INKUBATOR BISNIS UNY RAIH PENGHARGAAN INKUBATOR BERPRESTASI NASIONAL

10
Jan
2019

Inkubator Bisnis UNY berfungsi sebagai lembaga pendampingan bagi UKM tenant di Indonesia. Dibentuk melalui kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2012, inkubator bisnis UNY bernaung di Pusat Penelitian Wanita dan Gender LPPM.  Selain aktif dalam kegiatan pendampingan PPBT (Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi), CPPBT ( Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi), WMP (Wirausaha Muda Pemula) dan kegiatan-kegiatan lain dari kementerian terkait, saat ini inkubator bisnis UNY juga aktif sebagai anggota resmi dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), ASEAN Business Incubator Network (ABINet) dan Asian Association of Business Incubation (AABI) dan telah menjalin beberapa kerjasama, diantaranya kerjasama internasional dengan Chaoyang University of Technology, Taiwan. Baru–baru ini inkubator bisnis UNY mendapat penghargaan sebagai inkubator berprestasi yang diserahkan di Jakarta oleh Menristekdikti Prof. Mohammad Nasir Desember 2018 lalu.

Menurut pimpinan inkubator bisnis UNY, Prof. Nahiyah Jaidi Faraz ada 22 produk yang sekarang bergabung dalam inkubator bisnis, selain dari UNY juga ada dari perguruan tinggi lain. Dikatakannya bahwa model inkubasi di UNY dibagi menjadi tiga bagian yaitu pra inkubasi, inkubasi dan pasca inkubasi. “Awalnya kami terapkan seleksi melalui proses wawancara dan seleksi administrasi” kata Nahiyah. Sedangkan tahap inkubasi dibagi menjadi tiga periode yaitu awal, pengembangan dan lanjutan. Dalam tahap inkubasi ini para inkubator didampingi selama tiga tahun dan selama itu diberi berbagai pelatihan seperti business plan, teknik manajemen, produksi komersial, networking bahkan hingga ke pengurusan HAKI dan sertifikasi produk. Bila sudah dianggap mampu maka akan dilepas sebagai UMKM yang inovatif, mandiri dan berdaya saing. Pada tahap ini inkubator bisnis  lebih sebagai media pelatihan softskill dan networking.

Kepala LPPM UNY Dr. Suyanta menjelaskan bahwa keberadaan inkubator bisnis UNY sebagai salah satu upaya menuju hilirisasi temuan Iptek. “Karya dosen dan mahasiswa tidak boleh berhenti dalam wujud laporan, tetapi harus bermuara pada hasil nyata berupa teknologi tepatguna yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luar” kata Suyanta. Sementara itu Prof. Sutrisna Wibawa, Rektor UNY, menegaskan bahwa secara kelembagaan UNY akan terus meningkatkan kerjasama dengan lembaga/institusi lain. “Kerjasama dijalin utamanya dengan dunia usaha dan dunia industri untuk menyiapkan lulusan yang unggul dan siap berkompetisi di era revolusi industri 4.0” tutup Sutrisna Wibawa.

Beberapa produk inkubator bisnis UNY yang sudah dikenal diantaranya speedometer custom untuk motor dan mobil, produsen robotic kits Indobot, RLS Liquid Spray berbahan binahong, pepaya dan lidah buaya untuk mengatasi nyeri serta mesin penyebar pakan ikan dan udang otomatis Astrover. (Dedy)

submitted by humas