CINTAI LINGKUNGAN DENGAN MENGURANGI PENGGUNAAN BOTOL PLASTIK

12
Apr
2019

Setiap orang tentu membutuhkan air minum untuk kelangsungan hidupnya. Idealnya setiap orang perlu minum 8 gelas per hari. Pentingnya mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup adalah karena tubuh manusia terdiri dari 75% air. Banyak sekali para pedagang air minum yang mengemas minuman dengan botol plastik sekali pakai. Penggunaan botol plastik ini mempunyai dampak buruk bagi lingkungan. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, 70% sampah botol plastik tersebut bermuara ke laut. Coba kita banyangkan bagaimana yang akan terjadi apabila hal ini terus menerus dilakukan tanpa adanya perubahan. Tentu saja hal tersebut akan mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem lainnya.

Melihat keprihatinan tersebut, mahasiswa Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY), Siti Mayanfa`uni Al Ilhami melakukan kampanye peduli lingkungan melalui akun instagramnya yang bertujuan untuk mengajak masyarakat luas mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai sehingga dapat berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.

Siti Mayanfa`uni Al Ilhami mengatakan bahwa upaya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah botol plastik adalah dengan mengganti botol plastik sekali pakai dengan botol minum isi ulang. Botol minum isi ulang tersebut tentu lebih menyehatkan dan mengurangi pencemaran lingkungan

Lebih lanjut Siti Mayanfa`uni Al Ilhami menjelaskan bahwa di tanah botol plastik dapat menghalangi peresapan air dan sinar matahari yang menyebabkan kurangnya kesuburan tanah yang dapat menimbulkan banjir. Sebagai contonya plastik jenis PVC (polyvinyl chloride) yang mengandung halogen akan meproduksi dioksin saat dibakar. Dioksin merupakan salah satu komponen paling berbahaya yang dihasilkan oleh manusia. Dengan demikian sudah sangat jelas apabila penggunaan botol plastik tidak dikurangi, maka masalah pencemaran lingkungan akan semakin besar.

“Kampanye peduli lingkungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dari pencemaran sampah botol plastik. Dengan demikian, kita dapat berkontribusi mewujudkan rasa cinta tanah air dan cinta lingkungan melalui gerakan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai serta dapat mengatasi masalah sosial” tutupnya (Eko)

           

 

submitted by humas