Momen wisuda selalu menjadi titik puncak dari perjalanan panjang seorang mahasiswa. Hal itu pula yang dirasakan oleh Annisa Kusumawati, lulusan S1 Akuntansi dengan capaian IPK 3,88, yang resmi menuntaskan studinya pada Rabu, 29 April 2026. Perempuan kelahiran Purworejo, 1 Oktober 2003 ini mengaku bahwa pencapaiannya hari ini terasa seperti mimpi. Semasa SMK, Annisa tidak pernah membayangkan akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Fokusnya saat itu sederhana: lulus dan segera bekerja. Namun, keberanian untuk mencoba membuka jalan baru mengantarkannya meraih kesempatan melalui program KIP Kuliah dan diterima lewat jalur SNMPTN pada tahun 2022.
“Dari situ, perjalanan panjang dimulai. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan, mulai dari organisasi, lomba, menjadi asisten dosen, hingga magang,” ungkap Annisa.
Selama menjalani perkuliahan, Annisa menghadapi berbagai tantangan, terutama pada masa awal adaptasi. Latar belakang pendidikan SMK membuatnya harus berusaha lebih keras untuk menyesuaikan diri dengan budaya akademik yang menuntut keaktifan dan kemandirian belajar. Dengan tekad untuk berkembang, ia berani keluar dari zona nyaman dan mulai membentuk versi terbaik dirinya. Tak hanya itu, dinamika kehidupan mahasiswa dengan berbagai tuntutan akademik dan non-akademik juga sempat membawanya pada titik lelah. Tugas yang datang bertubi-tubi, aktivitas organisasi, hingga persiapan lomba menjadi ujian tersendiri. Namun, rasa tanggung jawab menjadi alasan utama yang membuatnya tetap bertahan. Dalam perjalanannya, Annisa juga tidak luput dari kegagalan. Beberapa kali mengalami penolakan dalam kompetisi karya tulis ilmiah dan esai justru menjadi titik pembelajaran penting baginya. Ia menyadari bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan ruang refleksi untuk menghasilkan karya yang lebih baik di masa depan.
Salah satu pencapaian membanggakan yang diraihnya adalah Juara 2 Nasional dalam kompetisi karya tulis ilmiah pada ajang KBMK 2024 bersama timnya. Pengalaman tersebut menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan dirinya, terutama dalam kemampuan public speaking dan presentasi. Annisa menegaskan bahwa sosok orang tua menjadi faktor paling berpengaruh dalam keberhasilannya. Dukungan dan doa yang tak pernah putus menjadi sumber kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, peran dosen pembimbing juga sangat besar dalam mengarahkan dan mengembangkan potensinya.
Bagi Annisa, kesuksesan bukan sekadar gelar akademik, melainkan keberhasilan dalam mengalahkan keraguan diri dan menyelesaikan proses panjang dengan penuh keteguhan. Setelah wisuda, ia berkomitmen untuk berkontribusi di bidang akuntansi dengan menjunjung tinggi integritas, khususnya dalam menciptakan transparansi dan kejujuran dalam pengelolaan keuangan. Selain itu, ia juga memiliki keinginan untuk berbagi ilmu terkait literasi keuangan kepada masyarakat. Adapun mimpi besarnya adalah menjadi akuntan profesional di perusahaan besar serta melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai langkah awal, ia berfokus untuk terjun ke dunia kerja guna membangun pengalaman dan fondasi karier yang kuat.
Di akhir, Annisa membagikan pesan inspiratif bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. “Jangan pernah membatasi diri karena rasa takut. Berani ambil peluang dan jalani dengan totalitas. Percayalah, setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan hasil terbaiknya,” pesannya. Kisah Annisa menjadi bukti bahwa keberanian untuk melangkah dan konsistensi dalam berproses mampu mengantarkan seseorang meraih pencapaian yang membanggakan.
English