Mahasiswa D4 Tata Boga UNY Gagas “Mikrot”, Mi Krokot Inovatif Bernilai Gizi Tinggi

Inovasi kuliner berbasis pangan lokal kembali ditunjukkan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Gina Rahmah Maulidiyah, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan (D4) Tata Boga Fakultas Vokasi UNY, menggagas produk mi unik berbahan dasar daun krokot yang diberi nama “Mikrot”.

“Mikrot” merupakan inovasi mi kremez dengan subtitusi tepung krokot pada adonan mi. Produk ini mengadaptasi hidangan asli Tiongkok yang telah menyebar ke berbagai kawasan Asia seperti Asia Tenggara, Jepang, dan Korea, dengan teknik pengolahan melalui tahap pengukusan (steaming) yang dilanjutkan dengan penggorengan (deep frying) untuk menghasilkan tekstur renyah.

Gina menjelaskan, pemilihan daun krokot bukan tanpa alasan. Selain memberikan karakter rasa yang khas, tanaman ini memiliki kandungan gizi yang potensial sebagai pangan fungsional. “Alasan memilih daun krokot sebagai bahan substitusi produk mie kremez ada beberapa pertimbangan, termasuk manfaat fungsionalnya. Secara nutrisi, daun krokot memiliki kandungan senyawa bioaktif yang relatif tinggi, seperti asam lemak omega-3 (α-linolenat), vitamin A, vitamin C, serta senyawa antioksidan seperti flavonoid dan betalain,” jelasnya, Rabu (6/5/26).

Warga Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Sumatra Utara itu menambahkan, kandungan tersebut menjadikan daun krokot berpotensi memberikan manfaat kesehatan tambahan, seperti aktivitas antioksidan dan peningkatan sistem imun.

Tak hanya dari sisi gizi, Gina juga melihat peluang besar dari aspek ketersediaan bahan baku. Daun krokot yang melimpah dan mudah ditemukan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dalam industri pangan karena kerap dianggap sebagai tanaman liar atau gulma.

“Pemanfaatan daun krokot didukung oleh ketersediaannya yang melimpah, tetapi belum banyak dilirik masyarakat. Melalui inovasi ini, saya ingin meningkatkan nilai tambah bahan tersebut sekaligus mendukung konsep keberlanjutan. Harapannya, masyarakat dapat melihat tanaman bukan hanya dari namanya, tetapi juga memahami fungsi dan manfaatnya bagi kesehatan maupun lingkungan,” ujarnya.

Inovasi “Mikrot” menjadi bukti peran mahasiswa vokasi dalam menghadirkan solusi kreatif berbasis potensi lokal. Selain membuka peluang pengembangan produk kuliner baru, gagasan ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya hayati yang selama ini terabaikan menjadi produk bernilai ekonomi.

Sejalan dengan itu, inovasi ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2 (Zero Hunger) melalui diversifikasi pangan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pemanfaatan bahan bergizi, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui optimalisasi bahan lokal yang berkelanjutan.

Penulis
Dedy
Editor
Sudaryono
Kategori Humas
IKU 5. Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat