Subscribe to Berita PEP PPS feed
Updated: 3 days 4 hours ago

PELATIHAN PENILAIAN RANAH SIKAP DAN PENGETAHUAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR

Wed, 2021-11-10 07:17

Program Studi S3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan senantiasa mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Tanggal 28 Juni 2021 - 1 Juli 2021, diketuai oleh Prof. Dr. Badrun Kartowagiran, telah dilaksanakan kegiatan pelatihan penilaian ranah sikap dan pengetahuan untuk guru Sekolah Dasar (SD) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan diikuti oleh 28 peserta dari seluruh kabupaten di DIY. Mengingat situasi pandemi saat ini, pelatihan dilaksanakan dengan teknis dalam jaringan (daring).

Narasumber dalam pelatihan ini yaitu: 1) Prof. Dr. Badrun Kartowagiran; 2) Dr. Amat Jaedun; dan 3) Dr. Syukrul Hamdi. Secara terfokus, Prof. Dr. Badrun menyampaikan materi dan pelatihan terkait penyusunan instrumen penilaian ranah sikap. Kemudian Dr. Amat Jaedun menyampaikan materi dan pelatihan tentang penilaian ranah pengetahuan. Peserta diberikan penugasan untuk diselesaikan dalam 2 hari. Kemudian di hari terakhir pelatihan, diberikan praktek digitalisasi instrumen pelatuhan melalui platform yang familiar di kalangan guru dan orangtua peserta didik saat ini.

Pelatihan berjalan lancar. Seluruh peserta antusias bertanya dan aktif mengirimkan dokumen penugasan.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain

Penyusunan Instrumen Asesmen berbasis OS Android pada Pembelajaran Daring di Era New Normal

Tue, 2021-11-09 22:51

Prodi S2 PEP PPs UNY mengadakan Kegiatan Pelatihan Penyusunan Instrumen Asesmen berbasis OS Android pada Pembelajaran Daring di Era New Normal bagi Guru-Guru SD di Kulonprogo. Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi pertama tentang teori pembelajaran daring, dan dilanjutkan tentang teknik assesmen dengan penyampaian materi terakhir yaitu tentang teori singkat sistem OS berbasis android. Pelatihan ini menghadirkan 3 Narasumber yaitu Dr. Sudiyatno, Dr. Sri Andayani dan Dr. Syukrul Hamdi Pelatihan hari kedua, peserta PPM yang terdiri dari guru-guru mengikuti kegiatan secara daring. Kemudian dihari kedua peserta lebih terfokus untuk melakukan kegiatan praktik. Kegiatan praktik pertama peserta dapat menyusun instrumen assesmen. Pada kegiatan praktik tersebut peserta langsung mempraktikan bagaimana cara membuat soal pada platfom google form, serta mempelajari cara-cara untuk membuat suatu kelas belajar pada platfom google classroom.

Berdasarkan hasil analisis angket, dapat dikatakan bahwa pelatihan yang dilaksanakan, berhasil memberikan pemahaman kepada peserta cara membuat kelas dengan menggunakan google classroom. Maka dapat dikatakan bahwa peserta telah memahami cara membuat kelas pada google form namun tidak dengan LSM lainnya. Analisis berikutnya terkait pemahaman peserta tentang cara membuat rencana pertemuan virtual menggunakan google meet, Dari hasil ini dapat terlihat bahwa kebanyakan peserta setelah mengikuti pelatihan masih belum memahami cara membuat rencana pertemuan virtual menggunakan google meet. Dapat dinyatakan bahwa peserta pelatihan telah memahami dengan baik cara membuat instrument penilaian/penugasan baik melalui google form maupun google classroom.

Setelah melaksanakan pelatihan, peserta diberikan pertanyaan mengenai kesediaan peserta untuk menerapkan pembelajaran/penilaian menggunakan google classroom atau pun google form pada tahun ajaran 2021-2022. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa peserta didik bersedia untuk menerapkan pembelajaran/penilaian menggunakan google classroom/ google form pada tahun ajaran 2021-2022.

Setelah pelatihan ini, para peserta diminta untuk memberikan pesan dan kesan yang dirangkum sebagai berikut. Diwakili oleh dua orang peserta pelatihan yang mengatakan dapat memperoleh informasi bahwa peserta pelatihan merasa bahwa materi pelatihan yang diberikan dari awal hingga akhir termasuk lengkap, dosen/instruktur memiliki kemampuan yang dalam menjelaskan dan melatih, kualitas layanan kegiatan pelatihan baik, kecukupan waktu dalam pelatihan baik. (tya/ant)

.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain

Diskusi Akademik Asesmen sebagai Jembatan Belajar Mengajar

Tue, 2021-10-05 21:43

Prodi PEP S2 PPs UNY menggelar Diskusi Akademik yang menghadirkan Dr. Nor Hasnida Che Md Ghazali dari UPSI Malaysia. Acara yang dibuka oleh Koorprodi PEP S2, Prof. Dr. Edi Istiyono, M.Si. ini dilaksanakan via portal Zoom. Baik Indonesia dan Malaysia saat ini sudah beralih dari Asesmen Tradisional ke Asesmen Alternatif, karena banyaknya kelemahan di Asesmen Tradisional. Asesmen merupakan proses sentral dalam pendidikan. Kenapa harus dilakukan asesmen? Karena pada kenyataannya banyak siswa yang tidak mengerti apa yang guru mereka ajarkan. Guru tidak bisa memprediksi apa yang siswa kita akan pelajari, bagaimanapun desain pengajaran dari kita. Bahkan bila kita memulai dari titik yang sama, tidak semua siswa akan mendapatkan pengertian yang sama karena mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Inilah Mengapa asesmen menjadi jembatan yang penting dalam belajar mengajar. hanya melalui asesmen, kita dapat mengetahui apa yang terjadi di dalam kelas pada saat proses belajar mengajar itu dilakukan.

Melalui asesmen kita dapat mengetahui gap dari belajar mengajar antar siswa, kita akan tahu pada tingkat berapa mereka memulainya. Hasnida membahas mengenai Asesmen Formatif yang merupakan proses yang digunakan oleh guru dan siswa pada saat belajar mengajar, yang pada akhirnya menghasilkan feedback untuk meningkatkan prestasi siswa. Feedback tidak hanya dari guru tapi bisa juga dihasilkan dari teman sejawat atau pekerjaan dari siswa tersebut. Asesmen Formatif tidak hanya menyediakan feedback ke siswa, tapi juga membentuk framework untuk memberikan pandangan edukasional dan juga untuk memetakan progres para siswa. “Feedback pun harus berisikan mengenai pemikiran dan bukan berdasarkan emosi atau reaksi.” Tambah Hasnida lagi.

Kemudian Hasnida mengangkat tentang Asesmen teman sejawat karena ini merupakan teknik yang baik untuk mengembangkan prestasi siswa. Ini dikarenakan karena ketika siswa memberikan feedback pada teman mereka. Pada kesimpulannya, Hasnida mengatakan bahwa Guru memiliki peran penting untuk mendesain situasi dimana Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan. (ant)

.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain

Kontribusi Pemikiran Mengenang Prof Djemari Mardapi, Ph.D.

Thu, 2021-09-23 23:27

Tahun 2020 lalu, Prodi PEP Pascasarjana dan FT UNY kehilangan salah satu putra terbaiknya yaitu Prof. Djemari Mardapi, Ph.D. Untuk mengenangnya, Prodi PEP PPs UNY menyusun buku “Kontribusi Pemikiran Mengenang Prof Djemari Mardapi, Ph.D.” Buku ini merupakan sumbangan pemikiran tentang karya-karya terkait asesmen, penelitian, dan evaluasi pendidikan, yang didedikasikan untuk mengenang Prof. Djemari Mardapi, Ph.D. (Alm.) atas jasa-jasa beliau, yang semasa hidupnya telah mengabdikan diri di bidang ini.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd mengatakan bahwa Prof. Djemari merupakan teladan bagi para rekan sejawat, murid, maupun koleganya. Prof. Djemari telah memberikan banyak kontribusi yang luar biasa, baik di UNY maupun di luar UNY. Karya-karyanya berupa buku banyak diakui oleh para ahli penelitian dan evaluasi pendidikan. “Walaupun Prof. Djemari sudah tidak bersama kita, tapi semangatnya akan tetap melekat di hati para pemerhati pendidikan” tambah Anik lagi

Buku yang dilaunching ini berisikan sumbangan tulisan dari kolega, rekan sejawat, kolega dan keluarga dari Prof. Djemari. Dalam webinar ini hadir sebagai narasumber yaitu Prof. Dr Suratno, M.Pd. dari Universitas Lambung Magkurat, Prof. Dr. Sumarno, M.Pd. dari Universitas Negeri Medan, dan Prof. Dr. Badrun Kartowagiran, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta. (ant)

.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain

Penelitian dan Studi Literatur di Masa Pandemi

Mon, 2021-08-23 11:16

Asosiasi Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia menggelar Webinar dengan Tema “Penelitian dan Studi Literatur di Masa Pandemi” yang menghadirkan dua narasumber dari UNY yaitu Dr. Syukrul Hamdi, S.Pd., M.Pd. dan dari UNS yaitu Suraji, S.Pd., M.Pd. Pada masa pandemi yang sudah berlangsung hampir 2 tahun ini, mau tidak mau mengubah wajah Pendidikan di Dunia terutama di Indonesia. Sekolah tatap muka yang ditiadakan menjadikan kanal digital menjadi satu-satunya pilihan. Aplikasi seperti Zoom, Google Meet ataupun Google Classroom menjadi hal yang familiar di semua kalangan. Tidak terkecuali penelitian pun terkena imbasnya.

Suraji, dalam paparannya mengungkapkan alternatif metode penelitian yaitu Studi Literatur adalah cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber-sumber tulisan terpercaya yang pernal dibuat sebelumnya. Studi Literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data Pustaka, membaca, dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. “Tentunya Studi Literatur ini dapat memberikan inspirasi dan ide penelitian, penambahan referensi dalam studi pendahuluan, menentukan arah penelitian, tidak dibatasi ruang dan waktu dan data bersifat siap pakai” tambah Suraji lagi.

Hal ini diamini pula oleh Dr. Syukrul Hamdi yang menjabarkan mengenai Penelitian Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. Menurut Syukrul, Pendidikan tidak berhenti setelah memperoleh gelar. Skill yang diperlukan lagi antara lain keterampilan social, kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya dan mencari literasi baru. “Intinya Belajar Sepanjang Hayat” tambah Syukrul lagi. Literasi baru tersebut yaitu literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. “Agar lulusan bisa kompetitif, kurikulum perlu orientasi baru, sebab adanya Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup literasi lama (membaca, menulis dan matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat” tutup Syukrul dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa, pendidik, peneliti dan praktisi. (ant)

.

Language Indonesian (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, "script", "facebook-jssdk"));
Categories: Berita Lain