MAHASISWA KAMPUS MENGAJAR MELATIH APLIKASI BAGI GURU DI SUMATRA UTARA

1
min read
A- A+
read

Alhidayath mengajar di kelas

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Salah satu program yang dijalankan untuk mewujudkan kebijakan tersebut ialah Kampus Mengajar atau Mengajar di Sekolah yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) atau minimal sekolah yang masih berakreditasi C. Salah satu mahasiswa UNY yang berkesempatan mengikuti program tersebut adalah Alhidayath Parinduri dari Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang ditempatkan di SD Swasta IT Mawaddah Warohmah di Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Di sekolah ini Alhidayat merancang berbagai program, diantaranya pelatihan teknologi informasi bagi guru sekolah tersebut. Diantaranya pelatihan aplikasi AKSI Sekolah Dasar dan Google Classroom. Menurutnya pengenalan aplikasi AKSI Sekolah Dasar dan Google Classroom ini memberikan kemudah bagi para guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di semester berikutnya. “Sehingga secara perlahan penggunaan teknologi kepada guru dan siswa dapat berkembang menyesuaikan dengan kebutuhan zaman” katanya. Dalam kegiatan ini Alhidayat tidak sendiri melainkan ditemani oleh sesama mahasiswa kampus mengajar yaitu Khairunnisa’ Nabilah, Lailatussifa Nasution, Nurul Aidah Norman dan Farhana dari Universitas Negeri Medan, Nurkhaliza Lubis dari Universitas Sumatera Utara, serta Mahsyuri Tanjung dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Pengenalan aplikasi ini dilakukan dengan metode presentasi dan praktik langsung oleh guru-guru SD Swasta IT Mawaddah Warohmah. Alhidayath Parinduri yang memandu jalannya pelaksanaan kegiatan ini memulai dengan memberikan gambaran umum terkait dengan aplikasi AKSI Sekolah Dasar dan Google Classroom. Lailatussifa Nasution memperkenalkan aplikasi AKSI Sekolah Dasar pada para guru. Laila menyampaikan bahwa AKSI Sekolah Dasar adalah aplikasi Assesment Kompetensi Siswa Indonesia Sekolah Dasar yang bertujuan sebagai bahan para guru untuk mengadakan ujian atau test kepada siswa sembari mengenalkan penggunaan teknologi dalam mengerjakan soal ujian. Dikatakannya, aplikasi ini dapat memudahkan para guru untuk mengetahui tingkat kemampuan siswanya dalam memahami pembelajaran literasi dan numerasi. “Tidak hanya itu, aplikasi ini juga memberi kemudahan para guru untuk dapat mengakses bahan ajar bagi siswa, karena pada aplikasi ini juga terdapat modul pembelajaran yang dapat digunakan oleh para guru” kata Laila. Aplikasi ini pun memberikan kemudahan bagi guru untuk dapat menilai siswa yang bisa tersambung langsung dengan format excel, sehingga guru tidak perlu lagi untuk membuat nilai siswa secara manual.

Sedangkan praktik penggunaan aplikasi AKSI Sekolah Dasar dipandu oleh Farhana melalui perangkat smartphone masing-masing guru. Para guru kemudian mencoba mengikuti step by step yang dijelaskan. Pada akhirnya penggunaan aplikasi AKSI telah dipahami oleh para guru SD Swasta IT Mawaddah Warohmah. Alhidayath menjelaskan bahwa aplikasi ini telah tersistem dari pusat sehingga para guru tidak perlu repot-repot untuk membuat soal lagi, hal itu menjawab pertanyaan dari guru kelas 5, Rindi tentang soal pretest aplikasi tersebut langsung dari pusat atau dari para guru.

Kegiatan dilanjutkan dengan memperkenalkan aplikasi Google Classroom yang dipandu oleh Nurkhaliza Lubis dan praktik penggunaannya dipandu oleh Nurul Aidah Norman. Aplikasi ini juga diperuntukkan bagi guru agar memudahkan proses belajar mengajar pada saat daring. Secara umum penggunaan aplikasi Google Classroom sedikit lebih mudah dari aplikasi AKSI sehingga para guru lebih cepat mengerti. Untuk mengupload nilai dari Google Classroom, dijelaskan oleh Khairunnisa’ Nabilah dan mempraktikkan langsung kepada guru sehingga para guru langsung memahami. (Dedy)

MBKM
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus