PARADE TEATER PBSI/BSI TAHUN 2013

2
Nov
2013

Pementasan Teater yang disuguhkan oleh mahasiswa Pendidkan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI,) Fakultas Bahsa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) seolah telah menjadi ritual tahunan wajib yang menjadi salah satu alternatif hiburan. Parade pementasan ini patut dipertimbangkan sebagai hiburan penutup tahun.

Pada tahun ini, mahasiwa PBSI dan BSI akan memanjakan mata warga FBS UNY hingga masyarakat luas dengan serangkaian pementasan teater yang akan dilaksanakan sepanjang bulan Desember. Masing-masing pementasan bertempat di Stage Tari Tedjokusumo.

Adapun serangkaian pementasan yang akan disuguhkan yaitu: (1) 4 Desember, “Matahari di Sebuah Jalan Keci” karya Arifin C. Noer yang akan dipentaskan oleh Teater Tempur; (2) 9 Desember, “Sang Pelacur” karya Pedro Sudjono yang akan dipentaskan oleh Teater Malam; (3) 16 Desember, “Senja dengan Dua Kelelawar” karya Kirdjo Mulyo yang akan dipentaskan oleh Kerangka Production; (4) 19 Desember, “Perjuangan Suku Naga” karya W.S. Rendra yang akan dipentaskan oleh Teater Nol Koma; dan (5) 23 Desember, “Sindhen” karya Heru Kesawa Murti yang akan dipentaskan oleh Teater Dhingklik.

Drama bisa jadi merupakan sebuah mata kuliah yang dinanti-nanti oleh tiap mahasiswa Program Studi PBSI dan BSI. Pasalnya pelaksanaannya yang berbeda dengan mata kuliah lain. Mata kuliah 4 SKS ini tak hanya menuntut mahasiswa untuk belajar teori drama di ruang kelas saja namun juga menyiapkan sebuah pementasan teater pada akhir masa perkuliahan.

Hal senada pun dituturkan oleh Nurhadi, selaku salah satu dosen pengampu mata kuliah tersebut. “Sejatinya mata kuliah drama itu mengacu pada analisis naskah drama tetapi sudah menjadi konvensi di jurusan kita untuk mementaskan teater pada akhir pelaksanaan mata kuliah drama ini,” jelasnya pada Jumat, 1 November 2013.

Pementasan ini tentu memerlukan persiapan yang tidak sedikit. Pasalnya mahasiswa penempuh harus menyiapkan segala keperluan pementasan secara mandiri mulai dari keperluan artistik hingga produksi. Tak ayal komunikasi dengan berbagai pihak pun harus dibangun seperti hubungan dengan mahasiswa seni tari, mahasiswa seni musik, bahkan hingga mahasiswa tata busana, dan komunitas-komunitas teater yang ada di Jogja.

“Pada dasarnya tujuan pelaksanaan  ini bukanlah sekedar menampilkan pementasan pada akhir perkuliahan, namun jauh dari itu, apresiasi dan proses untuk mewujudkan pementasan itulah yang akan menjadi poin penting. Proses ini akan memungkinkan lahirnya hubungan dengan komunitas-komunitas teater, sinergitas dari berbagai unsur-unsur kesenian yang ada di FBS seperti musik, tari, seni rupa bahkan hingga ke fakultas-fakultas lain yang mungkin bisa dibangun,” jelas Nurhadi.

Pementasan yang sedianya akan dilangsungkan pada bulan Desember itu pun telah dipersiapkan dengan matang. “Rata-rata perkembangan latihan semua kelas sudah sampai pada tahap blocking. Insyaallah semua kelas siap tampil bulan Desember nanti,” tutur Hutama mahasiswa PBSI selaku koordinator parade teater tahun ini.  (Djuwariyah)

Share it now!
submitted by nurhadi