Dari Ruang Kuliah UNY ke Panggung Dunia, Dosen Ini Nyanyikan Indonesia di China

Dari ruang kuliah di UNY, Lukas Gunawan Arga Rakasiwi, S.Pd., M.Pd., membawa langkahnya hingga ke panggung musik dunia. Dosen Program Studi Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY tersebut baru saja kembali ke Indonesia setelah menjadi salah satu penyanyi yang mewakili Indonesia dalam World Youth Choir (WYC) 2026 di China.

Bagi Arga, keikutsertaan dalam WYC bukan sekadar kesempatan untuk tampil di panggung internasional. Ia mendapatkan pengalaman berharga dengan berlatih dan bernyanyi bersama 53 penyanyi dari 33 negara. Para peserta merupakan bagian dari sesi alumni World Youth Choir, sebuah program paduan suara internasional di bawah naungan World Youth Choir Foundation dan International Federation for Choral Music (IFCM).

Perjalanan Arga bersama WYC 2026 dimulai di Macao. Pada 23–26 Agustus 2026, ia bersama para penyanyi dari berbagai negara menjalani latihan intensif sebagai persiapan menuju Gala Concert penutupan World Symposium on Choral Music (WSCM).

Setelah dari Macao, perjalanan musikal berlanjut ke Shenzhen. Pada 29 Agustus 2026, mereka tampil di Shenzhen Concert Hall. Dua hari kemudian, rangkaian tur ditutup melalui pertunjukan di Shanghai Conservatory of Music Opera House pada 31 Agustus 2026.

Tiga kota, puluhan penyanyi dari berbagai negara, serta proses latihan dengan standar musikal internasional menjadi pengalaman yang tidak biasa bagi Arga. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah kesempatan berlatih di bawah arahan Zoltán Pad, konduktor asal Hungaria yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia paduan suara internasional. “Banyak hal yang saya dapat selama proses latihan. Bukan hanya tentang teknik vokal, tetapi juga bagaimana membangun musikalitas bersama penyanyi lain, mendengarkan satu sama lain, menjaga disiplin, dan memahami karakter musik yang dibawakan,” ujar Arga.

Pengalaman tersebut kini dibawa pulang ke Yogyakarta. Bagi Arga, panggung internasional tidak seharusnya berhenti menjadi pengalaman pribadi. Apa yang diperolehnya selama berada di China akan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat dirasakan mahasiswa Pendidikan Seni Musik UNY.

Ia berencana membagikan berbagai pengalaman dan pendekatan musikal yang diperolehnya kepada mahasiswa, mulai dari teknik vokal, interpretasi musik, hingga pengalaman bekerja dalam sebuah kelompok paduan suara yang anggotanya berasal dari beragam negara dan latar belakang budaya.

Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh dari WYC 2026 diharapkan dapat memperkaya proses belajar mahasiswa. Ruang kuliah tidak hanya menjadi tempat mahasiswa mempelajari teori, tetapi juga ruang untuk meneruskan pengalaman musikal yang diperoleh dosen dari berbagai panggung internasional.

Arga juga menyiapkan langkah lanjutan melalui pengembangan kolaborasi artistik bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa Swara Wadhana UNY. Pengalaman selama mengikuti WYC akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kualitas musikal sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi berbagai kegiatan dan kompetisi paduan suara. “Harapannya pengalaman ini bisa memberikan sesuatu yang konkret untuk mahasiswa dan Swara Wadhana. Apa yang saya pelajari di sana bisa kita coba terapkan di sini, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter mahasiswa,” katanya.

Keikutsertaan Arga dalam WYC 2026 menjadi gambaran bagaimana pengalaman internasional seorang dosen dapat kembali ke kampus dalam bentuk pengetahuan dan inspirasi bagi mahasiswa. Dari ruang kuliah UNY, seorang pendidik melangkah ke panggung dunia, lalu membawa pulang pengalaman tersebut untuk dibagikan kembali kepada generasi muda.

Panggung di China pun menjadi lebih dari sekadar tempat bernyanyi. Di sana, Arga belajar bersama dunia. Dan ketika kembali ke UNY, pengalaman itu menjadi bekal untuk mengajarkan kepada mahasiswa bahwa musik tidak mengenal batas negara—dan kesempatan untuk tampil di panggung dunia dapat bermula dari ruang kuliah.

Penulis
Lukas Gunawan Arga Rakasiwi
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus