VGAS, SOLUSI MASALAH SOSIAL-EKONOMI DI KAMPUNG CODE, YOGYAKARTA

9
Aug
2017

Kampung Code Utara merupakan kawasan penduduk yang sangat padat di bantaran Sungai Code, Yogyakarta. Tercatat pada tahun 2016, jumlah penduduk RT 01 RW 01 Kampung Code Utara diperkirakan adalah sebanyak 190 warga dengan 62 Kepala Keluarga (KK). Kepadatan penduduk di bantaran sungai ini menciptakan lingkungan yang terkesan sempit dan kumuh. Selain itu, kemampuan keluarga untuk memenuhi kebubutuhan pangan masih mengandalkan dari membeli yang akan menambah biaya hidup keluarga di Kampung Code, salah satunya adalah membeli sayur, ikan, dan buah.

Hal inilah yang melatarbelakangi tim yang terdiri dari Khabib Anwari (Pend.Teknik.Boga, 2015) dari HIMAGANA (Himpunan Mahasiswa Boga dan Busana), Hasaka Dewa Rangga (Teknik Sipil, 2014) dari UKM-Penelitian, dan Hindun (Pendidikan Biologi, 2015) membuat inovasi budidaya tanaman dan budidaya ikan dalam satu sistem yang diberi nama VGAS (Vertical Garden By Aquaponic System). Bersaing dengan inovator – inovator dari kampus lain seperti UGM, IPB, ITB, UNDIP, dan kampus lain di Indonesia, Inovasi VGAS beberapa waktu lalu juga mengantarkan Tim UNY meraih Juara 3 dalam acara UNYSEF (UNY Scientific Fair) tingkat Nasional.

Lhabib menjelaskan bahwa VGAS merupakan solusi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan dapat menyediakan tanaman pangan melalui Teknologi aquaponik dimana gabungan teknologi akuakultur dan hydroponik dalam satu sistem untuk mengoptimalkan fungsi air dan ruang sebagai media pemeliharaan.“Kemudian limbah yang dihasilkan oleh ikan digunakan sebagai pupuk untuk tanaman,” lanjutnya.

“VGAS sendiri terdiri dari penampungan ikan, pipa ditribusi terkendali, media tanam atau vertical garden, dan sumber energi. Air ikan didistribusikan ke media tanam sesuai dengan jenis, umur, dan kebutuhan tanaman yang dikendalikan oleh mikrokontroler AVR Atmega 16,” beber Khabib

“Perbedaan VGAS dengan sistem budidaya aquaponik lainnya terletak pada SDT (Sistem Distribusi Terkendali) yang dapat mengatur kebutuhan dan kekuatan aliran air sesuai dengan jenis dan umur tanaman,” ujar Khabib.

“Selain itu, VGAS memungkinkan diimplementasikan dalam jaringan yang luas layaknya PDAM yang memanfaatkan gaya grafitasi dan energi terbarukan, yaitu arus air ode,” ujarnya.

“VGAS sangat potensial jika diaplikasikan di Kampung Code karena masih banyak ruang yang belum dimanfaatkan. Selain itu, VGAS dapat menjadi sarana memperkuat rasa kekeluargaan dan kerukunan warga karena dalam pengelolaan VGAS membutuhkan kerjasama dari setiap rumah tangga yang ada. Baik untuk memelihara ikan di kolam pusat, maupun merawat instalasi pipa yang dihubungkan ke media penanaman di setiap rumah,” lanjut Khabib

“Setiap rumah dapat memanen sayuran sesuai dengan yang ditanam tanpa biaya sehingga dapat meminimalisir biaya untuk pemenuhan pangan keluarga. Dari sisi kesehatan, komoditas bahan pangan yang dihasilkan juga lebih sehat karena bersifat organik,” tutupnya. (hryo)

            

Tags: 
submitted by humas