DIGITAL PHYSICS DICTIONARY, CARA MUDAH BELAJAR FISIKA BERHASIL MERAIH DANA DIKTI PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA TAHUN 2011

17
Jun
2011

Pelajaran fisika mulai diperkenalkan saat siswa menginjak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), meskipun pada taraf sekolah dasar, para siswa juga sudah dikenalkan dengan prinsip-prinsip fisika pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun banyak siswa yang tidak tertarik pada mata pelajaran fisika karena umumnya mereka  menganggap fisika itu sulit dan membosankan. Salah satu penyebab karena mereka sudah dihadapkan pada berbagai istilah fisika yang kurang dapat mereka pahami.

Melihat fenomena ini sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Elisabeth Pratidhina Founda Noviani, Ruth Evrilia Oka Mahastri, Atut Reni Septiana dari jurusan pendidikan fisika serta Lourensius Dwi Ardi Ranedyo dari prodi pendidikan IPA berinisiatif membuat kamus fisika yang praktis dan mudah dipahami bagi siswa-siswi SMP yang disebut Digital Physics Dictionary. Tidak sia-sia apa yang dilakukan mereka, karena karya ini berhasil meraih dana DIKTI dalam Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2011 pada bidang Teknologi.

Menurut Elisabeth Pratidhina Founda Noviani gagasan membuat Digital Physics Dictionary ini adalah karena tuntutan perkembangan ICT (Information Comunication Technology) atau Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). “Saat ini di setiap sekolah sudah ada mata pelajaran TIK, sehingga program kami  akan semakin menunjang perkembangan TIK, ukarnya. Selain itu hal-hal berbau TIK menurut pemantauan kami ternyata lebih menarik bagi siswa-siswi SMP, selain itu siswa lebih menyukai penjelasan yang disertai dengan gambar atau animasi yang menarik sehingga apabila kami membuat sebuah program kamus fisika yang disertai dengan gambar atau animasi akan membuat siswa lebih tertarik pada fisika. Ruth Evrilia Oka Mahastri menambahkan perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi Digital Physics Dictionary ini adalah Microsoft Visual Basic dan didukung oleh beberapa aplikasi lain seperti Microsoft Acces, Corel Draw, serta Adobe Flash. “Kami telah mengujikan Digital Physics Dictionary ini di SMPN 2 Klaten dan SMPN 4 Klaten” kata Ruth, “Siswa cukup tertarik dan mengapresiasi dengan baik adanya kamus digital ini” lanjutnya.

Atut Reni Septiana menjelaskan proses pembuatan Digital Physics Dictionary, pertama kali membuat daftar istilah fisika secara manual lalu dimasukkan pada data base dengan menggunakan program Microsoft Acces, kemudian membuat gambar dan animasi pendukung dengan menggunakan program Corel Draw dan Adobe Flash. Setelah itu mengolah dan menggabungkan data base dengan gambar dan animasi pendukung yang telah dibuat dengan program Microsoft  Visual Basic dan Software Digital Physics Dictionary siap digunakan. (deddy/ls)

submitted by humas