Subscribe to Berita FMIPA feed
Updated: 3 days 8 hours ago

Program Persiapan Mobilisasi Internasional Mahasiswa FMIPA UNY

Fri, 2021-10-08 14:21

Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan  FMIPA UNY menyelenggarakan Program Persiapan Mobilisasi Internasional bagi Mahasiswa FMIPApada 1-2/10/21 dengan tema Road to IISMA 2022.  Acara yang diselenggarakan secara daring ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan trik bagi mahasiswa dalam membuat motivation Letter dan wawancara untuk memperoleh beasiswa kuliah  di luar negeri. Narasumber pada acara tersebut yaitu I Made Andi Arsana, Ph.D., dari UGM
Wakil Dekan bidang Akademik dan Kerjasama FMIPA UNY, Prof. Dr. Jaslin Ikhsan dalam sambutannya mengatakan, ketika ada kesempatan untuk kuliah keluar baik keluar negeri maupun keluar UNY, para mahasiswa masih ada yang kurang berminat. Tentunya itu merupakan pilihan yang kurang tepat.
 Merupakan suatu pengalaman bisa menuntuk ilmu apalagi menununtut ilmu diluar negeri. Setelah kuliah diluar negeri, saya merasa ada lompatan dalam diri saya, misalnya dalam bergaul, mengatasi masalah, menghargai orang lain, menghadapi orang yang yang bermacam-macam, dan hal lain yang mematangkan saya untuk masuk didunia kerja atau berkontribusi kepada masyarakat dan lingkungan.
“Oleh karena itu kalau ada program beasiswa seperti  ini saya ingin para mahasiswa untuk bisa mengambil kesempatan untuk bisa menuntut ilmu yang lebih tinggi. Harapan saya tahun depan akan lebih banyak mahasiswa yang mengikuti program beasiswa ke luar negeri.
Sementara itu, I Made Andi Arsana dalam paparannya menjelaskan, mahasiswa Indonesia tidak hanya harus tahu Indonesia tapi juga faham dunia, Mahasiswa harus terkoneksi atau keterikatan dengan dunia karena kita adalah warga dunia. Kalau kita merasa perlu ke luar negeri,bagaimana dengaran negara lain? Apakah luar negeri mau menerima kita? Berita bagusnya adalah menerima mahasiswa internasional adalah indikator keberhasilan universitas. Kalau kita ke luar negeri, siapa yang akan datang ke universitas saya? Jadi sebenarnya berjodoh, tinggal kita menemukannya institusi yang tepat. Apalagi program seperti ini didukung pemerintah dengan berbagai macam beasiswa.
Ketika kita ditanya kemana kita akan kuliah, jangan-jangan kita melihat dunia dengan cara yang sangat konvensional yaitu Amerika, Eropa, Australia lagi. Apalagi didunia ada 196 negara yang semua punya keunikan tersendiri yang perlu kita fahami. Mahasiswa harus memperkaya imajinasi. Kalau mau ke eropa silakan ke eropa tapi eropa bukanlah merupakan satu-satunya destinasi.
“Di ASEAN kalau mau belajar pertanian ya di Thailand karena suhu sama dan iklim mirip dengan Indonesia. Kalau diterapkan di Indonesia cara menerapkannya menjadi lebih mudah. Jadi para mahasiswa harus melihat aspek-aspek seperti ini, bukan hanya ikut-ikutan”, tegasnya.
Pemerintah tahun ini mencanangkan International Indonesian Student Mobility Award (IISMA). Dengan adanya IISMA bisa belajar di “Top 300 World University” dan ada banyak  orang tiap tahun yang dikirim dan tahun depan jauh lebih banyak yang dikirim, jadi kesempatannya akan jauh lebih tinggi. Tapi persoalannya tidak semudah itu karena ada kuota dan seleksi.
Tentang Motivation Letter (Motlet), lanjut Andi Arsana, ketika orang/teman  membaca Motlet kita tersebut maka dia harus tahu mengapa kita memilih bidang itu dan di universitas tersebut.   Hal kedua yaitu mengapa anda mendaftar program internasional, lalu menjelaskan pengalaman  yang relevan, misalnya pernah mengikuti program lain dll.  Ini membuktikan bahwa mahasiswa tersebut memiliki naluri/pengalaman/keinginan untuk melakukan di internasiolisasi.
“Hal ketiga perlu dijelaskan kenapa kita cocok untuk program ini. Kita jangan buru-buru untuk mengatakan bahwa kita adalah kandidat terbaik karena kita tidak kenal dengan kandidat yang lain. Jadi kriteria apa yang diperlukan program itu dan kita punya. Misalnya program itu mengharapkankan orang yang punya leadhership yang kuat, akademik yang  bagus, sosial dan intelektual yang bagus. Maka dari kriteria itu saya punya dan diceritakan. Hal keempat adalah anda bisa menceritakan apa yang akan dilakukan dimasa datang. Jadi mimpinya bisa diceritakan. (witono)  

 

Categories: Berita Lain

Tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021 Merintis Sentra Industri Jagung dan Rumah Pintar di Gunungkidul

Fri, 2021-10-08 09:37

Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNY 2021 merintis Sentra Industri Jagung dan Rumah Pintar disalah satu desa di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian masyarakat melalui sebuah inovasi penunjang kesejahteraan dalam lingkup ekonomi dan juga pendidikan. Dalam pelaksanaannya tidak hanya dilakukan oleh tim sendiri, namun juga melibatkan berbagai mitra, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, Karang Taruna, serta volunteer-volunteer dari mahasiswa FMIPA UNY seperti Laskar Bersinar dan Relawan Belajar MIPA (RBM).
 Sejak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, banyak program baru bermunculan. Salah satunya adalah PHP2D yang berbasis pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa. Tak mau ketinggalan, BEM FMIPA UNY 2021 turut berpartisipasi di dalamnya dengan menjaring pengurus termasuk mahasiswa FMIPA UNY.
Yuliantika Puteri, humas tim PHP2D BEM FMIPA, mengatakan, tema besar yang diusung adalah "Pengadaan Sentra Industri Jagung Melalui Inovasi Ekonomi Kreatif dan Peningkatan Taraf Kesejahteraan Pendidikan di Kalurahan Sumbergiri (Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul)”. Sesuai dengan namanya, pengembangan desa yang dilakukan ini berfokus pada pemberdayaan komoditas jagung dan peningkatan taraf kesejahteraan pendidikan di Padukuhan Bendogede 1, Padukuhan Bendogede 2, dan Padukuhan Mendak, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.
“Menurut hasil survei awal tim menunjukkan bahwa panen utama diketiga dusun adalah jagung, yang harganya relatif murah apabila dijual secara langsung. Jagung tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam membuat bahan pangan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi, salah satunya adalah mie. Pengolahan jagung menjadi mie jagung diharapkan mampu mendongkrak nilai jual komoditas jagung ini. Bentuk pengembangan ini dilaksanakan melalui pengadaan alat, pelatihan pemanfaatan dan pengolahan mie jagung, serta pemasaran produk hasil pengolahannya”, lanjutnya.
Selain melimpahnya jagung di desa tersebut, etos kerja masyarakatnya pun tinggi dalam pengelolaan hasil pertanian. Bersamaan dengan hal itu, kurangnya pemahaman masyarakat desa tersebut menjadi persoalan dalam mengoptimalkan hasil taninya. Hal ini menjadi alasan besar usaha pengembangan komoditas jagung di sana.
Sebelum membuat mie jagung, jagung perlu digiling terlebih dahulu hingga menjadi tepung jagung. Selanjutnya, tepung jagung ini diproses bersama tepung terigu, garam, minyak, air, telur, dan bumbu-bumbu lain lalu dikukus untuk menghilangkan kadar airnya . Setelah dikukus, mie dipanggang dalam oven hingga terbentuklah mie jagung kering yang dapat dimasak secara instan bersama bumbu pelengkapnya.
Yuliantika juga menerangkan, Rumah Pintar merupakan salah satu kegiatan yang diinisiasi Tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021. Kegiatan ini bergerak untuk membantu dan memfasilitasi anak-anak sekolah jenjang TK-SMA sederajat di desa tersebut. Hal ini berupa konsultasi belajar terkait tugas dan materi pelajaran, atau sharing mengenai masa depan serta cita-cita. Selain itu, rumah pintar juga difasilitasi dengan pojok baca yang berisi buku-buku bacaan materi pelajaran, novel, dll. Selain dibersamai oleh tim PHP2D BEM FMIPA UNY 2021, Rumah Pintar juga didampingi oleh Tentor Relawan Belajar MIPA 2021, yang bekerja sama dengan Karang Taruna setiap padukuhan di Kalurahan Sumbergiri.
“Program Rumah Pintar yang rutin dilaksanakan tiap pekan ini dilatarbelakangi oleh keresahan masyarakat terutama pelajar, atas terbatasnya akses jaringan internet yang menyebabkan terganggunya pembelajaran daring di masa pandemi. Banyak dari siswa merasa tidak nyaman dan kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru, sehingga motivasi belajarnya menurun. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya pendampingan belajar dan sesi sharing di Rumah Pintar ini dapat meningkatkan taraf kesejahteraan pendidikan di ketiga dusun”, katanya. (Yulia/witono)

Categories: Berita Lain

Mahasiswa UNY Juara 2 Anugerah inovasi Penelitian Kota Yogyakarta

Sun, 2021-10-03 20:40

Kolaborasi mahasiswa UNY berhasil meraih juara di ajang Anugerah Inovasi Penelitian Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Bappeda Kota Yogyakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 32 tahun 2021 tentang Penetapan Pemenang Anugerah Inovasi dan Penelitian Kota Yogyakarta tahun 2021 bahwa Kolaborasi mahasiswa UNY yakni Ilham Alif Fianto (Pendidikan Geografi), Aditia Pramudia Sunandar (Pendidikan Biologi), dan Diah Nadiatul Jannah (Pendidikan IPS) sebagai Juara 2 Kategori Penelitian diajang AIP, 21/9/21.
Pada event tersebut, Diah dkk menulis paper yang berjudul Dewantara Kirti Griya : Implementasi Triple Helix dalam Mendorong Pertumbuhan Industri Kreatif Melalui Wisata Edukasi. Dewantara Kirti Griya merupakan museum peninggalan Ki Hadjar Dewantara yang sangat bersejarah dengan nilai perjuangan beliau. Kondisi pandemi membuat perlu adanya pendekatan kebijakan baru dalam membantu museum ini agar dapat bertahan dan eksis sesuai perkembangan zaman. Ide ini dilatarbelakangi dari nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara yang harus terus dipromosikan oleh Kota Yogyakarta dan para mahasiswa.
Dalam menyusun paper ini, Aditia dan Diah berperan dalam mengkaji aspek pendidikan, nilai-nilai Ki Hadjar Dewantara, dan potensi pengembangan museum dari perspektif ilmu pendidikan. Ilham berperan sebagai ketua tim guna mengkoordinasi konsep Triple Helix kepada pemerintah, akademisi, dan industri. Penelitian ini merupakan sebuah modal baru dalam mempromosikan museum sebagai industri kreatif berbasis wisata edukasi dengan konsep universal.
"Setiap orang dapat menjadi guru, setiap rumah dapat menjadi sekolah. Prinsip ini yang kami harapkan agar setiap orang bisa saling belajar dan membelajarkan." Kata Diah. (aditia/witono)

Categories: Berita Lain

Mahasiswa UNY Raih Silver Medal pada WICE 2021

Sun, 2021-10-03 20:36

Kolaborasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Ahzami Fadilah Akbar (Teknik Elektro), Wulan Febrianingsih (Pendidikan IPA), Siti Vera Lestari (Pendidikan Matematika), Asma Nur Azizah (Sastra Inggris), dan Intan Diah Kusuma (Pendidikan Tata Boga) berhasil menorehkan prestasi dengan meraih  Silver Medal pada ajang World Invention Competition and Exhibition 2021.
Melihat perkembangan dan pengetahuan saat ini tentang sains, penemuan dan inovasi khususnya di bidang sains, menuntut kita untuk mengetahui sejauh mana wawasan, pengetahuan, dan kemampuan kita dalam menerapkan pengetahuan sainsnya. Oleh karena itu, Indonesian Young Scientist Association (IYSA) berkerjasama dengan  SEGi College Subang Jaya - Malaysia  mengadakan kompetisi Invention tingkat internasional yang disebut "World Invention Competition and Exhibition (WICE)" sebagai platform pembelajaran yang tepat untuk membina para penemu muda berbakat yang aktif, kreatif, dan inovatif.
Ahzami Fadilah mengatakan, kompetisi ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu seleksi administrasi dan final. Pada tahap seleksi administratif, para peserta diharapkan memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan dimulai dari pengisian data yang diperlukan seperti penyerahan data diri, judul penelitian, abstrak penelitian lalu peserta yang memenuhi kriteria akan mendapatkan Letter of Accepptance (LoA) dari panitia via e-mail agar dapat melanjutkan pada babak selanjutnya berupa pemaparan karya yang ditawarkan kepada juri dan audiens di platform yang telah disediakan panitia.
Anggota tim lain, Wulan Febriani menjelaskan, pada ajang tersebut Team BETA memaparkan karya yang berjudul "BETA Healthy Noodle as Staple Food Substitute for Diabetics" harapannya penemuan akan terus berkembang dan bermanfaat semakin luas.
“Lomba ini diikuti oleh elementary, secondary, university dari seluruh dunia. Pendaftaran lomba dibuka dari tanggal 1/4/21 dan berakhir dengan penutupan pada 30/9/21. Peserta lomba sebanyak 300 tim dari 29 Negara”, tambah Wulan. (wulan/witono)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

Categories: Berita Lain

Dua Tim dari FMIPA UNY Dulang Medali Emas di LIDM 2021

Tue, 2021-09-21 13:41

Mahasiswa FMIPA UNY  kembali meraih prestasi ditingkat nasional melalui ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2021 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS) Kemdikbudristek-RI di Universitas Andalas, 17-20/9/21. Pada ajang tersebut tim UNY berhasil menjadi juara umum dengan perolehan 4 medali emas dan 1 medali perak. Dua emas dipersembahkan  tim dari FMIPA atas bimbingan Dr. Pujianto, M.Pd., dosen FMIPA UNY. Tim pertama yaitu Tim Aurum  dengan personil Athi' Nur Auliati Rahmah (Pendidikan Fisika) dan Bian Itsna Ashfa Al Ashfiya (Fisika). Athi’ dan Bian meraih Juara 1 untuk Divisi Poster Digital. Pada kompetisi ini, Athi' dan Bian berhasil lolos di babak final melawan 800-an tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka yang masuk dua puluh besar kemudian mengikuti serangkaian seleksi final pada 18-19/9/21.
Kemenangan poster digital yang berjudul "Berbagi Inspirasi Melalui Kampus Mengajar" ini dilatarbelakangi pengalaman langsung dilapangan saat Athi' yang kala itu menjadi mahasiswa program Kampus Mengajar Angkatan 1.
Medali emas lainnya diperoleh Risa Nurullailiyah Sujono (Pendidikan IPA)  dan Reno Nurdiyanto (Pendidikan Fisika) dengan nama tim “Wassalamu’alaikumWarahmatullahiWabarakatuh” meraih medali emas untuk divisi Inovasi Materi Digital Pendidikan. Tim ini membuat Aplikasi Modul Discovery Learning berbasis Virtual lab dan Augmented Reality untuk meningkatkan pemahaman konsep materi optika geometri di tengah pandemi COVID-19. Aplikasi ini merupakan produk Tugas Akhir Skripsi terdanai penelitian payung dosen dan penelitian 100 judul FMIPA dari Reno Nurdiyanto yang telah diimplementasikan di kelas secara online. Aplikasi telah dipublikasikan pada website Redi-Tech http://TeknologiPendidikanDigital.web.id/ yang telah dikelola oleh Reno dan tim.
Reno menjelaskan, Divisi ini diikuti oleh 205 tim peserta melewati tahap seleksi proposal dan terakhir final oleh 20 peserta terbaik dari berbagai universitas di Indonesia secara online melalui zoom meeting. “Pemilihan nama tim ini mewakili doa dan harapan, sekaligus salam yang mengakhiri karya dari kami sebagai mahasiswa. Saya berharap banyak mahasiswa lebih inovatif dalam pengembangan media pembelajaran yang dapat membantu permasalahan pendidikan”, ujar Reno. Reno juga telah meraih kesuksesan bersama Real Madrid FC dengan meraih medali perak tahun lalu, dan berhasil membayarkannya pada tahun ini.
Risa Nurul selaku ketua tim mengaku bersyukur dapat keluar sebagai pemenang bersama timnya pada ajang tersebut. Ia berharap aplikasi ini dapat bermanfaat dan bisa membantu peserta didik semakin bersemangat dalam belajar fisika. (witono)

 

Categories: Berita Lain

Easy Box: Box Penyimpan Sayur Buatan Mahasiswa UNY

Mon, 2021-09-20 21:29

Produk sayur- mayur hasil pertanian tentunya membuat bahagia para petani. Keuntungan besar tentunya sudah tertanam dalam benak para petani ketika hasilnya melimpah. Tetapi masalah muncul ketika para petani hendak menjual dan mendistribusikan hasil panen sayurnya ke kota atau daerah lain. Jarak antara desa ke kota atau daerah lain tentunya memerlukan waktu yang tidak sebentar dan hal tersebut tentunya membuat mutu dari sayuran tersebut menjadi menurun. Kebanyakan para petani membawa sayur dengan transportasi truk/bak terbuka. Meskipun sebagian telah memanfaatkan mobil berpendingin, petani lokal tidak tertarik menggunakannya karena besarnya biaya, kesulitan pengoperasian, dan tidak efisien penggunaanya.
Berdasarkan permasalahan tersebut, untuk mengatasi rendahnya daya simpan hortikultura pada saat pendistribusian perlu adanya upaya solusi dan inovasi terobosan baru. Inovasi diperlukan untuk meningkatkan daya tahan produk hortikultura apabila terjadi kendala pendistribusian. Hal ini memicu para mahasiswa UNY yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC)  yaitu Muhamad Reza Yoga Putra, Abdul Rosyid Hidayatullah (Fisika), Siti Kholifah (Biologi), dan Yusuf Kurniawan (Pendidikan Mekatronika) dengan dosen pembimbing Dr. Pujianto untuk menciptakan kreativitas dan gagasan menciptakan suatu box penyimpan produk hortikultura yang mampu menjaga kelembaban dan suhu secara otomatis.
Reza Yoga mengatakan, prototipe dibuat dengan perbandingan 1:2 dari ukuran asli. Box ini bersifat portable sehingga mudah untuk dipindahkan dan dibawa kemana-mana, memerlukan maintenance yang tidak rumit sehingga ramah terhadap pengguna. Box yang dibuat dapat dikontrol dan dimonitoring melalui aplikasi smartphone karena berbasis IoT, serta menggunakan energi ramah lingkungan yaitu panel surya sehingga mengurangi pencemaran lingkungan di Indonesia.
“Desain yang dibuat berbentuk balok bertujuan untuk memudahkan mobilitas apabila alat tidak sedang digunakan untuk distribusi komoditas hortikultura. Desain ini memanfaatkan seluruh komponen ruang agar kapasitas penyimpanan komoditas hortikultura dalam jumlah besar. Bagian atas Easy Box dilengkapi panel surya yang berfungsi sebagai sumber energi untuk menghidupkan 4 buah peltier yang bekerja mengubah udara sekitar menjadi udara dingin di dalam ruangan”, lanjutnya.
Reza Yoga menambahkan, sistem aplikasi Easy Box terintegrasi IoT, dengan menggunakan jaringan Wifi pada aplikasi di smartphone. Aplikasi Easy Box tetap aktif di menu background sehingga dapat menghemat penggunaan daya baterai smartphone. Cara penggunaanya sangat mudah yaitu masuk ke aplikasi terus memilih jenis sayur, dilanjutkan menekan tombol On dan selesai. (witono)

 

Categories: Berita Lain

Pelajari Tiga Bahasa ini untuk Menjadi Pemenang Persaingan Global.

Sun, 2021-09-19 12:42

ASEAN Community dilaksanakan tahun 2015 dan baru dieksekusi 2016.  Dalam kenyataannya sekarang menjadi ASEAN plus Three yaitu China, Korea, Jepang. Konsentrasilah di 3 bahasa negara ini selain ASEAN. Sekarang yang hebat adalah 3 negara ini. Potensinya dengan adanya ASEAN Community ini adalah mobilitas mahasiswa.
Demikian disampaikan Dr.rer.nat. AB Susanto, MSc, dosen FPIK Universitas Diponegoro Semarang yang juga Deputy Director ASEAN-China Theacher Training and Development Center pada acara Orasi Ilmiah Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis  ke-57 FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu, 18/9/21 yang digelar secara daring.
Lebih lanjut dikatakan, doronglah mahasiswa dan dosen mobilitas baik virtual maupun luring  ke 3 negara ini karena perkembangan ekonomi yang luar biasa. Dalam kegiatan pembelajaran berilah kesempatan fokus pada teknologi maupun bahasa di ke 3 negara ini selain bahasa Inggris yang sudah menjadi standar.
“Saya menyarankan begitu karena kita akan menjadi negara terbaik bidang ekonomi. Ditahun 2045 kita akan menjadi terbaik ke 7 bidang ekonomi. Maknanya pendapatan perkapita kita minimal 1.500 USD. Jika 1 USD adalah Rp 15.000,00 maka kalau alumni dari FMIPA bekerja gajinya minimal 25 juta. Nantinya akan terjadi persaingan kerja global. Oleh karena itu kita harus membuat jejaring baik dilevel nasional, regional maupun internasional supaya jadi pemenang”, tegasnya.
Sementara itu Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes.,AIFO, dalam sambutannya mengatakan, prestasi UNY dibidang kemahasiswaan tidak lepas dari kontributor utama yaitu mahasiswa FMIPA. Secara komprehensif kemampuan mahasiswa FMIPA merata untuk berprestasi meskipun yang utama adalah bidang penalaran. Untuk seni, olahraga dan minat khusus juga lumayan hebat.
Dari dimensi prestasi mahasiswa FMIPA sebagian besar juaranya dilevel nasional, regional dan internasional yang membuat 2 tahun terakhir bahkan ketika untuk pertama kalinya Belmawa menyelenggarakan pemeringkatan kinerja kemahasiswaan saat itu 2013 dinobatkan sebagai juara 1 se-Indonesia dengan parameter saat itu prestasi seni, olahraga, khusus, penalaran.
 “Namun setelah kita nomor 1 se-Indonesia diperbaharui kriterianya sehingga 1-2 tahun vakum pemeringkatan. Meskipun diperbaharui yang tidak semata-mata indikatornya  medali dan tropi, atas kontribusi kegiatan kemahasiswaan yang luar biasa maka 2 tahun terakhir UNY bertengger diperingkat 4 nasional yang lebih tinggi dari peringkat universitas”, lanjut Rektor.
Dekan FMIPA,  Prof. Dr. Ariswan, M.Si.,DEA dalam laporannya mengungkapkan jumlah total penelitian dosen kompetisi tingkat Universitas berjumlah rata-rata 167 judul per tahun.  Jumlah publikasi di jurnal internasional bereputasi pada tahun 2020 sebanyak 73 artikel dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 74 artikel (dan masih bertambah karena belum sampai akhir tahun 2021). Hasil karya yang telah dihasilkan oleh dosen FMIPA sebanyak 77 buah Hak Cipta dan 17 paten sampai awal tahun 2021. Fakultas MIPA merupakan salah satu fakultas di UNY dengan dosen terbanyak yang memiliki Scopus ID.
“Guna mendukung UNY untuk menjadi World Class University, FMIPA UNY meningkatkan kemampuan dosen-dosen dengan melaksanakan kegiatan academic recharging. Kegiatan academic recharging yang telah dilaksanakan oleh FMIPA, UNY diantaranya adalah kegiatan guest lecturer, visiting Professor, dan melaksanakan penelitian kerjasama dengan beberapa universitas”, tambah Dekan. (witono)

Categories: Berita Lain

Cerita Inspiratif dari Alumni FMIPA UNY di Uni Emirat dan Taiwan

Thu, 2021-09-16 20:07

Acara talkshow inspiratif bersama alumni yang diselenggarakan  sebagai salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-57 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah sukses dilaksanakan oleh Kelurga Magister dan Doktor (KMMD) UNY pada Sabtu, 11/9/21 secara daring . Talkshow mengusung tema "Sharing Experience: Be Successful Along with FMIPA Alumni” dengan narasumber Achmad Khambali, S.Pd., M.M. (alumni pendidikan kimia tahun 1999) dan Januar Widakdo, S.Si., M.Sc., Ph.D. (alumni pendidikan fisika tahun 2011) dengan moderator Febriani, S.Pd., mahasiswa magister fisika 2021.
Pada cerita yang diungkapkan oleh Khambali, beliau banyak mengalami kendala dan kegagalan sebelum mendapatkan pekerjaan prestisius di bidang distribusi bahan kimia perusahaan Uni Emirat seperti sekarang ini. Namun berbekal dengan niat yang kuat dan berani menghadapi segala tantangan untuk mencapai goals yang telah ditentukan, beliau mampu terus berprestasi. 
Selama berkuliah di UNY, Khambali juga aktif mengikuti berbagai organisasi dan lomba karya tulis ilmiah. Dari keikutsertaan kegiatan tersebut, beliau belajar banyak mengenai manajemen waktu. “Masalah dan kegagalan di kehidupan itu pasti akan ada. Maka jadikan itu semua sebagai pengalaman dan coba untuk melihat dari dimensi yang lain untuk mengatahui apa hakekat kehidupan kita”, ungkap alumni yang pernah mendapatkan beasiswa supersemar dan gudang garam ini. 
Selaras dengan Khambali, cerita yang diungkapkan Januar juga tidak semudah apa yang orang lihat. Bermula dari penolakan diri karena masuk di Prodi Fisika hingga tidak percaya diri karena memiliki nilai yang rendah, justru hal itulah yang menjadi titik balik beliau. 
Selama berkuliah di UNY, Januar mengikuti marching band mewakili UNY dan Indonesia di ajang internasional. Beliau ingin membuktikan bahwa dengan berkuliah di UNY bukan hanya akademis yang bagus, tetapi juga non-akademisnya. Kini beliau menjadi seorang peneliti di Taiwan, hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. 
Januar menambahkan, kesuksesan akan dapat dicapai jika kita dapat menjadi diri sendiri, memiliki tujuan dan timeline yang jelas serta selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki. “Percaya bahwa setiap orang itu unik, jadi jangan insecure dengan diri sendiri”, lanjut Januar.
Sementara itu pada acara Ramah Tamah Alumni, banyak cerita-cerita menarik yang  mereka sampaikan. Muh Luthfi H alumni Pendidikan Biologi yang menempuh studi S1 dan S2 di UNY lalu meneruskan S3 di Jedah dengan beasiswa penuh. Ini membuktikan bahwa lulusan UNY pun bisa melanjutkan ke tingkat internasional dan diakui. 
Demikian juga cerita alumni Pendidikan Matematika, Nurkholis. Dia menceritakan awalnya pernah menjadi guru kontrak kemudian menjadi anggota DPRD di Ngawi. Ini membuktikan bahwa lulusan UNY peluangnya tidak hanya menjadi guru tetapi bisa bekerja lintas bidang. (putri/witono)
 

Categories: Berita Lain

Peksi Repellent Machine : Alat Pengusir Burung Buatan Mahasiswa UNY

Wed, 2021-09-01 22:02

Penurunan hasil panen padi di beberapa daerah mengalami penurunan. Salah satunya dirasakan oleh Mudiyono, anggota Kelompok Tani Sido Rukun di Dusun Padangan, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta. Menurut penuturan Mudiyono, penurunan pendapatan tersebut disebabkan oleh serangan burung  yang memakan bulir padi yang sudah memasuki masa masak susu kurang lebih rata-rata sebanyak 5 gram sehari. 
Metode yang dipraktikkan dalam upaya pengusiran serangan hama burung oleh petani sejauh ini sebatas penggunaan jaring-jaring dan pemanfaatan orang-orang sawah. Akan tetapi, metode ini dipandang tidak efektif dan efisien sebab membutuhkan waktu penjagaan yang tidak sedikit juga serangan hama burung yang sangat variatif.
Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Mudiyono tersebut, maka mahasiswa UNY yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) membuat alat pengusir burung yang diberi nama “Peksi Repellent Machine”. Para mahasiswa tersebut yaitu Leni Widyastuti (Biologi), Nur Intan Permatasari (Biologi), R. Muhammad Ferry Fadly (Pendidikan Teknik Mesin), Abdul Rosyid Hidayatullah (Fisika), Hidayati Nur Hakimah (Pendidikan Ekonomi) dengan dosen pendamping Ariadie Chandra Nugraha, MT.
Leni Widyastuti menjelaskan, kata Peksi  berasal dari Bahasa Jawa yang berarti burung. Jadi alat Peksi Repellent Machine  ini memang dibuat untuk mengusir hama burung.  Dalam rancang bangun alat ini, kami memperhatikan ilmu sains yang ada diantaranya memperhitungkan jangkauan alat yaitu jangkauan sensor dan jangkauan speaker. Selain itu juga memperhitungkan daya alat.
“Jika alatnya di ON kan menggunakan aplikasi, maka alat tersebut dapat mendeteksi  burung menggunakan sensor  RCWL. Sensor ini merupakan  microwave motion sensor  yang dapat mendeteksi keberadaan burung dengan mengirimkan gelombang mikro. Sensor ini mendeteksi  keberadaan burung menggunakan pergerakan burung yang mampu mengubah  sinyal yang diterima oleh sensor ini”, lanjutnya. 
Selanjutnya, tambah Leni,  alat akan mengeluarkan suara ultrasonik. Di samping hal tersebut, ketika alat mendeteksi burung, maka alat tersebut akan melaporkan sebuah notifikasi ke telegram. Jadi untuk pemantauannya menggunakan telegram. 
“Kami membuat buku panduan untuk mempermudah pengoperasiannya, sehingga petani mudah mengoperasikan alat tersebut”, terangnya . (witono)

Categories: Berita Lain

Pandemi Covid-19: Pembelajaran Jarak Jauh di Lituania dan Tantangan Guru Biologi di Indonesia

Fri, 2021-08-27 20:48

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) menggelar 8th International Conference on Research, Implementation and Education of Mathematics and Science (8th ICRIEMS) secara daring pada 27-28/8/21. Seminar menghadirkan keynote speaker  Prof. Dr. Paidi, M.Si., FMIPA UNY, Dr. Syarif Riyadi dari Energy Academy Indonesia, Prof. Dr. Vincentas Lamanauskas dari Vilnius University Siauliai Academy, Institut of Education Lithuania, Dr. Ir. WT Van Horssen dari Electrical Engineering, Methemetics and Computer Science Delft Institute of Applied Mathematics, Belanda. Sedangkan Invited speakers yaitu  Dr. Dian Kesuma Pramudya Nurputra, Ph.D., M.Sc., Sp.A dari UGM dan Dr. Sri Wahyuni, M.Pd. Universitas Jember.
Prof. Vincentas Lamanauskas dalam paparannya menjelaskan, proses pembelajaran jarak jauh dan evaluasinya selama pandemi COVID-19 adalah objek penelitian ilmiah yang sangat relevan. Menganalisis akumulasi pengalaman, kami tidak hanya dapat mengevaluasi situasi pembelajaran jarak jauh di perguruan tinggi Lituania selama pandemi, tetapi juga dengan menganalisis tantangan yang ditimbulkan oleh pembelajaran jarak jauh dan membuka peluang baru, untuk mencari arah untuk meningkatkan pembelajaran jarak jauh.
“Pada Januari-Februari 2021, studi kualitatif dilakukan, di mana 158 mahasiswa dari tiga universitas Lithuania berpartisipasi. Sebagian besar responden adalah mahasiswa program studi sosial dan kemanusiaan. Data kualitatif yang diperoleh atas dasar pertanyaan terbuka dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif, yaitu subkategori dan kategori semantik menurut dua variabel utama dibedakan yaitu kesamaan antara kuliah reguler dan jarak jauh, dan aspek positif dan negatif  dari kuliah jarak jauh”, lanjutnya.
Lebih lanjut dijelaskan, ditemukan bahwa kesamaan tertentu adalah karakteristik dari kuliah reguler dan jarak jauh, dan aspek positifnya jauh lebih besar daripada aspek negatifnya. Sementara kesulitan belajar adalah faktor terpenting yang menyebabkan pengalaman belajar yang membuat frustrasi, kelelahan telah ditemukan sebagai penyebab utama pengalaman belajar yang penuh tekanan.
Vincentas Lamanauskas menerangkan bahwa kuliah jarak jauh memiliki keuntungan yang jelas. Kenyamanan belajar telah disorot sebagai keuntungan utama karena siswa memiliki kemungkinan yang lebih baik untuk menggabungkan studi dengan pekerjaan dan kebutuhan pribadi. Pembelajaran jarak jauh telah menghasilkan penghematan finansial, yang selalu relevan bagi siswa. Mahasiswa menghargai fleksibilitas studi yaitu, memperhatikan pekerjaan dan upaya dosen memastikan kelancaran proses studi.
“Tidak diragukan lagi, kekurangan tertentu dari kuliah jarak jauh telah disorot. Ternyata mahasiswa merasakan penurunan kesehatan fisik dan mental, efek negatif kuliah jarak jauh terhadap kesehatan mental terlihat; menghabiskan banyak waktu di depan layar komputer, tentu saja, juga memperburuk kesehatan fisik. Pembelajaran jarak jauh telah merampas kesempatan siswa untuk menyadari kebutuhan sosial mereka, siswa merasa kurangnya komunikasi, tidak memiliki kemungkinan untuk bersosialisasi”, katanya.
Pembicara lain, Prof. Dr. Paidi menerangkan, pandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih dari satu setengah tahun, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran online khususnya dalam pembelajaran biologi. Siswa mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran biologi, mengikuti prosedur, dan memperoleh keterampilan proses ilmiah. Mereka bahkan sulit untuk belajar bersama dan berkonsultasi dengan kesulitan belajar mereka.
“Kesulitan guru dalam mempersiapkan dan menata objek dan kegiatan pembelajaran biologi di era Pandemi Covid-19 sangat mungkin mempengaruhi keberhasilan siswa dalam meningkatkan keterampilan ilmiahnya. Guru biologi perlu dibantu dalam melakukan reorientasi bentuk kegiatan belajar mengajar yang memungkinkan siswa mengembangkan seluruh ranah kompetensinya. Oleh karena itu, guru biologi perlu didukung untuk menemukan berbagai objek dan kegiatan pembelajaran yang layak dan relevan”, katanya.
Prof. Paidi menambahkan, para ahli pendidikan biologi menyarankan agar pemanfaatan benda-benda dari lingkungan sekitar, media berbasis TIK, simulasi, pengetahuan prosedural yang tersedia di internet menjadi objek pembelajaran biologi. Benda-benda tersebut sangat layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran biologi dalam pengamatan, pengukuran, klasifikasi, dan proses ilmiah lainnya. Ini juga relevan untuk aktivitas proyek individu dan eksperimen sederhana. Guru biologi kemudian ditantang untuk melakukan reorientasi bagaimana merancang dan mengelola kegiatan belajar mengajar biologi menggunakan objek dan aktivitas melalui blended learning guna membantu siswa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan ilmiahnya. (witono)

Categories: Berita Lain

Sharing Dekanat FMIPA UNY Dengan Mahasiswa Baru

Thu, 2021-08-26 11:27

Untuk lebih memperkenalkan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta dengan mahasiswa baru, maka panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru  (PKKMB) menghadirkan dekanat FMIPA untuk memberikan gambaran tentang fakultasnya. Sharing dekanat dengan mahasiswa baru dilaksanakan secara daring pada 26/8/21. 
Pada kesempatan tersebut, Dekan FMIPA, Prof. Dr. Ariswan, M.Si., menjelaskan bahwa sistem akademik diperguruan tinggi sudah mengedepankan teknologi informasi. Jika para mahasiswa baru mau mengetahui lebih jauh tentang FMIPA UNY silakan buka webnya. Berbagai informasi akademik disampaikan lewat media tersebut.
“Kehidupan dikampus FMIPA ini memang luar biasa. Komunikasi antar mahasiswa dan mahasiswa dengan dekanat sangat cair. Jadi mahasiswa tidak khawatir terhadap kendala karena bisa dikomunikasikan dengan baik”, tegas Dekan. 
Dekan menambahkan, dalam keadaan luring, banyak mahasiswa yang duduk  bersama untuk berdiskusi. Rasa kebersamaan sangat terasa. Mahasiswa bisa berdiskusi dimana saja diarea kampus karena hampir semua area sudah ada jaringan wifinya, sehingga mahasiswa bisa berdiskusi dengan nyaman.
Sementara itu Wakil Dekan Bidang  Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Jaslin Ikhsan  menerangkan kepada mahasiswa baru bahwa saat ini ada kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kurikulum ini memperbolehkan mahasiswa untuk belajar diluar fakultas / kampus selama 3 semester untuk memperkaya ilmu. 
Narasumber lain pada acara tersebut yaitu Wakil Dekan bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Dadan Rosana serta Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ali Mahmudi, M.Pd. (witono)
 

Categories: Berita Lain

Pengembangan Kurikulum Untuk Penguatan Keahlian Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja

Mon, 2021-08-23 06:06

Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) harus kita kawal bersama-sama. Akan menjadi ikon prodi Kimia melalui hibah kompetisi , menjadi pusat unggulan di FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta dan akan menjadi rujukan berbagai perguruan tinggi. 
Mengacu pada 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) salah satunya adalah lulusan mendapat pekerjaan yang layak tentunya perlu kita manifestasikan kedalam kurikulum, agar kurikulum yang kita kembangkan membekali kepada para mahasiswa agar ketika lulus mereka tidak asing dengan keahlian pekerjaan yang akan dilaksanakan di dunia kerja. Dengan demikian perlu dilakukan penguatan terhadap mahasiswa.
Hal tersebuat disampaikan oleh Prof. Dr. Margana, Wakil Rektor Bidang Akademik UNY saat membuka Workshop Sinergi Kurikulum MBKM Prodi Kimia dengan Alumni, Industri dan Prodi Lainnya di Jurusan Pendidikan Kimia UNY yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY. Acara dilaksanakan secara luring dan daring pada Jumat 20/8/21 di Yogyakarta.  
Lebih lanjut Prof. Margana menjelaskan, IKU yang kedua yaitu mahasiswa mendapat pengalaman diluar kampus. Kurikulum MBKM memberikan kebebasan kepada para mahasiswa untuk mengambil mata kuliah diluar kampus seperti transfer kredit, KKN, dsb. 
Sementara itu pembicara Windra Setyawan, S.Si., (alumni  & PT Esye Natural Kosmetindo) dalam sharing alumni & sinergi Kurikulum S1 Kimia dengan Industri  menceritakan tentang pengalamannya bekerja di industri terapan berbagai bidang yaitu di industri pakan ternak, industri farmasi, kemudian ke industri kosmetik.  
“Dari pengalaman bekerja di ketiga industri tersebut kurikulum yang saya dapat  sudah cukup memberikan dasar  ilmu bagi alumni dalam menghadapi dunia kerja. Keilmuan yang diperoleh menyesuaikan dengan lingkup jenis industri/pekerjaan”, jelasnya.
Windra memaparkan, dari ketiga pekerjaan industri tersebut hal yang perlu lebih diperdalam dalam pengetahuan kimia yaitu pengetahuan tentang instrument.  Ketika saya masuk ke industri farmasi saya melihat instrument analisa lebih kompleks. Bagaimana cara menggunakan alat ini. Disatu sisi membuat saya tertantang untuk bisa menggunakannya dengan benar, tapi disisi lain ada kekhawatiran bagaimana nanti kalau alatnya rusak. Yang perlu diperdalam adalah penggunaan  High performance liquid  chromatography (HPLC)  karena alat ini umum digunakan diberbagai  industri.  
Saran saya sebagai alumni yang sudah bekerja di industri, lanjut Windra,  yaitu memperkaya informasi tentang instrumentasi pengujian, menyisipkan materi terkait quality management system, serta pengadaan instrument pendukung mata kuliah yang relevan. 
Pembicara lain pada workshop tersebut yaitu Dr. Maria Paristiowati (Tim Perumus CPL Kimia dan Pendidikan HKI), serta Dr. Harry Firman, Tim Ahli SEAQIS (SEAMEO QITEP in Science). (witono)

Categories: Berita Lain

FMIPA UNY RAIH PRESTASI DI KNMIPA LPTK 2021

Fri, 2021-08-20 14:59

Kegiatan “KN-MIPA LPTK 2021” merupakan kompetisi nasional dalam bidang MIPA seperti biologi, fisika, kimia, dan matematika yang diikuti oleh 12 perguruan tinggi negeri se-Indonesia yang tergabung dalam LPTK (Lembaga Perguruan Tinggi Kependidikan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BEM FMIPA) Unesa Surabaya. 

Dalam ajang bergensi ini, FMIPA UNY mengirim mahasiswa-mahasiswi terbaiknya untuk berkompetisi dengan sebelas perguruan tinggi LPTK yang ada di Indonesia, seperti: Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Manado, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Pendidikan Ganesha.

KNMIPA LPTK dilaksanakan pada 14 Agustus 2021 secara daring. Hasil dari pelaksanaan lomba tersebut diumumkan pada 18 Agustus 2021 via zoom meeting. Berkat kerja keras dari para kontigen, FMIPA UNY berhasil menyabet empat medali, yaitu: Juara 3 bidang Biologi diraih oleh  Dhiya Khairunnisa Islami Hana, Honorable Mention bidang Fisika diraih oleh Sapna Mutiara Sari, Honorable Mention bidang Kimia diraih oleh Hapiudin, dan Honorable Mention bidang Matematika diraih oleh Muhammad Rizky F. 

Keempat prestasi ini tak luput dari dukungan dan bimbingan dari dosen-dosen pembimbing FMIPA UNY serta civitas akademika yang membantu mempersiapankan dan memfasilitasi serangkaian kegiatan KN-MIPA LPTK 2021 yang dilaksanakan secara daring. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya, khususnya dalam pengembangan karakter dan kemampuan ilmiahnya di bidang ilmu MIPA. UNY Jaya!

Tags: Prestasi Mahasiswa
Categories: Berita Lain

CERMIN : Film Miniseries Produksi UKMF SEKRUP

Tue, 2021-08-17 19:33

Cermin merupakan miniseries yang diproduksi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) SEKRUP FMIPA UNY 2021 dalam rangka menggelorakan asa dan budaya oleh mahasiswa dalam bentuk seni perfilman. Selain itu juga mewadahi bakat mahasiswa FMIPA UNY yang turut berperan, baik sebagai pemeran maupun kru. 
Karimatunnisa dari SEKRUP menjelaskan, miniseries ini diperankan oleh Yohana Ayu Kusuma sebagai Diana, Wiwied Ishartuti sebagai Bella, Tyas Rasyid Giri Ningrum sebagai Mama Dara, Muhammad Dzikron Amien sebagai pengisi suara cermin, Arya Dwi Nurwicaksono sebagai Bima, dan Dian Famela sebagai Bu Lela. Miniseries ini terdiri dari tiga episode yang diunggah pada akun Youtube UKMF Kelompok SEKRUP, yakni SEKRUP Official. 
“Episode pertama Cermin rilis pada 3 Agustus 2021. Pada episode pertama ini mengisahkan tentang gadis cantik bernama Diana yang selalu merasa sendiri. Ditemani kalung kesayangan pemberian ibunya, Diana menghabiskan hari dan bercerita pada liontinnya. Hidup yang berputar pada rumah dan sekolah semakin lama membuat Diana merasa bosan hingga akhirnya kejadian tak terduga terjadi pada Diana dan membawanya menemukan sebuah cermin. Akankah cermin itu memberi sesuatu dalam hidup Diana? ”, lanjutnya
Episode pertama miniseries ini berlanjut ke episode keduanya yang rilis pada 9 Agustus 2021 dengan konflik setelah liontin kesayangan hadiah dari Sang Mama hancur karena ulah teman pengusiknya bernama Bella yang diperankan oleh Wiwied, Diana tidak sengaja membuang liontin tersebut dan menemukan Cermin asing saat mencari liontinnya. Kenapa tiba-tiba Diana melemparkan cermin tersebut? Bagaimana Diana melanjutkan hidup dengan cermin asing dan liontin setengah patahnya? Keajaiban terjadi dan kita tidak akan pernah tahu.
Episode ketiga menyambung kisah dengan Diana yang menjadi semakin akrab dengan Cermin mulai berani untuk jujur soal hal-hal yang mengganggunya. Hadirnya Cermin membuat satu permintaan Diana terkabul seperti memiliki teman.  Meskipun begitu, harapannya untuk membuat liontin kesayangannya kembali utuh justru dijawab dengan sebuah teka-teki. Akankah Diana mampu membuat liontinnya utuh kembali dengan bantuan Cermin?
Episode ketiga yang rilis pada 16 Agustus 2021 ini menjadi akhir miniseries dengan meninggalkan pesan moral yang berhubungan dengan setiap scene pada episode-episode sebelumnya. Seperti yang tergambarkan dalam kutipan oleh Neil Gaiman, “The world always seems brighter when you've just made something that wasn't there before”. Selamat bertemu kembali dengan karya yang terus menggelora dalam setiap asa dan budaya. (witono)
 

Categories: Berita Lain

International Credit Transfer Program 2021

Fri, 2021-08-13 09:14

Selamat kepada Aisyatunnisai Tawakal (@aisyatunnisai ), Nadya Damayanti (@nadya140498 ), Sofiani (@psofiiya ) telah terpilih untuk melaksanakan virtual credit transfer di Universitas mitra Luar Negeri UNY yakni Universita Putra Malaysia (UPM) dan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan atmosfer akademik di universitas luar negeri. Selain itu juga, memberikan peluang kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan menjalin kerja sama dengan civitas akademika dalam skala internasional.

#ICT2021 #FMIPAUNY #UNY #PrestasiUNY

Tags: ICT 2021
Categories: Berita Lain

Mahasiswa UNY Ciptakan mesin pengering dan pewarna daun gebang otomatis

Thu, 2021-08-12 13:33

Daun gebang merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam industri kreatif, seperti kerajinan tangan berupa tas, dompet, topi dan sebagainya. Salah satu daerah yang menjadi sentra industri kerajinan tangan berbahan dasar agel adalah Kecamatan Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta. Salah satu pengrajin kerajinan tangan dari serat agel adalah Ibu Sartini  dengan nama usaha Alfin Craft yang berada di Desa Giling, Tuksono, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta.  Ibu Sartini mampu memproduksi 300 sampai 500 buah kerajinan tangan selama satu bulan. Ratarata penghasilan yang diperoleh Ibu Sartini selama 1 bulan sebesar Rp 9.000.000,00.
Dalam proses pengolahannya Ibu Sartini melakukan tahap demi tahap secara manual. Mulai dari tahap memisahkan daun gebang dari lidinya, kemudian dibesut, dijemur, diwarnai, dan dibuat kerajinan. Proses yang dilakukan secara manual sering kali menimbulkan berbagai masalah. Salah satu masalah yang menjadi penghambat adalah proses pengeringan.
Menurut penuturan Ibu Sartini, jika cuaca cerah proses pengeringan menggunakan sinar matahari menghasilkan 5 Kg agel setiap harinya. Apabila cuaca mendung atau hujan maka untuk mengeringkan 5 Kg agel dibutuhkan waktu 4-5 hari. Hal tersebut mengakibatkan terlambatnya produksi agel yang mempengaruhi waktu pengerjaan kerajinan menjadi lebih lama dari seharusnya, sehingga jumlah barang yang diproduksi serta keuntungan yang didapatkan mengalami penurunan sebanyak 72%.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Aji Pamungkas (Teknik Manufaktur),  Annisa Alimah Ufairoh (Pend. Fisika), Laatifah (Fisika), Khakam Ma'ruf (Teknik mesin), Hangesti Arum Nuranisa (manajemen), dengan pembimbing dosen Surono,S.Pd.,M.Pd., mengimplementasikan alat pengering dengan pewarna otomatis yang dinamakan Mesin Pengering Agel Otomatis.
Aji Pamungkas mengungkapkan, mesin ini memiliki sistem pemanasan yang merata disegala sisi serta sistem berputar otomatis, sehingga mampu menghasilkan agel dengan kekeringan yang merata. Dengan mesin pengering ini waktu pengeringan agel bisa menjadi lebih singkat, yaitu 2-3 jam. Mesin pengering ini juga dilengkapi dengan pewarna otomatis, dengan begitu agel dapat diwarnai secara otomatis sehingga menghasilkan agel berwarna yang siap dianyam menjadi kerajinan tangan.
“Dengan diimplementasikan mesin pengering agel ini, mitra dapat meningkatkan hasil produksinya tanpa terkendala proses pengeringan serta pewarnaan dan omsetnya semakin meningkat dengan sistem pengerjaan yang semakin praktis”, lanjut Aji.
Sementara itu Laatifah, anggota tim menerangkan cara penggunaan alat ini yaitu mesin dibuka seperti biasa, kemudian daun gebang dimasukkan. Daya tampung sebanyak 10 Kg.  Bak pemrosesan ditutup kemudian tombol on dinyalakan sekaligus kompor pengeringnya. Penggunaan mesin ini dapat dimonitoring dengan aplikasi yang sudah disediakan yaitu aplikasi amec. Aplikasi amec akan memberikan notifikasi setelah proses pengeringan selesai. Setelah itu matikan terlebih dulu mesinnya.
Kemudian, dilanjutkan dengan proses pewarnaan, air pewarna dimasukkan sebanyak 12 liter. Kemudian nyalakan tombol on dan kompor pemanasnya. Proses ini memakan waktu 2 jam. Aplikasi amec akan memberi notifikasi setelah proses pewarnaan selesai. Usai proses pewarnaan sisa air pewarna harus dikeluarkan melalui kran output. Kemudian dilanjutkan pengeringan kembali selama 1 jam. Setelah itu agel siap dipintal dan diolah menjadi kerajinan yang cantik. (ifa/witono).

Categories: Berita Lain

Pelantikan Pengurus Keluarga Mahasiswa Magister dan Doktor FMIPA UNY

Sun, 2021-08-08 10:29

Dekan FMIPA UNY Prof. Dr. Ariswan, M.Si., melantik Pengurus Keluarga Mahasiswa Magister dan Doktor (PKMMD) FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Pelantikan secara daring dilaksanakan Jumat 6/8/21. Pengurus yang terdiri dari 25 orang yang meliputi Ketua Umum yang dijabat oleh Inayah, Sekretaris oleh Desy Purwasih, dan bendahara yaitu Ira Novia Sari.
Sedangkan divisi yang ada di pengurusan tersebut meliputi Divisi Pendidikan dan Pelatihan dengan koordinator Fajar Naqsyahbandi, Divisi  Hubungan Masyarakat koordinator oleh Muhammad Muhibullah, Divisi Pengabdian Masyarakat oleh Jajang Muhariyansah, dan Divisi Penelitian dan Pengembangan yaitu Latif Irfan.
Pada sambutannya Dekan mengatakan, sejak Agustus 2020 Program Magister yang semula ada di Program Pascasarjana pindah ke fakultas sesuai monodisiplin dari prodinya. Pada September 2021 Program Doktor juga ada di fakultas. Dengan terbentuknya pengurus ini intinya adalah mendekatkan mahasiswa dengan para pemangku amanah baik difakultas maupun jurusan, sehingga pada akhirnya ketika proses berjalan diprogram Magister proses pembelajaran, riset, pembimbingan itu mengantarkan anda semua  dengan target waktunya bisa menyelesaikan program Magister di FMIPA.
“Kita menyadari untuk menjadi Magister yang paripurna itu pasti merupakan akumulasi dari berbagai proses pembelajaran/perkuliahan yang mahasiswa lakukan. Anda yang terpilih ini adalah orang-orang terpilih yang mempunyai kepedulian dan memberi kemanfaatan kepada komunitasnya yaitu Program Magister dan Doctor”, lanjut Dekan.
Harapan kita adalah bagaimana memperjuangkan proses pembelajaran/perkuliahan diprogram Magister itu dengan sebaik-baiknya. Maka kuncinya tentu komunikasi mahasiswa dengan dosen, pemangku amanah harus terjadi dengan sebaik-baiknya. Jadi tidak boleh ada sumbatan komunikasi.
Dekan mengharapkan, mahasiswa magister dan doktor bisa lulus sesuai dengan tenggat waktu, syukur bisa lulus lebih cepat dengan nilai maksimal cumlaude,  itu proses yang anda lewati dan tentu anda tidak ingin berhenti pada S2, maka FMIPA dengan upaya keras mengawal supaya ada program-program doktor difakultas ini. Saat ini yang sudah ada adalah Program Doktor Pendidikan Kimia. Dan akan segera lahir Program Doktor Pendidikan IPA konsentrasi  Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan IPA. Selain itu juga Program Doktor Pendidikan Matematika.
Sementara Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ali Mahmudi, mengatakan, ini adalah sejarah di FMIPA  yaitu terbentuk organisasi baru yang siap bersinergi dan kita mensukseskan kegiatan akademik yang tertera dalam kurikulum. Program magister dan doktor  itu tidak lama tapi harus tetap berkarya, memberikan peran yang signifikan, mensuport diri sendiiri, teman-teman dan masyarakat untuk berkembang potensi  keilmuannya, intelektualitasnya, daya nalar bahkan minat bakatnya. (Witono)

 

Categories: Berita Lain

Mahasiswa UNY Raih Silver Medal pada WSEEC 2021

Fri, 2021-07-16 09:26

Kolaborasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Rima Nurkhadijah Mamonto (Kimia), Adlan Nufahaidar (Teknik Elektro), Shofia Dewi Fortuna (Kimia), Rema Wafiqoh Ulya (PGSD), dan Lutfiana Wahyu Savitri (Managemen Pendidikan) berhasil meraih Silver Medal pada ajang World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2021.
WSEEC merupakan kompetisi tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Internasional Young Scientist Association (IYSA). Lomba ini diikuti oleh elementary, secondary, university dari seluruh dunia. Pendaftaran lomba dibuka dari tanggal 19 Maret 2021 dan berakhir dengan penutupan pada tanggal 20 Juni 2021. Penutupan berakhir dengan pengumuman yang dilakukan menggunakan platform zoom dan YouTube. Terdapat beberapa berkas yang harus dikumpulkan yaitu naskah dan poster berukuran A0.
Rima menjelaskan, Judging Session dilaksanakan Jum’at, 18 Juni 2021 dan Awarding Ceremony pada Minggu, 20 Juni 2021. Peserta lomba sebanyak 288 tim dari 21 negara di seluruh dunia.
Pada kesempatan tersebut, Rima dkk dengan judul SPUGAMES: A Learning Media Innovation of the Periodic Element System Through Interactive Games Based on Joyful and Meaningful Learning for Senior High School Students.
Rima mengungkapkan, SPUGAMES merupakan media pembelajaran sistem periodik unsur yang dikembangkan berbasis game interaktif dan dikemas dengan desain yang menarik, sehingga diharapkan bisa meningkatkan motivasi belajar bagi siswa yaitu agar lebih memudahkan siswa untuk belajar dan memahami materi yang diajarkan sehingga dapat meningkatkan keefektifan proses pembelajaran jarak jauh atau daring. 
“SPUGAMES mempunyai sistem permainan yaitu guru dan siswa akan dibagi peran menjadi SPUMO, SPUNO, dan SPUPAR. Point yang bisa diambil dari permainan ini adalah ketika siswa paham mengenai materi sistem periodik unsur maka kata yang telah diberiakan dapat dideskripsikan dengan baik. Hal ini dapat menguji seberapa paham siswa dengan materi tersebut dilihat dari bagaimana siswa mendeskripsikan kata”, pungkasnya. (witono)

Categories: Berita Lain

PEMBIMBINGAN TUGAS DAN MATERI SEKOLAH DIMASA PANDEMI

Thu, 2021-07-08 14:46

Masa pandemic Covid-19 membuat sebagian besar sekolah tidak menyelenggarakan sekolah tatap muka. Walaupun proses belajar  bisa menggunakan system daring, ataupun pemberian tugas kepada siswa, tapi sebagian besar siswa kurang bisa memahami materi pelajaran. Terlebih bagi siswa Sekolah Dasar.
Hal tersebut menggugah mahasiswa yang tergabung dalam Departemen Pengabdian kepada Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)   FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta menggagas program  Relawan Belajar MIPA (RBM).
Alfanin Ulya dari BEM FMIPA mengatakan,  tujuan RBM ini bertujuan untuk membantu siswa SD hingga SMA sederajat yang mengalami kesulitan belajar selama masa pandemi melalui pengadaan pembimbingan/konsultasi mengenai tugas atau materi yang kurang dipahami via Whatsapp. Untuk mata pelajaran yang ditawarkan yaitu ada Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, IPA, dan Bahasa Inggris.
RBM#1 2021 kali ini dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dari bulan April-Juni awal dan telah menjangkau partisipasi sebanyak 37 tentor yang merupakan mahasiswa aktif FMIPA UNY dan 164 siswa dari berbagai daerah di Indonesia, mayoritas dari pulau Jawa, yang terjauh dari Kalimantan Timur. Peserta terbanyak adalah dari SMA.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami dalam rangka membantu usaha pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, Selain itu juga sebagai perwujudan pengabdian kepada Masyarakat membantu para siswa yang kesulitas dalam belajarnya,” tegasnya.
Banyak siswa yang mengaku terbantu dengan adanya program RBM#1 2021 kali ini. "Alhamdulillah bersyukur banget bisa berkesempatan ikut program RBM ini. Yang tadinya tidak paham sama pelajaran sama sekali, akhirnya bisa mengerti konsep materi dengan jelas. Kakak tentornya juga baik-baik banget, mereka itu ramah, fast respon, dan dengan senang hati selalu menjawab pertanyaan kita”, ucap Hilwa, salah satu siswa RBM. (silva)

Categories: Berita Lain

MAHASISWA UNY RAIH SILVER MEDAL DALAM KOMPETISI IICYMS 2021

Thu, 2021-07-08 10:11

Kolaborasi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  dan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih Silver Medal pada International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS). Para mahasiswa tersebut yaitu Faiz Ilham Pratama (Pendidikan Kimia) sebagai ketua tim, Dwi Nurul Fajriyah (Kimia), Fiyola Mayangsari (Kimia), Fadila Nafiri Arif dan Eka Nurrohmah R. Pendidikan Bahasa Inggris).
Faiz mengatakan, IICYMS  merupakan kompetisi karya ilmiah tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung. Kompetisi ini merupakan salah satu dari kompetisi karya ilmiah yang besar di Indonesia. Pada tahun ini, IICYMS dilaksanakan tanggal 1–4/7/21 secara daring melalu Zoom Cloud Meeting. 
“Upacara pembukaan IICYMS 2021 dilaksanakan 1/7/21, dilanjutkan presentasi karya pada 2–3/7, dan diakhiri dengan awarding ceremony pada 4 Juli. IICYMS 2021 diikuti oleh 155 tim yang terdiri dari 13 negara yaitu Indonesia, India, Iraq, Malaysia, Macedonia, Maroco, Mesir, Turki, Pakistan, Azerbaijan, Qatar, Kazakhstan, dan Yaman. Sedangkan untuk dewan juri berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Turki”, Lanjutnya. 
Faiz mengungkapkan, timnya berhasil mendapatkan silver medal kategori environtmental science pada ajang kompetisi karya ilmiah tingkat internasional IICYMS 2021. Salah satu tim dari Univerisitas Negeri Yogyakarta ini mengajukan karya dengan judul “Nano Biopesticide Formulation of Neem (Azadirachta indica) Leaf Extract as an Alternative Effort to Control Leaf Borer”.  Dengan adanya prestasi yang diterima beberapa mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta ini diharapkan bisa memberikan motivasi mahasiswa untuk bergerakmelakukan penelitian ilmiah, berkontribusi mewujudkan inovasi dan kreativitas bagi kehidupan bermasyarakat. (witono)

 

Categories: Berita Lain

Pages