SINERGI KERATON, KAMPUS, KANTOR, DAN KAMPUNG

10
Aug
2017

Pada paparan visi dan misi sebagai Calon Gubernur Periode 2017 – 2022, Sri Sultan Hamengku Buwono X mngusung tema “Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Masyarakat Yogya. Untuk menuju Abad Samudera Hindia, didukung tiga pilar, yakni pendidikan, budaya dan wisata. Tiga pilar tersebut diterjemahkan dalam sienergi 4 K, yaitu: Kampus, Kampung, Kantor dan Keraton. Keempat elemen tersebut harus saling bersinergi untuk mengangkat konten lokal. Demikian penjelasan singkat Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, saat menerima Pimpinan UNY dalam kegiatan Audiensi, pada hari Selasa, 8 Agutus 2017. Wakil Rektor dan Sekretaris Dewan Pertimbangan turut mendampingi Rektor dalam audiensi tersebut.

Lebih lajut Sri Paduka Paku Alam menambahkan, bagi DIY, aspek pariwisata bukan merupakan faktor utama, seperti halnya yang ada di Bali yang memang di desain sebagai kota wisata. Hal itu dengan pertimbangan agar masyarakat Yogyakarta tidak harus menanggung dampak kemahalan di berbagai aspek karena predikat sebagai kota wisata.

Rektor UNY, Prof. Dr. Sutrsina Wibawa, M.Pd, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa UNY akan mengembangkan pendidikan vokasi yang dikonsentrasikan di Kabupaten Kulonprogo. Selain untuk menyongsong keberadaan bandara baru, penempatan pendidikan vokasi di Kulonprogo dipandang lebih tepat, mengingat  kota Yogyakarta sudah penuh dengan lembaga pendidikan tinggi. Pengembangan pendidikan vokasi diharapkan dapat melibatkan dunia indutsri di berbagai bidang. “Untuk merealisasikan rencana tersebut, kami juga sudah bertemu Bupati Kulonprogo untuk pengembangan vokasi, kemudian bulan lalu kami juga sudah bertemu Bapak Gubernur dan berharap dapat mendapat dukungan fasilitas, khususnya tanah/lahan untuk pengembangan kampus vokasi”, jelas Sutrisna Wibawa.

Pada kesempatan tersebut, secara khusus Rektor UNY menyampaikan tentang Statuta UNY yang baru. Berdasarkan Statuta yang baru, Organ Dewan Pertimbangan terdiri atas tujuh orang, yakni perwakilan dari dosen, orang tua mahasiswa, alumni, dunia usaha, wakil kasultanan, dan wakil pakualaman. Pertemuan Audiensi tersebut sekaligus memohon arahan tentang perwakilan dari unsur Pakualaman dalam Organ Dewan Pertimbangan UNY.

Sri Paduka Alam menyambut dengan baik permohan tersebut dan bersedia untuk mendukung upaya pengembangan UNY ke depan. Beliau memberi apresasi atas capaian-capain UNY selama ini dan secara khusus berpesan agar terus menjaga budaya lokal yang bernilai tinggi. “Harapan saya kepada UNY tidak perlu menyamakan dengan perguruan tinggi tingi-perguruan tinggi lain karena konsepnya berbeda, core-nya berbeda, tetapi kalau dalam rangka pencapaian standar excellent di Asia Tenggara saya sepakat,” tambah Wagub. (Arif Budiman)

 

Tags: 
submitted by humas