Mahasiswa Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang melaksanakan pengabdian di Dusun Karangasem menginisiasi program pemasangan Miniature Circuit Breaker (MCB) timer pada lampu jalan di setiap RT. Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan listrik sekaligus mempermudah pengelolaan penerangan jalan bagi masyarakat.
Melalui penerapan sistem tersebut, lampu jalan kini dapat beroperasi secara otomatis, yakni menyala pada pukul 17.30 WIB dan padam pada pukul 05.30 WIB. Dengan sistem pengaturan berbasis waktu ini, warga tidak lagi perlu menyalakan maupun mematikan lampu secara manual setiap hari.
Salah satu anggota tim PLK UNY, Ferdi Nofandaru selaku penanggung jawab instalasi MCB timer, menjelaskan bahwa Miniature Circuit Breaker (MCB) merupakan perangkat pengaman listrik yang berfungsi memutus arus ketika terjadi kelebihan beban atau gangguan listrik. Dalam program ini, perangkat tersebut dipadukan dengan sistem timer sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pengaman, tetapi juga sebagai pengontrol otomatis waktu operasional lampu jalan. “Melalui pemasangan MCB timer ini, lampu jalan dapat bekerja lebih efektif dan aman. Sistem ini membantu masyarakat agar tidak perlu lagi mengoperasikan lampu secara manual setiap hari,” jelas Ferdi.
Sekretaris kelompok PLK UNY Mengabdi Ria Anggraeni menambahkan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan energi di lingkungan masyarakat. Menurutnya, keberadaan sistem otomatis ini mampu mengurangi potensi kelalaian dalam pengoperasian lampu jalan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga.
Proses pemasangan dilakukan secara bertahap di setiap RT dengan disertai sosialisasi kepada masyarakat terkait cara kerja, manfaat, dan pengaturan perangkat timer. Edukasi tersebut diberikan agar warga dapat memahami serta memanfaatkan sistem secara optimal dan berkelanjutan.
Respons positif pun datang dari masyarakat setempat yang merasakan langsung manfaat program tersebut. Salah satu warga, Pak Rouf, mengungkapkan bahwa keberadaan sistem lampu otomatis sangat membantu aktivitas sehari-hari.
“Sekarang lampu jalan sudah menyala dan mati secara otomatis, jadi kami tidak perlu khawatir lupa menyalakan atau mematikannya. Lingkungan juga terasa lebih terang dan aman saat malam hari,” tuturnya.
Selain memberikan kemudahan dalam pengoperasian, penggunaan sistem timer juga membantu mengontrol konsumsi listrik karena lampu hanya menyala pada waktu yang diperlukan. Efisiensi energi ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang lebih hemat listrik, aman, dan ramah lingkungan.
Program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui pemanfaatan energi secara efisien, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan pemborosan energi listrik.
Melalui pemanfaatan teknologi sederhana namun bermanfaat tersebut, mahasiswa PLK UNY berharap program ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan energi yang efisien dan berkelanjutan di lingkungan pedesaan.
English