menyebutkan beberapa poin penting tentang bagaimana tahapan pengembangan kurikulum mulai dari dari penyusunan kurikulum berdasarkan peraturan yang ada (Baik Peraturan Menteri maupun Peraturan Rektor), proses pengembangan jaringan/mitra dengan berbagai lembaga mulai dari lembaga pemerintahan, LSM, masyarakat desa, hingga lembaga pendidikan, serta penyempurnaan kurikulum MBKM tahun 2021 yang akan digunakan oleh seluruh Angkatan. Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Nur Endah Januarti, M.A. tentang Proses Penyempurnaan Kurikulum yang telah dilakukan, salah satunya melalui pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Team Based Project dan/atau Case Methode. Materi lain yang disampaikan juga tentang skema ekuivalensi prodi pada beberapa kegiatan belajar di luar kampus yang dilakukan mahasiswa. Proses ini menjadi penting untuk melihat bagaimana kegiatan belajar di luar kampus harus sesuai dengan kompetensi lulusan pada prodi bersangkutan, serta pengaukuan SKS juga harus disesuaikan dengan peraturan yang telah dikeluarkan oleh prodi. Materi yang terakhir berkaitan dengan Implementasi Kurikulum MBKM yang dismapaikan oleh Ibu Sasiana Gilar Apriantika, M.A. Pada kesempatan ini, menjelaskan bagaimana proses sosialisasi, seleksi, pembekalan, hingga penerjunan kegiatan belajar di luar kampus yang telah dilakukan oleh Prodi Pendidikan Sosiologi UNY. Serta bagaimana pelaksanaan kegiatan belajar di luar kampus oleh mahasiswa, seperti kegiatan magang, membangun desa, proyek kemanusiaan dan beberapa tantangan yang dihadapi. Prodi Pendidikan Sosiologi UNY juga sharing praktik baik tentang bagaimana menghadapi dinamika yang muncul pada mahasiswa, terutama terkait dengan proses ekuivalensi kegiatan belajar di luar kampus agar tetap sejalan dengan profil lulusan prodi.

Setelah pemaparan 3 materi selesai, acara dilanjutkan dengan tanggapan dari Prodi Pendidikan Sosologi FPIPS UPI, tentang pelaksanaan kurikulum MBKM yang secara umum terdapat kesamaan di beberapa bagian.  Kedua prodi ini saling bertukar pengalaman untuk bisa menjadi contoh baik dalam implementasi MBKM. Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI  belajar tentang penyusunan dan proses ekuivalensi kurikulum MBKM, sedangkan Prodi Pendidikan Sosiologi UNY belajar tentang bagaimana strategi mendorong mahasiswa agar berminat melaksanakan kegiatan belajar di luar kampus. Harapannya, ke depan akan banyak terjalin kerja sama antara Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI dan Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY,  terutama dalam proses pengembangan dan implementasi kurikulum MBKM.

 

Categories: Berita Lain

PON XX Papua, Emas Pertama DIY diraih Mahasiswa FIK UNY

Berita PKR FIK - Thu, 2021-10-07 19:02

Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta patut berbangga, salah satu mahasiswa FIK UNY, Prima Wisnu Wardhana, berhasil meraih medali Emas pertama untuk DIY pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang dimulai sejak 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Wisnu bersama Baihaqi dan Frederico berhasil menaklukan Jawa Barat dan DKI Jakarta yang menempati posisi ke-2 dan ke-3. Mereka bertiga berhasil menjadi juara di Divisi Compound, yaitu Men Compound Team.

 

Pertandingan dilaksanakan 6 Oktober 2021 di Stadion Kampung Harapan Lukas Enembe. Stadion Lukas Enembe (sebelumnya dikenal dengan nama Stadion Utama Papua Bangkit) atau dikenal dengan Stadion Harapan adalah stadion sepak bola yang terletak di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion tersebut memiliki tampung lebih dari 40.000 penonton. Stadion ini menjadi lokasi utama penyelenggaraan PON PAPUA XX, juga dijadikan tempat untuk acara Pembukaan dan Penutupan Pekan Olahraga 15 Oktober nanti. (PD)

Tags: PON XX PapuaBerita FIK UNY 2021berita FIK 2021SDGs
Categories: Berita Lain

PON XX Papua, Emas Pertama DIY diraih Mahasiswa FIK UNY

Berita FIK - Thu, 2021-10-07 19:02

Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta patut berbangga, salah satu mahasiswa FIK UNY, Prima Wisnu Wardhana, berhasil meraih medali Emas pertama untuk DIY pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang dimulai sejak 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Wisnu bersama Baihaqi dan Frederico berhasil menaklukan Jawa Barat dan DKI Jakarta yang menempati posisi ke-2 dan ke-3. Mereka bertiga berhasil menjadi juara di Divisi Compound, yaitu Men Compound Team.

 

Pertandingan dilaksanakan 6 Oktober 2021 di Stadion Kampung Harapan Lukas Enembe. Stadion Lukas Enembe (sebelumnya dikenal dengan nama Stadion Utama Papua Bangkit) atau dikenal dengan Stadion Harapan adalah stadion sepak bola yang terletak di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion tersebut memiliki tampung lebih dari 40.000 penonton. Stadion ini menjadi lokasi utama penyelenggaraan PON PAPUA XX, juga dijadikan tempat untuk acara Pembukaan dan Penutupan Pekan Olahraga 15 Oktober nanti. (PD)

Tags: PON XX PapuaBerita FIK UNY 2021berita FIK 2021SDGs
Categories: Berita Lain

Studium Generale: Dari Lokalitas menuju Globalitas

Berita FBS - Wed, 2021-10-06 19:05
Keterangan Sumber Foto: S2 Pendidikan Seni

STUDIUM GENERALE PRODI MAGISTER PENDIDIKAN SENI FBS UNY: Dari Lokalitas Menuju Globalitas

Kamis, 7 Oktober 2021 Pukul 09.00-12.00 WIB, Program Magister Pendidikan Seni FBS UNY menyelenggarakan Studium Generale bertema: Dari Lokalitas menuju Globalitas, dengan Narasumber  Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A., dan Moderator Prof. Dr. Kasiyan, M.Hum. Via zoom meeting

Categories: Berita Lain

Diskusi Akademik Asesmen sebagai Jembatan Belajar Mengajar

Berita PEP PPS - Tue, 2021-10-05 21:43

Prodi PEP S2 PPs UNY menggelar Diskusi Akademik yang menghadirkan Dr. Nor Hasnida Che Md Ghazali dari UPSI Malaysia. Acara yang dibuka oleh Koorprodi PEP S2, Prof. Dr. Edi Istiyono, M.Si. ini dilaksanakan via portal Zoom. Baik Indonesia dan Malaysia saat ini sudah beralih dari Asesmen Tradisional ke Asesmen Alternatif, karena banyaknya kelemahan di Asesmen Tradisional. Asesmen merupakan proses sentral dalam pendidikan. Kenapa harus dilakukan asesmen? Karena pada kenyataannya banyak siswa yang tidak mengerti apa yang guru mereka ajarkan. Guru tidak bisa memprediksi apa yang siswa kita akan pelajari, bagaimanapun desain pengajaran dari kita. Bahkan bila kita memulai dari titik yang sama, tidak semua siswa akan mendapatkan pengertian yang sama karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Inilah Mengapa asesmen menjadi jembatan yang penting dalam belajar mengajar. hanya melalui asesmen, kita dapat mengetahui apa yang terjadi di dalam kelas pada saat proses belajar mengajar itu dilakukan.

Melalui asesmen kita dapat mengetahui gap dari belajar mengajar antar siswa, kita akan tahu pada tingkat berapa mereka memulainya. Hasnida membahas mengenai Asesmen Formatif yang merupakan proses yang digunakan oleh guru dan siswa pada saat belajar mengajar, yang pada akhirnya menghasilkan feedback untuk meningkatkan prestasi siswa. Feedback tidak hanya dari guru tapi bisa juga dihasilkan dari teman sejawat atau pekerjaan dari siswa tersebut. Asesmen Formatif tidak hanya menyediakan feedback ke siswa, tapi juga membentuk framework untuk memberikan pandangan edukasional dan juga untuk memetakan progres para siswa. “Feedback pun harus berisikan mengenai pemikiran dan bukan berdasarkan emosi atau reaksi.” Tambah Hasnida lagi.

Kemudian Hasnida mengangkat tentang Asesmen teman sejawat karena ini merupakan teknik yang baik untuk mengembangkan prestasi siswa. Ini dikarenakan karena ketika siswa memberikan feedback pada teman mereka. Pada kesimpulannya, Hasnida mengatakan bahwa Guru memiliki peran penting untuk mendesain situasi dimana Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan. (ant)

.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain

Diskusi Akademik Asesmen sebagai Jembatan Belajar Mengajar

Berita PPs - Tue, 2021-10-05 21:40

Prodi PEP S2 PPs UNY menggelar Diskusi Akademik yang menghadirkan Dr. Nor Hasnida Che Md Ghazali dari UPSI Malaysia. Acara yang dibuka oleh Koorprodi PEP S2, Prof. Dr. Edi Istiyono, M.Si. ini dilaksanakan via portal Zoom. Baik Indonesia dan Malaysia saat ini sudah beralih dari Asesmen Tradisional ke Asesmen Alternatif, karena banyaknya kelemahan di Asesmen Tradisional. Asesmen merupakan proses sentral dalam pendidikan. Kenapa harus dilakukan asesmen? Karena pada kenyataannya banyak siswa yang tidak mengerti apa yang guru mereka ajarkan. Guru tidak bisa memprediksi apa yang siswa kita akan pelajari, bagaimanapun desain pengajaran dari kita. Bahkan bila kita memulai dari titik yang sama, tidak semua siswa akan mendapatkan pengertian yang sama karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Inilah Mengapa asesmen menjadi jembatan yang penting dalam belajar mengajar. hanya melalui asesmen, kita dapat mengetahui apa yang terjadi di dalam kelas pada saat proses belajar mengajar itu dilakukan.

Melalui asesmen kita dapat mengetahui gap dari belajar mengajar antar siswa, kita akan tahu pada tingkat berapa mereka memulainya. Hasnida membahas mengenai Asesmen Formatif yang merupakan proses yang digunakan oleh guru dan siswa pada saat belajar mengajar, yang pada akhirnya menghasilkan feedback untuk meningkatkan prestasi siswa. Feedback tidak hanya dari guru tapi bisa juga dihasilkan dari teman sejawat atau pekerjaan dari siswa tersebut. Asesmen Formatif tidak hanya menyediakan feedback ke siswa, tapi juga membentuk framework untuk memberikan pandangan edukasional dan juga untuk memetakan progres para siswa. “Feedback pun harus berisikan mengenai pemikiran dan bukan berdasarkan emosi atau reaksi.” Tambah Hasnida lagi.

Kemudian Hasnida mengangkat tentang Asesmen teman sejawat karena ini merupakan teknik yang baik untuk mengembangkan prestasi siswa. Ini dikarenakan karena ketika siswa memberikan feedback pada teman mereka. Pada kesimpulannya, Hasnida mengatakan bahwa Guru memiliki peran penting untuk mendesain situasi dimana Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan. (ant)

.

Categories: Berita Lain

TEROBOSAN FIP UNY DALAM RINTISAN PROGRAM PENGEMBANGAN WILAYAH BINAAN DESA GIRIPURWO PURWOSARI GUNUNGKIDUL

Berita FIP - Tue, 2021-10-05 14:14

Salah satu tridharma perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat dimaksudnya untuk memberikan pendampingan, pelatihan kepada masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi untuk meningkatkan kemampuan, sumber daya yang ada di masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi dari tanggungjawab perguruan tinggi kepada masyarakat.

Sebagai wujud tanggungjawab perguruan tinggi dalam rangka pengabdian kepAda masyarakat, FIP UNY membuat terobosan Program Pengembangan Wilayah Desa Binaan di Desa Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul, yang akan direncanakan 1 bulan penuh dimulai tanggal 1 Oktober 2021.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FIP UNY, Selaku Koordinator Kegiatan , Dr. Joko Pamungkas, M.Pd., menyampaikan dalam laporannya bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Desa Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul . “Adapun program yang direncakanan adalah Pelatihan Pencegahan Pernikahan Dini, Dampak Pornografi dan Sosial Media, Pelatihan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak serta Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga untuk Pengurus PKK Giwipurwo, tanggal 1 Oktober 2021, Pelatihan Kepemimpinan Organisasi Kepemudaan, Pelatihan Karakter dalam Beroganisasi, Optimalisasi Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa, dengan sasaran Karangtaruna Desa, tanggal 2 Oktober 2021. Pelatihan Kedudukan Media dalam Pembelajaran SD, Pelatihan Karya Ilmiah Guru SD, Pelatihan Tindakan Kelas SD, dengan sasaran Guru SD tanggal 9 Oktober 2021, Pelatihan Strategi Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus di Lembaga TK, Pelatihan Karya Ilmiah Guru PAUD, Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas TK bagi Guru PAUD di Lingkungan Desa Giripurwo, tanggal 16 Oktober 2021, Sarasehan Grand Desain Desa Budaya Giripurwo, dengan materi pelatihan Sinergis Perguruan Tinggi dengan Desa Binaan, Konsep Manajemen dalam Menyongsong Desa Budaya, Kerarifan Lokal dalam Menyongsong Desa mandiri Budaya, 23 Oktober 2021”, terang Joko.

Sementara itu Lurah Giripurwo, Supriyadi, menyampaikan terimakasih atas kerjasama dalam rangka peningkatan SDM di Giripurwo ini, khususnya terkait dengan 4 program pendampingan FIP UNY. Supri juga menyampaikan bahwa Giripurwo ini sudah menjadi desa budaya, oleh karena itu perlu peningkatan SDM dan keorganisasian . “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada 4 program tadi. Kami membuka diri untuk kemajuan SDM masyarakat Giripurwo,” harapnya.

Senada dengan Lurah, Panewu Purwosari, Purwono, S.IP., M.Si., juga menyampaikan terimakasih atas kepercayaan FIP UNY dalam memberikan pendampingan kepada Desa Giripurwo. “Sebanyak 43% Penduduk Purwosari ada di Giripurwo, menggarap Giripurwo adalah memberikan warna Purwosari,”katanya. Purwono berharap kerjasama ini bisa menghasilkan tinta emas bagi Giripurwo khususnya, dan Gunungkidul pada umumnya.

Sedang Dekan FIP UNY, Dr. Sujarwo, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan Program Pengembangan Wilayah Binaan FIP UNY. Sujarwo, dalam sambutannya menyampaikan program PPM ini merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta tujuan dari kegiatan ini Desa Giripurwo di dampingi FIP dapat mewujudkan desa mandiri budaya bersinergis dengan aktivitas pendidikan serta berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahun ini. “Kita lihat respon masyarakat. Semoga tahun depan kegiatan ini bisa berlanjut dengan program – program lainnya,”pungkasnya. (rit)

Tags: SDMkekerasan perempuan
Categories: Berita Lain

Mahasiswa UNY Juara 2 Anugerah inovasi Penelitian Kota Yogyakarta

Berita FMIPA - Sun, 2021-10-03 20:40

Kolaborasi mahasiswa UNY berhasil meraih juara di ajang Anugerah Inovasi Penelitian Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Bappeda Kota Yogyakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 32 tahun 2021 tentang Penetapan Pemenang Anugerah Inovasi dan Penelitian Kota Yogyakarta tahun 2021 bahwa Kolaborasi mahasiswa UNY yakni Ilham Alif Fianto (Pendidikan Geografi), Aditia Pramudia Sunandar (Pendidikan Biologi), dan Diah Nadiatul Jannah (Pendidikan IPS) sebagai Juara 2 Kategori Penelitian diajang AIP, 21/9/21.
Pada event tersebut, Diah dkk menulis paper yang berjudul Dewantara Kirti Griya : Implementasi Triple Helix dalam Mendorong Pertumbuhan Industri Kreatif Melalui Wisata Edukasi. Dewantara Kirti Griya merupakan museum peninggalan Ki Hadjar Dewantara yang sangat bersejarah dengan nilai perjuangan beliau. Kondisi pandemi membuat perlu adanya pendekatan kebijakan baru dalam membantu museum ini agar dapat bertahan dan eksis sesuai perkembangan zaman. Ide ini dilatarbelakangi dari nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara yang harus terus dipromosikan oleh Kota Yogyakarta dan para mahasiswa.
Dalam menyusun paper ini, Aditia dan Diah berperan dalam mengkaji aspek pendidikan, nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara, dan potensi pengembangan museum dari perspektif ilmu pendidikan. Ilham berperan sebagai ketua tim guna mengkoordinasi konsep Triple Helix kepada pemerintah, akademisi, dan industri. Penelitian ini merupakan sebuah modal baru dalam mempromosikan museum sebagai industri kreatif berbasis wisata edukasi dengan konsep universal.
"Setiap orang dapat menjadi guru, setiap rumah dapat menjadi sekolah. Prinsip ini yang kami harapkan agar setiap orang bisa saling belajar dan membelajarkan." Kata Diah. (aditia/witono)

Categories: Berita Lain

Mahasiswa UNY Raih Silver Medal pada WICE 2021

Berita FMIPA - Sun, 2021-10-03 20:36

Kolaborasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Ahzami Fadilah Akbar (Teknik Elektro), Wulan Febrianingsih (Pendidikan IPA), Siti Vera Lestari (Pendidikan Matematika), Asma Nur Azizah (Sastra Inggris), dan Intan Diah Kusuma (Pendidikan Tata Boga) berhasil menorehkan prestasi dengan meraih  Silver Medal pada ajang World Invention Competition and Exhibition 2021.
Melihat perkembangan dan pengetahuan saat ini tentang sains, penemuan dan inovasi khususnya di bidang sains, menuntut kita untuk mengetahui sejauh mana wawasan, pengetahuan, dan kemampuan kita dalam menerapkan pengetahuan sainsnya. Oleh karena itu, Indonesian Young Scientist Association (IYSA) berkerjasama dengan  SEGi College Subang Jaya - Malaysia  mengadakan kompetisi Invention tingkat internasional yang disebut "World Invention Competition and Exhibition (WICE)" sebagai platform pembelajaran yang tepat untuk membina para penemu muda berbakat yang aktif, kreatif, dan inovatif.
Ahzami Fadilah mengatakan, kompetisi ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu seleksi administrasi dan final. Pada tahap seleksi administratif, para peserta diharapkan memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan dimulai dari pengisian data yang diperlukan seperti penyerahan data diri, judul penelitian, abstrak penelitian lalu peserta yang memenuhi kriteria akan mendapatkan Letter of Accepptance (LoA) dari panitia via e-mail agar dapat melanjutkan pada babak selanjutnya berupa pemaparan karya yang ditawarkan kepada juri dan audiens di platform yang telah disediakan panitia.
Anggota tim lain, Wulan Febriani menjelaskan, pada ajang tersebut Team BETA memaparkan karya yang berjudul "BETA Healthy Noodle as Staple Food Substitute for Diabetics" harapannya penemuan akan terus berkembang dan bermanfaat semakin luas.
“Lomba ini diikuti oleh elementary, secondary, university dari seluruh dunia. Pendaftaran lomba dibuka dari tanggal 1/4/21 dan berakhir dengan penutupan pada 30/9/21. Peserta lomba sebanyak 300 tim dari 29 Negara”, tambah Wulan. (wulan/witono)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

Categories: Berita Lain

Seminar Nasional “Pembelajaran IPS Di Masa Pandemi Covid 19”

Berita IPS FIS - Sat, 2021-10-02 15:30

Pada hari Sabtu, 02 Oktober 2021 telah berlangsung acara Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa P.IPS, melalui aplikasi zoom meeting yang dimulai dari pukul 09.00–11.30 WIB. Acara seminar ini terbuka untuk mahasiswa maupun guru IPS di seluruh Indonesia, selain itu acara seminar ini dihadiri bapak ibu dosen Pendidikan IPS, FIS UNY. Seminar tahun ini mengangkat tema “Strategi Pembelajaran IPS ditengah Pandemi Covid 19”. Tema ini diangkat karena dilatarbelakangi atas praktik pembelajaran yang begitu beragam di tengah-tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa P.IPS memiliki keinginan memberikan pemahaman tentang strategi pembelajaran IPS tersebut. Sehingga nantinya diharapkan setiap guru khususnya guru IPS dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan pembelajaraan, agar tercipta kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Adapun poin penting yang disampaikan oleh Dr. Supardi, M.Pd. bahwa dalam pembelajaran IPS bukan saja memberikan materi kemudian diberikan tugas namun juga memikirkan segala aspek di dalamnya semisal akses peserta didik, karakteristik peserta didik, orang tua dan lingkungan masyarakat.  Diakhir pemaparannya beliau menyampaikan pula bahwa strategi apapun dapat dilakukan namun harus dimulai dari pihak guru yang mau berubah mindset dan memiliki semangat untuk mengaplikasn berbagai strategi sehingga menjadi guru yang dirindukan kedatangannya. (Supardi, Yumi, Riko, Happri NSD)

Categories: Berita Lain

DIES FIK UNY ke-70 – Pendidikan Jasmani Berkarakter Mulia Untuk Indonesia Tangguh

Berita FIK - Fri, 2021-10-01 14:17

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogykarta, berusia 70 tahun pada 1 Oktober 2021. Bukan usia yang muda lagi, bahkan telah matang secara umur. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, FIK UNY selalu melakukan pengembangan keilmuan dan kelembagaan melalui program studi yang ada dan pembukaan prodi baru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu sesuai dengan VISI FIK, yaitu mewujudkan Fakultas Ilmu Keolahragaan yang unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan ketakwaan, kemandirian dan kecendekiaan pada tahun 2025. MISI FIK melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, menyelenggarakan tata kelola yang baik, lingkungan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, juga bekerja sama dengan lembaga lain. Sebagai perwujudan visi misi tersebut, FIK memiliki semboyan SPORTIF dengan penjabaran Simpatik, Profesional, Optimis, Rasional, Takwa, Inovatif, dan Futuristik. Makna semboyan ini sebagai semangat juang dalam menjalankan aktivitas dan berkarya.

Upacara DIES diawali dengan Laporan Tahunan Dekan FIK, Prof. Dr. Wawan Sundawan Suherman, M.Ed., dimana selama Oktober 2020 hingga September 2021 telah melaksanakan program kerja dari bidang penelitian dan pengajaran, kondisi SDM FIK UNY yang terinci dalam daftar urutan kepangkatan dan pendidikan dosen juga staf tenaga kependidikan, bidang umum, administrasi, keuangan, bidang kemahasiswaan, serta bidang kehumasan dan kerjasama. Tema DIES kali ini adalah Pendidikan Jasmani Berkarakter Mulia Untuk Indonesia Tangguh

Rektor UNY, Bapak Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes. dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun mewakili keluarga besar UNY. Harapannya FIK UNY akan selalu kompak dan menjadi tenar lembaganya dan sejahtera warganya. Banyak harapan dan cita-cita untuk FIK UNY supaya lebih maju dari segi kelembagaan dan pendidikan. Hal ini akan terwujud dengan daya dan upaya dari seluruh unsur baik pimpinan, dosen, tendik dan mahasiswa. Dibukanya kampus di Gunungkidul merupakan salah satu bentuk ikhtiar, karena diharapkan disana nanti akan dibangun banyak fasilitas baik olahraga maupun yang mendukung pendidikan.

Sebagai pembicara DIES FIK UNY, adalah Drs. Wahyana. Beliau adalah alumni FIK UNY (dahulu IKIP Negeri Yogyakarta) yang memulai kuliah tahun 1983. Hal buruk dan hal baik pernah dirasakan selama kuliah, mulai dari kehilangan motor saat kuliah dibatalkan, dan juga dinyatakan lulus setelah Dekan saat itu melihat transkrip nilai sudah memenuhi SKS mata kuliah yang ditempuh. Sebagai Wasit Internasional, perjalanan panjang juga harus ditempuh oleh Drs.Wahyana, bermula dari seorang atlet Bolavoli yang harus terhenti karena cedera angkle, lalu diminta untuk menjadi hakim garis Bulutangkis di Kabupaten Sleman, mengikuti penataran  Wasit baik ditingkat Kabupaten Sleman, naik ke Provinsi, lalu ujian Nasional B dan selalu mendapatkan predikat lulusan terbaik. Setelah tahun 2006, diminta ikut ujian Wasit Nasional A yang ujian dan tes wawancaranya memakai bahasa Inggris, mulai saat itulah, beliau belajar seluk beluk perwasitan dalam bahasa Inggris. Usaha tak mengkhianati hasil, beliau lulus dan terus melaju hingga akhirnya mendapatkan sertifikat tertinggi perwasitan Bulutangkis, hingga bisa menjadi wasit di ajang olahraga paling bergengsi, Olimpiade.

Acara DIES diadakan secara hybrid, yaitu luring dan daring dihadiri seluruh unsur pimpinan UNY dan FIK juga tendik dan mahasiswa FIK. Acara yang diadakan secara luring dilaksanakan di Gedung Pelayanan Akademik (GPLA) FIK lantai III Ruang Sidang Utama. Rektor, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Pembicara DIES Drs. Wahyana, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Sekretaris dan Anggota Senat, Kajur – Sekjur Korprodi dan perwakilan mahasiswa hadir dan mengikuti secara khidmat. (PD)

Tags: DIES FIK UNY ke-7berita Dies 2021berita FIK UNY 2021Berita FIK 2021
Categories: Berita Lain

DIES FIK UNY ke-70 – Pendidikan Jasmani Berkarakter Mulia Untuk Indonesia Tangguh

Berita PKR FIK - Fri, 2021-10-01 14:17

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogykarta, berusia 70 tahun pada 1 Oktober 2021. Bukan usia yang muda lagi, bahkan telah matang secara umur. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, FIK UNY selalu melakukan pengembangan keilmuan dan kelembagaan melalui program studi yang ada dan pembukaan prodi baru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu sesuai dengan VISI FIK, yaitu mewujudkan Fakultas Ilmu Keolahragaan yang unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan ketakwaan, kemandirian dan kecendekiaan pada tahun 2025. MISI FIK melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, menyelenggarakan tata kelola yang baik, lingkungan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, juga bekerja sama dengan lembaga lain. Sebagai perwujudan visi misi tersebut, FIK memiliki semboyan SPORTIF dengan penjabaran Simpatik, Profesional, Optimis, Rasional, Takwa, Inovatif, dan Futuristik. Makna semboyan ini sebagai semangat juang dalam menjalankan aktivitas dan berkarya.

Upacara DIES diawali dengan Laporan Tahunan Dekan FIK, Prof. Dr. Wawan Sundawan Suherman, M.Ed., dimana selama Oktober 2020 hingga September 2021 telah melaksanakan program kerja dari bidang penelitian dan pengajaran, kondisi SDM FIK UNY yang terinci dalam daftar urutan kepangkatan dan pendidikan dosen juga staf tenaga kependidikan, bidang umum, administrasi, keuangan, bidang kemahasiswaan, serta bidang kehumasan dan kerjasama. Tema DIES kali ini adalah Pendidikan Jasmani Berkarakter Mulia Untuk Indonesia Tangguh

Rektor UNY, Bapak Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes. dalam sambutannya mengucapkan selamat ulang tahun mewakili keluarga besar UNY. Harapannya FIK UNY akan selalu kompak dan menjadi tenar lembaganya dan sejahtera warganya. Banyak harapan dan cita-cita untuk FIK UNY supaya lebih maju dari segi kelembagaan dan pendidikan. Hal ini akan terwujud dengan daya dan upaya dari seluruh unsur baik pimpinan, dosen, tendik dan mahasiswa. Dibukanya kampus di Gunungkidul merupakan salah satu bentuk ikhtiar, karena diharapkan disana nanti akan dibangun banyak fasilitas baik olahraga maupun yang mendukung pendidikan.

Sebagai pembicara DIES FIK UNY, adalah Drs. Wahyana. Beliau adalah alumni FIK UNY (dahulu IKIP Negeri Yogyakarta) yang memulai kuliah tahun 1983. Hal buruk dan hal baik pernah dirasakan selama kuliah, mulai dari kehilangan motor saat kuliah dibatalkan, dan juga dinyatakan lulus setelah Dekan saat itu melihat transkrip nilai sudah memenuhi SKS mata kuliah yang ditempuh. Sebagai Wasit Internasional, perjalanan panjang juga harus ditempuh oleh Drs.Wahyana, bermula dari seorang atlet Bolavoli yang harus terhenti karena cedera angkle, lalu diminta untuk menjadi hakim garis Bulutangkis di Kabupaten Sleman, mengikuti penataran  Wasit baik ditingkat Kabupaten Sleman, naik ke Provinsi, lalu ujian Nasional B dan selalu mendapatkan predikat lulusan terbaik. Setelah tahun 2006, diminta ikut ujian Wasit Nasional A yang ujian dan tes wawancaranya memakai bahasa Inggris, mulai saat itulah, beliau belajar seluk beluk perwasitan dalam bahasa Inggris. Usaha tak mengkhianati hasil, beliau lulus dan terus melaju hingga akhirnya mendapatkan sertifikat tertinggi perwasitan Bulutangkis, hingga bisa menjadi wasit di ajang olahraga paling bergengsi, Olimpiade.

Acara DIES diadakan secara hybrid, yaitu luring dan daring dihadiri seluruh unsur pimpinan UNY dan FIK juga tendik dan mahasiswa FIK. Acara yang diadakan secara luring dilaksanakan di Gedung Pelayanan Akademik (GPLA) FIK lantai III Ruang Sidang Utama. Rektor, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Pembicara DIES Drs. Wahyana, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Sekretaris dan Anggota Senat, Kajur – Sekjur Korprodi dan perwakilan mahasiswa hadir dan mengikuti secara khidmat. (PD)

Tags: DIES FIK UNY ke-7berita Dies 2021berita FIK UNY 2021Berita FIK 2021
Categories: Berita Lain

TEMU ORANG TUA MAHASISWA BARU PRODI PGSD FIP UNY

Berita PSD FIP - Fri, 2021-10-01 13:18

Rabu, 22/09/2021 mulai pukul 10.00 WIB Bidang Kemahasiswaan dan Alumni melanjutkan kegiatan pertemuan dengan orangtua mahasiswa yang merupakan rangkaian acara yang dimulai Selasa 21/09/2021. Temu Orangtua Mahasiswa pada sesi ini adalah dengan Orangtua Mahasiswa PGSD 2021, dimana merupakan kegiatan awal pengenalan kampus bagi orangtua mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan. Pertemuan ini dilaksanakan menggunakan platform Zoom yang disiarkan langsung melalui akun Youtube FIP UNY, yang dihadiri oleh Dr. Sujarwo, M.Pd. selaku Dekan FIP; Dr. Anwan Senen, M.Pd. selaku Kajur PGSD; Kurniawati.M.Pd sebagai moderator, Irfan Wahyu Pranoto, M.Pd. selaku Pendamping Mahasiswa PGSD; Agung Hastomo, M.Pd. selaku Dosen PGSD; dan segenap orangtua mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus penyampaian materi oleh Bapak Dr. Sujarwo, M.Pd.. Beliau menjelaskan seputar sejarah berdirinya UNY, pengenalan birokrasi universitas dan fakultas, visi UNY menjadi Universitas Berbadan Hukum pada tahun 2023, hingga penjelasan mengenai seluk beluk Fakultas Ilmu Pendidikan. Tidak lupa, beliau menyampaikan harapan untuk kemajuan Fakultas Ilmu Pendidikan yang didukung dengan program dan pelayanan dalam memfasilitasi mahasiswa FIP.

Selanjutnya, Bapak Dr. Anwan Senen, M.Pd. menyambut kehadiran orangtua mahasiswa PGSD dengan memberikan informasi seputar Prodi PGSD, sasaran lulusan, fasilitas pendukung pembelajaran, hingga etika yang dimiliki lulusan PGSD. Harapan dari beliau, adanya upaya prodi dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa dengan beragam fasilitas dan pembelajaran yang handal, mampu meroketkan outcome lulusan PGSD dengan maksimal.

Bapak Dr. Agung Hastono selaku Dosen PGSD menyoroti adanya program kurikulum. Beliau menyampaikan, kurikulum yang dilaksanakan dalam Prodi PGSD tidak ketinggalan zaman dan terus berkembang, dibuktikan dengan membekali mahasiswa dengan sikap 4C, menyesuaikan model dan strategi pembelajaran di era pandemi, keikutsertaan terhadap program MBKM, dan masih banyak lagi.

Pada kegiatan kemahasiswaan jurusan yang disampaikan oleh Bapak Irfan Wahyu Prananto, M.Pd. selaku Pendamping Mahasiswa, beliau memberikan informasi seputar upaya fasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan minat-bakat, serta membacakan prestasi-prestasi membanggakan yang baru-baru ini diraih mahasiswa PGSD.

Setelah pemaparan materi dari keempat narasumber selesai, Kurniawati.M.Pd selaku MC pada kesempatan kali ini membuka sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab ini, banyak orangtua mahasiswa yang begitu antusias dan responsif terhadap materi yang disampaikan narasumber dan informasi yang diperlukan untuk menunjang anak-anak mereka dapat menempuh Program Studi PGSD dengan baik dan sukses. Pertanyaan diawali oleh Bapak Markoni yang bertanya tentang fasilitasi mahasiswa PGSD pada masa studi lanjutan dan pertanyaan lebih lanjut mengenai asrama mahasiswa FIP. Akhirnya, sesi tanya jawab dapat berakhir dengan baik.

Acara Temu Orang Tua Mahasiswa Prodi PGSD, diakhiri dengan harapan bahwa pertemuan awal ini menjadi langkah yang baik untuk kemajuan mahasiswa dan fakultas, sehingga dibutuhakan sinergitas dengan melibatkan peran orangtua mahasiswa. Oleh karena itu, para orangtua diimbau untuk bergabung dalam grup Whatsapp untuk memudahkan dalam komunikasi dan koordinasi.( laskar BKA FIP UNY/rit)

Categories: Berita Lain

Yudisium September FIK UNY

Berita PKR FIK - Thu, 2021-09-30 14:53

Yudisium Fakultas Ilmu Keolahragaan bulan September 2021 dilaksanakan hari Jumat (30/9) secara daring. Sebanyak 54 mahasiswa dari 2 konsentrasi, yaitu Program magister dan Program Sarjana dari 5 prodi, yaitu: S2 Ilmu Keolahragaan sebanyak 14 mahasiswa, S1 PJKR sebanyak 20 mahasiswa, S1 PKO sebanyak 9 mahasiswa, S1 IKOR sebanyak 3 mahasiswa, S1 PGSD Penjas sebanyak 8 mahasiswa,total 54 mahasiswa.

Hadir sebagai pembaca ikrar almamater adalah Galang Qowiyyuridho, M.Pd. dari Prodi S2 Ilmu Keolahragaan. Ridho lulus dengan IPK 3,95 nyaris sempurna. Dia menyelesaikan studi S2 selama 2 tahun dan berencana melanjutkan S3 di Australia. Ridho seharusnya mengikuti Yudisium bulan Agustus lalu, namun karena satu dan lain hal, akhirnya dia harus rela mengikuti yudisium bulan September.

Dalam sambutannya, Dekan FIK UNY mengucapkan selamat dan sukses untyk seluruh peserta yudisium, ucapan terimakasih tak lupa disampaikan untuk seluruh orang tua/ wali mahasiswa karena telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di FIK UNY. Selain itu, Dekan menyampaikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi keolahragan berkembang dinamis, supaya tidak tergilas, mahasiswa perlu belajar dalam sebuah lembaga pendidikan yang kredibel. FIK UNY memberi hardskill kepada mahasiswa lewat kuliah, dan softskill melalui ekstrakurikuler dan PKL, juga memberikan pengetahuan yang memadai untuk meningkatkan kompetensi untuk masa depan. Bekerja atau menimba ilmu lagi, adalah pilihan lulusan, FIK UNY siap mengakomodasi keinginan mahasiswa yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, karena saat ini pilihan program studi sudah lengkap dengan adanya program Sarjana Terapan, Sarjana, Magister dan Doktor. UNY membuka kelas untuk Program Magister dan Doktor intake Februari, pengumumannya bisa dilihat di pmb.uny.ac.id. (PD)

Tags: Berita FIK UNY 2021berita FIK 2021
Categories: Berita Lain

Yudisium September FIK UNY

Berita FIK - Thu, 2021-09-30 14:53

Yudisium Fakultas Ilmu Keolahragaan bulan September 2021 dilaksanakan hari Jumat (30/9) secara daring. Sebanyak 54 mahasiswa dari 2 konsentrasi, yaitu Program magister dan Program Sarjana dari 5 prodi, yaitu: S2 Ilmu Keolahragaan sebanyak 14 mahasiswa, S1 PJKR sebanyak 20 mahasiswa, S1 PKO sebanyak 9 mahasiswa, S1 IKOR sebanyak 3 mahasiswa, S1 PGSD Penjas sebanyak 8 mahasiswa,total 54 mahasiswa.

Hadir sebagai pembaca ikrar almamater adalah Galang Qowiyyuridho, M.Pd. dari Prodi S2 Ilmu Keolahragaan. Ridho lulus dengan IPK 3,95 nyaris sempurna. Dia menyelesaikan studi S2 selama 2 tahun dan berencana melanjutkan S3 di Australia. Ridho seharusnya mengikuti Yudisium bulan Agustus lalu, namun karena satu dan lain hal, akhirnya dia harus rela mengikuti yudisium bulan September.

Dalam sambutannya, Dekan FIK UNY mengucapkan selamat dan sukses untyk seluruh peserta yudisium, ucapan terimakasih tak lupa disampaikan untuk seluruh orang tua/ wali mahasiswa karena telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di FIK UNY. Selain itu, Dekan menyampaikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi keolahragan berkembang dinamis, supaya tidak tergilas, mahasiswa perlu belajar dalam sebuah lembaga pendidikan yang kredibel. FIK UNY memberi hardskill kepada mahasiswa lewat kuliah, dan softskill melalui ekstrakurikuler dan PKL, juga memberikan pengetahuan yang memadai untuk meningkatkan kompetensi untuk masa depan. Bekerja atau menimba ilmu lagi, adalah pilihan lulusan, FIK UNY siap mengakomodasi keinginan mahasiswa yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, karena saat ini pilihan program studi sudah lengkap dengan adanya program Sarjana Terapan, Sarjana, Magister dan Doktor. UNY membuka kelas untuk Program Magister dan Doktor intake Februari, pengumumannya bisa dilihat di pmb.uny.ac.id. (PD)

Tags: Berita FIK UNY 2021berita FIK 2021
Categories: Berita Lain

FIK UNY AUDIENSI ke Kedaulatan Rakyat, ULTAH KR dan FIK UNY hanya terpaut 4 hari

Berita PKR FIK - Thu, 2021-09-30 12:09

Dalam rangka DIES FIK ke 70 yang dilaksanakan Jumat (1/10), Fakultas Ilmu Keolahragaan mengadakan audiensi ke Kedaulatan Rakyat, surat kabar harian yang terbit di Yogyakarta sejak 27 September 1945. Dekan yang di wakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan kerjasama Dr. Yudik Prasetyo M.Kes., didampingi Wakil Dekan Umum dan Keuangan Dr. Abdul Alim, M.Or., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Guntur, M.Pd., Ketua Jurusan PJSD Dr. Hari Yuliarto, M.Kes., Ketua Panitia DIES FIK ke-70 Riky Dwi Handaka, M.Or. dan Sekretaris Dekan Nur Sita Utami, M.Or.

 Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FIK UNY berharap Kedaulatan Rakyat dapat bekerja sama dengan mempromosikan FIK UNY khususnya dan bersama-sama mengembangkan Keolahragaan di DIY.

Audiensi yang dilaksanakan Senin (27/9) ini bertepatan dengan Ulang Tahun Kedaulatan Rakyat yang ke 76. Dalam kesempatan tersebut FIK UNY juga mengucapkan Slamat Ulang Tahun untuk KR. Diterima oleh Ibu Prof Inayah, Bapak Drs. Octo lampito, M.Pd., Ibu Yulia dan Ibu Fajar Kusuma Wardani. Lebih lanjut, Dr. Yudik Prasetyo menjelaskan agenda DIES FIK UNY ke-70 dengan tema “Pendidikan Jasmani Berkarakter Mulia untuk Indonesia Tangguh” dengan dilaksanakannya Upacara DIES FIK Jum’at (1/10), hingga Seminar Internasional YISHPESS dan CoIS yang akan diselenggarakan pada Sabtu (13/11). Untuk Upacara Dies sendiri akan mendatangkan Alumni FIK UNY yang berhasil menjadi Wasit Internasional di Olympiade Tokyo 2021, Drs. Wahyana. (PD)

Tags: Berita FIK UNY 2021berita FIK 2021
Categories: Berita Lain

Pages