Lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mengembangkan inovasi fotokatalis ramah lingkungan berbasis nanokomposit Cu₂O/CuO@TiO₂ dengan memanfaatkan limbah kabel tembaga dan kulit jeruk nipis. Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) sebagai upaya menghadirkan solusi terhadap pencemaran limbah industri tekstil dan batik.
Tim PKM-RE diketuai Ria Amelia (Program Studi S1 Fisika 2023) dengan anggota Martin Imanuel Panjaitan (S1 Fisika 2024), Sekar Samuso Jati (S1 Fisika 2023), Nandari Ainandita (S1 Kimia 2023), dan Isnaini Laila Azizah (S1 Biologi 2023). Penelitian ini mendapat pendampingan dari Riza Ariyani Nur Khasanah, S.Pd., M.Sc., Ph.D., dosen Fisika FMIPA UNY.
Melalui penelitian berjudul "Rekayasa Nanokomposit Cu₂O/CuO@TiO₂ Berbasis Limbah Kabel Tembaga Menggunakan Ekstrak Kulit Jeruk Nipis untuk Fotodegradasi Limbah Pewarna Batik", tim memanfaatkan limbah kabel tembaga sebagai sumber ion tembaga dan kulit jeruk nipis sebagai agen pereduksi alami dalam proses sintesis material fotokatalis.
Keunggulan penelitian ini terletak pada penerapan konsep green synthesis dengan memanfaatkan dua jenis limbah sekaligus, yakni limbah elektronik dan limbah organik. Kulit jeruk nipis yang berasal dari sisa aktivitas UMKM di kawasan Foodcourt UNY dimanfaatkan karena mengandung senyawa polifenol yang mampu berfungsi sebagai agen pereduksi dan penstabil alami dalam pembentukan Cu₂O/CuO. Sementara itu, limbah kabel tembaga diolah menjadi bahan baku bernilai tinggi untuk menghasilkan nanokomposit fotokatalis.
Material fotokatalis yang dikembangkan dirancang memiliki aktivitas tinggi di bawah cahaya tampak sehingga mampu menguraikan methyl orange, salah satu zat warna sintetis yang banyak ditemukan pada limbah industri tekstil dan batik. Melalui proses fotodegradasi, senyawa tersebut diubah menjadi komponen yang lebih sederhana sehingga lebih aman bagi lingkungan. Selain menawarkan solusi terhadap pencemaran limbah zat warna industri, inovasi ini juga mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah menjadi material fungsional bernilai tambah. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa limbah yang selama ini dipandang tidak bernilai dapat diolah menjadi produk inovatif yang bermanfaat bagi keberlanjutan lingkungan.
Menurut Ketua Tim PKM-RE, Ria Amelia, penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi pengolahan limbah yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan limbah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.
Perkembangan penelitian dan berbagai aktivitas tim dapat diikuti melalui akun Instagram @pkmre_cucitrox, yang mendokumentasikan proses riset mulai dari pengumpulan limbah, sintesis material, hingga pengujian fotokatalis yang dikembangkan.
English