ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS

19
Apr
2017

Suhu lingkungan air berpengaruh terhadap nafsu makan ikan dimana yang ideal di kisaran 28-30 derajat celcius serta tidak terjadi perbedaan suhu air yang mencolok antara siang dan malam atau tidak lebih dari 5 derajat celcius. Dengan kondisi tersebut, ikan akan memberikan respon maksimal ketika diberi pakan. Selain itu sistem kekebalan tubuh ikan juga akan bekerja optimal. Namun, bila ikan diberi pakan pada waktu yang tepat maka pakan tidak akan dimakan dan akan larut dalam air sehingga menyebabkan kualitas air menurun. Padahal kualitas air yang buruk dapat menyebabkan ikan mudah terserang penyakit bahkan mati. Selain itu, dalam hal pemberian pakan dengan cara menyebar dengan tangan dirasa kurang efektif karena luasan tebaran pakan hanya terbatas di area yang mudah terjangkau tangan atau mesin pakan.

Dari fakta di atas diperlukanlah inovasi baru agar luasan sebaran pakan melingkupi seluruh bagian kolam. Luasan sebaran ini dimaksudkan agar porsi makan yang ada di setiap titik kolam merata sehingga semua ikan dapat menjangkau sebaran pakan tersebut. Untuk menjawab permasalahan ini, Seleompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta menciptakan Astrover  atau Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis. Tim ini terdiri dari Dyah Ayu Pratiwi (Pend. Teknik Elektro) Ilham Surfani (Pend. Teknik Mesin), Aris Munandar (Pend. Teknik Mesin), Ageng Widi Atmoko (Pend. Teknik Elektro), Yanna Anggraini Pratiwi (Bimbingan dan Konsling), Ria Oktaviani (Pend. Biologi) dan Aan Yuliyanti (Pend. Bahasa Inggris). Dibawah bimbingan Dr. Giri Wiyono, serta arahan dari para senior seperti I Gede Sangu Gemi dan Adi Tarnadi, alat pemberi pakan ikan ini dirancang secara otomatis, berbasis mikrokontroler

Dyah Ayu Pratiwi , ketua kelompok, menerangkan bahwa Astrover merupakan alat pemberi pakan ikan otomatis yang bekerja berdasarkan respon suhu dengan sistem penyebaran sentrifugal yang tersebar melingkar menjauhi pusat putaran.

Tampilan Astrover terdiri dari opsi waktu, suhu dan rentang lamanya proses pemberian pakan. “Display suhu digunakan untuk mengetahui kondisi suhu secara real time, display rentang pakan tepat dibawah display suhu berfungsi agar pengguna bisa mengatur lamanya proses pemberian pakan,” ujar Dyah.

“Proses maksimal pemberian pakan ialah 4,9 menit dan alat ini memiliki kapasitas pakan sebanyak 6 Liter (3,3 kg pelet ikan dengan dimensi pelet panjangnya 6 mm) dengan daya 60 Watt,” terang Dyah.

“Adapun jangkauan maksimum penyebaran pakan atau pelet dengan ukuran 6mm  yakni ±30 meter, untuk pelet 3 mm jangkauannya ±20 meter dengan ASTROVER berada dititik tengah,” lanjut Dyah

“Penyebaran pakan cenderung merata, sedangkan  ketika dilakukan pengujian, perataan rentang pemberian pakan maksimal 20 gram/1 meter,” imbuhnya.

Keungggulan laim dari alat ini adalah kemampuannya untuk beroperasi dengan daya yang rendah, sebesar 60 watt dengan menggunakan 1 motor 12 VDC. Rentang lamanya pemberian pakan ikan dapat diatur oleh pengguna sesuai kebutuhan. ASTROVER bekerja dengan pemberian pakan secara menyebar dengan jarak masimum penyebaran 30 meter dengan Astrover berada dititik tengah.

Menurut Dyah dan tim nya, Astrover sudah siap jual, tetapi perlu penambahan kapasitas pakan. “Kmai berharap alat ini dapat membantu petani ikan dalam pemberian pakan ikan, meminimalisir sumber daya serta dapat menurunkan potensi penyakit akibat kualitas air,” tutupnya. (hryo)  

 

submitted by humas