Mahasiswa KKN Kerja Sama UNY Kelompok KKNKSP 002 melaksanakan kegiatan “Pembuatan Lubang Resapan Biopori” di Dusun Tunjang Timur, Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka adalah Sarah Ascelia (Kebijakan Pendidikan), Bunga Faizati Hudianna (Sastra Indonesia), Afra Nafisah Makarim Iskandar (Biologi), Afrisabil Rifky Ardana (Ilmu Komunikasi), Artina Hasamoh (Sastra Inggris), Jenia Puspitasari (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Lintang Dua Rahmania Luhri (Pendidikan Luar Biasa), Petronella Sarivica Dewantari Beke (Pendidikan Administrasi Perkantoran) dan Laila Nur Amaliah (Pendidikan Bahasa Inggris).
Kegiatan ini bertempat di samping posko KKN UNY, tepatnya di kediaman Bapak Mahdan, pada Selasa (2/9/2026). Aksi ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah sukses dilaksanakan di rumah para ketua RT se-Dusun Tunjang Timur. Program ini digagas sebagai solusi atas permasalahan utama di wilayah setempat, yakni tingginya volume sampah dapur dan daun kering yang berujung menjadi abu. Melalui lubang resapan biopori, sampah organik rumah tangga dapat dikelola dengan baik sekaligus mengurangi aktivitas pembakaran sampah.
Ketua Kelompok KKNKSP 002, Sarah Ascelia, mengatakan pentingnya inovasi ini bagi lingkungan sekitar. “Kami melihat banyaknya aktivitas membakar sampah di sini, dengan adanya lubang ini masyarakat bisa mengalihkan sampah organik yang biasanya dibakar untuk menjadi bahan pupuk kompos,” kata Sarah.
Sementara itu, Afra Nafisah Makarim Iskandar, mahasiswa Biologi UNY menjelaskan lubang resapan biopori ini juga memberikan manfaat bagi tanah sekitar. “Dengan adanya pupuk kompos alami di lubang ini akan yang menciptakan aktivitas organisme di dalam tanah dan memperbaiki struktur tanah,” ujar Afra.
Proses pembuatan lubang resapan biopori dinilai cukup sederhana, hanya dengan menanam pipa PVC yang telah dilubangi ke tanah hingga kedalaman 50 cm dan mengisinya dengan sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering. Untuk menjaganya dari sampah anorganik, berikan juga tutup pipa yang berlubang agar air hujan tetap bisa masuk.
Secara teknis, lubang resapan biopori bekerja dengan cara menampung dan mengalirkan air hujan langsung ke dalam lapisan tanah melalui rongga silindris yang telah dipasang. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam pipa berfungsi sebagai pakan alami untuk mengundang aktivitas biota tanah, seperti cacing dan mikroorganisme decomposer. Saat biota tersebut bergerak dan memakan sampah, mereka secara alami membentuk liang-liang atau alur mikro di dalam tanah yang membantu proses penggemburan.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, warga Dusun Tunjang Timur diharapkan dapat mengadopsi teknologi lubang resapan biopori secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing. Langkah sederhana ini menjadi solusi praktis dalam mengelola sampah organik rumah tangga dan upaya mengurangi asap dari pembakaran sampah.
English