UNY LAKUKAN UJI EMISI KENDARAAN

8
Sep
2017

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan uji emisi kendaraan bertempat di halaman rektorat Universitas Negeri Yogyakarta, (5/9). Kendaraan yang diuji meliputi semua kendaraan inventaris Universitas Negeri Yogyakarta meliputi:minibus, bus, maupun kendaraan roda dua.

Wakil Rektor II UNY, Prof. Dr. Edi Purwanto, M.Pd., mengatakan bahwa uji emisi ini untuk mengendalikan apakah mobil-mobil tersebut  masih normal ataukah tidak, sehingga dari mereka itu harus bertanggung jawab untuk adanya kegiatan uji emisi ini. “UNY akan ke grand matic selain penyiapan tumbuhan, juga termasuk gas buang menjadi pertimbangan supaya tidak mencemari lingkungan, sedangkan untuk menjaga air, kita sudah membuat penghijaun,” jelas Edi.

Senada, Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Kabupaten Sleman, Bambang Sumekto Laksono mengatakan bahwa setiap hari kita menghirup udara, sayangnya udara tersebut mengandung berbagai zat pencemar yang berasal dari emisi kendaraan kita. Semuanya berdampak merugikan kesehatan diantaranya adalah gangguan pernafasan, peredaran darah, dan iritasi mata. “Setiap kendaran bermotor yang dioperasikan di jalan wajib untuk memenuhi laik jalan, hal tersebut ditentukan dengan adanya emisi gas buang,” jelasnya,”uji emisi idealnya dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, baik itu kendaraan untuk angkutan orang maupun barang.”

Lebih lanjut Bambang menjelaskan mekanisme uji emisi bahwa sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu disiapkan kendaraan yang akan diuji, baik yang berbahan bakar pertamak maupun solar, karena untuk menentukan alat pengujinya yang berbeda. Mekanismenya dengan memasukkan alat ke dalam knalpot saat kendaraan dinyalakan. Hasil pengujian juga akan melihat tahun, seperti misalnya kendaraan berbahan bakar bensin di bawah tahun 2007, maka parameter karbon monoksida (co)-nya di bawah 4,5 dan hidrokarbon (hc)-nya 1200 dikatakan normal. Adapun kendaraan di atas tahun 2007 kadar (co)-nya adalah 1,5 dan hc-nya 200. Tingginya kadar co ditandai antara lain dengan:asap hitam, tebal, konsumsi bahan bakar tinggi, yang disebabkan oleh filter udara kotor, choke tertutup, karburator rusak, stelan karburator salah. Perbaikannya dengan membersihkan filter udara, dan stel karburator. Adapun untuk hc yang terlalu tinggi ditandai dengan kurangnya tenaga, RPM tidak teratur, konsumsi bahan bakar tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh pengapian terganggu, busi dan kabel busi bermasalah, platian tidak rata, timming ignition tidak tepat. Perbaikannya dengan melakukan penyetelan timming, mengganti busi dan platina.(r)

Tags: 
submitted by humas