Sebanyak 110 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan Kolaborasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (10/1). Upacara penerjunan yang dipusatkan di Kantor Camat Manyak Payed ini menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir dan tanah longsor.
Kegiatan ini merupakan sinergi antara UNY, Universitas Samudra (Unsam), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan Universitas Bangka Belitung. Selain di Manyak Payed, penerjunan juga mencakup lokasi di Kecamatan Bendahara dan Kecamatan Karang Baru. Fokus utama program ini adalah penguatan sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pemulihan sosial kemasyarakatan.
Ketua LPPM Unsam, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan, termasuk koordinasi tempat tinggal dan komunikasi dengan aparatur desa. Ia berpesan agar mahasiswa dari berbagai latar belakang universitas dapat bersatu.
“Hari ini mahasiswa dari UNY, Unsam, Untirta, dan Universitas Bangka Belitung menjadi satu keluarga di masing-masing kelompok. Saling menjaga, saling mengingatkan, karena kita berada di tempat orang lain,” ujar Dr. Iswahyudi. Ia menambahkan bahwa terjun langsung di lokasi pascabencana akan memberikan pembelajaran berharga yang berbeda dari KKN reguler.
Apresiasi senada disampaikan oleh perwakilan Camat Manyak Payed, Zaini Has, S.E. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat mempercepat perbaikan di wilayahnya yang masih terdampak sisa banjir. “Manyak Payed masih perlu perubahan dan perbaikan. Mari kita benah bersama-sama apa yang belum dibenahi,” tuturnya. Zaini juga mengingatkan mahasiswa untuk tetap fokus pada tujuan pengabdian dan menjaga netralitas di tengah dinamika desa.
Sementara itu, Kepala Unit KKN, PK, PI, dan Magang Kantor WR BA UNY, Dr. Banu Setyo Adi, S.Pd.Kor., M.Pd., menekankan peran vital mahasiswa dalam mengisi kekosongan pendidikan akibat bencana.
“Mereka bisa turut membantu program pemerintah maupun program pribadi, terutama terkait pendidikan anak-anak yang sudah lebih dari dua bulan tidak sekolah. Jaga kesehatan dan kekompakan tim agar program berjalan baik dan berhasil,” pesan Banu di hadapan para mahasiswa.
Semangat kemanusiaan juga terpancar dari para peserta. Amelia Sandi, mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Biasa FIP UNY yang juga anggota UKM KSR, mengungkapkan motivasinya mengikuti program ini.
“Motivasi saya tergerak untuk membantu warga Aceh dan semoga bisa bermanfaat. Saya juga berharap bisa lebih bersyukur, belajar dari masyarakat, mendapat pengalaman, dan memperluas pertemanan,” ungkap Amelia.
Melalui KKN Kemanusiaan Kolaborasi selama satu bulan ini, diharapkan tercipta sinergi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi sosial masyarakat Aceh Tamiang, sekaligus menanamkan jiwa kepemimpinan dan empati pada generasi muda.
English