BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PICABRE

27
Mar
2017

Sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, matematika juga diajarkan kepada anak berkebutuhan khusus diantaranya penyandang tunanetra. Media belajar untuk anak tunanetra yang sering ditemui yaitu riglet dan pena untuk menulis, mesin ketik Braille, printer Braille, abacus, penggaris Braille, komputer bicara, dan bangunan-bangunan yang terbuat dari kayu. Namun anak tunanetra sangat kekurangan media belajar atau alat peraga dalam pelajaran yang membutuhkan visual dalam pembelajarannya. Misalkan dalam pelajaran matematika anak tunanetra tidak dapat mempelajari materi-materi yang diberikan oleh guru dengan maksimal dikarenakan minimnya alat peraga yang tersedia ataupun guru tidak bisa mendiskripsikan gambar menjadi teks yang lebih mudah dipahami oleh anak tunanetra.

Dalam upaya membantu memudahkan pemahaman anak tunanetra maka perlu adanya bantuan dengan media pembelajaran yang berfungsi untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam memahami materi pelajaran. Untuk itu mahasiswa UNY membuat media pembelajaran matematika untuk tunanetra yang disebut ‘Picabre (Playing Cards of Braille)’ untuk optimalisasi pembelajaran materi peluang bagi anak tunanetra. Mereka adalah Sayidatul Maslahah dan Imam Budi Prasetya dari prodi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan serta Arif Dwi Hantoro dari prodi Pendidikan Matematika Fakultas MIPA. Menurut Imam Budi Prasetya yang juga seorang tunanetra, media pembelajaran matematika untuk tunanetra terutama pada materi peluang masih sangat kurang. “Pengembangan media belajar bagi anak tunanetra sangat bergantung pada kreatif guru dan kemandirian anak saja” katanya. Sayidatul Maslahah menambahkan bahwa pembuatan media pembelajaran ini memanfaatkan cangkang kartu perdana yang sudah tidak dipakai lagi. Dengan memberi tulisan dan kode pada kartu akan membantu anak tunanetra membedakan antara satu kartu dengan kartu-kartu lainnya. “Dengan cara itu, kami berharap dapat membantu anak tunanetra untuk lebih memahami materi peluang atau materi-materi matematika yang sering memanfaatkan kartu remi dalam pembuatan soalnya” kata Sayidatul Maslahah.

Arif Dwi Hantoro mengatakan bahwa media pembelajaran ini telah dipraktekkan di kelas IX MTs LB A Yaketunis Yogyakarta. “Hasil wawancara kami dengan guru di Yaketunis menunjukan bahwa dalam kegiatan pembelajaran matematika khususnya materi peluang sudah baik dan sesuai rencana” ungkap Arif, namun, guru masih mempunyai hambatan yaitu belum adanya media yang dapat digunakan untuk membantu menyampaikan materi kepada siswa. Menurut salah satu siswa MTs LB A Yaketunis menyatakan selama ini masih belajar dengan membayangkan saja karena, belum adanya media yang dapat menvisualkan materi tersebut. Picabre merupakan salah satu wujud pengembangan media pembelajaran pengenalan materi peluang  bagi anak tunanetra. “Rancangan atau desain Picabre dapat digunakan oleh anak-anak tunanetra dengan baik karena kejelasan dari penggunaan huruf Braille yang berada di Picabre” kata Arif. Hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan peserta didik saat melakukan pembelajaran dengan media pembelajaran Picabre tersebut.  Namun  saat  melakukan pembelajaran masih diperlukan pendampingan dari guru agar tidak terjadi kesalah pahaman konsep tentang media pembelajaran. Selain itu, juga terdapat bantuan dari buku panduan yang dapat mengarahkan siswa supaya dengan mudah memahami konsep materi peluang dengan baik. (Dedy)

 

submitted by humas