MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNY KEMBALI MERAIH JUARA 1 DALAM AJANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL DENGAN MEMBUAT APLIKASI PENANGANAN COVID-19 BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT DESA

Berita SOSIO FIS - Sat, 2021-10-09 17:12

Di era digital yang semakin modern pemanfaatan teknologi dalam segala bidang
kegiatan sangatlah penting untuk dikembangkan. Salah satunya berkaitan dengan pengembangan media yang dapat membantu masyarakat di era
pandemi covid-19. Pengembangan pemanfaatn teknologi didasarkan pada kebutuhan terhadap solusi dari permasalahan sosial yang muncul dalam masyarakat. Oleh karena itu peran milenial yang dikenal memiliki
kreatvfitas yang tinggi sangat dibutuhkan kontribusinya berupa solusi-solusi terbaik dalam hal
penanganan masayarkat di masa pandemi Covid-19.

Salah satunya, kontribusi yang dilakukan oleh tim dari mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dengan menyusun Aplikasi Tanggap Covid-19 sebagai Upaya Preventif dan Represif dalam Penanganan Covid-19 pada Masyarakat Desa.  Karya tulis ini kemudian menjuarai kompetisi Karya Tulis Ilmiah Nasional LENSA #7 yang diselenggarakan oleh UKMF Penelitian Screen Universitas Negeri Yogyakarta yang diselenggarakan secara daring pada 17 Juni- 25 September 2021.  Lomba Karya Tulis Ilmiah LENSA #7 merupakan ajang kompetisi penalaran yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh UKMF Penelitian Screen. Kompetisi ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi menjadi salah satu finalis dalam ajang kompetisi ini dimana tim ini terdiri dari Irfan Hermawan (Pendidikan Sosiologi 2019), Mirdayanti (Pendidikan Sosiologi 2020), dan Mas’ud Hamdani (Ilmu Komunikasi 2019). Tim ini mengangkat isu Covid-19  dimana mereka merasa miris melihat koban jiwa yang terus bertambah dari adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga menyadari bahwa pemerintah masih kurang cekatan dalam melakukan penangan pasien Covid-19 yang rata-rata berasal dari daerah perdesaan yang tentu saja masih minim pengetahuan mengenai upaya preventif dan represif dalam penanganan Covid-19.

Irfan dan tim merasa bahwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan berbagai macam permasalahan sosial di masyarakat, dari maraknya penyebaran berita hoaks hingga munculnya konflik sosial pada masyarakat yang semakin memperburuk keadaan. Berbagai macam konflik seperti konflik antar masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri, kurangnya perawatan bagi warga yang melakukan isolasi mandiri, dan timbulnya korban jiwa akibat kurangnya penanganan yang tepat bagi para isoman menjadi polemik yang terjadi di era pandemi. Aplikasi Tanggap Covid-19 Sebagai Upaya Preventif dan Represif Penanganan Covid-19 pada Masyarakat Desa ini dibuat dengan tujuan agar dapat membantu pemerintah dalam menangani masalah akibat adanya pandemi Covid-19. Aplikasi ini didesain dengan menambahkan fitur – fitur penting dalam upaya mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pada masyarakat seperti fitur laman berita, fitur upaya pencegahan, fitur informasi isoman, fitur informasi vaksin, fitur apotek, fitur informasi obat herbal, dan fitur kontak darurat. Aplikasi ini dapat digunakan untuk menghadapi Pandemi Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari, seperti informasi berita terkini, cara pencegahan, cara-cara melakukan isoman, serta edukasi untuk melawan berita hoaks tentang Covid-19.

“Menurut saya, pemerintah saat ini kurang maksimal dalam mendesain aplikasi yang sudah ada dan masih kurang cekatan dalam penanganan Covid-19 ini. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai macam permasalahan sosial dan masyarakat desa yang masih minim edukasi mengena covid-19 ini.” Jelas Irfan. Tak hanya itu Irfan juga mengemukakan bahwa aplikasi ini nantinya akan dikembangkan dan bekerjasama dengan instansi yang berwenang seperti KOMINFO, Kementrian Kesehatan, BKKBN dan lembaga yang dapat mendukung realisasi dari aplikasi yang mereka susun.

Categories: Berita Lain

PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNY MENGADAKAN PELATIHAN PEMANFAATAN COLABORATIVE TOOLS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN YANG INTERAKTIF DAN INOVATIF; BERSAMA MGMP SOSIOLOGI KABUPATEN KULON PROGO

Berita SOSIO FIS - Sat, 2021-10-09 12:38

Pelaksanaan pembelajaran daring di era pandemic Covid-19 sudah berjalan hampir 1,5 tahun, dengan berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi baik dari sisi guru maupun siswa. Kondisi ini mengharuskan guru maupun siswa  perlu melakukan penyusuaian untuk menggunakan media-media pembelajaran daring yang representative agar tujuan pembelajaan tetap tercapai baik secara pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Pada era pendidikan abad 21 ini, terdapat pergeseran peran guru yang semula sebagai creator (pencipta) menjadi fasilitator, yang menuntut adanya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi ini memerlukan sebuah pemanfaatan media pembelajaran yang dapat menjadi wadah untuk guru dan siswa sama-sama terlibat dalam pembelajaran secara interaktif, dan tidak tidak terbatas ruang dan waktu dalam mengakses kegiatan pembelajaran tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan media pembelajaran berbasis Collaborative Tools dimana siswa dan guru dapat  mengakses secara bersama berbagai vitur, seperti teks, gambar, video, dan file lainnya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Prodi Pendidikan Sosiologi UNY bekerjasama dengan MGMP Sosiologi Kabupaten Kulon Progo mengadakan “Pelatihan Pemanfaatan Colaborative Tools sebagai Media Pembelajaran yang Interaktif dan Inovatif”, yang dilakukan dalam 2 sesi pertemuan. Pelatihan ini dibersamai oleh dosen Pendidikan Sosiologi, Bapak Grendi Hendrastomo, M.M.,M.A. dan Ibu Sasiana Gilar Apriantika, M.A.

 Sesi pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 21 September 2021 di SMAN 1 Temon dengan materi pelatihan berupa Strategi menghadapi pembelajaran daring dan luring, serta pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi Conceptboard. Sesi Kedua dilaksanakan pada hari Jumat, 01 Oktober 2021 bertempat di SMAN 1 Sentolo. Pertemuan kedua menyampaikan materi tentang pembuatan aplikasi pembelajaran menggunakan Milanote. Kedua pertemuan tersebut dilakukan dengan diskusi dan praktik terbimbing, sehingga peserta pelatihan dapat langsung mempraktikan materi pelatihan pada perangkat masing-masing peserta. Pada sesi akhir pertemuan, peserta pelatihan diminta untuk membuat materi pembelajaran menggunakan aplikasi Conceptboard dan Milanote sebagai luaran pelatihan, yang kemudian juga dapat dibagikan langsung kepada siswa masing-masing.

Pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis Collaborative Tools yang dilakukan dalam 2  sesi ini, diharapkan bisa mendorong pendidik terutama guru sosiologi untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan inovatif, baik dalam pembelajaran daring maupun pembelajaran luring yang kini sudah mulai banyak diterapkan di satuan pendidikan. Selanjutnya, adanya pelatihan media pembelajaran berbasis Collaborative Tools ini juga dilakukan untuk merespon tantangan pembelajaran yang dihadapi oleh guru, untuk menghasilkan pembelajaran yang menekankan keahlian bidang Communication,, Collaboration, Critical Thingking, dan Creativity, dengan tetap memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.  

Categories: Berita Lain

PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNY GELAR SOSIALISASI KURIKULUM MBKM DI PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI FPIPS UPI

Berita FIS - Fri, 2021-10-08 21:22

Senin, (4/10) Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS UNY) telah melakukan kegiatan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) ke Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian implementasi dari program Center of Excellence (CoE) yang diemban oleh Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing praktik baik tentang pelaksanaan kurikulum MBKM ke prodi lain di luar UNY, dimana UPI menjadi universitas kedua setelah UNNES. Dalam kegiatan sosialisasi MBKM ini, dihadiri 3 dosen tim Task Force CoE Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY, dan 7 dosen dari Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI. Siti Komariah, M.Si.,Ph.D. (Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI); Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si.; Puspita Wulandari, M.Pd.; Dr. Wilodati, M.Si.; Sri Wahyuni, M.A.; dan Fajar Nugraha Asyahidda, M.Pd. Acara ini dibuka oleh ketua prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI sekaligus memberikan sambutan terkait kegiatan sosialisasi MBKM yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Sosiologi UNY.
Untuk acara inti dalam program ini dipandu langsung dosen Pendidikan Sosiologi FIS UNY, Grendi Hendrastomo, M.M., M.A. Dalam kesempatan tersebut, Grendi juga menyampaikan materi mengenai pengembangan kurikulum dan rintisan kerja sama yang telah dibangun selama ini. Dalam pemaparan materi ini, Grendi menyebutkan poin penting seperti, bagaimana tahapan pengembangan kurikulum mulai dari dari penyusunan kurikulum berdasarkan peraturan yang ada (Baik Peraturan Menteri maupun Peraturan Rektor), proses pengembangan jaringan/mitra dengan berbagai lembaga mulai dari lembaga pemerintahan, LSM, masyarakat desa, hingga lembaga pendidikan, serta penyempurnaan kurikulum MBKM tahun 2021 yang akan digunakan oleh seluruh Angkatan.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula sebagai pemateri ke 2, Dosen Pendidikan Sosiologi FIS UNY, Nur Endah Januarti, M.A. Dalam materi ke 2 Endah memaparkan tentang Proses Penyempurnaan Kurikulum yang telah dilakukan, salah satunya melalui pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Team Based Project dan/atau Case Methode. Materi lain yang disampaikan juga tentang skema ekuivalensi prodi pada beberapa kegiatan belajar di luar kampus yang dilakukan mahasiswa. Proses ini menjadi penting untuk melihat bagaimana kegiatan belajar di luar kampus harus sesuai dengan kompetensi lulusan pada prodi bersangkutan, serta pengakuan SKS juga harus disesuaikan dengan peraturan yang telah dikeluarkan oleh prodi.
Materi terakhir yang disampaikan oleh dosen FIS UNY, membahas tentang Implementasi Kurikulum MBKM. Materi ke 3 disampaikan Sasiana Gilar Apriantika, M.A. Pada kesempatan ini, menjelaskan bagaimana proses sosialisasi, seleksi, pembekalan, hingga penerjunan kegiatan belajar di luar kampus yang telah dilakukan oleh Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY. Disampaikan pula oleh Sasiana,  bagaimana pelaksanaan kegiatan belajar di luar kampus oleh mahasiswa, seperti kegiatan magang, membangun desa, proyek kemanusiaan dan juga beberapa tantangan yang biasa dihadapi. Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY juga sharing tentang praktik baik tentang bagaimana menghadapi dinamika yang muncul pada mahasiswa, terutama terkait dengan proses ekuivalensi kegiatan belajar di luar kampus agar tetap sejalan dengan profil lulusan prodi.
Setelah pemaparan materi,  dalam sesi tanggapan dari Prodi Pendidikan Sosologi FPIPS UPI, ternyata disampaikan bahwa pelaksanaan kurikulum MBKM yang secara umum terdapat kesamaan di beberapa bagian.  Kedua prodi ini saling bertukar pengalaman untuk bisa menjadi contoh baik dalam implementasi MBKM. Dala kesempatan tersebut disimpulkan Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI belajar tentang penyusunan dan proses ekuivalensi kurikulum MBKM, sedangkan Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY belajar tentang bagaimana strategi mendorong mahasiswa agar berminat melaksanakan kegiatan belajar di luar kampus. Harapannya, ke depan akan banyak terjalin kerja sama antara Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI dan Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY, terutama dalam proses pengembangan dan implementasi kurikulum MBKM. (Sasi & Sari)

Categories: Berita Lain

INTERNASIONALISASI WEBSITE UNTUK BRANDING DAN MARKETING FAKULTAS DAN PRODI

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 21:01
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

Peran website sangat besar dalam mendukung branding dan promosi Fakultas dan Prodi di FBS UNY, sehingga kontennya pun harus bisa diakses oleh audience dalam maupun luar negeri. Hal ini sejalan dengan cita-cita UNY pada tahun 2025 menjadi Universitas Kelas Dunia.
Dalam rangka tujuan tersebut Unit Humas dan Kerjasama FBS UNY pada hari Jumat (08/10/2021) menyelenggarakan Workshop Internsionalisasi Website yang melibatkan pimpinan Prodi dan pengelola website Prodi untuk mengupdate sekaligus menginternasionalisasikan website Prodi dan Fakultas.
Narasumber kegiatan Ibu Ika Krismantari, M.A (Editorial The Conversation Indonesia), yang memberi materi tentan konten dan kebahasaan Website berbahasa Inggris dan Mas Rony K. Pratama (Pewara Dinamika Humas UNY), membawakan materi tentang aspek kebahasaan dan konten website berbahasa Indonesia
Dalam paparannya Ibu Ika menuturkan bahwa website harus memenuhi kenyamanan pembaca, ada relevansi berita dengan pembaca, jadi tidak sekedar mempublish news, serta bisa menjawab kebutuhan global dari global comunity.
Mas Rony K. Pratama menyampaikan tentang bagaimana menulis konten website yang ringkas, bernas, dan trengginas, bagimana konten dari website harus efektif tapi tetap berbobot, dan interaktif, serta tentu saja tampilannya harus menarik.
Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya website prodi dan fakultas yang informatif, komunikatif dan menarik yang mudah diakses tidak hanya audience dalam negeri tetapi juga luar negeri. Untuk itu sebagai kegiatan lanjutan akan dilakukan pengembangan web internasional versi Bahasa Inggris dengan pemilihan konten yang disesuaikan.(drsa)

Categories: Berita Lain

WORKSHOP PENGEMBANGAN KONTEN PEMBELAJARAN DARING DENGAN MODA BESMART VERSI TERBARU (BESMART V3)

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 16:54
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

UNY telah memiliki moda pembelajaran daring yaitu Besmart V3 (http://besmart.uny.ac.id) yang merupakan pembaharuan dari versi sebelumnya yaitu Besmart v2.
Perbedaan Besmart V3 dari versi sebelumnya adalah dari kemampuannya mengakomodasi perkembangan teknologi baru seperti integrasi dengan video conference, fitur multimedia, dan fitur pedagogi.
Untuk lebih mengenalkan dan meningkatkan pemakaian Moda Besmart di kalangan dosen FBS UNY, maka Jumat (08/10/20211) diselenggarakan Workshop Pengembangan Konten Pembelajaran untuk Pembelajaran Daring dengan Moda Besmart, menggunakan Besmart Versi Baru.
Narasumber kegiatan adalah: Dr. Ratna Wardani, M.T (Dosen Prodi Teknik Elektronika) dan Ibu Siti Mukminatun, S.Pd., M.Hum (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.
Kegiatan ini melibatkan seluruh dosen Prodi di lingkungan FBS UNY, Untuk lebih mengoptimalkan pemahaman dosen dalam pengaplikasiannya untuk pembelajaran dilakukan juga pendampingan pengembangan konten pembelajaran sesuai mata kuliah masing-masing dosen.
Petunjuk penggunaan Besmart V3 dapat dilihat di website FBS UNY melalui link https://bit.ly/3amT76B.
(drsa)

Categories: Berita Lain

Program Persiapan Mobilisasi Internasional Mahasiswa FMIPA UNY

Berita FMIPA - Fri, 2021-10-08 14:21

Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan  FMIPA UNY menyelenggarakan Program Persiapan Mobilisasi Internasional bagi Mahasiswa FMIPApada 1-2/10/21 dengan tema Road to IISMA 2022.  Acara yang diselenggarakan secara daring ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan trik bagi mahasiswa dalam membuat motivation Letter dan wawancara untuk memperoleh beasiswa kuliah  di luar negeri. Narasumber pada acara tersebut yaitu I Made Andi Arsana, Ph.D., dari UGM
Wakil Dekan bidang Akademik dan Kerjasama FMIPA UNY, Prof. Dr. Jaslin Ikhsan dalam sambutannya mengatakan, ketika ada kesempatan untuk kuliah keluar baik keluar negeri maupun keluar UNY, para mahasiswa masih ada yang kurang berminat. Tentunya itu merupakan pilihan yang kurang tepat.
 Merupakan suatu pengalaman bisa menuntuk ilmu apalagi menununtut ilmu diluar negeri. Setelah kuliah diluar negeri, saya merasa ada lompatan dalam diri saya, misalnya dalam bergaul, mengatasi masalah, menghargai orang lain, menghadapi orang yang yang bermacam-macam, dan hal lain yang mematangkan saya untuk masuk didunia kerja atau berkontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.
“Oleh karena itu kalau ada program beasiswa seperti  ini saya ingin para mahasiswa untuk bisa mengambil kesempatan untuk bisa menuntut ilmu yang lebih tinggi. Harapan saya tahun depan akan lebih banyak mahasiswa yang mengikuti program beasiswa ke luar negeri.
Sementara itu, I Made Andi Arsana dalam paparannya menjelaskan, mahasiswa Indonesia tidak hanya harus tahu Indonesia tapi juga faham dunia, Mahasiswa harus terkoneksi atau keterikatan dengan dunia karena kita adalah warga dunia. Kalau kita merasa perlu ke luar negeri,bagaimana dengaran negara lain? Apakah luar negeri mau menerima kita? Berita bagusnya adalah menerima mahasiswa internasional adalah indikator keberhasilan universitas. Kalau kita ke luar negeri, siapa yang akan datang ke universitas saya? Jadi sebenarnya berjodoh, tinggal kita menemukannya institusi yang tepat. Apalagi program seperti ini didukung pemerintah dengan berbagai macam beasiswa.
Ketika kita ditanya kemana kita akan kuliah, jangan-jangan kita melihat dunia dengan cara yang sangat konvensional yaitu Amerika, Eropa, Australia lagi. Apalagi didunia ada 196 negara yang semua punya keunikan tersendiri yang perlu kita fahami. Mahasiswa harus memperkaya imajinasi. Kalau mau ke eropa silakan ke eropa tapi eropa bukanlah merupakan satu-satunya destinasi.
“Di ASEAN kalau mau belajar pertanian ya di Thailand karena suhu sama dan iklim mirip dengan Indonesia. Kalau diterapkan di Indonesia cara menerapkannya menjadi lebih mudah. Jadi para mahasiswa harus melihat aspek-aspek seperti ini, bukan hanya ikut-ikutan”, tegasnya.
Pemerintah tahun ini mencanangkan International Indonesian Student Mobility Award (IISMA). Dengan adanya IISMA bisa belajar di “Top 300 World University” dan ada banyak  orang tiap tahun yang dikirim dan tahun depan jauh lebih banyak yang dikirim, jadi kesempatannya akan jauh lebih tinggi. Tapi persoalannya tidak semudah itu karena ada kuota dan seleksi.
Tentang Motivation Letter (Motlet), lanjut Andi Arsana, ketika orang/teman  membaca Motlet kita tersebut maka dia harus tahu mengapa kita memilih bidang itu dan di universitas tersebut.   Hal kedua yaitu mengapa anda mendaftar program internasional, lalu menjelaskan pengalaman  yang relevan, misalnya pernah mengikuti program lain dll.  Ini membuktikan bahwa mahasiswa tersebut memiliki naluri/pengalaman/keinginan untuk melakukan di internasiolisasi.
“Hal ketiga perlu dijelaskan kenapa kita cocok untuk program ini. Kita jangan buru-buru untuk mengatakan bahwa kita adalah kandidat terbaik karena kita tidak kenal dengan kandidat yang lain. Jadi kriteria apa yang diperlukan program itu dan kita punya. Misalnya program itu mengharapkankan orang yang punya leadhership yang kuat, akademik yang  bagus, sosial dan intelektual yang bagus. Maka dari kriteria itu saya punya dan diceritakan. Hal keempat adalah anda bisa menceritakan apa yang akan dilakukan dimasa datang. Jadi mimpinya bisa diceritakan. (witono)  

 

Categories: Berita Lain

MUHIBAH ART AND CULTURE#2, MENGENALKAN SENI & BUDAYA INDONESIA KEPADA SISWA DI MELBOURNE AUSTRALIA

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 09:40
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

Rabu (06/10/2021) kembali FBS UNY menyelenggarakan Muhibah Seni, atas permintaan dari Bayside Christian College di Melbourne, Victoria, Australia, yang sebelumnya telah menjadi sasaran Muhibah Seni#1 pada Agustus 2021. Peserta kegiatan kali ini jauh lebih banyak, tak kurang dari 100 siswa.
Pembukaan Muhibah Seni Art and Culture#2 dilaksanakan hari Rabu, 6 Oktober 2021 dimulai pukul 06.00 WIB (pukul 10.00 Waktu Melbourne). Hadir dalam acara pembukaan seluruh jajaran Dekanat FBS UNY, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO, Dekan FBS UNY Ibu Dr. Sri Harti Widyastuti, M.Hum, dan Head of Chancery & Consul for Information Social and Cultural Affairs Konsulat Jenderal RI di Melbourne Victoria Australia I Made Oka, Ibu Chandra Schokman sebagai perwakilan sekolah, Kabag dan Kasubag serta tim Muhibah Seni#2 dan Kepala UUIK Ibu Nunik Sugesti,M.Hum., Tim UUIK dan para mahasiswa yang membantu pelaksanaan kegiatan. .
Acara diawali dengan Overview Seni Budaya Indonesia oleh Dr. Ayu Niza Machfauzia, M.Pd., dan mengajak peserta menirukan gerakan tangan tari Kecak, serta mengikuti irama Musik Jaranan dengan vokal yang dinyanyikan oleh Ibu Driyastuti Jogjaningrum, M.A.
Pelaksanaan praktik Seni dibagi menjadi 3 breakout rooms.
1.Praktik tari Tradisional Indonesia dengan tutor Dr. Kuswarsantyo dan Ibu Tresna Maya S, M.Pd.
2. Praktik Seni Musik Tradisional (Klotekan dan Lagu Daerah) dengan Tutor Ibu Drijastuti Jogjaningrum, S.Sn., M.A., dan Ibu Yunike Juniarti Fitria, M.A.
3. Praktik Seni Rupa/ Kriya dan Budaya (Pembuatan Wayang Kertas tokoh Ramayana) dengan tutor Ibu Dwi Retno Sri Ambarwati, S.Sn., M.Sn dan Ibu Arsianti Latifah, S.Pd.,M.Sn.
Pada pelaksanaannya peserta dibagi menjadi 3 kelompok, yang secara bergiliran mengikuti 3 praktik seni, sehingga setiap siswa mendapatkan semua materi yang diajarkan.
Di akhir sesi semua peserta bersama para tutor melakukan pertunjukan kolaborasi Tari Jathilan, Musik Klothekan dan memainkan wayang seiring musik yang dimainkan.(drsa)

Categories: Berita Lain

MENGAJAK SISWA DI AUSTRALIA BERKREASI MEMBUAT WAYANG KERTAS

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 09:38
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

Rabu (06/10/2021), puluhan siswa Bayside Christian College di Melbourne asyik mewarnai wayang dengan pensil warna dan crayon, lalu menggunting dan memasang stick pada badan dan tangan agar bisa dipegang dan dimainkan.
.
Kegiatan ini merupakan salah satu materi yang diberikan pada kegiatan Muhibah Art and Culture antara FBS UNY dengan sekolah di Melbourne Victoria Australia.
.
Sebelumnya telah dikirimkan modul dan gambar wayang dengan 4 pilihan karakter yang diambil dari cerita Ramayana, yakni Rahwana, Rama, Sinta, dan Hanuman. Siswa tinggal mencetak dan mengikuti prosedur yang telah dijelaskan dalam modul. Sekilas disampaikan juga kisah Ramayana agar para siswa mengenal salah satu dari 2 epos besar dalam cerita wayang di Jawa, selain epos Mahabarata.
.
Tutor pada sesi ini adalah Ibu Dwi Retno Sri Ambarwati, M.Sn. dan Ibu Arsianti Latifah, M.Sn. dari Prodi Pendidikan Seni Rupa, dibantu seorang mahasiswa prodi Pendidikan Kriya.
.
Waktunya sangat singkat, hanya 45 menit per sesi, dan segera harus pindah ke sesi praktik seni berikutnya. Meski begitu sebagian besar peserta bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan gembira.(drsa)

Categories: Berita Lain

Tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021 Merintis Sentra Industri Jagung dan Rumah Pintar di Gunungkidul

Berita FMIPA - Fri, 2021-10-08 09:37

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNY 2021 merintis Sentra Industri Jagung dan Rumah Pintar disalah satu desa di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian masyarakat melalui sebuah inovasi penunjang kesejahteraan dalam lingkup ekonomi dan juga pendidikan. Dalam pelaksanaannya tidak hanya dilakukan oleh tim sendiri, namun juga melibatkan berbagai mitra, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, Karang Taruna, serta volunteer-volunteer dari mahasiswa FMIPA UNY seperti Laskar Bersinar dan Relawan Belajar MIPA (RBM).
 Sejak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, banyak program baru bermunculan. Salah satunya adalah PHP2D yang berbasis pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa. Tak mau ketinggalan, BEM FMIPA UNY 2021 turut berpartisipasi di dalamnya dengan menjaring pengurus termasuk mahasiswa FMIPA UNY.
Yuliantika Puteri, humas tim PHP2D BEM FMIPA, mengatakan, tema besar yang diusung adalah "Pengadaan Sentra Industri Jagung Melalui Inovasi Ekonomi Kreatif dan Peningkatan Taraf Kesejahteraan Pendidikan di Kalurahan Sumbergiri (Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul)”. Sesuai dengan namanya, pengembangan desa yang dilakukan ini berfokus pada pemberdayaan komoditas jagung dan peningkatan taraf kesejahteraan pendidikan di Padukuhan Bendogede 1, Padukuhan Bendogede 2, dan Padukuhan Mendak, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.
“Menurut hasil survei awal tim menunjukkan bahwa panen utama diketiga dusun adalah jagung, yang harganya relatif murah apabila dijual secara langsung. Jagung tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam membuat bahan pangan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi, salah satunya adalah mie. Pengolahan jagung menjadi mie jagung diharapkan mampu mendongkrak nilai jual komoditas jagung ini. Bentuk pengembangan ini dilaksanakan melalui pengadaan alat, pelatihan pemanfaatan dan pengolahan mie jagung, serta pemasaran produk hasil pengolahannya”, lanjutnya.
Selain melimpahnya jagung di desa tersebut, etos kerja masyarakatnya pun tinggi dalam pengelolaan hasil pertanian. Bersamaan dengan hal itu, kurangnya pemahaman masyarakat desa tersebut menjadi persoalan dalam mengoptimalkan hasil taninya. Hal ini menjadi alasan besar usaha pengembangan komoditas jagung di sana.
Sebelum membuat mie jagung, jagung perlu digiling terlebih dahulu hingga menjadi tepung jagung. Selanjutnya, tepung jagung ini diproses bersama tepung terigu, garam, minyak, air, telur, dan bumbu-bumbu lain lalu dikukus untuk menghilangkan kadar airnya . Setelah dikukus, mie dipanggang dalam oven hingga terbentuklah mie jagung kering yang dapat dimasak secara instan bersama bumbu pelengkapnya.
Yuliantika juga menerangkan, Rumah Pintar merupakan salah satu kegiatan yang diinisiasi Tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021. Kegiatan ini bergerak untuk membantu dan memfasilitasi anak-anak sekolah jenjang TK-SMA sederajat di desa tersebut. Hal ini berupa konsultasi belajar terkait tugas dan materi pelajaran, atau sharing mengenai masa depan serta cita-cita. Selain itu, rumah pintar juga difasilitasi dengan pojok baca yang berisi buku-buku bacaan materi pelajaran, novel, dll. Selain dibersamai oleh tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021, Rumah Pintar juga didampingi oleh Tentor Relawan Belajar MIPA 2021, yang bekerja sama dengan Karang Taruna setiap padukuhan di Kalurahan Sumbergiri.
“Program Rumah Pintar yang rutin dilaksanakan tiap pekan ini dilatarbelakangi oleh keresahan masyarakat terutama pelajar, atas terbatasnya akses jaringan internet yang menyebabkan terganggunya pembelajaran daring di masa pandemi. Banyak dari siswa merasa tidak nyaman dan kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru, sehingga motivasi belajarnya menurun. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya pendampingan belajar dan sesi sharing di Rumah Pintar ini dapat meningkatkan taraf kesejahteraan pendidikan di ketiga dusun”, katanya. (Yulia/witono)

Categories: Berita Lain

MENGENALKAN MUSIK KLOTHEKAN PADA SISWA DI AUSTRALIA

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 09:36
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

Ember, gelas, galon air mineral, panci, bila dipukul menghasilkan bunyi yang berbeda-beda, dan saat dipadukan akan membentuk komposisi musik yang ritmis. Biasanya dimainkan oleh anak-anak, dan dikenal sebagai musik Klothekan.
.
Rabu (06/10/2021) puluhan siswa Bayside Christian Collage di Melbourne Victoria membawa peralatan tersebut dari rumah ke sekolah untuk mengikuti praktik Musik Klothekan dengan Tutor Ibu Drijastuti Jogjaningrum, S.Sn., M.A., dan Ibu Yunike Juniarti Fitria, S.Pd., M.A., Dosen Prodi Pendidikan Musik dibantu mahasiswa Jurdik Musik. Lagu yang dimainkan adalah tembang Jaranan, salah satu tembang Dolanan Anak-anak yang terkenal di kalangan masyarakat Jawa tempo dulu, yang dinyanyikan dengan merdu oleh Bu Driyas.
.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian praktik seni yang diselenggarakan dalam kegiatan Muhibah Art and Culture #2 antara FBS UNY-Melbourne Victoria Australia. Semua siswa mengikuti semua praktik secara berurutan sehingga semua bisa merasakan dan mendapatkan pengalaman berkreasi di semua bidang seni yang dipraktikkan.
.
Para siswa antusias mengikuti kegiatan yang sangat fun ini. (drsa)

Categories: Berita Lain

MENGAJAK SISWA SEKOLAH DI MELBOURNE MENARI JATHILAN

Berita FBS - Fri, 2021-10-08 09:35
Keterangan Sumber Foto: Humas FBS UNY

MENGAJAK SISWA SEKOLAH DI MELBOURNE MENARI JATHILAN
Dr. Kuswarsantyo, M.Hum (Doktor Jathilan), bersama Ibu Tresna Maya, M.Pd dosen Jurdik Tari dibantu seorang mahasiswa memberikan materi tari Tradisional Indonesia berupa Praktik Tari Jathilan pada kegiatan Muhibah Art and Culture#2 antara FBS UNY dan Sekolah di Melbourne, Victoria, Autralia. Ini kedua kalinya sekolah ini menyelenggarakan kegiatan yang sama, akan tetapi kali ini jumlah peserta jauh lebih banyak.
.
Lazimnya pemain Tari Jathilan menggunakan kuda kepang sebagai tunggangan, tapi di kegiatan ini kuda kepang bisa diganti dengan sapu, seperti yang dilakukan para peserta. Meski begitu mereka tetap antusias menirukan gerakan pak Kus yang atraktif seiring alunan musik yang rancak.
.
Rasanya waktu per sesi yang hanya 45 menit begitu singkat, dan harus pindah ke ruang praktik seni yang lain, tapi paling tidak peserta sudah bisa menghayati dan mengapresiasi seni budaya Indonesia. (drsa)

Categories: Berita Lain

PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI UNY MENGADAKAN SOSIALISASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI FPIPS UPI

Berita SOSIO FIS - Fri, 2021-10-08 08:13

Senin, 04 Oktober 2021 Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY telah melakukan kegiatan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) ke Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian implementasi dari program Center of Excellence (CoE) yang diemban oleh Prodi Sosiologi untuk sharing praktik baik tentang pelaksanaan kurikulum MBKM ke prodi lain di luar UNY, dimana UPI menjadi universitas kedua setelah UNNES. Dalam kegiatan sosialisasi MBKM ini, dihadiri 3 dosen tim Task Force CoE Prodi Pendidikan Sosiologi, dan 7 dosen dari Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI, yaitu Ibu Siti Komariah, M.Si.,Ph.D. (Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI); Ibu Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si.; Ibu Puspita Wulandari, M.Pd.; Ibu Dr. Wilodati, M.Si.; Ibu Sri Wahyuni, M.A.; dan Bapak Fajar Nugraha Asyahidda, M.Pd. Acara dibuka oleh Ibu Siti Komariah, M.Si.,Ph.D. selaku ketua prodi Pendidikan Sosiologi UPI sekaligus memberikan sambutan terkait kegiatan sosialisasi MBKM yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Sosiologi UNY.

Acara selanjutnya adalah acara inti yang dipandu oleh Bapak Grendi Hendrastomo, M.M.,M.A. sekaligus yang juga menyampaikan materi mengenai pengembangan kurikulum dan rintisan kerja sama yang telah dibangun. Dalam pemaparan materi ini, beliau menyebutkan beberapa poin penting tentang bagaimana tahapan pengembangan kurikulum mulai dari dari penyusunan kurikulum berdasarkan peraturan yang ada (Baik Peraturan Menteri maupun Peraturan Rektor), proses pengembangan jaringan/mitra dengan berbagai lembaga mulai dari lembaga pemerintahan, LSM, masyarakat desa, hingga lembaga pendidikan, serta penyempurnaan kurikulum MBKM tahun 2021 yang akan digunakan oleh seluruh Angkatan. Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Nur Endah Januarti, M.A. tentang Proses Penyempurnaan Kurikulum yang telah dilakukan, salah satunya melalui pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Team Based Project dan/atau Case Methode. Materi lain yang disampaikan juga tentang skema ekuivalensi prodi pada beberapa kegiatan belajar di luar kampus yang dilakukan mahasiswa. Proses ini menjadi penting untuk melihat bagaimana kegiatan belajar di luar kampus harus sesuai dengan kompetensi lulusan pada prodi bersangkutan, serta pengaukuan SKS juga harus disesuaikan dengan peraturan yang telah dikeluarkan oleh prodi. Materi yang terakhir berkaitan dengan Implementasi Kurikulum MBKM yang dismapaikan oleh Ibu Sasiana Gilar Apriantika, M.A. Pada kesempatan ini, menjelaskan bagaimana proses sosialisasi, seleksi, pembekalan, hingga penerjunan kegiatan belajar di luar kampus yang telah dilakukan oleh Prodi Pendidikan Sosiologi UNY. Serta bagaimana pelaksanaan kegiatan belajar di luar kampus oleh mahasiswa, seperti kegiatan magang, membangun desa, proyek kemanusiaan dan beberapa tantangan yang dihadapi. Prodi Pendidikan Sosiologi UNY juga sharing praktik baik tentang bagaimana menghadapi dinamika yang muncul pada mahasiswa, terutama terkait dengan proses ekuivalensi kegiatan belajar di luar kampus agar tetap sejalan dengan profil lulusan prodi.

Setelah pemaparan 3 materi selesai, acara dilanjutkan dengan tanggapan dari Prodi Pendidikan Sosologi FPIPS UPI, tentang pelaksanaan kurikulum MBKM yang secara umum terdapat kesamaan di beberapa bagian.  Kedua prodi ini saling bertukar pengalaman untuk bisa menjadi contoh baik dalam implementasi MBKM. Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI  belajar tentang penyusunan dan proses ekuivalensi kurikulum MBKM, sedangkan Prodi Pendidikan Sosiologi UNY belajar tentang bagaimana strategi mendorong mahasiswa agar berminat melaksanakan kegiatan belajar di luar kampus. Harapannya, ke depan akan banyak terjalin kerja sama antara Prodi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI dan Prodi Pendidikan Sosiologi FIS UNY,  terutama dalam proses pengembangan dan implementasi kurikulum MBKM.

 

Categories: Berita Lain

PON XX Papua, Emas Pertama DIY diraih Mahasiswa FIK UNY

Berita PKR FIK - Thu, 2021-10-07 19:02

Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta patut berbangga, salah satu mahasiswa FIK UNY, Prima Wisnu Wardhana, berhasil meraih medali Emas pertama untuk DIY pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang dimulai sejak 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Wisnu bersama Baihaqi dan Frederico berhasil menaklukan Jawa Barat dan DKI Jakarta yang menempati posisi ke-2 dan ke-3. Mereka bertiga berhasil menjadi juara di Divisi Compound, yaitu Men Compound Team.

 

Pertandingan dilaksanakan 6 Oktober 2021 di Stadion Kampung Harapan Lukas Enembe. Stadion Lukas Enembe (sebelumnya dikenal dengan nama Stadion Utama Papua Bangkit) atau dikenal dengan Stadion Harapan adalah stadion sepak bola yang terletak di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion tersebut memiliki tampung lebih dari 40.000 penonton. Stadion ini menjadi lokasi utama penyelenggaraan PON PAPUA XX, juga dijadikan tempat untuk acara Pembukaan dan Penutupan Pekan Olahraga 15 Oktober nanti. (PD)

Tags: PON XX PapuaBerita FIK UNY 2021berita FIK 2021SDGs
Categories: Berita Lain

PON XX Papua, Emas Pertama DIY diraih Mahasiswa FIK UNY

Berita FIK - Thu, 2021-10-07 19:02

Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta patut berbangga, salah satu mahasiswa FIK UNY, Prima Wisnu Wardhana, berhasil meraih medali Emas pertama untuk DIY pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua yang dimulai sejak 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Wisnu bersama Baihaqi dan Frederico berhasil menaklukan Jawa Barat dan DKI Jakarta yang menempati posisi ke-2 dan ke-3. Mereka bertiga berhasil menjadi juara di Divisi Compound, yaitu Men Compound Team.

 

Pertandingan dilaksanakan 6 Oktober 2021 di Stadion Kampung Harapan Lukas Enembe. Stadion Lukas Enembe (sebelumnya dikenal dengan nama Stadion Utama Papua Bangkit) atau dikenal dengan Stadion Harapan adalah stadion sepak bola yang terletak di Kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion tersebut memiliki tampung lebih dari 40.000 penonton. Stadion ini menjadi lokasi utama penyelenggaraan PON PAPUA XX, juga dijadikan tempat untuk acara Pembukaan dan Penutupan Pekan Olahraga 15 Oktober nanti. (PD)

Tags: PON XX PapuaBerita FIK UNY 2021berita FIK 2021SDGs
Categories: Berita Lain

FT UNY dan FTM UPN “Veteran” Yogyakarta Sepakat Jalin Kerjasama

Berita FT - Thu, 2021-10-07 12:01

Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY) sepakat menjalin Kerjasama dengan Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (FTM UPN “Veteran” Yogyakarta) terkait Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama atara Dekan FT UNY dengan Dekan FTM UPN “Veteran” Yogyakarta (07/10/2021). Lingkup Kerjasama ini adalah tukar menukar informasi dalam ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk menunjang pendidikan dan pengajaran termasuk pemberdayaan sumber daya manusia serta pemanfaatan laboratorium dan fasilitas yang dimiliki oleh kedua belah pihak untuk mendukung kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa.

Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D., mengharapkan bahwa perjanjian ini akan menjadi payung untuk berbagai sinergi yang akan dibangun seperti pengembangan jurnal, Kerjasama penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa serta aganda-agenda lainnya. 

“Selain itu, Kerjasama ini juga akan mendasari kegiatan percepatan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” imbuh Herman.

Ia juga berharap melalui kerjasama ini akan ada masukan timbal balik demi perbaikan kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan di belah pihak. “Setiap kampus memang dituntut untuk bersinergi agar dapat saling memberikan masukan agar dapat berkembang dan maju bersama-sama,” ungkap Herman.

Hal ini juga diamini oleh Dekan FTM UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Ir. Sutarto, M.T., diaman ia berharap setelah penandatangan ini agar segera teralisasi agenda-agenda kerjasma yang telah direncanakan. Salah satunya yang paling dekan adalah sinergi antara Prodi Teknik Metalurgi FTM UPN “Veteran” Yogyakarta dengan Prodi Pendidikan Teknik FT UNY. 
 

Categories: Berita Lain

ROBOT ABHINAYA UNY SABET JUARA PERTAMA KONTES ROBOT TEMATIK INDONESIA

Berita FT - Thu, 2021-10-07 12:00
Robot ABHINAYA UNY meraih juara pertama dan mendapatkan strategi terbaik dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Wilayah II yang diselenggarakan secara daring pada (26-28/9). ABHINAYA berhasil meraih prestasi tersebut pada kategori Kontes Robot Tematik Indonesia. Kontes Robot Indonesia adalah kegiatan kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. KRI memperlombakan 6 (enam) kategori yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI). Pada Kontes Robot Tematik Indonesia 2021 memainkan permainan tradisonal Dam-daman dengan mengadopsi teknologi Digital Twin. Permainan antara dua tim yang menggerakkan robot di lapangan fisik untuk memindahkan koin di lapangan digital. Tema Robo Game – Digital Twin dengan slogan ‘Penguasaan Teknologi, Kemakmuran Negara’ merupakan komponen utama pada Revolusi Industri 4.0. Menurut Ketua Tim Nurcholis persiapan tim ABHINAYA untuk menghadapi KRI Regional Wilayah II dengan kerjasama antara anggota tim dan strategi permainan dam-daman yang sudah dilakukan pada saat latihan. Pada proses riset robot, dilakukan secara intens dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pada proses riset melakukan beberapa uji coba dan evaluasi selama beberapa bulan. “Dan sempat ada kendala karena beberapa anggota terpisah berada di luar kota Yogyakarta dan terpapar Covid 19 namun komunikasi tetap terjaga dengan pertemuan via online / daring” ungkapnya. Tim ABHINAYA terdiri dari Ketua Tim Nurcholis (Pendidikan Teknik Elektronika) beranggotakan Yuli Dwi Saputri (Pendidikan Teknik Elektro), Afif Aiman Sapura (Pendidikan Teknik Mesin). Anggoro Fajar Dwi Utomo (Pendidikan Teknik Mekatronika), Musyarof Rifai (Pendidikan Teknik Mekatronika), Muhammad Rovi (Teknik Elektro), Ardhi Wiranata (Pendidikan Teknik Elektronika), Musa Beni Ricardo Aruan (Pendidikan Teknik Mekatronika), Yusron Nur Latief (D4 Teknik Elektro), Alfan Fajri Tamyis (Pendidikan Teknik Elektronika), Budi Arjaya Wida (Pendidikan Teknik Mekatronika), Muhammad Iqbal Rasyid (Pendidikan Teknik Mekatronika), Danang Prasetyo (Pendidikan Teknik Mekatronika), Geo Brahma Granito Zain (D4 Teknik Mesin) dan Salsabila Azzahra PSDU (Pendidikan Teknik Mekatronika) dengan pembimbing Prof. Moh. Khairudin. “Hasil ini semoga menjadi motivasi untuk mempersiapkan ABHINAYA pada KRI Nasional 12 Oktober 2021 agar kembali berprestasi” kata Moh. Khairudin. Ini merupakan salah satu upaya UNY dalam agenda pembangunan berkelanjutan pada bidang pendidikan bermutu. (Dedy)
Categories: Berita Lain

ROBOT MAESTRO_EVO WAKILI INDONESIA KE CHINA

Berita FT - Thu, 2021-10-07 12:00

Robot Maestro_Evo UNY meraih juara 2 dalam kontes Robot Indonesia (KRI) Wilayah II dan Nasional Tahun 2021 pada kategori Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) yang diselenggarakan secara daring pada (26–30/9). Prestasi ini membawa Maestro_Evo menjadi perwakilan Indonesia pada ajang Internasional ABU Robocon 2021 di Jimo, China bersama juara pertama KRAI dari tim ITS Surabaya pada Desember 2021. Asia Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon merupakan kompetisi robot internasional tahunan yang diikuti oleh mahasiswa dari negara Asia Pasifik. Sedangkan KRAI merupakan salah satu divisi yang ada pada Kontes Robot Indonesia (KRI). Dahulu Robocon ini bernama NHK Robocon dan sejak tahun 2002 NHK Robocon diubah menjadi ABU Robocon yang disponsori oleh ABU sebagai organisasi penyiaran program televisi yang memiliki lebih dari seratus anggota stasiun televisi dari berbagai negara di dunia. Dalam hal ini, Indonesia diwakili oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai anggota. TVRI bekerja sama dengan Pusat Prestasi Nasional untuk memfasilitasi keikutsertaaan Tim Robot dari Indonesia agar dapat bertanding dalam kontes Internasional ABU Robocon ini. Ketua Tim Maestro_Evo Rizki Bagus Syahdewa memaparkan, robot Maestro_Evo terdiri dari 2 Robot yaitu Robot Arrow Robot (AR) dan Throwing Robot (TR). Robot AR sebagai pengambil panah dan dapat masuk ke throwing area untuk mengambil panah yang jatuh dan juga dapat sebagai penembak panah ke tong. Sedangkan Robot TR hanya sebagai penembak panah ke tong. “Strategi dan keunggulan yang tim kita gunakan yaitu menggunakan 2 robot sehingga bisa memberikan poin maksimal saat pertandingan” ungkapnya. Masa pandemi seperti ini membuat persiapan lomba sedikit terhalang karena ada beberapa anggota yang terpapar Covid-19, namun melihat semangat para anggota yang membara hingga pada akhirnya kami mendapatkan juara, lanjutnya. Tim Maestro_Evo terdiri dari Ketua Rizki Bagus Syahdewa, Flovelia Apridias Pradinda (Manager), Naufan Alifiandi (Operator Robot AR), Muhammad Rizqi Athoriq (Operator Robot TR), Bondan Raharjo (Programer), Muhammad Rizqi (Elektronik), Muhammad Ihsan Safi'I (Elektronik) serta Azhar Abdul Fattah, Ahmad Rizal Rifani, G. Yudha Fatria Egiansyah dan Sutan Muharramsyah sebagai Mekanik. Pembimbing tim adalah Herlambang Sigit Pramono, S.T., M.Cs dan Muhammad Luthfi Hakim, S.T., M.Eng. “Merupakan kebanggaan bagi UNY khususnya karena tim Maestro_Evo dapat mewakili Indonesia berlaga pada sebuah kompetisi internasional, kami mohon doa semoga dapat memberikan yang terbaik” kata Muhammad Luthfi Hakim. Hal ini merupakan salah satu upaya UNY dalam agenda pembangunan berkelanjutan pada bidang pendidikan bermutu. (Dedy)

Categories: Berita Lain

Studium Generale: Dari Lokalitas menuju Globalitas

Berita FBS - Wed, 2021-10-06 19:05
Keterangan Sumber Foto: S2 Pendidikan Seni

STUDIUM GENERALE PRODI MAGISTER PENDIDIKAN SENI FBS UNY: Dari Lokalitas Menuju Globalitas

Kamis, 7 Oktober 2021 Pukul 09.00-12.00 WIB, Program Magister Pendidikan Seni FBS UNY menyelenggarakan Studium Generale bertema: Dari Lokalitas menuju Globalitas, dengan Narasumber  Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, M.A., dan Moderator Prof. Dr. Kasiyan, M.Hum. Via zoom meeting

Categories: Berita Lain

FT UNY Selenggarakan 2nd International Joint Conference on Engineering, Technology, and Vocational Education

Berita FT - Wed, 2021-10-06 14:30

Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarkan 2nd International Joint Conference on Engineering, Technology, and Vocational Education secara virtual (05/10/2021) dengan mengangkat tema “Research and Innovation in Technology and Engineering during the Covid-19 Pandemic”. Agenda ini merupakan gabungan dari 4 konferensi internasional yakni the 7th International Conference on Technology and Vocational Teachers (ICTVT), The 4th International Conference on Electrical, Electronics, Informatics, and Vocational Education (ICE-ELINVO), The 4th International Conference on Vocational Education of Mechanical and Automotive Technology (ICOVEMAT), The 4th International Conference on Sustainable Infrastructure (ICSI). Co-host dari acara ini adalah Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Institut Teknologi Adhitama Surabaya, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Universitas Janabadra dan Universitas Papua.

Prof. Herman Dwi Surjono dalam laporannya menyampaikan bahwa Total ada 304 paper yang akan dipresentasikan pada sesi paralel yang terdiri dari 74 untuk ICTVT, 109 bagi ICSI, 61 pada ICOVEMAT dan 60 saat ICE-ELINVO. Herman menyatakan bahwa konferensi ini bertujuan untuk sharing pengalaman terkait pembelajaran selama era pandemi terlebih pembelajaran praktik yang mendapat tantangan cukup besar selama pandemi ini. Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes. AIFO mengharapkan bahwa melalui forum ilmiah ini akan lahir terobosan , solusi dan inovasi dalam pembelajaran dalam masa pandemi maupun pasca pandemi.

Pembicara tamu pada sesi yang pertama adalah Assoc. Prof. Dr. Nirmal Nair dari University of Auckland, New Zealand yang memaparkan tentang Energy Communication Data Infrastructure through the lens of Zero Carbon Climate Change Adaptation and Natural Hazard Resilience dan Prof. Yu-Ren Wu, Ph.D. dari Department of Mechanical Engineering National Central University, Taiwan yang menjelaskan hasil penelitiannya tentang Innovative Gear Manufacturing Technologies.

Sesi kedua dihadirkan Hyungwook Choi dari National Agency for Administration City Construction, Republic of Korea (R.O.K) yang menjelaskan mengenai Korean New Administrative City, Sejong serta Prof. Slamet. PH, M.A., M.Ed, M.A., MLHR, Ph.D dari Universitas Negeri Yogyakarta yang membicarakan tentang Local Specificity-Based Learning in Vocational Education.

Categories: Berita Lain

Diskusi Akademik Asesmen sebagai Jembatan Belajar Mengajar

Berita PEP PPS - Tue, 2021-10-05 21:43

Prodi PEP S2 PPs UNY menggelar Diskusi Akademik yang menghadirkan Dr. Nor Hasnida Che Md Ghazali dari UPSI Malaysia. Acara yang dibuka oleh Koorprodi PEP S2, Prof. Dr. Edi Istiyono, M.Si. ini dilaksanakan via portal Zoom. Baik Indonesia dan Malaysia saat ini sudah beralih dari Asesmen Tradisional ke Asesmen Alternatif, karena banyaknya kelemahan di Asesmen Tradisional. Asesmen merupakan proses sentral dalam pendidikan. Kenapa harus dilakukan asesmen? Karena pada kenyataannya banyak siswa yang tidak mengerti apa yang guru mereka ajarkan. Guru tidak bisa memprediksi apa yang siswa kita akan pelajari, bagaimanapun desain pengajaran dari kita. Bahkan bila kita memulai dari titik yang sama, tidak semua siswa akan mendapatkan pengertian yang sama karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Inilah Mengapa asesmen menjadi jembatan yang penting dalam belajar mengajar. hanya melalui asesmen, kita dapat mengetahui apa yang terjadi di dalam kelas pada saat proses belajar mengajar itu dilakukan.

Melalui asesmen kita dapat mengetahui gap dari belajar mengajar antar siswa, kita akan tahu pada tingkat berapa mereka memulainya. Hasnida membahas mengenai Asesmen Formatif yang merupakan proses yang digunakan oleh guru dan siswa pada saat belajar mengajar, yang pada akhirnya menghasilkan feedback untuk meningkatkan prestasi siswa. Feedback tidak hanya dari guru tapi bisa juga dihasilkan dari teman sejawat atau pekerjaan dari siswa tersebut. Asesmen Formatif tidak hanya menyediakan feedback ke siswa, tapi juga membentuk framework untuk memberikan pandangan edukasional dan juga untuk memetakan progres para siswa. “Feedback pun harus berisikan mengenai pemikiran dan bukan berdasarkan emosi atau reaksi.” Tambah Hasnida lagi.

Kemudian Hasnida mengangkat tentang Asesmen teman sejawat karena ini merupakan teknik yang baik untuk mengembangkan prestasi siswa. Ini dikarenakan karena ketika siswa memberikan feedback pada teman mereka. Pada kesimpulannya, Hasnida mengatakan bahwa Guru memiliki peran penting untuk mendesain situasi dimana Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan. (ant)

.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain

Pages