Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Musik Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nosi Anggana, berhasil meraih Juara 3 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat LLDIKTI Wilayah V. Capaian tersebut menjadi langkah penting yang mengantarkannya mengikuti seleksi menuju tingkat nasional.
Nosi telah menekuni dunia musik sejak kecil. Ketertarikan itu kemudian diasah melalui pendidikan formal di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta (SMM Yogyakarta) sebelum melanjutkan studi di UNY dengan fokus pada pendidikan seni musik. “Cita-cita saya menjadi pendidik musik, sehingga saya berusaha menempuh jalur pendidikan yang relevan sejak awal,” ujar Nosi.
Selama kuliah, Nosi aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, mulai dari kompetisi, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai lingkungan akademik UNY memberi dukungan besar terhadap pengembangan potensinya. “Saya bersyukur bisa kuliah di UNY. Dosen-dosen selalu membimbing dan memotivasi saya untuk terus berkembang,” katanya. Keberhasilan di ajang Pilmapres merupakan hasil proses panjang yang dijalani sejak awal perkuliahan. Menurutnya, seleksi Pilmapres bukan sekadar lomba sesaat, melainkan akumulasi dari perjalanan akademik, pengembangan portofolio, gagasan kreatif, dan kemampuan komunikasi. “Proses Pilmapres tidak instan. Ini merupakan rangkuman dari perjalanan selama kuliah, termasuk pengembangan portofolio, gagasan kreatif, serta kemampuan komunikasi,” jelasnya.
Selain prestasi di Pilmapres, Nosi juga menorehkan berbagai capaian di tingkat nasional dan internasional, di antaranya Juara I Sayembara Sastra dan Seni (SATRANI) 2023, Juara II ISBI Bandung International Art Competition 2024, Juara I dan II Festival Seni Pertunjukan Indonesia (FSPI) 2024, Juara Favorit Outstanding Award Yayasan Musik Jakarta Indonesia Open Competition 2025, hingga Silver Prize EuroAsia Strings Competition 2025. Ia juga dua kali meraih Juara I Mahasiswa Berprestasi Fakultas FBSB UNY pada 2025 dan 2026.
Deretan prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Nosi dalam mengembangkan kompetensi seni musik sekaligus akademiknya. Di balik pencapaian itu, ia mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu antara perkuliahan dan berbagai kegiatan yang diikuti. “Saya membiasakan membuat perencanaan kegiatan harian agar semua dapat berjalan dengan seimbang,” ungkapnya. Ke depan, Nosi bercita-cita melanjutkan studi dan berkarier sebagai pendidik musik yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai peluang dan tetap konsisten dalam proses pengembangan diri. “Manfaatkan setiap kesempatan, jangan takut keluar dari zona nyaman, dan tetap konsisten dalam proses,” pesannya.
Prestasi yang diraih gadis kelahiran 13 April 2005 itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Universitas Negeri Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional.
English