Pengabdian Masyarakat FV UNY Dorong Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Green Economy di Gunungkidul

Tim dosen Program Studi Manajemen Pemasaran, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (FV UNY), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Gunungkidul dengan mengangkat tema pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan edukasi dan pelatihan mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci pakaian dan pembersih perabotan rumah tangga sebagai bentuk penerapan prinsip ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi sirkular.

Koordinator Program Studi Manajemen Pemasaran FV UNY, Dr. Sri Rahayu, M.M., menjelaskan bahwa salah satu persoalan lingkungan yang masih sering dijumpai di masyarakat adalah pengelolaan limbah rumah tangga dan usaha kecil, khususnya minyak jelantah. Minyak jelantah merupakan minyak nabati yang telah digunakan berulang kali dalam proses penggorengan sehingga mengalami perubahan warna, kualitas, dan kandungan kimia yang membuatnya tidak lagi layak dikonsumsi.

Menurut Dr. Sri Rahayu, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, seperti ke saluran air atau langsung ke tanah, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kualitas ekosistem. Oleh karena itu, limbah tersebut perlu dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat.

"Minyak jelantah bukan sekadar limbah, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk yang memiliki nilai ekonomi. Melalui pelatihan ini kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan limbah secara bertanggung jawab dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang usaha," ungkapnya.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun padat yang dapat dimanfaatkan untuk mencuci pakaian maupun membersihkan peralatan rumah tangga. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, produk yang dihasilkan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Program ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) yang menekankan pentingnya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui edukasi dan praktik pengolahan limbah rumah tangga, masyarakat didorong untuk menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta memperkuat penerapan prinsip ekonomi sirkular di tingkat lokal.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Chairul Agus Mantara, M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi dosen-dosen Program Studi Manajemen Pemasaran FV UNY dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berdampak nyata.

Menurutnya, pelatihan pengolahan minyak jelantah tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, hasil pelatihan tersebut berpotensi menjadi industri rumah tangga yang memiliki nilai jual dan daya saing.

"Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi embrio lahirnya usaha-usaha baru berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga, sehingga secara tidak langsung turut berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul," ujarnya.

Lebih lanjut, Agus Mantara berharap sinergi antara Fakultas Vokasi UNY dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang inovatif. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kemandirian/Kemajuan Masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, sekaligus mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, FV UNY kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek pendidikan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal. Dengan mengubah limbah menjadi produk yang bernilai guna, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis
Ardi Ariyanto
Editor
dedy
Kategori Humas
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus