ASTI, MAHASISWA RIAS FT UNY, DARI ABDI DALEM HINGGA KELILING DUNIA

9
Jan
2019

Asti Oktavia Andayani, atau biasa dipanggil Asti merupakan mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yang memiliki prestasi mengkilap di bidang tata rias sesuai studinya dan juga seni tari yang merupakan minatnya sejak dulu.

Ketertarikannya terhadap dunia tata rias dimulai semenjak ia menekuni seni tari. “Kan sebagai penari, saya harus bisa merias diri sendiri dari ujung kaki hingga ujung kepala, setelah dari sana kemudian malah makin berkembang dengan merias orang lain,” kenangnya

“Dari situlah muncul keinginan untuk lebih memperdalam ilmu kecantikan sehingga saya memutuskan berkuliah di Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta,” lanjutnya.

Beberapa kejuaraan make up sudah ia peroleh adalah Non-Profesional Make Up dan Ngadi Saliro Ngadi Busana. Di dunia tari pun ia juga tidak kalah eksis bahkan bidang ini yang telah menghantarkannya keliling dunia secara gratis dan mendapat  uang saku pula. Negara yang pernah ia singgahi antara lain China, Korea Selatan, Singapore, dan Abu Dhabi.

Saat ini ia juga bagian dari abdi dalem keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan nama paring ndalem Nyi Mas Jajar Andayanilistyomatoyo. “Sebagai seorang abdi dalem beksa (tari) sekaligus mahasiswa, tentu saya mesti bisa membagi waktu antara kuliah, tugas, dan kegiatan keraton terutama bila bila ada tamu berkunjung,” aku mahasiswa angkatan 2017 ini.

Asti punya impian untuk memiliki usaha Wedding Organizer berbasis budaya atau adat yang kental serta fasilitas budaya didalamnya. Dengan bekal pengalaman yang ia peroleh, saat ini ia sudah merintis sedikit demi sedikit usahanya itu.

Motivasinya untuk sampai di titik ini adalah orang tua. “Saya ingin membalas kasih sayang yang diberikan orang tua, dengan membuat mereka bangga,” ujarnya.

 Dalam perjalanan hidup Asti, tidak ada kata kalah, yang ada hanya menang atau mencoba lagi. “Tidak ada keberhasilan tanpa usaha, dan usaha akan sia-sia jika tidak diiringi dengan doa dan restu orang tua,” tutupnya. (hryo)

submitted by humas