FMIPA UNY GELAR JOIN CONFERENCE ISIMMED DAN ATCM

22
Nov
2018

 

Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY menyelenggarakan konferensi bersama dalam acara the 2nd International Seminar on Innovation in Mathematics and Mathematics Education (ISIMMED) dan the 23rd Asian Technology Conference in Mathematics 2018 (ATCM). Acara yang dilaksanakan Rabu-Sabtu 21-24/11/18 di Kampus FMIPA ini mengambil tema "Innovative Technology in Mathematics: New Ways for Learning, Teaching, Researching Mathematics". hadir 16 pembicara dari berbagai negara pada konferensi ini. Mereka diantaranya Wei-Chi Yang dari USA, Ron Lancaster (Canada), Weng Kin Ho (Singapura), Salang Musikasuwan (Thailand), Sahid (FMIPA UNY), dll. Konferensi diikuti oleh peserta dari 20 negara anggota ATCM dengan sekitar 75 diantaranya peserta dari luar 

Wakil Rektor IV UNY, Dr. Rer.nat Senam dalam pembukan seminar mengatakan, banyak siswa mengalami phobia terhadap pelajaran matematika. Hal tersebut karena biasanya guru matematika cenderung “killer”. Dalam forum ini kita bisa berdiskusi tentang bagaimana mengajar matematika kepada siswa sehingga matematika menjadi lebih mudah.

“Kegiatan seminar ini merupakan seminar yang terakhir dari 28 seminar internasional di UNY pada 2018.  Ini adalah salah satu dari upaya UNY untuk menjadi World Class University. Kegiatan lain yang telah dilaksanakan UNY diantaranya join research, visiting professor, join publication development, join degree program Ph.D or Master dengan universitas di Dresden, Germany, dll.

Sementaraitu, pembicara Wei-Chi YANG, dari Radford University, Amerika Serikat, memaparkan artikelnya yang berjudul “Strong algebraic manipulation skills are not adequate for cultivating creativity and innovation”. Wei-Chi YANGmengambilcontohbeberapa masalah ujian praktek masuk perguruan tinggi dari China untuk menyoroti beberapa keterampilan manipulasi aljabar yang dibutuhkan oleh siswa sekolah menengah di China. Selanjutnya Wei-Chi Yangmengeksplorasi berbagai skenario dengan mengasumsikan bahwajika teknologi tersedia bagi peserta didik, makaakandapat dilihatbanyak hasil mengejutkan yang tidak terduga.

“Bagi banyak negara, suatuujian masuk perguruan tinggi tidak dapat dihindari dan kadang-kadang ujianiniadalah satu-satunya cara yang adil untuk memilih siswa yang memenuhi syarat untuk masuk perguruan tinggi.Namun, dengan beberapa contoh yang  diberikan dalam artikelnya tersebut, Wei-Chi Yang berharap dapat member masukan kepada para pengambil keputusan dalam bidang pendidikan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat mengeksplorasi matematika dengan teknologi yang tersedia,” lanjutnya.

Teknologi yang berkembang tidak hanya dapat membuat matematika menyenangkan dan dapat diakses dengan lebih mudah, tetapi juga memungkinkan siswa mengeksplorasi matematika yang lebih menantang dan teoritis. Wei-Chi YANG berharap bahwa ketika matematika dibuat lebih mudah diakses oleh siswa, mungkin lebih banyak siswa yang akan terinspirasi untuk menyelidiki masalah matematis mulai dari yang sederhana hingga yang lebih menantang. Bagaimanapun, kreativitas dan inovasi tidak datang hanya dengan memberikan satu jawaban yang benar saja. Siswa sangat perlu mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi banyak jawaban yang benar dengan bantuan teknologi. (witono)

submitted by humas