Seuneubok Aceh Berbenah: Menanam Pohon, Menjemput Harapan Baru di Lahan Terdampak.

Semangat pemulihan pasca-bencana menyelimuti Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang belum lama ini. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kemanusiaan UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) dan UNSAM (Universitas Samudra), aksi penanaman 60 bibit pohon pucuk merah dilakukan untuk menghijaukan kembali lahan-lahan yang terdampak banjir. Salah satu pesertanya adalah Rafif Mulia Zustianda dari prodi PJSD FIKK UNY.

Langkah bersama ini bukan hanya untuk penghijauan, tetapi wujud nyata dari dukungan terhadap agenda global SDGs nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim) untuk memperkuat resiliensi komunitas dan nomor 15 (Ekosistem Daratan) guna menghentikan degradasi lahan. Dengan mengembalikan vegetasi di lokasi terdampak banjir, mahasiswa berupaya membangun benteng alam yang lebih tangguh untuk meminimalisasi risiko bencana di masa depan sekaligus memulihkan keseimbangan ekosistem desa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kemanusiaan UNY dan UNSAM bersama perangkat Desa Seuneubok Aceh melakukan identifikasi titik-titik strategis yang akan dijadikan lokasi penanaman pohon. Setelah proses penentuan lokasi selesai, aksi penanaman pohon dilaksanakan secara langsung oleh mahasiswa KKN Kemanusiaan UNY dan UNSAM sebagai bentuk kontribusi nyata di lapangan. Datuk Penghulu Desa Seuneubok Aceh, Rusli, menjelaskan bahwa pemilihan bibit pucuk merah didasarkan pada kesesuaian vegetasi dengan karakteristik wilayah setempat. Ia berharap langkah ini menjadi titik balik pemulihan kondisi lingkungan desa setelah diterjang bencana banjir.

Aksi kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen berkelanjutan UNY dan UNSAM dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan target global SDGs 13 dan 15 melalui pengabdian masyarakat yang berdampak. Dengan tertanamnya puluhan bibit pucuk merah ini, besar harapan agar Desa Seuneubok Aceh tidak hanya pulih secara visual, tetapi juga tumbuh menjadi desa yang lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penanaman pucuk merah saja, namun terus berlanjut menjadi aksi penghijauan yang lebih luas, sehingga kelestarian ekosistem di Desa Seuneubok Aceh tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Penulis
Rafif Mulia
Editor
Dedy
Kategori Humas
IKU 2. Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus