Mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan cookies berbahan dasar bekatul yang digelar di Pendopo Paseduluran Dusun Sayegan belum lama ini, mahasiswa PLK Kelompok Nawasena berhasil mengenalkan alternatif pangan sehat sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Kegiatan yang diikuti sekitar 21 ibu-ibu dasawisma dari RT 1 hingga RT 7 tersebut berangkat dari kondisi Dusun Sayegan yang berada di kawasan pertanian dengan hasil utama padi.
Selama ini, bekatul yang merupakan lapisan luar hasil penggilingan padi masih belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki kandungan gizi yang tinggi dan berpotensi menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, mahasiswa PLK mengajak masyarakat untuk melihat bekatul sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi produk modern, sehat, dan memiliki daya saing di pasaran.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kandungan gizi dan manfaat bekatul bagi kesehatan. Peserta mendapatkan edukasi tentang kandungan serat yang baik untuk sistem pencernaan, vitamin B kompleks yang mendukung metabolisme tubuh, hingga potensi bekatul sebagai bahan baku camilan sehat. Setelah sesi materi, peserta diajak mengikuti praktik pembuatan cookies mulai dari persiapan bahan, pencampuran adonan, proses pengolahan, hingga pemanggangan. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta yang aktif bertanya dan terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan.
Keceriaan peserta semakin terlihat saat hasil cookies matang dan dapat dinikmati bersama. Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa bekatul yang selama ini dianggap sebagai hasil samping pertanian ternyata dapat diolah menjadi makanan yang lezat, bergizi, dan memiliki tampilan menarik. Untuk mendukung potensi pengembangan usaha rumahan, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai teknik penyimpanan dan pengemasan produk agar kualitas serta daya tarik produk tetap terjaga ketika dipasarkan.
Ketua Kelompok Nawasena, Vellisia Second Khoerunnisa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan hasil pertanian lokal menjadi produk yang lebih inovatif dan bernilai tambah. Menurutnya, Dusun Sayegan memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan berbasis hasil pertanian yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa bekatul tidak hanya menjadi hasil samping penggilingan padi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan sehat yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, pelatihan ini dapat menambah wawasan dan membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu dasawisma,” ujarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok Nawasena yang terdiri atas Vellisia Second Khoerunnisa, Syahda Nofa Sabrina, Nafisa Rahmatul Jannah, Dian Safira, Bintang Fitri Fatmawati, Dara Julia Albarroh, Najwa Aulia Ardita, Ikhtiar Fajar Ikhsani, dan Aldi Indrianto ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pemanfaatan bekatul sebagai bahan pangan bergizi, kegiatan ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mendorong pola konsumsi yang lebih sehat. Selain itu, edukasi pengolahan dan pengemasan produk diharapkan dapat membuka peluang usaha rumahan yang berkontribusi pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Pemanfaatan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah juga mencerminkan implementasi SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui praktik konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya ekonomi lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Melalui semangat “Cookies Bekatul, Mantap Betul!”, mahasiswa PLK UNY berharap inovasi sederhana berbasis bahan pangan lokal ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai alternatif pangan sehat sekaligus peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Sayegan.
English