TIM MAHASISWA UNY RAIH MEDALI PERUNGGU DI AJANG INTERNATIONAL FESTIVAL OF INNOVATION OF GREEN TECHNOLOGY (I-FINOG) UMP

26
Apr
2019

Tim mahasiswa UNY memperoleh medali perunggu di ajang International Festival of Innovation of Green Technology (i-FINOG) yang diselenggarakan di Universiti Malaysia Pahang, Minggu (21/04/2019) lalu. Tim mahasiswa tersebut adalah Aji Nugroho (Pendidikan Teknik Tata Boga 2017), Anisa Nur Azizah (Psikologi 2016), dan Dedi Kurniawan (Pendidikan Kimia 2016).

International Festival of Innovation on Green Technology (i-FINOG) 2019 atau Festival Internasional pada Inovasi Teknologi Hijau adalah ajang yang memungkinkan para mahasiswa untuk mengembangkan serta mengasah kreativitas dan inovasi melalui kompetisi, inovasi, dan kreativitas.  Festival ini juga dimaksudkan untuk menanamkan budaya inovasi kompetitif dan berkelanjutan di kalangan mahasiswa.

Festival ini juga bertujuan untuk memberikan dampak dan manfaat langsung ke masyarakat serta industri. Selain itu, ajang internasional ini bermaksud melatih kemampuan pesertanya untuk bekerja dalam tim (team work) yang terdiri dari peserta yang memiliki berbagai latar belakang, guna mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam kewirausahaan sehingga karier di masa depan lebih kompetitif dan tangguh.

Tim mahasiswa UNY kemudian mengembangkan kudapan sehat berserat tinggi dari kulit pisang. Selain dapat dijadikan makanan ringan sehari-hari, kudapan yang bernama "Bakis Bar" ini juga dapat mencegah obesitas. Bakis Bar sendiri merupakan akronim dari Banana Peels Snack Bar. Tim mahasiswa UNY memperoleh medali perunggu dengan judul inovasi makanan ringan Banana Peels Snack Bar: An Alternative High Fiber Snack for Obesity Teenagers.

Anisa Nur Azizah, salah satu anggota tim menyatakan bahwa bahwa kudapan yang mereka kembangkan berasal dari serat kulit pisang, yang selama ini sekadar menjadi sampah rumah tangga. “Kudapan ini juga diharapkan dapat memanfaatkan limbah kulit pisang yang biasanya hanya dibuang-buang, namun ternyata bisa dibuat makanan sehat” ujar Anisah ketika dihubungi melalui WhatsApp. (Muhammad Abdul Hadi/JK)

submitted by humas