CREATIVE TEACHING: CIPTAKAN KELAS KREATIF DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

13
Dec
2014

Kamis (11/12/2014), Sekolah Alam didirikan dengan keinginan untuk mengubah paradigma bahwa sekolah yang berkualitas selalu mahal. Paradigma yang ada berdampak bahwa pendidikan berkualitas sulit dijangkau oleh masyarakat bawah. Untuk mengubah hal tersebut diperlukan sistem pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, tidak bergantung pada alat peraga yang relatif mahal, tetapi mengacu pada alam sebagai sumber ilmu pengetahuan. Demikian ungkap Lendo Novo, pendiri Sekolah Alam pada Seminar Nasional Creative Teaching (Menciptakan Kelas Kreatif dengan Pendekatan Saintifik).

Lebih lanjut lagi, Lendo prihatin dengan biaya pendidikan di Indonesia yang semakin mahal. Apalagi untuk sebuah sekolah unggulan. “Dari keprihatinan itulah saya ingin mendirikan sekolah unggulan yang tidak harus mahal. Caranya dengan menekan seminimal mungkin biaya fisik dan menggantikannya dengan alam terbuka,” maka tak heran bila sekolah yang terdiri dari tingkat kelompok bermain, TK, SD dan SMP ini betul-betul menerapkan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga yang terdapat di alam sekitar.

Seminar yang dihadiri oleh praktisi pendidikan dan mahasiswa sejumlah 250 orang ini merupakan rangkaian dari Festival Teknologi Pendidikan. Menghadirkan pula Winastwan Gora dari Titian Foundation dan Unik Ambarwati, M.Pd. dosen PGSD FIP UNY. Winastwan memaparkan Chicnologic Concept yaitu pembelajaran cara mendaur ulang barang-barang bekas menjadi barang yang scientific. Seperti membuat kompor dari kaleng bekas, membuat kompas dari botol atau membuat periskop dari pipa bekas. Tentunya hal semacam ini memberikan pemahaman bahwa barang tidaklah harus baru. Ini melatih agar anak bisa lebih mandiri dan berpegang pada prinsip Do it Yourself.

Kemudian Unik Ambarwati mengungkapkan mengenai Pembelajaran Kreatif yang bertujuan agar siswa dapat memecahkan masalah, menemukan contoh-contoh, mencoba keterampilan-keterampilan dan melakukan tugas-tugas secara aktif dan mandiri dengan bimbingan guru. Unik mencontohkan kegiatan inti yaitu membuat peserta didik aktif sejak dini, membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan, dan bagaimana agar belajar tidak lupa. (ant)

submitted by nurhadi