Pelaksanaan hari terakhir Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Yogyakarta berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Ujian yang digelar pada Senin (27/4/26) untuk sesi 13 dan 14 ini menjadi penutup rangkaian UTBK di kampus tersebut, dengan hasil evaluasi yang menunjukkan penyelenggaraan berjalan optimal tanpa kendala berarti.
Berdasarkan laporan monitoring dan evaluasi (monev), UTBK di UNY diikuti oleh 1.837 peserta pada hari terakhir, dengan tingkat kehadiran mencapai 98 persen. Pelaksanaan ujian tersebar di berbagai lokasi kampus, mulai dari fakultas hingga pusat layanan seperti LIMUNY dan Digital Library, yang seluruhnya dinilai siap secara teknis maupun fasilitas.
Koordinator Monev UTBK UNY, Prof. Lia Yuliana, menegaskan bahwa secara umum pelaksanaan UTBK di hari terakhir berjalan sangat baik. “UTBK di UNY pada sesi 13 dan 14 terlaksana dengan lancar, tertib, dan tidak ditemukan kecurangan yang dilakukan oleh peserta. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan fasilitas menjadi salah satu kunci utama kelancaran pelaksanaan UTBK tahun ini. Ketersediaan perangkat komputer yang memadai, jaringan internet yang stabil, serta dukungan teknisi di setiap lokasi memastikan seluruh proses ujian berbasis komputer dapat berlangsung tanpa hambatan berarti. Selain itu, sistem monitoring yang diterapkan juga dinilai efektif dalam menjaga kualitas pelaksanaan ujian.
Dari sisi peserta, tidak ditemukan adanya kesalahan lokasi ujian, yang menunjukkan bahwa sosialisasi dan petunjuk arah yang disediakan panitia telah berjalan efektif. Seluruh peserta juga mengikuti prosedur pemeriksaan dengan ketat, termasuk penggunaan metal detector serta kebijakan sterilisasi meja ujian dari dokumen pribadi guna mencegah potensi kecurangan.
Untuk menjaga integritas ujian, panitia juga memasang alat pengacak sinyal (jammer) di sejumlah lokasi strategis dengan jumlah peserta besar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai modus kecurangan berbasis teknologi komunikasi.
Meski demikian, terdapat beberapa kendala teknis ringan yang sempat terjadi, seperti peserta yang mengalami kesulitan login dan komputer yang mengalami gangguan (freeze). Namun, seluruh kendala tersebut dapat segera diatasi oleh tim teknisi dengan memindahkan peserta ke perangkat cadangan atau melakukan restart sistem, sehingga tidak mengganggu jalannya ujian secara keseluruhan.
Selain aspek teknis, UNY juga memastikan kenyamanan peserta melalui penyediaan fasilitas penunjang yang lengkap, seperti ruang tunggu, area istirahat, layanan penitipan barang, fasilitas ibadah, serta dukungan bagi peserta berkebutuhan khusus. Hal ini mencerminkan komitmen UNY dalam menghadirkan pelaksanaan UTBK yang inklusif dan ramah bagi semua peserta. “Ke depan, kami akan terus mempertahankan kinerja yang sudah baik ini, sekaligus melakukan peningkatan, termasuk penambahan alat pengacak sinyal untuk mengantisipasi perkembangan modus kecurangan,” tambah Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan UNY tersebut.
Dengan berakhirnya sesi terakhir ini, pelaksanaan UTBK di UNY tahun 2026 secara keseluruhan dinyatakan sukses, mencerminkan sinergi yang solid antara panitia, pengawas, teknisi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran ujian nasional berbasis komputer tersebut.
English