AHMAD ZAINUL MUTTAQIN, JAWARA FRUIT CARVING DARI FT UNY

8
Jan
2019

Seni mengukir buah atau kerap dikenal dengan Fruit Carving merupakan sebuah kegiatan memahat dan mengukir buah menggunakan alat sederhana seperti cutter, pisau, dan tusuk gigi menjadi maha karya yang menakjubkan. Di tangan seseorang seniman Fruit Carving, buah akan menjadi sangat indah dengan ukiran yang memiliki nilai seni tinggi.

Pada mulanya, Fruit Carving didominasi oleh lulusan sekolah atau kampus perhotelan,namun kini pada perkembangannya minat pada keterampilan ini makin meluas. Seiring dengan maraknya pemberitaan tentang dunia kuliner, orang-orang yang tidak berkecimpung dengan perhotelan juga mulai berminat pada Fruit Carving.

Fruit Carving juga menjadi kegiatan yang sering dilakukan oleh para mahasiswa Pendidikan Teknik Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, salah satunya Ahmad Zainul Muttaqin. Sebagai mahasiswa baru (angkatan 2018) prestasi Ahmad sudah sangat membanggakan di bidang ini seperti Juara 1 Fruit Carving yang diselenggarakan Indonesian Chef Association pada HUT ICA BPC Malang Raya 2018, Juara I Fruit Carving yang diselenggarakan oleh Gunawangsa Hotel Surabaya, Juara 2 Fruit Carving Competition 2018 di IONs Culinary College, dan lainnya.

Ahmad menjelaskan bahwa dirinya sangat bersemangat mengikuti lomba di berbagai kota karena dengan kompetisi tersebut dapat menjadi ajang mengekspresikan diri melalui fruit carving.  “Kompetisi juga sangat berguna untuk mengasah mental dan kalo bicara tentang juara itu adalah bonusnya saja,” lanjutnya.

Terkait kompetisi, Ahmat juga mengaku pernah beberapa kali dipaksa kalah karena adanya indikasi kecurangan, bahkan ia juga sering dipandang sebelah mata terkait dengan bidang yang ia geluti ini. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan motivasinya untuk terus berlatih mengasah kemampuannya.

“Saya rasa kunci dari keberhasilan terletak pada diri kita sendiri untuk mampu mengalahkan rasa inferior dan tidak percaya diri, Karena itu adalah salah satu penghambat seseorang dalam berprestasi”, tutupnya. (hryo)

submitted by humas