Gladhi Bersih Kegiatan Muhibah Seni FBS UNY 2021

Berita FBS - Tue, 2021-08-24 00:48
Keterangan Sumber Foto: Gladhi Bersih Kegiatan Muhibah Seni FBS UNY 2021

Gladhi bersih kegiatan Muhibah Seni FBS UNY 2021.

Sasaran Muhibah Seni tahun ini adalah VILTA, yaitu siswa SD, SMP, dan SMA di Victoria Australia.

Kegiatan akan diselenggarakan Sabtu, 21 Agustus 2021 pukul 07.30 - 12.00 WIB berupa praktik tari dan musik tradisional dan pembuatan wayang kertas.

Categories: Berita Lain

Penelitian dan Studi Literatur di Masa Pandemi

Berita PEP PPS - Mon, 2021-08-23 11:16

Asosiasi Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia menggelar Webinar dengan Tema “Penelitian dan Studi Literatur di Masa Pandemi” yang menghadirkan dua narasumber dari UNY yaitu Dr. Syukrul Hamdi, S.Pd., M.Pd. dan dari UNS yaitu Suraji, S.Pd., M.Pd. Pada masa pandemi yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini, mau tidak mau mengubah wajah Pendidikan di Dunia terutama di Indonesia. Sekolah tatap muka yang ditiadakan menjadikan kanal digital menjadi satu-satunya pilihan. Aplikasi seperti Zoom, Google Meet ataupun Google Classroom menjadi hal yang familiar di semua kalangan. Tidak terkecuali penelitian pun terkena imbasnya.

Suraji, dalam paparannya mengungkapkan alternatif metode penelitian yaitu Studi Literatur adalah cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber-sumber tulisan terpercaya yang pernal dibuat sebelumnya. Studi Literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data Pustaka, membaca, dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. “Tentunya Studi Literatur ini dapat memberikan inspirasi dan ide penelitian, penambahan referensi dalam studi pendahuluan, menentukan arah penelitian, tidak dibatasi ruang dan waktu dan data bersifat siap pakai” tambah Suraji lagi.

Hal ini diamini pula oleh Dr. Syukrul Hamdi yang menjabarkan mengenai Penelitian Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. Menurut Syukrul, Pendidikan tidak berhenti setelah memperoleh gelar. Skill yang diperlukan lagi antara lain keterampilan social, kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya dan mencari literasi baru. “Intinya Belajar Sepanjang Hayat” tambah Syukrul lagi. Literasi baru tersebut yaitu literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. “Agar lulusan bisa kompetitif, kurikulum perlu orientasi baru, sebab adanya Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup literasi lama (membaca, menulis dan matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat” tutup Syukrul dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa, pendidik, peneliti dan praktisi. (ant)

.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain

Penelitian dan Studi Literatur di Masa Pandemi

Berita PPs - Mon, 2021-08-23 11:15

Asosiasi Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia menggelar Webinar dengan Tema “Penelitian dan Studi Literatur di Masa Pandemi” yang menghadirkan dua narasumber dari UNY yaitu Dr. Syukrul Hamdi, S.Pd., M.Pd. dan dari UNS yaitu Suraji, S.Pd., M.Pd. Pada masa pandemi yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini, mau tidak mau mengubah wajah Pendidikan di Dunia terutama di Indonesia. Sekolah tatap muka yang ditiadakan menjadikan kanal digital menjadi satu-satunya pilihan. Aplikasi seperti Zoom, Google Meet ataupun Google Classroom menjadi hal yang familiar di semua kalangan. Tidak terkecuali penelitian pun terkena imbasnya.

Suraji, dalam paparannya mengungkapkan alternatif metode penelitian yaitu Studi Literatur adalah cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber-sumber tulisan terpercaya yang pernal dibuat sebelumnya. Studi Literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data Pustaka, membaca, dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. “Tentunya Studi Literatur ini dapat memberikan inspirasi dan ide penelitian, penambahan referensi dalam studi pendahuluan, menentukan arah penelitian, tidak dibatasi ruang dan waktu dan data bersifat siap pakai” tambah Suraji lagi.

Hal ini diamini pula oleh Dr. Syukrul Hamdi yang menjabarkan mengenai Penelitian Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. Menurut Syukrul, Pendidikan tidak berhenti setelah memperoleh gelar. Skill yang diperlukan lagi antara lain keterampilan social, kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya dan mencari literasi baru. “Intinya Belajar Sepanjang Hayat” tambah Syukrul lagi. Literasi baru tersebut yaitu literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. “Agar lulusan bisa kompetitif, kurikulum perlu orientasi baru, sebab adanya Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup literasi lama (membaca, menulis dan matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat” tutup Syukrul dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa, pendidik, peneliti dan praktisi. (ant)

.

Categories: Berita Lain

Juara Pertama Lomba Karya Tulis Desa Wisata 2021

Berita FT - Mon, 2021-08-23 09:33

Universitas Negeri Yogyakarta selalu mensupport upaya mewujudkan iklim penelitian yang bisa dirasakan di lapangan secara langsung oleh masyarakat dengan konsep merdeka belajar kampus merdeka. Perguruan tinggi hadir bagian dari pentha helik membangun berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat desa dengan potensi alam dan kapabilitas sumber daya manusianya menyamput era aerometropolis Bandara Internasional Kulon Progo.

Sejalan dengan itu, dalam rangka  mengembangkan potensi kualitas narasi media sosial dan mengenalkan potensi wisata yang ada agar lebih dikenal dan menjadi daya tarik bagi wisatawan, Badan Otorita Borobudur menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Desa Wisata 2021.

Pada ajang tersebut, mahasiswa UNY kembali menorehkan hasil yang membanggakan. Melalui karya tulis populer mampu meraih juara 1 tingkat nasional dari 225 naskah yang terbagi di 16 kategori desa wisata obyek wisata di Jogja dan Jawa Tengah. Mahasiswa itu adalah Widodo mahasiwa PTK PPs UNY Angkatan 2020. Dengan mengambil sebagian dari research disertasi yang dipromotori oleh Prof. Dr. Moch Bruri Triyono, M.Pd., dan Prof. Dr. Putu Sudira, M.P., dengan tema payung besar masyarakat vokasional yang dipelopori pertama kali oleh Dr. (H.C).dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) yang saat ini menjabat sebagai kepala BKKBN.

“Pulang ke Rumah Simbah Humanisme di Desa Segajih” itulah judul karya tulis yang dipilih Widodo, dan mengantarkan sebagai pemenang. Pengumuman pemenang, disampaikan pada Jum’at (20/8) dalam acara Pengumuman Pemenang Lomba Karya Tulis Desa Wisata 2021 dan Talk Show “Desa Wisata Joglosemar Menuju ke Tingkat Global” yang diselenggarakan oleh Badan Otorita Borobudur melalui media YouTube https://www.youtube.com/watch?v=IEqQbB-dhiI

Mengangkat akulturasi desa wisata Segajih dengan industri kreatif tentang wisata budaya, alam, dan buatan dengan kreatifitas edukasi menonjolkan edukasi tinggal bersama masyarakat yang humanis dengan sejuta kenangan. Dengan kerajinan UMKM Batik sundul langit, bowel, atraksi budaya, gula semut, tracking pule paying, outbond susur sungai, home stay di desa dengan standar hotel, dan CHSE dengan new normal. Nilai kebiasaan masyarakat yang humanis inilah ternyata banyak diminati para wisatawan yang bisa merasakan kenangan pulang ke rumah simbah.

Nama Segajih, menurut Widodo, berawal dari kisah dahulu kala yakni pernah ada pohon durian besar dan lebar yang menghasilkan buah durian yang manis berwarna putih tebalnya seperti daging gajih. Dari situlah tokoh sesepuh masyarakat sepakat menamai Desa Segajih hingga para pemuda sampai saat ini. Banyaknya potensi alam yang didukung oleh kegigihan masyarakat dengan semangat kerja keras dan gotong royong menjadi modal awal pendirian Desa Wisata Segajih yang dipelopori oleh Bapak Ali Subkan pada tahun 2018. Upaya ini mampu menghantarkan Desa Wisata Segajih sebagai bagian dari 67 desa wisata binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020.

Keunikan Desa Wisata Segajih menjual kenangan dengan hidup bersama-sama dengan masyarakat desa menginap belajar kultur kehidupan desa yang sangat kaya. Mulai dari wisata outbond yang terkoneksi dengan jelajah gunung ke pule payung, susur sungai, rumah penginapan (home stay), wisata edukasi, dan wisata budaya. Wisatawan yang tiba di lokasi akan disambut dengan atraksi kesenian gamelan dipadukan dengan tarian. Bahkan di tahun awal maret 2020 ditunjuk jadi tuan rumah Jamboree Internasional Scotland 2020 yang sudah ditandatangani 20 negara, dikarenakan aturan PPKM untuk off sementara. (Sud/Widodo).

Categories: Berita Lain

Pengembangan Kurikulum Untuk Penguatan Keahlian Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja

Berita FMIPA - Mon, 2021-08-23 06:06

Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) harus kita kawal bersama-sama. Akan menjadi ikon prodi Kimia melalui hibah kompetisi , menjadi pusat unggulan di FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta dan akan menjadi rujukan berbagai perguruan tinggi. 
Mengacu pada 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) salah satunya adalah lulusan mendapat pekerjaan yang layak tentunya perlu kita manifestasikan kedalam kurikulum, agar kurikulum yang kita kembangkan membekali kepada para mahasiswa agar ketika lulus mereka tidak asing dengan keahlian pekerjaan yang akan dilaksanakan di dunia kerja. Dengan demikian perlu dilakukan penguatan terhadap mahasiswa.
Hal tersebuat disampaikan oleh Prof. Dr. Margana, Wakil Rektor Bidang Akademik UNY saat membuka Workshop Sinergi Kurikulum MBKM Prodi Kimia dengan Alumni, Industri dan Prodi Lainnya di Jurusan Pendidikan Kimia UNY yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY. Acara dilaksanakan secara luring dan daring pada Jumat 20/8/21 di Yogyakarta.  
Lebih lanjut Prof. Margana menjelaskan, IKU yang kedua yaitu mahasiswa mendapat pengalaman diluar kampus. Kurikulum MBKM memberikan kebebasan kepada para mahasiswa untuk mengambil mata kuliah diluar kampus seperti transfer kredit, KKN, dsb. 
Sementara itu pembicara Windra Setyawan, S.Si., (alumni  & PT Esye Natural Kosmetindo) dalam sharing alumni & sinergi Kurikulum S1 Kimia dengan Industri  menceritakan tentang pengalamannya bekerja di industri terapan berbagai bidang yaitu di industri pakan ternak, industri farmasi, kemudian ke industri kosmetik.  
“Dari pengalaman bekerja di ketiga industri tersebut kurikulum yang saya dapat  sudah cukup memberikan dasar  ilmu bagi alumni dalam menghadapi dunia kerja. Keilmuan yang diperoleh menyesuaikan dengan lingkup jenis industri/pekerjaan”, jelasnya.
Windra memaparkan, dari ketiga pekerjaan industri tersebut hal yang perlu lebih diperdalam dalam pengetahuan kimia yaitu pengetahuan tentang instrument.  Ketika saya masuk ke industri farmasi saya melihat instrument analisa lebih kompleks. Bagaimana cara menggunakan alat ini. Disatu sisi membuat saya tertantang untuk bisa menggunakannya dengan benar, tapi disisi lain ada kekhawatiran bagaimana nanti kalau alatnya rusak. Yang perlu diperdalam adalah penggunaan  High performance liquid  chromatography (HPLC)  karena alat ini umum digunakan diberbagai  industri.  
Saran saya sebagai alumni yang sudah bekerja di industri, lanjut Windra,  yaitu memperkaya informasi tentang instrumentasi pengujian, menyisipkan materi terkait quality management system, serta pengadaan instrument pendukung mata kuliah yang relevan. 
Pembicara lain pada workshop tersebut yaitu Dr. Maria Paristiowati (Tim Perumus CPL Kimia dan Pendidikan HKI), serta Dr. Harry Firman, Tim Ahli SEAQIS (SEAMEO QITEP in Science). (witono)

Categories: Berita Lain

Tingkatkan Kerjasama, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta Teken MoA dengan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

Berita FE - Sat, 2021-08-21 22:40

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta bersama Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menyepakati perjanjian kerjasama dengan melakukan penandatanganan Nota Kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA). Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi UNY, Dr. Siswanto, M. Pd dengan Dekan Fakultas Ekonomi UM Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA secara daring pada tanggal 18 Agustus 2021.

Dalam sambutan awalnya, Dekan Fakultas Ekonomi UM, Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA mengatakan bahwa di era saat ini dunia pendidikan tidak hanya dituntut untuk fokus dalam teori namun juga harus dapat mengikuti perkembangan revolusi industri. Tidak lupa juga diucapkan terima kasih atas terjalinnya kerjasama antar kedua belah pihak.

“Saat ini, dunia pendidikan tidak hanya dituntut untuk fokus dalam teori namun juga perlu mengikuti perkembangan revolusi industri di dunia kerja tentunya. Dan harapan saya semoga niat baik ini diridhoi Allah SWT sehingga tujuan mulia yang mulia dapat tercapai,” ucap Cipto saat menyampaikan sambutan.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi UNY Dr. Siswanto, M. Pd. yang menyatakan terima kasih dan sangat bersyukur atas terjalinnya kerja sama antar lembaga. Harapan dari adanya kerja sama ini tentu sangat mulia yaitu selain mengeratkan persaudaraan yang telah terjalin juga akan meningkatkan kinerja antar lembaga.

“Terima kasih kepada Prodi Pendidikan Ekonomi UNY dan Prodi Pendidikan Ekonomi UM yang telah mengeratkan persaudaraan yang telah terjalin. Alhamdullilah inisiasi prodi dihharapkan dapat dijadikan catatan kinerja yang telah dilakukan antar prodi,” ungkap Siswanto.

Selain itu, harapan-harapan besar juga disampaikan oleh masing-masing Korprodi dalam menyambut penandatanganan MoU yang telah dilakukan, seperti pengembangan bidang-bidang kerja sama lain yang belum termuat dalam MoU yang telah ditandangani. (roestam)

Categories: Berita Lain

FMIPA UNY RAIH PRESTASI DI KNMIPA LPTK 2021

Berita FMIPA - Fri, 2021-08-20 14:59

Kegiatan “KN-MIPA LPTK 2021” merupakan kompetisi nasional dalam bidang MIPA seperti biologi, fisika, kimia, dan matematika yang diikuti oleh 12 perguruan tinggi negeri se-Indonesia yang tergabung dalam LPTK (Lembaga Perguruan Tinggi Kependidikan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BEM FMIPA) Unesa Surabaya. 

Dalam ajang bergensi ini, FMIPA UNY mengirim mahasiswa-mahasiswi terbaiknya untuk berkompetisi dengan sebelas perguruan tinggi LPTK yang ada di Indonesia, seperti: Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Pendidikan Ganesha.

KNMIPA LPTK dilaksanakan pada 14 Agustus 2021 secara daring. Hasil dari pelaksanaan lomba tersebut diumumkan pada 18 Agustus 2021 via zoom meeting. Berkat kerja keras dari para kontigen, FMIPA UNY berhasil menyabet empat medali, yaitu: Juara 3 bidang Biologi diraih oleh  Dhiya Khairunnisa Islami Hana, Honorable Mention bidang Fisika diraih oleh Sapna Mutiara Sari, Honorable Mention bidang Kimia diraih oleh Hapiudin, dan Honorable Mention bidang Matematika diraih oleh Muhammad Rizky F. 

Keempat prestasi ini tak luput dari dukungan dan bimbingan dari dosen-dosen pembimbing FMIPA UNY serta civitas akademika yang membantu mempersiapankan dan memfasilitasi serangkaian kegiatan KN-MIPA LPTK 2021 yang dilaksanakan secara daring. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya, khususnya dalam pengembangan karakter dan kemampuan ilmiahnya di bidang ilmu MIPA. UNY Jaya!

Tags: Prestasi Mahasiswa
Categories: Berita Lain

Jeli dan Cermat Tangkap Permasalahan Masyarakat

Berita FT - Fri, 2021-08-20 11:12

Konsep Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) masa mendatang adalah untuk mendukung kemandirian bangsa dan sinergi implementasi Tri Dharma demi membentuk masyarakat produktif dan trampil berlandaskan ketentraman dan kemendirian. Kedepan akan ada skim baru multi tahun yang bersifat matching fund yaitu Program kemitraan Pengembangan Kewilayahaan (PKPK) sebagai gabungan PKW/ Program Kemitraan Wilayah, PPDM/  Program Pengembangan Desa Mitra dan PPPUD/ Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD). Demikian disampaikan Darmono, M.Pd. saat menjadi narasumber Refreshing metode dan strategi mendapatkan hibah PPM dalam Webinar Series #3 Pengembangan Kapasitas Dosen Fakultas Teknik UNY 2021 yang diselenggarakan Pusat Sumber Belajar FT UNY (19/08/2021).

Darmono menjelaskan bahwa skim program kemitraan masyarakat adalah untuk membentuk atau mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi, membantu menciptakan ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, serta meningkatkan keterampilan berfikir, membaca, dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan.

“Luaran wajib dari PKM adalah artikel ilmiah dipublikasukan jurnal ber-ISSN atau prosiding ber-ISBN, artikel di media masa cetak atau elektronik, video kegiatan dan peningkatan keberdayaan mitra sesuai permasalahan serta luaran lainnya diluar luaran wajib,” ujarnya.

“Kriteria Program Kemitraan Masyarakat adalah memiliki satu mitra sasaran, permsalahan yang ditangani pada mitra minimal 2 bidang dan jarak mitra dari kampus maksimal 200 km dengan jangka waktu 8 bulan,” terang Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta ini.

“Lalu bagaimana memilih mitra yang tepat itu semua tergantung dari kejelian, kecermatan dan kepekaan bapak, ibu dosen dalam menangkap setiap permaslahan di masyarakat karena siapa saja bisa menjadi mitra mulai dari kelompok masyakarat umum seperti PKK, Posyandu, Karang taruna, RT/RW, sekolah dan lain-lain/ Bisa juga kelompok masyarakat ekonomi produktif seperti IRT, kelompok tani, ternak, nelayan maupun kelompok usaha tainnya atau kelompok masyarakat yang mengarah pada ekonomi kreatif,” beber Darmono.

“Metode pelaksanaan terdiri dari tahap pelaksanaan program, metode yang ditawarkan, partisipasi mitra serta evaluasi dan keberlanjutan program, kemudian, terkait biaya dan anggaran yang merupakan bagian yang sangat krusial maka coba didesain untuk lebih ditekankan pada model investasi berkelanjutan bagi mitra,” tutupnya.

Categories: Berita Lain

Kembangkan Pengusir Burung Otomatis, Mahasiswa UNY diundang Dinas Pertanian, Pangan & Perikanan Sleman

Berita FT - Thu, 2021-08-19 12:15

Sekolompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Wolly Dwi Parma, Chalik Nopa Saputra, Nadya Putri Kurniasari, Sintya Marissa, Sherly Hariyanti dibawah bimbingan dosen Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Ir. Bambang Sulistyo, M.Eng., berhasil mengembangkan pengusir burung otomatis bertenaga surya di sawah. Inovasi ini menarik perhatian Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman yang mengundang seluruh anggota tim untuk beraudiensi pada 18 Agustus 2021 di Aula Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kab. Sleman.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sleman, Ir. Siti Rochayah Dwi Mulyani, M.P, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim atas inisiasi penelitiannya dibidang pertanian, khususnya pengendalian organisme pengganggu tanaman. “Kami sangat tertarik untuk mengembangkan inovasi ini pada tahun depan namun tentu ada serangkaian proses yang mesti kami lakukan terkait penyesuian RAB tahun depan,” ujarnya.

Kami berharap penelitian ini juga diterapkan dalam program pengabdian masyarakat sehingga bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas khususnya para petani di kawasan Sleman. 

Wolly Dwi Parma salah satu perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa alat buatan timnya berupa alat otomatis dengan panel surya sebagai sumber energinya untuk pengusir burung penganggu. Burung pengganggu adalah salah satu parasit yang sering muncul saat padi mendekati panen, burung akan memakan bagian dalam padi sehingga kulitnya akan tertinggal.

“Alat kami kembangkan memanfaatkan perangkat Arduino Uno, servo, panel surya, baterai, dan bel,” lanjutnya.

“Prinsip kerja alat ini adalah cahaya yang ditangkap oleh panel surya akan disimpan di baterai setelah itu energi baterai akan ditransmisikan ke Arduino Uno dan servo akan menggerakkan tali dengan bel,” bebernya.

“Bel akan bergerak setiap lima detik dan akan berhenti ketika energi di baterai habis,” terangnya.

“Alat ini sangat efisien dalam menggunakan energi pada baterai sehingga sangat efektif dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” terang Wolly.

“Biasanya petani membuat pengusir burung dengan kaleng dan tali, cara kerjanya adalah dengan menarik senar agar kaleng mengeluarkan suara Kelemahan alat ini adalah petani harus menarik alat tersebut terus menerus dan pada saat petani tidak pergi ke sawah, tidak ada untuk menarik alat tersebut,” jelas Wolly ketika ditanya mengenai alasan mengambangkan alat ini.

“Alat kami memiliki bentuk yang sama dengan pengusir burung pada umumnya, namun yang membedakan alat ini dengan alat lainnya pada umumnya adalah bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan energi matahari sehingg petani tidak perlu memindahkan alat secara manual dan alat ini sangat hemat energi karena energi dari panel surya di baterai yang digunakan sangat sedikit, sehingga sangat hemat energi,” tutup Wolly. 
 

Categories: Berita Lain

Refreshing Metode Penelitian dan Strategi Mendapatkan Hibah Penelitian

Berita FT - Thu, 2021-08-19 09:22

Metodologi dalam usulan proposal hibah penelitian akan sangat menyesuiakan skema yang diambil dan pada umumnya penelitian multi tahun menggunakan mix-method yang disesuiakan dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi/TKT (Technology Readiness Level) apakah dasar, terapan atau pengembangan,. Demikian disampaikan Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si., dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univeritas Negeri Yogyakarta kala menjadi narasumber penyegaran metode penelitian dan strategi mendapatkan hibah penelitian dalam Webinar Series #3 Pengembangan Kapasitas Dosen Fakultas Teknik UNY 2021 yang diselenggarakan Pusat Sumber Belajar FT UNY (19/08/2021).

Dadan melanjutkan bahwa unutk dosen-dosen teknik saya yakin karya penelitiannya lebih ke ranah terapan dan pengembangan Penelitian terapan merupakan penelitian yang ditujukan untuk mendapat dolusi dari suatu masalah yang ada di masyarakat, industri, pemerintah sebagai kelanjutan dari riset dasar. “Penelitian jenis ini lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangn IPTEK yang berorientasi pada produk yang telah tervalidasi di lingkungan lab atau lapangan,” terang Dadan.

“Luaran wajib dari penelitian terapan dapat berupa paten, paten sederhana, hak cipta,” lanjut Dadan.

“Sedangkan penelitian pengembangan ditujukan untuk mencapai pengembangan lebih lanjut pada tahapan model/produk/purwarupa yang telah diuji coba dalam lingkungan yang sebenarnya. Penelitian ini lebih diarahkan untuk mengembangkan produk komersial dan berada pada level TKT 7 hingga 9 sehingga menghasilkan merek dengan fungsi baru atau merek dengan spesifikasi baru,” terang Dadan.

“Penelitian pengembangan juga memiliki tujuan untuk mendorong kemampuan peneliti multidisipilin dalam bekerjasama dengan institusi mitra baik dalam maupun luar negeri dan luaran wajib dari penelitian ini dapat berupa produk industri atau kebijakan,” imbuhnya.

“Dalam proses review proposal penelitian yang kita ajukan aspek detail sangat lah penting yang mana tiap tahapan nanti akan dikonformasi dengan RAB yang kita ajukan,” ucap Guru Besar Jurusan Pendidikan IPA ini.

“Terkait Strategi mendapatkan hibanh penelitian kompetitif nasional dan desentalisasi, yang pertama kita mesti memahami indikator penilaian proposal yakni melengkapi data di Sinta/Simlitabmas pastikan sinkron dengan PDDikti,syarat administrasi umum dan khusus, jumlah publikasi, jumlah buku, HKI,” beber Dadan.

“Tentu juga kebaruan, inovasi dan luaran yang kompetitif dan aktual mesti ditekankan utuk menggambarkan kualitas proposal penelitian kita,” ungkap Dadan.

“Setelah kita juga harus jeli membaca kebijakan riset nasional sehingga kita memahami Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024,” tutupnya.
 

Categories: Berita Lain

Tingkatkan Kerjasama, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta Teken MoA dan IA dengan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

Berita EKO FE - Wed, 2021-08-18 14:54

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta bersama Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menyepakati perjanjian kerjasama dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Penandatanganan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi UNY, Dr. Siswanto, M. Pd dengan Dekan Fakultas Ekonomi UM Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA secara daring pada tanggal 18 Agustus 2021.

Dalam sambutan awalnya, Dekan Fakultas Ekonomi UM, Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA mengatakan bahwa di era saat ini dunia pendidikan tidak hanya dituntut untuk fokus dalam teori namun juga harus dapat mengikuti perkembangan revolusi industri. Tidak lupa juga diucapkan terima kasih atas terjalinnya kerjasama antar kedua belah pihak.

“Saat ini, dunia pendidikan tidak hanya dituntut untuk fokus dalam teori namun juga perlu mengikuti perkembangan revolusi industri di dunia kerja tentunya. Dan harapan saya semoga niat baik ini diridhoi Allah SWT sehingga tujuan mulia yang mulia dapat tercapai”. Ucap Dr. Cipto Wardoyo saat menyampaikan sambutan.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi UNY Dr. Siswanto, M. Pd yang menyatakan terima kasih dan sangat bersyukur atas terjainnya kerja sama antar lembaga. Harapan dari adanya kerja sama ini tentu sangat mulia yaitu selain mengeratkan persaudaraan yang telah terjalin juga akan meningkatkan kinerja antar lembaga.

“Terima kasih kepada Prodi Pendidikan Ekonomi UNY dan Prodi Pendidikan Ekonomi UM yang telah mengeratkan persaudaraan yang telah terjalin. Alhamdullilah inisiasi prodi dihharapkan dapat dijadikan catatan kinerja yang telah dilakukan antar prodi” Ungkap Dr. Siswanto, M.Pd

Selain itu, harapan-harapan besar juga disampaiakn oleh antar Korprodi dalam menyambut penandatanganan MoU yang telah dilakukan, seperti pengembangan bidang-bidang kerjasama lain yang belum termuat dala MoU yang telah ditandangani.

Categories: Berita Lain

Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen Tanaman Serai Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Wirausaha Perempuan Dusun Samen, Sumbermulyo, Bambanglipuro

Berita PLS FIP - Wed, 2021-08-18 14:34

Pada tanggal 13 Juni 2021 kelompok dosen PLS FIP UNY yang diketuai oleh Dr. Entoh Tohani, M.Pd. melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di dusun samen, sumbermulyo, bambanglipuro. Kelompok dosen PLS FIP UNY yang beranggotakan 4 orang (Drs. Hiryanto, M.Si,; Lutfi Wibawa, M.Pd,; Arif Wijayanto, M.Pd,; Akhmad Rofik, M.Pd.) mengusung judul pengabdian “Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen Tanaman Serai Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Wirausaha Perempuan Dusun Samen, Sumbermulyo, Bambanglipuro”. Harapanya dengan adanya kegiatan pengabdian ini, warga perempuan di dusun samen dapat berwirausaha dengan memanfaatkan potensi lokal berupa tanaman serai.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 1 hari dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB dirumah ketua kelompok serai. Acara dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh ketua kelompok serai dilanjutkan kepala dusun samen dan sambutan terakhir disampaikan oleh perwakilan dari kelompok PPM Dosen FIP UNY. Semua pihak sangat mengapresiasi adanya kegiatan pelatihan ini dikarenakan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dusun samen pada saat pandemic. Setelah sambutan dilanjutkan acara berikutnya yaitu pemberian materi oleh narasumber, tanya jawab, dan penanaman tanaman serai serta diakhiri dengan penutup.

Materi yang diberikan pada pelatihan ini adalah penyadaran berwirausaha, pemanfaatan lahan, dan pengolahan tanaman serai. Materi penyadaran disampaikan oleh Bpk. Akhmad Rofik, M.Pd. dengan memberikan beberapa penjelasan terkait dengan kiat-kiat berwirausaha dimasa pandemic. Dilanjutkan dengan narasumber inti yaitu Bpk. Sunaryanta yang memberikan materi terkait pemanfaatan lahan dan pengolahan tanaman serai menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomi. Setelah pemberian materi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan narasumber.

Pada sesi tanya jawab para peserta terlihat sangat antusias untuk menanyakan sesuatu terkait materi yang diberikan. Selain bertanya, peserta juga melontarkan berbagai masukan terkait tindak lanjut yang akan dilakukan pasca pelatihan. Salah satu peserta mengusulkan supaya diadakan kunjungan ke tempat produksi pengelolaan pasca panen tanaman serai supaya bisa melihat secara langsung proses prosuksinya. Harapanya para peserta nantinya cepat untuk dapat memproduksi sendiri jika sudah memiliki alatnya. Peserta lain mengusulkan supaya dibentuk kelompok usaha sehingga dapat terorganisir dengan baik nantinya.

Masukan atau usulan dari peserta ditangkap dan ditanggapi dengan positif oleh ketua kelompok masyarakat dan kepala dusun samen. Nantinya akan diadakan diskusi internal terkait beberapa hal yang disampaikan oleh peserta. Narasumber juga menganggapinya dengan positif, beliau siap untuk dikunjungi asalkan tidak melanggar protocol Kesehatan dan sebelumnya janjian terlebih dahulu waktu dan tanggalnya mengingat jadwal yang padat. Acara berikutnya yaitu penanaman serai dipimpin oleh ketua kelompok PPM dosen PLS Dr. Entoh Tohani, M.Pd yang sebelumnya didahului dengan pemberian tanaman serai kepada masyarakat secara simbolis.

Harapanya, hubungan antara masyarakat dusun samen, narasumber dan kelompok pengabdian dosen PLS FIP UNY dapat terus bersinergi sampai dengan tujuan tercapai. Tindak lanjut dari kegiatan ini secara nyata adalah dengan melakukan kordinasi secara periodic dengan kelompok sasaran dan pihak-pihak terkait untuk mengawal terealisasinya tujuan dari kegiatan ini. Seperti yang sudah disebutkan bahwa tujuan akhir dari kegiatan ini adalah masyarakat dusun samen dapat mandiri dalam berwirausaha dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di dusun samen. (Arf/Rof)

Categories: Berita Lain

WEBINAR TEMU ALUMNI PLS 2021

Berita PLS FIP - Wed, 2021-08-18 14:32

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan acara Webinar Temu Alumni secara daring pada hari Sabtu tanggal 31 Juli 2021. Acara ini dilaksanakan mulai pukul 08.30 – 13.00 WIB melalui platform zoom meeting dengan jumlah peserta yakni lebih dari 500 orang yang berasal dari alumni PLS FIP UNY mulai dari angkatan 1990 – 2017. Acara Webinar ini berjudul “Reaktualisasi Peran Alumni PLS/PNF Berjejaring Membangun Negeri di Masa Pandemi”. Tujuan acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni PLS sekaligus menambah relasi kerja dalam lingkup PLS/PNF. Acara Webinar ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bapak Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes. AIFO. serta disambut langsung oleh Dekan FIP UNY Bapak Dr. Sujarwo, M.Pd. Beliau sangat mengapresiasi dan mendukung acara ini serta berharap terjalin silaturahmi serta kerjasama yang saling mendukung antara Perguruan Tinggi dengan alumni PLS yang ada di berbagai macam instansi baik pemerintah maupun non pemerintah.

Acara Webinar ini dibagi menjadi dua sesi, dimana sesi I bertemakan “Kontribusi PLS dalam Masyarakat” dan sesi II bertemakan “Urgensi Kolaborasi antar Alumni PLS”, yang disampaikan oleh satu keynote speaker dan lima pemateri, beliau antara lain:

Dr. (HC) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd. (Menteri Desa PDTT) sebagai keynote speaker

Sesi I:

Prof. Dr. Yoyon Suryono, MS. (Guru Besar PLS FIP UNY) membawakan materi “Peran Alumni PLS di Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan”

Dra. Lilik Umi Nasriyah, M.Pd. (Alumni PLS 1980) membawakan materi “Pemberdayaan Masyarakat”

Sesi II:

Sunardi, S.Pd. (Alumni PLS 2001)

Nanang Kristanto, M.Pd. (Alumni PLS 2007)

Gus Malik, S.Pd., MM. (Alumni PLS 2012)

 

Semangat dan antusias para peserta webinar sangatlah besar. Hal ini terlihat dari keaktifan para peserta dalam bertanya kepada para pemateri. Harapannya semoga acara ini bisa mempererat tali silaturahmi sekaligus kerjasama baik dalam dunia pendidikan maupun non pendidikan, serta dapat memberikan lapangan kerja bagi calon lulusan PLS di masa yang akan datang. (Adn)

 

Categories: Berita Lain

Automatic Smart Pen Ploter (ASP2) Tingkatkan Efektivitas Produksi Batik Tulis Indonesia

Berita FT - Wed, 2021-08-18 08:26

Sebagai salah satu strategi untuk menguatkan kolaborasi anatar Perguruan Tinggi Vokasi dengan dunia kerja, maka Ditjen Pendidikan Tinggi Vokasi melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi  dan Profesi ( PTVP) Kemendikbud Ristek meluncurkan sebuah program yaitu  Matching Fund Vokasi (Program Pendanaan Kampus).

Matching Fund sendiri merupakan Implementasi pendidikan vokasi yang lebih mengarah pada riset terapan sehingga nantinya produk dari hasil riset bisa dihilirkan ke masyarakat, pasar dan industri. Dana total yang dimiliki Matching Fund sebesar 180 miliar nantinya akan diperuntukkan untuk pengembangan Pusat Unggulan Teknologi (PUT), hilirisasi produk riset terapan serta Start- Up kampus vokasi yang dibangun bersama dunia kerja.

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang lolos untuk seleksi kelayakan usulan program Matching Fund Vokasi untuk Tahun Anggaran 2021, melalui proposalnya yang berjudul “Automatic Smart Pen Ploter (Asp2) Berbasis Internet of Things Sebagai Wujud Pengembangan Inovasi Dalam Mendorong Produktivitas Batik Tulis Indonesia” yang disusun oleh beberapa dosen D4 Elektronika dan Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) UNY yang terdiri dari 8 orang dosen yaitu Dr. Aris Nasuha, MT, Ir. Ardy Seto Priambodo, M.Eng, Purno  Tri Aji., M.Eng, Suprapto, Ph.D, Febrianto Amri Ristadi, M.Sc., dan Ir. Satriyo Agung Dewanto, M.Pd. Selain itu, ada pula 2 orang dosen sebagai tim pendukung yaitu Oktaf Agni Dhewa, M.Cs. dan Anggun Winursito, M.Eng.

Industri batik selama ini merupakan salah satu industri yang cukup besar kontribusinya dalam perekonomian di Indonesia dan cukup membantu penyerapan tenaga kerja. Sayangnya tradisi membatik ini lama- lama pudar seiring waktu sehingga perlu usaha bersama untuk melestarikan tradisi luhur ini salah satunya tentu saja dengan membuat alat atau program yang memudahkan bagi para pengrajin batik seperti Automatic Smart Pen Ploter.

Merupakan alat sketsa motif batik secara otomatis yang memiliki ukuran dimensi 200x 100 cm, Automatic Smart Pen Ploter didukung teknologi internet of things dan kecerdasan buatan. Bagi pengrajin batik baik skala mikro maupun makro alat ini nantinya diharapkan mampu mengefektifkan mekanisme produksi karena memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi.

“Diharapkan dengan adanya program automatic smart pen ploter ini dapat meningkatkan produksi batik bagi para pengrajin batik terutama batik tulis sehingga berimbas pada peningkatan ekonomi juga,” ungkap Aris Nasuha ketika diwawancarai lewat telepon pada Jumat (13/8).

Dalam membuat serta mengembangkan program automatic smart pen ploter, para dosen yang terlibat didalam pembuatan dan pengembangan program ini melakukan kerja sama dengan PT Putra Multi Cipta Teknikindo dengan anak perusahaanya yaitu CV Astoetik yang terkenal dengan kompor listriknya. Adapun nantinya, dana yang diperoleh dari program Matching Fund Vokasi untuk automatic smart pen ploter akan digunakan untuk menghasilan satu buah produk siap dihilirisasi yang tentu saja dengan standar- standar tertentu. (Khairani Faizah)

Categories: Berita Lain

Mesin Pengering dan Pewarna Daun Gebang Otomatis

Berita FT - Wed, 2021-08-18 08:21

Daun gebang merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam industri kreatif, seperti kerajinan tangan berupa tas, dompet, topi dan sebagainya. Salah satu daerah yang menjadi sentra industri kerajinan tangan berbahan dasar agel adalah Kecamatan Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta. Salah satu pengrajin kerajinan tangan dari serat agel adalah Ibu Sartini dengan nama usaha Alfin Craft yang berada di Desa Giling, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta.  Ibu Sartini mampu memproduksi 300 sampai 500 buah kerajinan tangan selama satu bulan. Ratarata penghasilan yang diperoleh Ibu Sartini selama 1 bulan sebesar Rp 9.000.000,00.

Dalam proses pengolahannya Ibu Sartini melakukan tahap demi tahap secara manual. Mulai dari tahap memisahkan daun gebang dari lidinya, kemudian dibesut, dijemur, diwarnai, dan dibuat kerajinan. Proses yang dilakukan secara manual sering kali menimbulkan berbagai masalah. Salah satu masalah yang menjadi penghambat adalah proses pengeringan.

Menurut penuturan Ibu Sartini, jika cuaca cerah proses pengeringan menggunakan sinar matahari menghasilkan 5 Kg agel setiap harinya. Apabila cuaca mendung atau hujan maka untuk mengeringkan 5 Kg agel dibutuhkan waktu 4-5 hari. Hal tersebut mengakibatkan terlambatnya produksi agel yang mempengaruhi waktu pengerjaan kerajinan menjadi lebih lama dari seharusnya, sehingga jumlah barang yang diproduksi serta keuntungan yang didapatkan mengalami penurunan sebanyak 72%.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Aji Pamungkas (Teknik Manufaktur),  Annisa Alimah Ufairoh (Pend. Fisika), Laatifah (Fisika), Khakam Ma'ruf (Teknik mesin), Hangesti Arum Nuranisa (manajemen), dengan pembimbing dosen Surono,S.Pd.,M.Pd., mengimplementasikan alat pengering dengan pewarna otomatis yang dinamakan Mesin Pengering Agel Otomatis.

Aji Pamungkas mengungkapkan, mesin ini memiliki sistem pemanasan yang merata disegala sisi serta sistem berputar otomatis, sehingga mampu menghasilkan agel dengan kekeringan yang merata. Dengan mesin pengering ini waktu pengeringan agel bisa menjadi lebih singkat, yaitu 2-3 jam. Mesin pengering ini juga dilengkapi dengan pewarna otomatis, dengan begitu agel dapat diwarnai secara otomatis sehingga menghasilkan agel berwarna yang siap dianyam menjadi kerajinan tangan.

“Dengan diimplementasikan mesin pengering agel ini, mitra dapat meningkatkan hasil produksinya tanpa terkendala proses pengeringan serta pewarnaan dan omsetnya semakin meningkat dengan sistem pengerjaan yang semakin praktis”, lanjut Aji.

Sementara itu Laatifah, anggota tim menerangkan cara penggunaan alat ini yaitu mesin dibuka seperti biasa, kemudian daun gebang dimasukkan. Daya tampung sebanyak 10 Kg.  Bak pemrosesan ditutup kemudian tombol on dinyalakan sekaligus kompor pengeringnya. Penggunaan mesin ini dapat dimonitoring dengan aplikasi yang sudah disediakan yaitu aplikasi amec. Aplikasi amec akan memberikan notifikasi setelah proses pengeringan selesai. Setelah itu matikan terlebih dulu mesinnya.

Kemudian, dilanjutkan dengan proses pewarnaan, air pewarna dimasukkan sebanyak 12 liter. Kemudian nyalakan tombol on dan kompor pemanasnya. Proses ini memakan waktu 2 jam. Aplikasi amec akan memberi notifikasi setelah proses pewarnaan selesai. Usai proses pewarnaan sisa air pewarna harus dikeluarkan melalui kran output. Kemudian dilanjutkan pengeringan kembali selama 1 jam. Setelah itu agel siap dipintal dan diolah menjadi kerajinan yang cantik. (ifa/witono).

Categories: Berita Lain

Alat Monitoring dan Pengontrolan Suhu Otomatis

Berita FT - Wed, 2021-08-18 08:19

Usaha budidaya jamur tiram sudah menjadi hal yang jamak di masyarakat. Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dijual di pasaran. Jamur ini mengandung banyak zat yang penting bagi tubuh, di antaranya serat, beta glucan, vitamin B, mineral, kalium, dan beberapa jenis karbohidrat. Jamur ini baik dikonsumsi karena bebas lemak, rendah kalori, dan bebas kolesterol. Salah satu budidaya jamur ini adalah milik Toni Hidayat di Dusun Barepan, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY. Usaha ini telah berdiri sejak bulan Januari 2010 dengan omset sekitar 7,2 juta per bulan. Dengan luas area 220 meter persegi, Toni menghasilkan rata-rata 20 kg jamur tiram per hari tergantung pada musim. Pada musim hujan, hasil panen dapat mencapai angka 25 kg/hari sedangkan pada musim kemarau bisa turun hingga 15 kg/hari. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya gap antara hasil panen dengan kebutuhan pasar hingga mencapai angka 50%. Pengaruh cuaca terhadap hasil panen disebabkan oleh tidak tercapainya keadaan optimum untuk pertumbuhan jamur tiram. Usaha Jamur Hidayah milik Toni belum diukur suhu dan kelembabannya sehingga penyiraman yang dilakukan belum disesuaikan dengan kebutuhan jamur agar tumbuh optimum. Kontrol suhu dan kelembaban hanya dilakukan dengan menyiram kumbung jamur. Hal ini menggugah sekelompok mahasiswa UNY untuk membantu Toni dengan membuat sistem asisten cerdas sebagai alat monitoring dan pengontrolan suhu serta kelembaban kumbung jamur berbasis microcontroller, AI, dan IoT di kumbung budidaya jamur tiram. Mereka adalah Satya Adhiyaksa Ardy prodi teknologi informasi, Via Husna Mudiah prodi pendidikan teknik busana, Aisyattunnisai Tawakkal prodi pendidikan fisika, Nurul Kumara Fitriyani prodi fisika dan Tengku Khadijah Nurul Hanifah prodi kimia.

Menurut Satya Adhiyaksa Ardy pada saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0, dimana penggunaan teknologi informasi menjadi sangat penting untuk bersaing dengan dunia global. Teknologi seperti Internet of Things, Artificial Intelligence, Human–Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing adalah teknologi utama yang menopang pembangunan industri 4.0. “Aplikasi Telegram kami gunakan untuk memonitor suhu dan kelembaban kumbung karena jauh lebih murah dibandingkan dengan mengembangkan aplikasi sendiri dan tampilannya mudah digunakan oleh mitra” kata Satya. Via Husna Mudiah menambahkan Sistem asisten cerdas ini memanfaatkan konsep IoT (Internet of Things) untuk melakukan transfer data suhu dan kelembaban pada kumbung jamur tiram dari aplikasi chatting Telegram. Selain itu, alat ini juga memanfaatkan AI  (Artificial  Intelligence)  berupa  Logika  Fuzzy  yang  digunakan  untuk menentukan lama penyiraman optimal kumbung jamur oleh alat dengan mempertimbangkan suhu dan kelembaban pada kumbung jamur tiram.

Aisyattunnisai Tawakkal menjelaskan alat ini terdiri dari node sensor dan kontroler utama. “Kami menggunakan sensor suhu DHT11 yang diletakkan di 3 titik kumbung jamur” katanya. Ketiga sensor ini akan mengirimkan data suhu dan kelembaban kumbung disetiap titik ke kontroler utama dan akan dirata-rata. Data yang telah didapat kemudian digunakan untuk menentukan lama penyiraman yang dibutuhkan oleh kumbung jamur menggunakan kecerdasan buatan logika fuzzy. Dengan hasil yang diperoleh dari logika fuzzy, kontroler utama akan menghidupkan pompa air bertekanan tinggi yang terhubung dengan pipa air yang telah dipasangi nozzle kabut/embun yang melintang diatas rak baglog jamur, kemudian menghidupkan kipas angin untuk menurunkan dan meratakan suhu serta kelembaban kumbung. Alat ini dapat bekerja secara otomatis dan manual yang dapat diatur menggunakan aplikasi chatting telegram. Petani jamur dapat mengontrol alat dan mendapat notifikasi suhu dan kelembaban kumbung, kapan dilakukan penyiraman, dan melakukan input data panen melalui aplikasi chatting telegram dengan bot pada smartphone mereka. Pada fitur terbaru alat ini juga disertakan website untuk visualisasi data suhu, kelembaban, dan data panen yang lebih baik. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan IPTEK tahun 2021 serta sesuai dengan upaya UNY dalam agenda pembangunan berkelanjutan dalam hal pendidikan bermutu dan kemitraan untuk mencapai tujuan. (Dedy)

Categories: Berita Lain

CERMIN : Film Miniseries Produksi UKMF SEKRUP

Berita FMIPA - Tue, 2021-08-17 19:33

Cermin merupakan miniseries yang diproduksi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) SEKRUP FMIPA UNY 2021 dalam rangka menggelorakan asa dan budaya oleh mahasiswa dalam bentuk seni perfilman. Selain itu juga mewadahi bakat mahasiswa FMIPA UNY yang turut berperan, baik sebagai pemeran maupun kru. 
Karimatunnisa dari SEKRUP menjelaskan, miniseries ini diperankan oleh Yohana Ayu Kusuma sebagai Diana, Wiwied Ishartuti sebagai Bella, Tyas Rasyid Giri Ningrum sebagai Mama Dara, Muhammad Dzikron Amien sebagai pengisi suara cermin, Arya Dwi Nurwicaksono sebagai Bima, dan Dian Famela sebagai Bu Lela. Miniseries ini terdiri dari tiga episode yang diunggah pada akun Youtube UKMF Kelompok SEKRUP, yakni SEKRUP Official. 
“Episode pertama Cermin rilis pada 3 Agustus 2021. Pada episode pertama ini mengisahkan tentang gadis cantik bernama Diana yang selalu merasa sendiri. Ditemani kalung kesayangan pemberian ibunya, Diana menghabiskan hari dan bercerita pada liontinnya. Hidup yang berputar pada rumah dan sekolah semakin lama membuat Diana merasa bosan hingga akhirnya kejadian tak terduga terjadi pada Diana dan membawanya menemukan sebuah cermin. Akankah cermin itu memberi sesuatu dalam hidup Diana? ”, lanjutnya
Episode pertama miniseries ini berlanjut ke episode keduanya yang rilis pada 9 Agustus 2021 dengan konflik setelah liontin kesayangan hadiah dari Sang Mama hancur karena ulah teman pengusiknya bernama Bella yang diperankan oleh Wiwied, Diana tidak sengaja membuang liontin tersebut dan menemukan Cermin asing saat mencari liontinnya. Kenapa tiba-tiba Diana melemparkan cermin tersebut? Bagaimana Diana melanjutkan hidup dengan cermin asing dan liontin setengah patahnya? Keajaiban terjadi dan kita tidak akan pernah tahu.
Episode ketiga menyambung kisah dengan Diana yang menjadi semakin akrab dengan Cermin mulai berani untuk jujur soal hal-hal yang mengganggunya. Hadirnya Cermin membuat satu permintaan Diana terkabul seperti memiliki teman.  Meskipun begitu, harapannya untuk membuat liontin kesayangannya kembali utuh justru dijawab dengan sebuah teka-teki. Akankah Diana mampu membuat liontinnya utuh kembali dengan bantuan Cermin?
Episode ketiga yang rilis pada 16 Agustus 2021 ini menjadi akhir miniseries dengan meninggalkan pesan moral yang berhubungan dengan setiap scene pada episode-episode sebelumnya. Seperti yang tergambarkan dalam kutipan oleh Neil Gaiman, “The world always seems brighter when you've just made something that wasn't there before”. Selamat bertemu kembali dengan karya yang terus menggelora dalam setiap asa dan budaya. (witono)
 

Categories: Berita Lain

KURSUS BAHASA INDONESIA BAGI CIVITAS ACADEMICA MAEJO UNIVERSITY THAILAND

Berita FBS - Mon, 2021-08-16 23:52
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

KURSUS BAHASA INDONESIA BAGI CIVITAS ACADEMICA MAEJO UNIVERSITY THAILAND

Silaturahim akademik antar universitas dapat dilakukan dengan melakukan kerjasama. Salah satu wujud kerjasama itu direfleksikan dengan diselenggarakannya Kursus BIPA bagi sivitas academika Maejo University, Ciangmai, Thailand.

Kursus yang diampu oleh Ibu Dr. Tri Kusnawati, M.Hum. (Riri Cherie), Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis FBS UNY ini telah dimulai Senin (16/08/2021) dan akan berlangsung selama 6 minggu.

Terima kasih kepada Ibu Siriporn Maneechukate yang telah mengawal kegiatan ini dan juga Kerjasama lain yang akan diwujudkan.

Categories: Berita Lain

KOORDINASI MUHIBAH SENI FBS UNY

Berita FBS - Mon, 2021-08-16 23:49
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

KOORDINASI MUHIBAH SENI FBS UNY

Muhibah Seni, merupakan salah satu Program BIPA FBS UNY yang bertujuan mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat sasaran, yakni orang asing yang belajar BIPA. Konsep program ini adalah pengenalan seni dan budaya Indonesia yang disertai kegiatan-kegiatan praktis interaktif dengan audience yang diselenggarakan dalam waktu yang singkat.

Sasaran Muhibah Seni tahun 2021 ini adalah VILTA, yaitu siswa SD, SMP, dan SMA di Victoria Australia.

Dalam rangka mempersiapkan kegiatan Muhibah Seni yang direncanakan akan diselenggarakan pada Hari Sabtu, 21 Agustus 2021, Senin (16/08/2021) tim Muhibah Seni yang dikomandani Ibu Dr. Ari Kusmiatun, M.Hum. menyelenggarakan koordinasi secara daring dengan mengundang tutor dan mahasiswa yang membantu kegiatan.

Adapun kegiatan yang akan diselenggarakan meliputi:

1. Overview Seni Budaya Indonesia (Nusantara) oleh Ibu Dr. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd.

2.Praktik tari Tradisional Indonesia dengan tutor Dr. Kuswarsantyo dan Ibu Tresna Maya S, M.Pd.

3. Praktik Seni Musik Tradisional (Klotekan dan Lagu Daerah) dengan Tutor Ibu Drijastuti Jogjaningrum, S.Sn., M.A., dan Ibu Yunike Juniarti Fitria, M.A.

4. Praktik Seni Rupa/ Kriya dan Budaya (Pembuatan Wayang Kertas) dengan tutor Ibu Dwi Retno SA., M.Sn dan Ibu Arsianti Latifah, M.Sn, dibantu Ibu Aida Roihana Zuhro, M.Pd. (drsa)

Categories: Berita Lain

YUDISIUM PERIODE AGUSTUS 2021 FBS UNY.

Berita FBS - Mon, 2021-08-16 23:48
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

YUDISIUM PERIODE AGUSTUS 2021 FBS UNY.

Senin (02 Agustus 2021) FBS UNY menyelenggarakan Yudisium Periode Agustus 2021 secara daring yang diikuti 92 mahasiswa terdiri dari 54 orang dari Program Sarjana dan 6 orang dari Program Magister.

Dari jumlah keseluruhan 86 mahasiswa S1 peserta Yudisium, 54 orang meraih Cumlaude, dan untuk jenjang Magister dari 6 orang peserta, 3 orang meraih Cumlaude.

Adapun Angkatan lulus program studi Sarjana dan Magister yang mengikuti Yudisium bulan Agustus 2021 meliputi angkatan 2014 s.d. 2017 (Mahasiswa S1) dan Angkatan 2016 s.d. 2019 (mahasiswa S2).

Lulusan tercepat Jenjang Magister (S2) diraih oleh Desy Mutia Sari (NIM 19716251007) dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,86, masa studi 2 tahun dan waktu penyelesaian TA 11 bulan.

Lulusan Tercepat untuk Program Studi Sarjana (S1) Periode Agustus 2021 diraih oleh Pety Rahmalina (NIM 17201241018) dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3,89, masa studi 3 tahun 11 bulan dan waktu penyelesaian TA 9 bulan.(drsa)

Categories: Berita Lain

Pages