MAHASISWA PGSD LAKUKAN SERVICE LEARNING

16
May
2018

Media pembelajaran merupakan alat bantu guru dalam menyampaikan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Media pembelajaran berguna untuk meningkatkan pemahaman siswa. Media pembelajaran yang baik mencangkup kegiatan yang melibatkan anak dalam pelaksanaannya. Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar memiliki mata kuliah media pembelajaran pada semester 4 yang mengajarkan calon guru bagaimana membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Media pembelajaran yang dibuat tentu saja harus diterapkan langsung di sekolah supaya mahasiswa tau sejauh mana keefektifan media yang dibuat.

Hal inilah yang melatar belakangi mahasiswa semester 4 prodi PGSD untuk mengadakan Service Learning di 22 sekolah dasar yang tersebar di 4 kabupaten dan 1 kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dilaksanakan pada hari Jumat (11/5) dan Senin (14/5) mahasiswa PGSD UNY berangkat menuju sekolah yang berada di pinggiran Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji cobakan media pembelajaran serta uji keefektifan media yang telah dirancang dan dibuat oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Kegiatan Service Learning ini mahasiswa masing-masing kelompok dituntut untuk dapat membuat media pembelajaran, sumber belajar, dan bahan ajar yang sesuai dengan materi yang diajarkan kepada siswa. “Service Learning ini melatih mahasiswa PGSD untuk dapat lebih kreatif dan inovatif dalam pembuatan media pembelajaran sehingga media pembelajaran yang dibuat dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi.” Ujar Rizky Larasati selaku ketua pelaksana.

Mata kuliah media pembelajaran yang diampu oleh Unik Ambarwati selaku dosen FIP UNY melatih mahasiswa untuk dapat mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu keterlibatan siswa dalam mengaplikasikan media pembelajaran, sumber belajar, dan bahan ajar juga sangat penting. Mahasiswa juga diminta untuk dapat perduli dengan sekolah-sekolah di pinggir daerah atau kota yang masih mengalami keterbatasan dalam sisi sarana dan prasarana dalam pembelajaran.

Service Learning ini melatih mahasiswa agar kedepannya dapat menjadi pendidik yang professional yang  kreatif dan inovatif. Hasil karya mahasiswa tersebut pada akhirnya disumbangkan kepada sekolah untuk dapat dimanfaatkan dalam melaksanakan pembelajaran selanjutnya. Selain itu sebagai tindak lanjut dalam pelaksanaan Service Learning, mahasiswa diminta untuk mengunggah video pelaksanaan Service Learning yang dilakukan di akun media sosial. “Semua usaha dalam pembuatan bahan ajar ini rasanya terbayarkan saat disekolah bisa melihat anak-anak antusias dan senang belajar dengan buku Petualangan si Dudung yang kami buat.” tambah Restu Wahyuni mahasiswa PGSD yang mengikuti kegiatan Service Learning tersebut. (Rahmi)

submitted by humas