Kopi Biji Pepaya Buatan Mahasiswa KKN UNY

1
min read
A- A+
read

Kopi biji pepaya

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah, terutama pada sektor pertanian. Sebagai negara agraris, pertumbuhan sektor pertanian mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Salah satu komoditas potensial hasil perkebunan yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia adalah tanaman pepaya. Pepaya merupakan jenis tanaman perennial (menahun) yang memiliki banyak manfaat dari bagian batang, bunga, daun, buah, dan biji pepaya.  Pepaya memiliki warna daging buah jingga kemerahan, rasa yang manis, memiliki banyak air, dan memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh, serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Dari banyak hal tentang pepaya tersebut, mahasiswa KKN UNY di Dukuh Karang Duwet, Mranggen, Jatinom, Klaten mengolah biji pepaya yang diracik menjadi kopi. Peraciknya adalah Frederico Yohanes Weruin.

Ketua KKN UNY Dukuh Karang Duwet Listia Nur Ramadhani mengatakan  sosialisasi pembuatan kopi biji pepaya ini karena potensi alam yang melimpah di desa Mranggen yaitu tanaman pepaya yang berjumlah banyak.  “Konsumsi yang tinggi, yang sering dimanfaatkan yaitu daging buah pepayanya, sementara itu biji pepaya sering dibuang oleh masyarakat. Padahal dari biji pepaya tersebut memiliki khasiat yang bagus” katanya, Kamis (27/10). Diharapkan masyarakat sadar akan pentingnya manfaat dari biji pepaya, mengolahnya lalu menjadikan produk yang inovatif seperti kopi biji pepaya atau COPAS (COffee from PApaya Seed), selain itu dengan pengolahan biji pepaya menjadi COPAS dapat menunjang perekonomian masyarakat Mranggen dan diharapkan produk ini menjadi ikonik desa Mranggen.

Frederico Yohanes Weruin mengatakan dalam pembuatan kopi biji pepaya bahan yang dibutuhkan adalah biji pepaya, nampan, wajan, blender, sendok makan dan sendok teh, saringan dan coffee bag. Cara membuatnya kupas buah pepaya yang sudah matang lalu ambil biji pepaya yang berwarna kehitaman, cuci biji pepaya hingga kulit luarnya terkelupas. Kemudian letakkan biji yang sudah dicuci di atas nampan lalu jemur di bawah terik sinar matahari selama 2-3 hari hingga kondisi biji menjadi kering. Setelah itu, lakukan penyangraian dengan api kecil selama ± 10 menit hingga biji pepaya berwarna coklat kehitaman dan memiliki bau yang khas seperti bau kopi dan dinginkan biji pepaya di suhu ruangan selama ± 30 menit. Haluskan biji pepaya menggunakan blender jika jumlah banyak atau ulekan jika jumlah sedikit hingga menjadi bubuk, lalu disaring. Masukkan bubuk kopi biji pepaya ke dalam kantong filter (coffee bag) agar ampasnya tidak ikut larut bersama ekstrak atau sarinya, kopi biji pepaya siap dinikmati. “Kopi ini herbal dan bebas kafein” kata mahasiswa prodi Kimia FMIPA UNY tersebut.

Salah satu warga, Istiqomah mengatakan kopi biji pepaya murni memiliki rasa yang sedikit pahit seperti kopi hitam, setelah ditambah penambah rasa (jahe) dan pemanis alami (madu) rasa yang tadinya agak pahit menjadi manis dan hangat. Bau kopi biji pepaya murni baunya menyengat, tetapi setelah ditambah jahe dan madu bau menyengat nya hilang dan memiliki bau yang harum, warnanya lumayan menarik seperti kopi berwarna coklat. “Pembuatannya praktis dan mudah dipraktikkan di rumah karena hanya memakai alat yang sederhana, bisa menjadi minuman herbal untuk ibu-ibu” katanya. 

Penulis : Dedy 

Editor : Ardi

MBKM