Mahasiswa PK UNY Turut Bangun Budaya Sekolah Ramah melalui Pembiasaan 5S di SMA Negeri 1 Minggir

Membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah tidak selalu harus dimulai dari kegiatan besar. Kebiasaan sederhana seperti tersenyum, menyapa, dan bersikap santun justru dapat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik. Hal inilah yang terus dibangun oleh civitas akademika SMA Negeri 1 Minggir melalui pembiasaan 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Kegiatan pembiasaan 5S dilaksanakan setiap pagi dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, OSIS, serta mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Salah satu mahasiswa PK UNY yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Ranni Safira Mahanani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UNY.

Setiap pagi, Ranni bersama guru, tenaga kependidikan, dan anggota OSIS menyambut para murid di gerbang sekolah. Senyum, salam, dan sapaan diberikan kepada murid ketika memasuki lingkungan sekolah. Interaksi sederhana tersebut menjadi langkah awal untuk menciptakan suasana yang lebih hangat sebelum murid mengikuti kegiatan pembelajaran.

Bagi Ranni, keterlibatan dalam pembiasaan 5S menjadi bagian dari pengalaman Praktik Kependidikan yang memperlihatkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi di ruang kelas. Nilai-nilai karakter juga dapat ditanamkan melalui keteladanan dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Minggir, Sri Nurintyas, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa pembiasaan 5S dilakukan untuk menanamkan nilai kesopanan, kepedulian, dan rasa hormat kepada seluruh warga sekolah. Pembiasaan tersebut dimulai dari hal sederhana dengan menyambut murid di gerbang sekolah setiap pagi.

Selain dilakukan saat kedatangan murid, budaya 5S juga diterapkan dalam berbagai interaksi selama berada di lingkungan sekolah. Penggunaan bahasa yang santun, sikap saling menghargai, serta komunikasi yang baik antara guru, murid, tenaga kependidikan, dan mahasiswa PK menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang positif.

Kehadiran mahasiswa PK UNY dalam kegiatan tersebut turut memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung proses pendidikan. Melalui keterlibatan secara langsung, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar, tetapi juga belajar memahami bagaimana budaya sekolah dibangun dan dipelihara bersama oleh seluruh warga sekolah. Pembiasaan 5S memberikan dampak positif terhadap suasana sekolah yang semakin kondusif dan harmonis. Murid menjadi lebih terbiasa menyapa guru maupun teman dengan sopan, menunjukkan sikap saling menghormati, serta membangun komunikasi yang lebih baik dalam kegiatan sehari-hari.

Budaya 5S juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga mencakup terciptanya lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter, sikap saling menghargai, serta interaksi sosial yang positif.

Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan kolaborasi antara SMA Negeri 1 Minggir dengan mahasiswa PK UNY, nilai Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun diharapkan semakin melekat dalam keseharian warga sekolah. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antarwarga sekolah sekaligus membentuk peserta didik yang berkarakter, beretika, dan mampu menghargai sesama.

Penulis
Ranni Safira & Regina Tutik P
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus