Subscribe to Berita SEJARAH FIS feed
Updated: 3 days 4 hours ago

Pengabdian Pada Masyarakat “ Pemberdayaan Masyarakat Di Masa Pandemi COVID-19 Dalam Usaha Mengenalkan Sejarah Lokal Di Dusun Bantar Kulon, Kulon Progo DIY”

Sat, 2021-12-04 22:40

Kegiatan Pengabdian pada masyarakat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah tahun 2021 dilaksanakan di dusun Bantar Kulon, kelurahan Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Pengabdian Pada masyarakat ini merupakan kegiatan di dasari oleh salah satu visi Tri Dharma Perguruan Tinggi mengenai pengabdian pada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 2 (dua) minggu dengan waktu efektif 4 (empat) hari yaitu tanggal 20-21 & 27-28 November 2021. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pengabdian Pada Masyarakat tahun ini juga berkolaborasi dengan 2 (dua) program kerja lain dari divisi PSDM dan JARKOM yaitu HMPS Mengajar dan Kelas Media. Penggabungan ini diharapkan dapat mengefektifkan waktu dan agar program kerja tersebut lebih tetap sasaran.

Dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat tahun ini terdapat beberapa rangkaian kegaitan yang mencakup 4 (empat) aspek yaitu kelompok wanita tani (KWT), anak-anak, remaja, dan dewasa. Kegiatan tersebut terdiri dari: Sosialisasi KWT oleh Ir. Trenggono Trimulyo, MT dari Dinas Pertanian Kulonprogo, Penyerehan dan penanaman bibit cabe, HMPS mengajar, Kelas media, lomba anak-anak, senam dan Penyerahan dan penanaman bibit tanaman buah ekonomis dan bibit tanaman keras kepada KWT dan warga masyarakat Bantar Kulon.

Tujuan dari Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat tahun ini adalah memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi semua pihak baik itu mahasiswa maupun warga masyarakat, membangun hubungan baik dan dapat membantu dalam permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat dengan mengenali potensi Dusun Bantar Kulon. Diharapkan dengan adanya Pengabdian Pada masyarakat ini potensi yang ada di dusun Bantar Kulon dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. (Kresna, HMPS)

Bahasa Bahasa Indonesia
Categories: Berita Lain

Pengabdian Pada Masyarakat “ Pemberdayaan Masyarakat Di Masa Pandemi COVID-19 Dalam Usaha Mengenalkan Sejarah Lokal Di Dusun Bantar Kulon, Kulon Progo DIY”

Sat, 2021-12-04 22:38

Kegiatan Pengabdian pada masyarakat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah tahun 2021 dilaksanakan di dusun Bantar Kulon, kelurahan Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Pengabdian Pada masyarakat ini merupakan kegiatan di dasari oleh salah satu visi Tri Dharma Perguruan Tinggi mengenai pengabdian pada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 2 (dua) minggu dengan waktu efektif 4 (empat) hari yaitu tanggal 20-21 & 27-28 November 2021. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pengabdian Pada Masyarakat tahun ini juga berkolaborasi dengan 2 (dua) program kerja lain dari divisi PSDM dan JARKOM yaitu HMPS Mengajar dan Kelas Media. Penggabungan ini diharapkan dapat mengefektifkan waktu dan agar program kerja tersebut lebih tetap sasaran.

Dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat tahun ini terdapat beberapa rangkaian kegaitan yang mencakup 4 (empat) aspek yaitu kelompok wanita tani (KWT), anak-anak, remaja, dan dewasa. Kegiatan tersebut terdiri dari: Sosialisasi KWT oleh Ir. Trenggono Trimulyo, MT dari Dinas Pertanian Kulonprogo, Penyerehan dan penanaman bibit cabe, HMPS mengajar, Kelas media, lomba anak-anak, senam dan Penyerahan dan penanaman bibit tanaman buah ekonomis dan bibit tanaman keras kepada KWT dan warga masyarakat Bantar Kulon.

Tujuan dari Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat tahun ini adalah memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi semua pihak baik itu mahasiswa maupun warga masyarakat, membangun hubungan baik dan dapat membantu dalam permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat dengan mengenali potensi Dusun Bantar Kulon. Diharapkan dengan adanya Pengabdian Pada masyarakat ini potensi yang ada di dusun Bantar Kulon dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.(kresna.hmps)

Bahasa Tak didefiniskan
Categories: Berita Lain

HMPS mengirim perwakilan dalam Peringatan Hari Pahlawan Dinas Sosial Diy Tahun 2021 “Kegiatan Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial”

Mon, 2021-11-29 12:40

Pada Hari Rabu, 17 November 2021, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNY (HMPS) mendapatkan undangan kegiatan peringatan Hari Pahlawan 10 November oleh Dinas Sosial DIY. Acara tersebut diselenggarakan dengan latar belakang penguatan nilai karakter, kepahlawanan, kesetiawakawanan dan upaya restorasi sosial, dengan Tagline tahun ini ialah “Pahlawanku Inspirasiku”. Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah berkesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut karena merupakan perwujudan dari golongan pemuda dan mahasiswa yang mempunyai minat terhadap dunia sejarah. Selain itu, dengan diadakannya acara tersebut, diharapkan HMPS UNY mampu semakin matang dan terbuka wawasannya dalam memahami berbagai peristiwa sejarah, utamanya yang melibatkan sejarah lokal.
Kegiatan tersebut diisi oleh dua orang pembicara, yakni Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridamardowo, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Notonegoro yang juga merupakan menantu dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dalam pemaparannya, KPH Noto memberikan pandangan yang luas mengenai nilai perjuangan dan kepahlawanan dari jalur diplomasi. Karena mempunyai pengalaman yang kompleks dalam bidang Hubungan Luar Negeri dan pernah bertugas di PBB, KPH Noto memberikan sebuah statement khusus dari arsip-arsip PBB yang beliau baca khususnya pada masa Revolusi Fisik di Indonesia (1945-1949). Sedangkan, pada pemateri kedua diisi oleh mantan Kepala Dinas Sosial DIY yang juga pernah mempunyai tugas khusus untuk mencari bukti-bukti perjuangan yang pernah dilakukan seorang tokoh apabila hendak diangkat atau dianugerahi gelar “Pahlawan Nasional”. Beliau menuturkan bahwa amat sulit untuk mengangkat tokoh menjadi Pahlawan Nasional, karena bukti-bukti yang harus dikumpulkan sangat kompleks dan rinci. (Krensa, HMPS)

Bahasa Bahasa Indonesia
Categories: Berita Lain

HMPS mengirim perwakilan dalam Peringatan Hari Pahlawan Dinas Sosial Diy Tahun 2021 “Kegiatan Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial”

Mon, 2021-11-29 11:27

Pada Hari Rabu, 17 November 2021, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNY (HMPS) mendapatkan undangan kegiatan peringatan Hari Pahlawan 10 November oleh Dinas Sosial DIY. Acara tersebut diselenggarakan dengan latar belakang penguatan nilai karakter, kepahlawanan, kesetiawakawanan dan upaya restorasi sosial, dengan Tagline tahun ini ialah “Pahlawanku Inspirasiku”. Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah berkesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut karena merupakan perwujudan dari golongan pemuda dan mahasiswa yang mempunyai minat terhadap dunia sejarah. Selain itu, dengan diadakannya acara tersebut, diharapkan HMPS UNY mampu semakin matang dan terbuka wawasannya dalam memahami berbagai peristiwa sejarah, utamanya yang melibatkan sejarah lokal.
Kegiatan tersebut diisi oleh dua orang pembicara, yakni Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridamardowo, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Notonegoro yang juga merupakan menantu dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dalam pemaparannya, KPH Noto memberikan pandangan yang luas mengenai nilai perjuangan dan kepahlawanan dari jalur diplomasi. Karena mempunyai pengalaman yang kompleks dalam bidang Hubungan Luar Negeri dan pernah bertugas di PBB, KPH Noto memberikan sebuah statement khusus dari arsip-arsip PBB yang beliau baca khususnya pada masa Revolusi Fisik di Indonesia (1945-1949). Sedangkan, pada pemateri kedua diisi oleh mantan Kepala Dinas Sosial DIY yang juga pernah mempunyai tugas khusus untuk mencari bukti-bukti perjuangan yang pernah dilakukan seorang tokoh apabila hendak diangkat atau dianugerahi gelar “Pahlawan Nasional”. Beliau menuturkan bahwa amat sulit untuk mengangkat tokoh menjadi Pahlawan Nasional, karena bukti-bukti yang harus dikumpulkan sangat kompleks dan rinci. (Krensa, HMPS)

Bahasa Tak didefiniskan
Categories: Berita Lain

WEBINAR Nasiona HMPSl “Pendidikan Era Orba : Noktah Hitam Pendidikan di Indonesia"

Sun, 2021-10-24 21:51

Pendidikan di Indonesia selalu mengalami pembaharuan setiap beberapa periode. Di dalam suatu perubahan tersebut tentunya perlu dilakukan beberapa tahap sebelum diberlakukan di sekolah-sekolah. Dengan melalui tahap-tahap tertentu diharapkan sistem pendidikan yang dirancang dapat diterapkan dengan baik. Sehingga pendidikan dapat berjalan menjadi efektif dan efisien. Salah satu dari proses pembaharuan pendidikan adalah refleksi. Refleksi menjadi suatu tahap yang penting dalam melakukan pembaharuan pendidikan. Refleksi menjadi tahap awal setelah dilakukannya impementasi sistem. Di dalam implementasi terkadang terdapat beberapa kendala atau kekurangan yang terjadi. Kekurangan tersebut menjadi suatu refleksi dalam yang dipertimbangkan dalam pembentukan sistem berikutnya.
    Pendidikan era Orde Baru menjadi suatu sistem pendidikan yang fenomenal yang pernah diberlakukan di Indonesia. Dalam pelaksanaanya sistem pendidikan Era Orde Baru memiliki beberapa kelebihan. Diterapkannya sistem modul dan beberapa sistem yang memuat kemasyarakatan menjadikan sistem Orde Baru membuat siswa tidak hanya belajar di sekolah melainkan juga belajar di masyarakat. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa noktah yang terjadi dalam penerapan sistem.
     Menanggapi adanya noktah dalam penerapan sistem pada masa Orde Baru, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, mengadakan WEBINAR Nasional pada tanggal 23 Oktober 2021. Pada kesempatan tersebut judul yang diunggah adalah “Pendidikan Era Orba : Noktah Hitam Pendidikan di Indonesia. Acara tersebut dibersamai oleh dua pembicara yaitu Dr. H. Anhar Gonggong dan Prof. Said Hamid Hasan M.A., Ph.D. Acara tersebut bertujuan untuk memberikan refleksi terhadap sistem pendidikan yang diterapkan era orba. Sistem yang diberlakukan pada era tersebut membuat ruang gerak para pelajar sangatlah terbatas. Beberapa persoalan yang banyak terjadi adalah sulit untuk menghubungkan nurani dengan pikiran. Hal tersebut kemudian bermuara pada beberapa suara pelajar yang dikekang.
    WEBINAR Nasional dihadiri kurang lebih 250 peserta di seluruh Indonesia. Mengingat beberapa aspek yang terkadang terdapat kesulitan dalam akses Zoom sehingga acara juga dilaksanakan dengan media YouTube yang mana media tersebut sudah biasa digunakan oleh khalayak ramai. Sehingga akses peserta dalam mengikuti WEBINAR tidak menjadi kendala yang berarti. Acara juga dimoderatori oleh Ammarsila Mahardeka Hutama S.Pd yang mana dalam pembawaannya juga komunikatif sehingga diskusi terkesan lebih hidup. (lanang HMPS)

Bahasa Bahasa Indonesia
Categories: Berita Lain

Gelora Historia Tahun 2021 "Penerapan Nilai Karakter Sejarah Dalam Pendidikan dan Kebudayaan Bangsa"

Thu, 2021-10-21 22:07

    Gelora Historia merupakan progam kerja Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah , Progam Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial , Universitas Negeri Yogyakarta yang mengadakan kegiatan lomba para peserta tingkat SMA/SMK/MA/Sederajat. Gelora Historia Tahun 2021 ini diadakan pertama kali dengan tingkat nasional dalam cabang lomba Poster Sejarah dan cabang lomba Essay Sejarah serta terdapat tingkat Se-DIY-Jawa Tengah untuk cabang lomba Komik Sejarah. Gelora Historia Tahun 2021 mengangkat tema “ Penerapan Nilai Karakter Sejarah Dalam Pendidikan dan Kebudayaan Bangsa”. Tema tersebut berkaitan dengan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam sejarah bangsa indonesia dan upaya mensosialisasikan penerapan nilai karakter sejarah bangsa dalam kehidupan bangsa indonesia.
    Gelora Historia Tahun 2021 diadakan pada tanggal 17 Oktober 2021 secara online mengingat keadaan pandemi masih berlangsung. Dalam kegiatan final Gelora Historia Tahun 2021, terdapat para peserta finalis ketiga cabang lomba (Poster, Essay, Komik) yang sudah melalui proses seleksi kemudian lolos menuju babak final. Dalam kegiatan final Gelora Historia Tahun 2021, kegiatan dibuka oleh Kepala Progam Studi Pendidikan Sejarah FIS UNY yaitu Dr. Zulkarnain, M.Pd serta diikuti oleh bapak ibu dosen pendidikan sejarah FIS UNY, para peserta finalis lomba dan guru pendamping, Dewan Juri Gelora Historia Tahun 2021, Alumni pendidikan Sejarah serta seluruh panitia Gelora Historia Tahun 2021. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari para peserta finalis, sesi tanya jawab dewan juri dan diakhiri dengan proses penilaian dewan juri.
    Setelah proses penilaian dewan juri dari ketiga cabang lomba , maka diumumkan pemenang ketiga cabang lomba Gelora Historia sebagai berikut :
A. Pemenang Cabang Lomba Essay Sejarah
    Juara I     : Ardita Setyanabila Mahiswari_SMAN 03 Demak
    Juara II    : Tria Agustina_SMAN 03 Demak
    Juara III     : Alya Eka Khairunissa_SMAN 02 Kota Tangerang
Presentasi Terbaik    : Alya Eka Khairunnisa_SMAN 02 Kota Tangerang

B. Pemenang Cabang Lomba Poster Sejarah
Juara I         : Gabriel Dhwani Widanta_SMA Kolosel Loyola
Juara II         : Azidan Zulhaq_SMAN 02 Purworejo
Juara III         : Ahmad Farhan_SMAN 01 Tanjung Selor
Juara Harapan I    : Eva Chalia Ardian_SMAN 01 Pundong
Juara Harapan II    : Dzaky Zainal Zidan_MAN 02 Kulon Progo
Juara Harapan III     : Hero Adika Yudha_SMAN 01 Pundong

C. Pemenang Cabang Lomba Komik Sejarah
Juara I         : Farrel Aditya Putra Prasetyo_SMKN 05 Yogyakarta
Juara II         : Indira Alma Faiza Setyadi_SMAN 97 Jakarta
Juara III         : Ra’ua Insani Lutfi_SMAN 02 Ponorogo
Juara Harapan I     : Hafidzatul Laili Bi Qur’ani dan Lil Ulil_ SMA IT Baitussalam
Juara Harapan II     : Sandi Dwi Darmawan_SMKN 05 Yogyakarta

Bahasa Bahasa Indonesia
Categories: Berita Lain

HAKRAB Keluarga Besar Pendiidkan Sejarah 2021

Tue, 2021-09-21 22:46

Keakraban merupakan sarana untuk lebih mengenal satu sama lain terutama dalam masa orientasi mahasiswa. Dalam dunia perkuliahan kita memerlukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Adaptasi diperlukan karena terdapat berbagai perbedaan terutama mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah. Keunikan Indonesia yang memiliki berbagai suku dari berbagai daerah akan membawa budaya dan perilaku yang beragam. Mengenal satu sama lain menjadi hal yang sangat penting untuk bisa menerima setiap perbedaan yang ada. Toleransi yang kuat harus ditanamkan oleh setiap mahasiswa dalam kehidupan kampus. Selain itu mahasiswa perlu untukleebih mengenaal dengan dosen, kakak tingkat, maupun dengan organisasi. Saat ini mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menikuti setiap pembelajaran, tetapi kegiatan diluar pembelajaran seperti organisasi maunpun unit kegiatan mahasiswa (UKM). Kemampuan softskill perlu dikembangkan untuk menunjang pembelajaran. Banyak hal yang didapatkan dengan mengikuti kegiatan organisasi maupun UKM. Mahasiswa akan mendapatkan banyak pengalaman dari kepanitian yang ada setiap kegiatan, relasi yang lebih luas, dan leadership.
Hakrab program studi pendidikan sejarah diadakan pada hari Sabtu, 11 September 2021 secara daring. Dalam acara kali ini memiliki tema besar “Different Begginings, Common Ending”. Tema besar ini hadir sebagai tujuan untuk menanamkan rasa kebersamaan dan toleransi. Latar belakang adanya acara ini karena permasalahan yang dihadapi oleh angkatan sebelumnnya terkait perbedaan yang ada. Permasalahan muncul berawal dari mulai berkumpulnya orang yang sefrekuensi satu sama lain. Berkumpulnya setiap mahasiswa tidak menjadi masalah karena setiap mahasiswa bebas untuk memilih berteman dengan siapa saja, tetapi dalam kenyataannya terdapat penyimpangan yang secara tidak langsung muncul dengan sendirinya. Penyimpangan ini adalah ada beberapa mahasiswa yang merasa tidak memiliki teman yang sefrekuensi. Hal ini membuat mahasiswa yang tidak memiliki teman merasa terkucilkan. Permasalahan ini perlu perhatian lebih karena penting sekali untuk bisa memiliki teman dalam melakukan kegitan perkuliahan. Hakrab menjadi salah satu jalan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
    Dalam pelaksanan hakrab tahun ini menghadirkan banyak pengisi untuk mencapai tujuan hakrab. Hakrab tahun ini memiliki konsep podcast dengan menampilkan pembicara dengan didampingi moderator yang memandu acaraa. Konsep podcast sangat popular karena mendapatkan banyak informasi dan sangat interaktif. Untuk membuka acara diadakan sesi perkenalanan HMPS yang di isi oleh kahim HMPS. Perkenalkan HMPS sangat penting dilakukan karena maba menjadi tertarik untuk bergabung dengan organisasi yang ada di Pendidikan Sejarah. Selanjutanya acara dari pembicara kedua dari alumni dan  kating telah menjadi kahim sebelumnya. Pengalaman dan ilmu yang dipunyai pastinya akan sangat banyak sekali. Selain itu kita menghadirkan 4 pembicara utama dengan tema yang berbeda. Maba akan sangat tertarik karena materi yang diberikan akan sangat banyak dan sangat beragam. Sebelum memulai acara kitaa juga memberikan ice breaking berupa permainan kapada maba agar merasa rileks dan dapat menikuti acara dengan baik. Untuk ice breaking kita memiliki 2 sesi, dengan permainan sambung kata dan tebak gambar. Setelah maba menjadi nyaman kita melanjutkan acara dengan perkenalan organisasi Ikahimsi sebagai organisasi sejarah seluruh Indonesia. Untuk menambah relasi yang lebih luas lagi diperlukan organisasi yang sangat besar. Dengan perkenalan Ikahimsi, maba dapat lebih mengembangankan dirinya dengan sesama sejarah tidak hanya di dalam kampus tetapi dapat lebih di luar kampus. Pengisi terakhir adalah dari Mahasiswa Prestasi (Mapres). Dengan adanya sesi digunakan untuk lebih membuat semangat yang berkobar untuk lebih mengembangankan dirinya dengan banyak peluang prestasi yang sangat luas. Sebagai penutup acara diadakan penghargaan bagi maba maupun gugus yang sudah mengikuti acara dengan aktif dan mengikuti acara dengan baik. Dengan nominasi ini maba menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti kegiatannya kedepannya.

Bahasa Bahasa Indonesia
Categories: Berita Lain

PKKMB PRODI PENDIDIKAN SEJARAH TAHUN 2021 “MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN MELALUI PENGEMBANGAN SEJARAH”

Sat, 2021-08-28 21:50

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Pendidikan Sejarah tahun 2021 digelar secara virtual melalui Zoom. Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Agustus 2021 dengan mengusung tema besar “Membangun Karakter Kebangsaan Melalui Pengembangan Sejarah”. PKKMB merupakan sebuah kegiatan wajib yang dilaksanakan dalam rangka mengenalkan kehidupan. perkuliahan kepada mahasiswa baru. Seperti tahun-tahun sebelumnya, PKKMB merupakan rangkaian acara yang wajib diikuti Maba mulai dari tingkat Universitas, Fakultas, dan Program Studi. Sungguhpun telah mengikuti rangkaian PKKMB mulai dari tingkat universitas hingga prodi, namun mahasiswa baru Pendidikan Sejarah tampak sangat antusias dan semangat dalam mengikuti acara tersebut.

Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya di awal kegiatan. Lagu kebangsaan ini diputar dengan khidmat sehingga pada awal kegiatan, para dosen, panitia, dan maba terpantik semangat nasionalisme-nya setelah mendengarkan lagu tersebut. Selanjutnya, acara PKKMB Prodi Pendidikan Sejarah secara resmi dibuka oleh Koordinator Jurusan Prodi Pendidikan Sejarah, Dr. Zulkarnain, M.Pd. Pada sambutannya, Dr. Zulkarnain secara khusus menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru dan berpesan agar mahasiswa baru segera beradaptasi dengan kegiatan seputar perkuliahan, sehingga dapat mengembangkan potensinya secara maksimal.

Selanjutnya, acara inti pada kegiatan PKKMB Prodi Pendidikan Sejarah adalah Talkshow dengan Dr. Zulkarnain, M.Pd dan Dr. Rhoma Dwi Aria Yuliantri, M.Pd. Dua pembicara diatas memaparkan materi yang berbeda, Dr. Zulkarnain selaku Koorprodi menjelaskan seputar profil Prodi Pendidikan Sejarah, sedangkan Dr. Rhoma Dwi Aria Yuliantri, M.Pd menyampaikan materi dengan judul “Sejarah, Narasi Penguasa?” Kedua judul tersebut sangat menarik mahasiswa baru, sehingga dalam talkshow tersebut diskusi interaktif dengan mahasiswa baru terjalin dengan baik. Pada siang hari setelah Ishoma, acara dilanjutkan dengan Aksi Maba, berupa presentasi poster terbaik dari beberapa mahasiswa baru. Selain itu, ada pula sesi Ice Breaking yang sangat seru, berupa tebak gambar pahlawan nasional. Acara tersebut ditutup pada pukul 14.30 WIB dengan sesi foto bersama. (kresna)

 

Bahasa Bahasa Indonesia
Categories: Berita Lain