Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Kantor Internasional menyelenggarakan kegiatan pengayaan budaya bagi peserta Program Short Course antara Western Sydney University (WSU) dan UNY. Bertempat di Purawisata Yogyakarta, kegiatan pada malam hari tersebut memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui jamuan makan malam dan pertunjukan Ramayana Ballet. Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengalaman belajar langsung serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya pelestarian dan promosi warisan budaya.
Kunjungan budaya ini merupakan bagian dari rangkaian hari pertama kegiatan delegasi WSU di Yogyakarta. Setelah mengikuti Opening Ceremony, Campus Tour, dan kunjungan ke Museum Pendidikan Indonesia, para peserta menutup hari dengan makan malam bersama di Purawisata. Berbagai hidangan disajikan, mulai dari masakan tradisional Jawa hingga menu modern, sehingga peserta dapat mengenal keberagaman kuliner Indonesia sambil berinteraksi secara informal dengan sesama peserta dan pendamping.
Puncak kegiatan malam tersebut adalah pertunjukan Ramayana Ballet yang merupakan salah satu ikon seni pertunjukan Yogyakarta. Melalui perpaduan tari tradisional, iringan musik gamelan, kostum yang megah, serta penceritaan teatrikal, pertunjukan ini mengisahkan legenda Ramayana yang menceritakan perjalanan Rama, Shinta, dan Hanoman. Melalui pertunjukan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai seni, nilai-nilai budaya, dan tradisi Jawa yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Western Sydney University serta didampingi oleh staf Kantor Internasional UNY. Selain menjadi sarana hiburan, pertunjukan Ramayana Ballet juga memberikan pengalaman edukatif yang menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat internasional. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya seni dan budaya sebagai media untuk membangun pemahaman lintas budaya dan memperkuat perspektif global peserta.
Sekretaris Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) UNY, Prof. Anita Triastuti, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan pengenalan budaya merupakan bagian penting dari pengalaman belajar internasional yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman lintas budaya. Menurutnya, pengalaman menyaksikan langsung pertunjukan Ramayana Ballet memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami nilai-nilai budaya Indonesia secara lebih mendalam. “Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar tentang budaya Indonesia dari buku atau ruang kelas, tetapi juga merasakan langsung bagaimana budaya hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Pengalaman semacam ini penting untuk membangun apresiasi terhadap keberagaman budaya sekaligus memperkuat hubungan antarbangsa,” ujarnya.
Prof. Anita menambahkan bahwa kolaborasi antara UNY dan WSU tidak hanya berfokus pada penguatan kerja sama akademik, tetapi juga pada pengembangan kompetensi global mahasiswa melalui interaksi lintas budaya. Kegiatan pengayaan budaya seperti ini menjadi bagian penting dari upaya internasionalisasi yang dijalankan UNY untuk membekali mahasiswa dengan wawasan global dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural.
Melalui kegiatan pengenalan budaya seperti Ramayana Ballet, UNY terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi dan pendidikan budaya yang berkelanjutan. UNY berharap pengalaman ini dapat memperkuat apresiasi lintas budaya serta mempererat kerja sama akademik dan budaya antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Western Sydney University di masa mendatang.
English