JUARA KRI-KRCI BERHAK IKUTI KEJUARAAN TINGKAT NASIONAL

30
May
2011

Pertarungan sengit adu strategi pada final yang mempertemukan dua  tim Kontes Robot Indonesia Maestro_Evo (UNY) dan Garuda (UGM) berjalan seru dan mendapat perhatian penuh ribuan penonton di GOR UNY, Sabtu (28/5). Partai final tersebut akhirnya dimenangi tim Garuda, dan tim Maestro_Evo harus puas menjadi juara II. Sedangkan juara III diraih tim SA-Ngkok dari Universitas Islam Sultan Agung dan juara harapan oleh tim 4T-V ( Forte vi) dari STMIK Amikom Yogyakarta. Sedangkan tim UNY yang bertanding di Divisi Humanoid Soccer League, yaitu tim Al-Addiyat gagal menjuarai setelah hanya menjadi juara III.

Ketua Panitia Kontes Robot Regional III, Pramudi Utomo, M.Si, mengatakan, para pemenang yaitu juara I-III berhak untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional yang terdiri atas pemenang dari tiap regional yang akan diselenggarakan bulan Juni 2011.

Kejuaraan KRI dan KRCI Regional III diikuti oleh diikuti oleh 54 tim yang berasal dari 23 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Tengah dan DIY. Dan UNY untuk kedua kalinya ditunjuk oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk menyelenggarakan kontes robot ini.

Acara dibuka oleh Direktur Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Dirjen Dikti Kemendiknas Prof. Ir. Suryo Hapsoro, Ph.D. Dalam sambutannya, suryo hapsoro mengatakan, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa kita tidak bisa lepas bagaimana kita bisa melakukan olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah karsa, dan olah raga. Olah pikir berkaitan dengan kecerdasan, kreativitas, dengan berfikir terbuka dsb.  Kalau kita berfikir apa yang kita lakukan dalam pendidikan adalah supaya kita menghasilkan insane-insan yang taqwa, amanah, adil,  dsb.
“Sedangkan pendidikan yang berkaitan dengan olah rasa dan olah karsa adalah menghasilkan insan-insan yang ramah, peduli, santun, menghargai dsb. Pendidikan olahraga menghasilkan insan-insan yang tangguh, sehat, cerdik,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA, mengatakan, sumber daya manusia berkualitas hanya dapat diraih dengan belajar dan bekerja secara kreatif. KRI dan KRCI memilki potensial untuk men-encourage peserta dapat belajar dan bekerja kreatif sehingga  dapat menghasilkan robot-robot yang sesuai dengan keinginan penciptanya.

Diharapkan mahasiswa yang terlibat dalam kontes robot ini sudah mulai menampilkan karya-karya kecil yang indah dan dapat melanjutkan dengan karya-karya yang lebih besar. Dengan begitu dapat berpotensi sebagai karya yang berhak paten dan karya robotnya dapat memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Ditambahkan, karya robot dapat  memberikan added values jika dapat dikaitkan dengan bidang lain. Untuk dapat mentransformasikan kemampuan robot kedepan sehingga mampu menjawab persoalan masyarakat, maka diharapkan sekali para pencipta robot meningkatkan kerja kolaboratifnya dengan bidang lain. (wit)

submitted by humas