AKSI SOSIAL HIMA FISIKA

26
Nov
2018

Kompos adalah sesuatu yang digunakan untuk menyuburkan tanah. Kompos yang dibuat pada tanah yang nantinya akan diberi kompos itu sendiri akan mudah untuk dapat menjadikan tanah tersebut subur karena mikroba yang terdapat pada tanah telah menyesuaikan dengan kompos tersebut. Kompos merupakan hal penting bagi petani, oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Fisika FMIPA UNY bersama Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Yogyakarta melaksanakan sosialisai tentang tata cara pembuatan pupuk kompos di dusun Bendo, Lendah, Kulonprogo bersama masyarakat setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Bahan untuk pembuatan kompos didominasi oleh limbah organik seperti daun kering, batang pisang yang sudah panen, batang tebu, dan lain sebagainya. Diusahakan bahan yang akan digunakan tidak terjangkit penyakit. Pembuatan kompos sama seperti pembuatan kompos biasanya, yaitu dengan menimbun bahan-bahan kompos tersebut pada tanah yang telah dilubangi sebesar keranjang yang akan digunakan dengan urutan lapisan dasar adalah tanah, kemudian bahan kering ditambah em4 dan berulang kembali hingga lapisan setinggi tanah disekitarnya. Setelah itu, lubang ditutup dengan tanah dan ditutupi kembali dengan lapisan tahan air agar air tidak dapat masuk (jika hujan). Proses penimbunan ini membutuhkan waktu 2 minggu sampai 2 bulan untuk dapat digunakan. Waktu tersebut relatif tergantung iklim, tanah, jenis dan jumlah limbah organik yang digunakan. Proses tersebut akan menghasilkan kompos berupa padatan dan cairan. Tetapi untuk pengambilan kompos cair tidak memungkinkan karena meresap kedalam tanah.

Kompos yang dibuat dengan cara tersebut akan lebih cocok nantinya untuk digunakan pada tanah. Karena dibuat langsung dengan tanah yang akan digunakan untuk bercocok tanam dibanding dengan pupuk kandang atau pupuk non organik lainnya yang terkadang tidak cocok dengan karakteristik tanah yang berbeda. Kemudian dengan pembuatan kompos berbahan limbah organik tersebut dapat menjadikan solusi baru untuk pengolahan limbah dibanding dengan cara dibakar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu 25 November 2018 itu merupakan serangkaian acara aksi sosial (AKSOS) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika FMIPA UNY. Selain kegiatan tersebut terdapat beberapa serangkaian kegiatan lainnya seperti pelatihan keterampilan kewirausahaan berupa pembuatan keranjang dan vas bunga dari bahan limbah kertas. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan TPA yang dibimbing langsung oleh panitia AKSOS dan diikuti oleh anak-anak setempat. Juga diadakan Tabligh Akbar yang mengulas tentang Maulid Nabi yang dibawakan oleh Ustadz Suryadi. Kemudian dimeriahkan dengan adanya Hadroh El-Maqashid dari KMNU (Keluarga Mahasiswa NU) UNY.  Selanjutnya terdapat kegiatan Senam pagi dan ditutup dengan kegiatan pembagian sembako dan bazar murah bagi warga sekitar.

Aksi Sosial Himafi 2018 mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Kepala Dukuh Bendo, Parman mengatakan kegiatan ini sangat membantu warga. Mahasiswa dapat membagikan ilmunya melalui serangkaian acara aksos seperti ilmu agama dengan acara tabligh akbar, pelatihan ketrampilan, dan penyuluhan pembuatan kompos. “Saya mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa yang mengadakan acara aksi sosial himafi uny yang dapat menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk warga sekitar yang memang membutuhkan ilmu tersebut karena dessa kami yang terpelosok dan jauh dari keramaian.” kata Parman “Saya mengharapkan mahasiswa lebih aktif melakukan kegiatan seperti ini yang berhubungan langsung dengan masyarakat.” (Laras)

 

submitted by humas