ANGKRINGAN KEBANGSAAN DEKLARASIKAN TOLERANSI

6
Sep
2017

Laboratorim PKn FIS UNY menyelenggarakan Angkringan Kebangsaan dan Deklarasi Pelajar Toleran DIY di Taman Pancasila UNY (Senin,  28/08). Kegiatan dalam rangka dies FIS UNY tersebut bekerjasama dengan AMAN Indonesia, Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi (PSPK) UNY, SETARA Institute, dan aliansi masyarakat sipil DIY untuk keberagaman. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. selaku Rektor UNY mengatakan bahwa Indonesia disatukan oleh berbagai pulau, budaya, suku bangsa dan keberagamannya. “Acara ini dilakukan untuk meningkatkan komitmen pada nilai kebangsaan,” kata Sutrisna. Menurutnya, belakangan ini isu-isu nilai kebangsaan sedikit terganggu. Karena itu, perlu dibangkitkan kembali nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari jiwa. Rektor juga menyarankan agar kedepannya, kuliah Pancasila tidak dibuat terlalu formal di kelas namun dibuat interaktif dan bisa mengundang siswa sekolah untuk berdiskusi.

Ketua panitia kegiatan sekaligus Kepala Laboratorium PKn FIS UNY, Halili, M.A. mengatakan bahwa kebangsaan Indonesia sedang diuji dengan aneka tantangan, baik internal maupun eksternal. Dalam konteks lokal, intoleransi dan kekerasan oleh pelajar, misalnya, turut memperbesar tantangan kebangsaan di Yogyakarta yang berpredikat sebagai kota toleransi, kota keberagaman, dan miniatur Indonesia. “Kegiatan angkringan kebangsaan yang hari ini kita lakukan merupakan bentuk respons atas situasi aktual,”  kata Halili. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 300 pelajar SMP dan SMA dari 27 sekolah di seluruh DIY yang masing-masing mengirim 3 – 7 siswanya.

Diskusi bertema ‘Toleransi itu Pancasila’ menampilkan narasumber dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (Bupati Kulonprogo), Halili, M.A. (Dosen UNY/Peneliti SETARA Institute), Ummi Shabrina Solekhah (Diajeng  Kulonprogo/Siswi SMA 1 Wates), Yunan Helmi (Musisi Aktivis Indo Voice United), dan Maskur Hasan (Aktivis AMAN Indonesia). Salah satu peserta Adam Satria dari SMAN 2 Wonosari mengatakan bahwa acara ini menarik karena bisa untuk meningkatkan rasa kebangsaan. (dedy)

 

Tags: 
submitted by humas