Pendidikan Jasmani yang Berkualitas dalam Workshop bagi Guru Penjas Orkes SMA/SMK se-DIY

Berita FIK - Fri, 2021-08-13 10:37

Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia DIY dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY menyelenggarakan Workshop yang bertajuk “Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Proses Pembelajaran Penjasorkes SMA DIY”.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, Bapak Drs. Suhirman dan narasumber, yaitu Bapak Drs. Suhirman sendiri dan Prof. Dr. Wawan S. Suherman, M.Ed. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Bapak Soemaryoto, M.Pd. Ketua MGMP PJOK SMA Kota Yogyakarta dan Drs. Aris Priyantoro, M.Or. Koordinator Pengawas SMA Kota Yogyakarta.

Acara yang diadakan daring secara menyeluruh ini dihadiri oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, Dekan FIK UNY, para Wakil Dekan, Ketua Harian ISORI, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, Koordinator Pengawas SMA Kota Yogyakarta, Ketua MGMP PJOK SMA Kota Yogyakarta, Pengawas SMA se-DIY sejumlah, Kepala Sekolah SMA se-DIY, dan Guru Penjasorkes SMA se-DIY, total jumlah peserta yang mengikuti acara secara daring ini adalah sejumlah 178 peserta.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan bahwa setiap Guru Penjas Orkes tingkat SMA/SMK khususnya untuk bisa meningkatkan Kompetensi , karena saat ini dalam masa pandemi, banyak yang hrus dibenahi dari segi pembelajaran dan kegiatan lainnya karena Olahraga perlu perhatian khusus, dimana semua kegiatan belajar mengajar saat ini dilaksanakan secara daring. Murid harus benar-benar paham juga mengerti secara rinci, detail dan terarah semua kegiatan dan teori olahraga, karena jika tidak murid akan mengalami cidera saat melakukan pembelajaran olahraga secara daring karena tidak didampingi guru olahraga. Tingkatkan kompetensi untuk mengajar jarak jauh, pungkasnya.

Peran dan tuntutan Guru Penjas Orkes dimasa Pandemi ini sangat berpengaruh dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, yaitu dengan mewujudkan Pendidikan Jasmani yang berkualitas. Dalam situasi luar biasa ini, Guru Penjas Orkes berperan untuk melaksanakan tercapainya tujuan pendidikan dan kesehatan bagi murid, memiliki tanggung jawab memastikan kesehatan murid secara fisik dan psikis, memberikan penguatan aktif kepada murid untuk mentaati protokol kesehata, guru juga diharapkan mengembangkan kerjasama yang baik antara sekolah dan orang tua dan siswa untuk membangun kepercayaan dan mendukung proses pendidikan.

Guru harus mempunyai kompetensi untuk meningkatkan kemampuan dan berinovasi, mencari jalan supaya siswa tidak bosan dengan pelajaran olahraga secara teori, namun tetap memperhatikan keselamatan anak ketika melakukan pelajaran praktek secara daring. Kemampuan ini membuat guru untuk berkembang dengan menyeimbangkan antara pengetahuan lama secara tatap muka dengan pengetahuan baru dengan mekanisme digital. (PD)

Tags: berita FIK 2021Berita FIK UNY 2021workshop 2021
Categories: Berita Lain

International Credit Transfer Program 2021

Berita FMIPA - Fri, 2021-08-13 09:14

Selamat kepada Aisyatunnisai Tawakal (@aisyatunnisai ), Nadya Damayanti (@nadya140498 ), Sofiani (@psofiiya ) telah terpilih untuk melaksanakan virtual credit transfer di Universitas mitra Luar Negeri UNY yakni Universita Putra Malaysia (UPM) dan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik di universitas luar negeri. Selain itu juga, memberikan peluang kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan menjalin kerja sama dengan civitas akademika dalam skala internasional.

#ICT2021 #FMIPAUNY #UNY #PrestasiUNY

Tags: ICT 2021
Categories: Berita Lain

Penilaian Pembelajaran Vokasional

Berita FT - Thu, 2021-08-12 14:30

Prinsip-prinsip penilaian meliputi obyektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel, edukatif, adil, valid, spesifik dan manfaat dengan berpegang teguh dengan prinsip-prinsip tersebut kita akan selalu siap mana kala ada pihak-pihak yang meminta klarifikasi terhadap proses penilaian yang kita buat. Demikian disampaikan Prof. Dr. Sudji Munadi, M.Pd., saat menjadi narasumber pada Webinar Series #2 Pengembangan Kapasitas Dosen Fakultas Teknik UNY 2021 yang diselenggarakan Pusat Sumber Belajar FT UNY (12/08/2021). 

Sudji melanjutkan bahwa bentuk-bentuk penilaian sendiri adalah tes kinerja, observasi, penugasaan, portofolio, tes tertulis, tes lisan, jurnal, wawancara, inventori, penilaian diri, dan penilaian antar teman.

“Tujuan tes mesti diklarifikasi dari awal apakah kita mau mengukur aspek kognitif, afektif atau pun psikomotorik sehingga disini sangat penting unutk membuat standar pada aspek afektif mahasiswa karena selama ini sebagain besar masih dinilai berdasarkan proses perkuliahan seperti kehadiran dan tingkah laku selama perkuliahan,” beber Sudji Munadi.

Setelah tujuan tes telah ditetapkan selanjutnya adalah membuat kisi-isi test yang meliputi SK, KD dan indikator dan barulah mulai pembuatan soal. "Setelah soal selesai dibuat semestinya kita telaah terlebih dahulu untuk melihat substansi, konstruksi maupun bahasanya," ujar Guru Besar dari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNY.

Untuk memperoleh data empiris tes juga mesti melalui uji coba atau analisis yang diakhiri dengan merkait soal/perangkat tes, menyajikannya kemudian melakukan skoring dan melaporkan hasilnya.

Sudji menjelaskan bahwa kemampuan kognitif mulai dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, hingga evaluasi. Sedangkan aspek afektif adalah menerima, menanggapi, menilai, mengelola, menghayati dan aspek psikomotorik terdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan dan kreativitas.

“Perlu diingat bahwa tidak semua praktik vokasional memerlukan kreativitas terutama unutk praktik yang prosedurnya tetap karena jika ditambah dengan kreativitas dikhawatikan akan berdampak pada keterlambatan waktu proses pengerjaannya,” tutur Sudji.

“Secara umum keterbatasan penilaian hasil pembelajaran adalah pembuat tes karena alasan klasik yakni keterbatasan waktu dan kesibukan dosen, selanjutnya adalah obyek yang diukur karena dalam perjalanan kadang ada hal-hal yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa terlebih pada masa pandemi ini. Selain itu, alat ukur yang mana tingkat kesukaraan mesti diperhatikan dan terakhir lingkungan yang memberi pengaruh besar pada proses penilaian hasil pembelajaran terlebih dengan konsep belajar dari rumah ini,” tutup Sudji Munadi. 
 

Categories: Berita Lain

Pages