Upaya pemulihan lingkungan pascabanjir bandang di Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, terus dilakukan melalui berbagai inisiatif kolaboratif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan kolaborasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Samudra menggagas aksi penghijauan dengan menanam 60 bibit pohon pucuk merah di sejumlah titik desa.
Program penghijauan ini dilaksanakan pada pertengahan masa pengabdian mahasiswa dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa dan warga sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan yang terdampak bencana.
Sebanyak 60 bibit pohon pucuk merah didistribusikan secara merata di tiga dusun di Desa Seuneubok Aceh, yakni Dusun Kerani Hasyim, Dusun Petua Puteh, dan Dusun Imam Ma’un. Lokasi penanaman difokuskan di area permukiman warga serta sepanjang akses jalan desa yang sebelumnya mengalami kerusakan vegetasi akibat banjir bandang.
Mahasiswa KKN Kemanusiaan, Shafira Nadiyanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan desa, tetapi juga menjadi langkah kecil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. “Banjir yang terjadi sebelumnya menyebabkan banyak tanaman rusak dan hilang. Melalui penanaman ini kami berharap lingkungan desa dapat kembali hijau sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga ekosistem,” ujarnya.
Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan aktivitas sosial masyarakat, tetapi juga mengurangi tutupan vegetasi di sejumlah titik desa. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko erosi serta menurunkan kualitas lingkungan jika tidak segera dilakukan upaya pemulihan.
Proses penanaman dimulai dengan penyiapan lahan, penentuan titik tanam, hingga penanaman bibit secara bersama-sama. Mahasiswa dan warga juga melakukan penyiraman secara rutin setiap sore hari guna memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Jenis pucuk merah dipilih karena relatif mudah dirawat, memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap kondisi lingkungan, serta mampu memperindah tata ruang desa melalui warna daun yang khas.
Datok Penghulu Desa Seuneubok Aceh mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang turut membantu pemulihan lingkungan di desanya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan desa. “Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan agar desa kita kembali hijau dan lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kemanusiaan tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Program penghijauan tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, melalui aksi nyata yang dimulai dari tingkat desa dan dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat.
English