TIGA TENAN LPPM UNY IKUT SERTA DALAM PAMERAN ISS 2019

12
Apr
2019

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi menyelenggarakan  Indonesia StartUp Summit (ISS), Rabu (10/4) di Hall D JIXPO Kemayoran Jakarta. Acara ISS yang dikemas dalam bentuk Temu Akbar StartUp Berbasis Tekonologi dan Inovasi, dihadiri Menristekdikti berserta jajaran pejabat Kemristekdikti dan juga sekitar 5000 startup dari seluruh Indonesia.

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, menjelaskan kepada Menristekdikti dan rombonghan saat mengunjungi booth sepeda astrobike karya mahasiswa UNY, bahwa tahun 2019 UNY mendapat startup 13 PPBT (perusahaan pemula berbasis teknologi) dan 4 CPPBT (calon perusahaan pemula berbasis teknologi). “Dalam  ISS 2019 ini Universitas Negeri Yogyakarta melalui LPPM UNY mengirimkan lebih dari 5 Tenan dan Alhamdulillah 3 Tenan lolos dan ikut serta dalam pameran ISS 2019 di JIEXPO Kemayoran, masing-masing speedometer custom, sepeda astrobike, dan pupuk cair dari Gunung Kidul”, kata Sutrisna Wibawa.

Sutrisna Wibawa mengatakan, Universitas Negeri Yogyakarta telah mengirimkan sebanyak 160 startup untuk ikut serta bergabung dalam ISS 2019, dan diharapkan pada tahun yang akan datang akan lebih banyak lagi startup yang lolos dan di danai oleh kemristekdikti, dengan strategi kita akan melakukan boothcamp berulang kali, tidak hanya satu kali.

Menristekdikti, Mohammad Nasir hadir beserta jajaran pejabat eselon 1 dan 2 kemenristekdikti lainnya, tampak diantaranya Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe; Sekretaris Jenderal, Ainun Nai’im; Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi, Ali Ghufron Mukti, hadir dan datang menggunakan motor listrik Gesit dari kantor Kemristekdikti. “ini merupakan motor buatan anak Indoensia pertama kali di Indonesia, dimana  hasil kolaborasi PT Gesits Technologies Indo (GTI) dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)”, ujar Menristekdikti.

Menristekdikti mengatakan dalam sambutannya bahwa Indonesia merupakan Negara nomor 1 dengan jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara dan juga menempati peringkat ke 5 jumlah startup terbanyak di dunia. “Indonesia telah menjadi tonggak di Asia Tenggara yang telah menumbuhkan startup, melalui hal ini diharapkan Indonesia menjadi negara berbasis riset dan teknologi inovasi”, Kata M. Nasir.

Jumain Appe, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi dalam sambutannya mengatakan, bahwa acara ini rutin diselenggarakan sejak tahun 2015 telah menghasilkan sebanyak 1307 startup berbasis teknologi dan inovasi dari Kemenristekdikti. “Temu Akbar StartUp Berbasis teknologi dan Inovasi ini diselenggrakan dlam rangka menjalin komunikasi dan sharing hasil teknologi dan inovasi karya anak bangsa, dan diharapkan melalui ajang ini dapat meningkatkan gairah ekonomi Indonesia ke depan”, tambah Jumain Appe.- (Arbima)

Tags: 
submitted by humas