Masyarakat Dusun Krajan Wedomartani Belajar Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal Bernilai Ekonomi

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan pendampingan pengolahan buah maja berenuk (Crescentia cujete L.) menjadi produk herbal berupa teh maja dan sirup maja di Dusun Krajan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Kegiatan bertema “Pendampingan Masyarakat dalam Mengolah Buah Maja Berenuk (Crescentia cujete L.) Menjadi Produk Herbal yang Bermanfaat di Dusun Krajan Wedomartani Ngemplak Sleman DIY” tersebut didanai melalui Hibah Penugasan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta. Tim PkM dipimpin oleh Prof. Dr. Isana Supiah Yosephine Louise bersama Cornelia Budimarwanti, M.Si., Dr. Bernadetta Octavia, Dr. Suwardi serta Felix Arie Setiawan, Ph.D dari Universitas Jember. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa, yakni Abdul Aziz Khoirudin, Nasheka Amalia Putri, I’anatul Mustafidah, Milda Rahma Putri, dan Bagus Budi Priyono.

Prof. Dr. Isana Supiah Yosephine Louise menjelaskan bahwa buah maja berenuk memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai produk herbal kesehatan. Namun selama ini masyarakat masih memandang buah tersebut sebagai limbah karena rasa pahit dan aroma menyengat ketika matang.

“Buah maja berenuk sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Melalui pendampingan ini kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa tanaman lokal yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk herbal yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujar Prof. Isana, Jumat (15/5/26).

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada proses pengolahan produk, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengemasan hingga pengurusan izin P-IRT dan BPOM agar masyarakat memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan pemuda Dusun Krajan mendapatkan materi mengenai kandungan dan manfaat buah maja berenuk, proses pembuatan teh herbal dan sirup, teknik pengemasan produk, hingga praktik langsung pengolahan buah. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.

Secara umum, buah maja berenuk selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian besar buah hanya jatuh dan membusuk tanpa pengolahan lebih lanjut. Padahal, buah tersebut mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antibakteri. Melalui program ini, tim PkM UNY berharap masyarakat dapat memiliki keterampilan baru dalam memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual. Selain mendukung kesehatan masyarakat melalui produk herbal alami, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha rumah tangga baru di lingkungan masyarakat.

Program pendampingan ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan (SDGs 3), pertumbuhan ekonomi Masyarakat (SDGs 8), konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDGs 12), serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa (SDGs 17).

Di akhir kegiatan, peserta mengaku mendapatkan wawasan baru terkait manfaat buah maja berenuk serta termotivasi untuk mencoba mengembangkan produk herbal secara mandiri. Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan pada masa mendatang dengan tema-tema pengolahan potensi lokal lainnya.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 3. Dosen Berkegiatan di Luar Kampus